Umum

Tahapan Perencanaan Pembukaan Wilayah Hutan (PWH)

Tahapan Perencanaan Pembukaan Wilayah Hutan (PWH)

Tahapan Perencanaan Pembukaan Wilayah Hutan (PWH)

Tahapan perencanaan pembukaan wilayah hutan (pwh) merupakan suatu kegiatan dengan maksud merancang kegiatan yang dilakukan untuk pembukaan wilayah hutan. Tahapan perencanaan PWH dapat dijadikan sebagai dasar untuk memperoleh pengolahan dan pengusahaan hutan secara lestari. Tahapan perencanaan PWH ini sangat baik untuk dilakukan oleh perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan seperti hutan tanaman. Perencanaan tahapan PWH umumnya dilakukan berdasarkan beberapa aspek yang saling berkaitan yakni ekonomis (berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan, teknis (keadaan lokasi yang berpengaruh pada alat-alat yang digunakan), dan ekologis (keadaan lokasi yang tidak memungkinkan/rawan erosi) (Unhas, 2009).

Selanjutnya, Unhas (2009) menguraikan 6 tahapan perencanaan PWH yang terdiri dari tahapan pengumpulan data penting, tahapan pembatasan suatu wilayah perencanaan, tahapan peletakkan titik-titik cardinal, tahapan perencanaan alternatif koridor PWH, tahapan penggambaran alternatif rencana jaringan jalan, dan tahapan pemilihan alternatif PWH yang optimal.

1. Tahapan Pegumpulan Data Penting PWH

Tahapan ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data-data penting yang dibutuhkan dalam melakukan perencanaan PWH. Data-data penting tersebut meliputi:
  • Biaya eksploitasi hutan dan harga kayu.
  • Hasil Inventarisasi dan perencanaan pengusahaan hutan.
  • Keadaan ekologi (rencana peruntukan fungsi hutan).
  • Klasifikasi lapangan.
  • Peta keadaan hutan
  • Peta Topografi
  • Peta keadaan/situasi tempat.
  • Peta geologi.
  • Peta tanah.
  • Peta keadaan jaringan jalan (PWH) status quo.
  • Potret udara.
  • Peraturan-peraturan PWH (seperti standar teknik pembuatan jalan).
2. Tahapan Pembatasan Suatu Wilayah Perencanaan PWH
Tahapan pembatasan wilayah perencanaan pada suatu hutan pada dasarnya berpedoman dengan informasi dan data penting yang telah diperoleh sebelumnya. Selanjutnya, keaslian data tersebut dilakukan pengecekan dengan melakukan survei di lapangan. Batasan-batasan suatu wilayah perencanaan biasanya meliputi:
  1. Lalu lintas umum (jalan, jalan rel)
  2. Sungai.
  3. Status pemilihan hutan.
  4. Topografi yang curam (gunung, lembah).
  5. Penatagunaan lahan yang meliputi lahan pertanian dan hutan.

Sumber: https://konveksipekanbaru.co.id/setelah-konten-porno-whatsapp-kominfo-akan-panggil-platform-lain/