Tegaskan Peran Profesor Lewat Sidang Pleno Professor Summit 2019

Tegaskan Peran Profesor Lewat Sidang Pleno Professor Summit 2019

Tegaskan Peran Profesor Lewat Sidang Pleno Professor Summit 2019

Profesor merupakan aset yang sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa, sehingga buah pemikirannya menjadi solusi beragam permasalahan. Bertujuan memaksimalkan peran profesor, Majelis Dewan Profesor Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi (MDGB PTNBH) bersama Dewan Profesor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (DP ITS) menghelat acara Profesor Summit (PS) yang diawali dengan Sidang Pleno di Hotel Swiss-Belinn Manyar, Surabaya, Kamis (4/4/2019).

Dalam sidang yang berlangsung selama dua jam tersebut, dibahas beberapa poin penting mengenai latar belakang acara besar yang kali pertama di Indonesia ini. Peran penting profesor atau guru besar sebagai aset bangsa menjadi sorotan utama selama sidang pleno berlangsung.

Disampaikan oleh Sekretaris Dewan Profesor ITS, Prof Dr Ir Imam Robandi MT,

dalam sidang pleno ini dibahas dua topik penting. Pertama, yakni pergantian pengurus MDGB PTNBH dengan ditandainya penyerahan kursi pimpinan dari Prof Dr Ir Muhammad Yusram Massijaya MS dari IPB kepada Prof Dr Ir H Nadjadji Anwar MSc dari ITS. “Dengan demikian, pergantian pimpinan ini turut menandai umur MDGB PTNBH yang menginjak tahun kedua,” tutur dosen Departemen Teknik Elektro ITS ini.
Baca Juga:

Akhiri Masa Jabatan, Dubes Kerajaan Inggris Sambangi ITS
Berkat Modifikasi Spike pada Audio Musik Gamelan

Selain itu, lanjut Imam, topik kedua yang dibahas sekaligus menjadi

pembahasan panjang dalam sidang pleno adalah peran profesor bagi kemajuan bangsa. Profesor sebagai aset bangsa memiliki dampak yang sangat besar bagi kemajuan bangsa apabila dapat diwadahi secara khusus.

“Terdapat tiga peran penting profesor yang dibahas dalam sidang pleno ini, yakni perannya bagi bangsa, bagi perguruan tinggi masing-masing, serta perannya dalam pengembangan ilmu itu sendiri,” jelasnya.

Bagi bangsa sendiri, menurut Imam, profesor yang meliputi berbagai macam

cabang keilmuan memiliki potensi besar dalam pengembangan beragam sektor dalam pembangunan. Pemikiran-pemikirannya dapat dijadikan acuan pemerintah dalam upaya membangun dan memperbaiki negeri.

“Sedangkan output dari pemikiran profesor nantinya diusulkan kepada pemerintah untuk dipertimbangkan kembali hingga menjadi sebuah kebijakan. Sebab, upaya realisasi suatu kebijakan bukanlah hal yang mudah,” paparnya.

 

Sumber :

https://telegra.ph/How-To-Low-Budget-Marriage-Invitations-11-14