Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe)

Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe)

Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe)

Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe)
Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe)

Cabai atau cabai merah atau juga Chili adalah buah dan tumbuhan anggota (Genus Capsicum). Buahnya dapat di golongkan sebagai Sayur-sayuran maupun Bumbu, Tergantung bagai mana di pergunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia tenggara sebagai penguat rasa makanan. Nah…. Bagi seni masakan Padang cabai bahkan dianggap sebagai bahan makanan Pokok, yang ke 10 (Alih-alih 9) Dan sangat sulit bagi masakan padang di buat tampa cabai Tersebut.

Pemeliharaan Tanaman Cabai (Cabe)

Penyulaman budidaya cabe di lakukan sampai umur tanaman 3 minggu. Apalagi umur tanaman cabe telah terlalu tua dan masih terusdi sulam mengakibatkan pertumbuhan tanaman cabe tidak seragam. Berpengaruh terhadap pengendalian hama penyakit.

Perempelan Dan Pengikatan Tanaman Budidaya Cabai (Cabe)

 Perempelan tunas samping, Perempelan tunas samping di lakukan pada tunas yang keluar di ketiak daun, Yang bertujuan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, Agar tanaman cabai (Cabe) tumbuh kekar dan kuat. Di samping itu juga menjaga kelembaban pada saat tanaman cabe telah dewasa. Di lakukan sampai pembentukan cabang utama, Di tandai munculnya bunga pertama.

Perempelan Daun

Perempelan daun di lakukan pada umur 80 hari setelah tanam pada Daun-daun di bawah cabang utama dandaun tua/terserang penyakit.

  1. Sanitasi Lahan Budidaya Cabai (Cabe) : Sanitasi lahan budidaya cabe Meliputi : Pengendalian gulma/rumput, Pengendalian air pada saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan air, Tanaman cabe terserang hama penyakit di singkirkan dari area penanaman.
  2. Pengairan Budidaya Cabai (Cabe) : Pengairan budidaya cabe di lakukan secara terukur, Dengan penggenangan atau pengeleban seminggu sekali apabila tidak turun hujan. Penggenangan jangan telalu tinggi, Batas penggenangan hanya 1/3 dari tinggi bedengan.

Pemupukan Susulan Budidaya Cabai (Cabe)

  1. Pupuk Akar

Pemupukan akar di berikan dengna cara pengocoran :

  1. Umur 15 hst dan 30 hst, dosis 3kg NPK 15-15-15 di larutkan dalam 2001t air, Untuk 1000 tanaman, Tiap tanaman cabai (Cabe) 200 ml.
  2. Umur 45 hst dan 60 hst, Dosis 4kg NPK 15-15-15 di larutkan dalam 200lt air, Untuk 1000 tanaman, Tiap tanaman cabai (Cabe) 200 ml.
  3. Umur 75 hst, 90 hst dan 105 hst, Dosis 5kg NPK 15-15-15 Di larutkan dalam 200lt air, Untuk 1000 tanaman,Tiap tanaman cabai (cabe) 200 ml
  4. Pupuk Daun
  5. Kandungan nitrogen tinggi di berikan umur 14 hst dan 21 hst.
  6. Kandungan Phospat, Kalium dan mikro tinggi di berikan umur 35 hst dan 75 hst.

Virus Tanaman Cabai (Cabe)

Virus tanaman cabai (Cabe) adalah (TMV, TEV, TRV, CMV, TRSV, CTV, DAN PVY). Virus merupakan penyakit yang sangat berpotensi yang menimbulkan kegagalan budidaya cabai atau cabe tersebut,Terutama di musim kemarau. Gejala serangan pada umumnya di tandai pertumbuhan tanaman cabai mengecil atau mengerdil, Dan daun mengeriting dan terdapat bercak kuning Kebasah-basahan.

Penyakit virus sampai saat ini belum di temukan pengendalian atau penangkalnya. Penyakit seperti ini di tularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melalui vektor atau penular. Beberapa hama yang sangat berpotensi penular virus diantaranya adalah, (thrips, kutu daun, kutu kebul, dan tungau), Manusia dapat juga berperan sebagai penular Virus. Baik melalui pertanian maupun tangan, Terutama pada saat perempelan.

Beberapa upaya penanganan virus antara lain adalah : Mmembersihkan gulma (Gulma berpotensi menjadi inang virus) Mengendalikan hama/serangga penular virus, Dan memusnahkan tanaman cabai (cabe) yang terserang, Membersihkan alat dan memberi pemahaman kepada tenaga kerja agar tidak ceroboh pada saat melakukan penanganan terhadap tanaman cabai (Cabe).

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe) tersebut, Semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung blog ini.

 

Sumber: https://www.duniabudidaya.co.id