SMAN 7 Serpong Utara Siapkan Diri Menjadi Sekolah Zonasi

SMAN 7 Serpong Utara Siapkan Diri Menjadi Sekolah Zonasi

SMAN 7 Serpong Utara Siapkan Diri Menjadi Sekolah Zonasi

Pada tahun ini Direktorat SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah menunjuk  650 sekolah negeri/ swasta se lndonesia untuk melaksanakan program dan sosialisasi tentang Sekolah Zonasi.

Salah satu yang ditunjuk adalah SMAN 7 yang terletak di komplek perumahan elit Villa Melati Mas, Kelurahan Pondok Jagung Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Sekolah ini ditunjuk menjadi salah satu Sekolah Zonasi untuk segera melaksanakan  pilot project Direktorat SMA.

“Rencana program telah disusun secara cermat dan rinci (matang) sehingga menghasilkan In House Training (IHT) kepada semua sekolah menengah atas di Tangsel,” ungkap H.Hamdari, Kepala SMAN 7, kepada Reaksi di kantornya, Senin (16/9/2019).

“Kami sangat mendukung program Sekolah Zonasi, amanah yang diberikan melalui uji  kompetensi antar sekolah SLA dan  SMAN 7 terpilih menjadi Sekolah Zonasi untuk tahun ini. Tugas dan tanggung jawab kami untuk melaksanakan program dengan berusaha lebih keras  dan giat, masuk tahapan In House Training Sekolah Zonasi,” ucapnya.

Hamdari menambahkan, sebagai penanggung jawab program Sekolah Zonasi SMAN 7, dia akan melibatkan semua sumber daya yang ada di sekolah itu. Dengan program zonasi, sekolah anak yang rumahnya berhadap-hadapan dengan sekolah favorit, hanya bisa melihat lalu lalang anak-anak dari daerah lain belajar di sekolah tersebut.

Atau bagi yang terbatas kemampuan akademisnya, ditambah dari keluarga

tidak mampu , hanya bisa mengenyam bangku sekolah di pinggir kota yang sangat jauh tempat tinggalnya. “Dengan program zonasi sekolah  bentuk pemerataan dan keadilan akan akses pendidikan yang ingin di wujudkan oleh kami sebagai kepanjangan tangan pemerintah,” ungkapnya

Tokoh masyarakat  Kecamatan Serpong Utara yang biasa disapa bung Toni mengatakan, Zonasi Sekolah adalah untuk pemerataan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan yang berkualitas.

Selayaknya diikuti dengan pembenahan/penataan dari hulu ke hilir  dan

perhatian kepada insan pendidiknya. Karena geografis Kota Tangerang Selatan sebagai kota penyangga ibu kota DKI Jakarta yang kompleks.

Menurutnya, pengalokasikan untuk program Sekolah Zonasi  sebaiknya kembali dikaji ulang pemerintah pusat/ saerah. Seiring laju perkembangan  zaman dan kemajuan sarana teknologi, pendidikan membutuhkan biaya untuk dapat mengimbanginya.

“Contoh, di ruang kelas terdapat 35 siswa, maka seorang guru  harus siap

dengan 35 model belajar, 35 metode belajar, dan 35 media pembelajaran. Selanjutnya tugas guru adalah memfasilitasi mereka untuk belajar secara optimal sesuai potensi individualnya. Kalau semua sudah direalisasikan pemerintah. potret hitam dunia pendidikan seharusnya tidak terjadi lagi dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya. (R2)

 

Baca Juga :