Tangkal Kriminalitas Siswa melalui Pengetatan Aturan

Tangkal Kriminalitas Siswa melalui Pengetatan Aturan

Tangkal Kriminalitas Siswa melalui Pengetatan Aturan

Beragam cara diupayakan pihak sekolah untuk menangkal kriminalitas yang dilakukan para pelajar. Pada umumnya, pihak sekolah mulai tegas dengan mengoptimalkan kegiatan sekolah, menertibkan siswa melalui peraturan ketat.

Waka Kurikulum SMAN 2 Yogyakarta, Jumadi menuturkan, untuk menangkal

kriminalitas yang dilakukan siswanya, pihak sekolah mengetatkan kegiatan di dalam sekolah. Kegiatan yang dimaksud dapat berupa kegiatan belajar di kelas maupun ekstrakulikuler.

“Salah satu yang dilakukan dengan mengoptimalkan pembelajaran, karena dengan tidak adanya jam kosong kemungkinan siswa keluyuran menjadi kecil,” ujar Jumadi.

Mata pelajaran keagamaan juga menjadi jalan ampuh untuk menanamkan

karakter positif kepada siswa. Dengan nilai – nilai keagamaan diharapkan siswa sadar untuk tidak melakukan tindakan negative seperti kriminalitas.

Sementara, MTsN Babadan Baru memilih menggunakan cara tegas menangkal kriminalitas siswanya. Pengetatan aturan dilakukan agar siswa memiliki disiplin tinggi. Sesuai aturan pemerintah, sekolah ini melarang siswa membawa sepeda motor maupun ponsel ke sekolah.

“Yang membawa motor langsung kami sita. Orang tua diminta ambil langsung

ke sekolah. Yang bawa HP juga kami sita, tapi tidak boleh diambil lagi sampai anak itu lulus dari sini,” ujar PLT Kepala MTsN Babadan Baru Sleman, Busyroni Majid.

Sementara ini, di sekolah ini kata Majid belum pernah ditemukan siswa yang melakukan tindakan kriminalitas. Namun, siswa yang membawa sepeda motor maupun ponsel memang sudah ada. Jika diprosentase, jumlah siswa yang melakukan pelanggaran itu sangat kecil, berada pada angka di bawah 5 persen.

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/