Tim Robot ITS Sukses Raih 14 Penghargaan FIRA di oleh

Tim Robot ITS Sukses Raih 14 Penghargaan FIRA di oleh

Tim Robot ITS Sukses Raih 14 Penghargaan FIRA di oleh

Kehebatan Tim Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali terbukti di ajang kancah internasional. Kali ini, dibuktikan dengan keberhasilan meraih 14 penghargaan dalam ajang Internasional FIRA Roboworld Cup 2019 di Changwon, Korea Selatan yang berakhir, Jumat (16/8/2019) lalu.

Pembina Tim Robotika ITS, Muhtadin ST MT mengakui, kompetisi ini merupakan lomba robot tahunan yang diselenggarakan oleh Federation of International Robot – Sport Association. ITS sendiri mengirimkan tiga tim robotnya yaitu robot terbang Bayucaraka, robot soccer beroda Iris, dan robot soccer humanoid Ichiro.

Dalam kompetisi dunia ini, Tim Ichiro dan Tim Iris masing-masing berhasil meraih 12 dan 2 penghargaan. Sayangnya, Tim Bayucaraka masih belum bisa meraih penghargaan pada kesempatan ini.

Penghargaan dari Tim Ichiro meliputi Juara 1 pada kategori Weightlifting

Humanoid Robot, Penalty Kick Humanoid Robot, Sprint Humanoid Robot Adult Size, Obstacle Run Humanoid Robot Adult Size, Sprint Humanoid Robot KidSize, dan Mini DRC Humanoid Robot KidSize. Selain itu juga sukses meraih Juara 2 Mini DRC Humanoid Robot Adult Size, Obstacle Run Humanoid Robot KidSize, Marathon Humanoid Robot Soccer Adult Size, dan All Round Humanoid Robot Adult Size. Kemudian Juara 3 Mini DRC Humanoid Robot KidSize dan All Round Humanoid Robot KidSize.

Muhtadin juga menjelaskan penghargaan yang telah sukses diraih Tim Ichiro tidak terlepas dari segala persiapan, riset, dan beberapa simulasi yang telah dilakukan untuk menyiapkan lomba ini. Namun terdapat beberapa kendala yang dihadapi. “Sehingga hal tersebut menjadikan Tim Ichiro kehilangan peluang yang lebih banyak untuk meraih penghargaan,” ungkap dosen Departemen Teknik Elektro ITS tersebut.

Pada kategori marathon, robot Ichiro gagal karena memiliki ukuran yang

paling besar di antara peserta robot lainnya. Ukuran kaki yang begitu kecil menimbulkan kesulitan untuk berjalan pada jalan yang miring. “Sehingga kestabilan robot tersebut sangat kecil,” tuturnya.

Ke depannya, Muhtadin mengatakan akan menambahkan sensor pada kaki robot. Sehingga robot Ichiro bisa menyesuaikan dengan medan yang ada. Sebenarnya, saat ini pun Muhtadin mengaku sudah melakukan riset tentang hal itu, namun masih belum diterapkan pada kompetisi tersebut. “Harapannya, pada kompetisi berikutnya sudah bisa diterapkan,” lanjutnya.

Sedangkan pada Tim Iris, Muhtadin mengakui sebenarnya robotnya sudah

bagus ketika berjalan secara otomatis. Namun ketika pada perlombaan, ternyata sistem jaringan internet atau wi-fi sangatlah padat. Sedangkan perangkat yang dimiliki oleh Tim Iris sama sekali tidak bisa terkoneksi. Sehingga fungsi otomatis tidak bisa berjalan sama sekali.

 

Sumber :

https://www.quibblo.com/story/DbAY-Ptn/Meaning-of-Explanation-Text