Pendidikan

 Sikap Seorang Muslim Terhadap Visi dan Komitmen Menurut al-Qur’an dan Hadits

 Sikap Seorang Muslim Terhadap Visi dan Komitmen Menurut al-Qur’an dan Hadits

Menurut penulis, manusia adalah makhluk potensial yang layak menerima amanah Allah (syariat agama), jika dibandingkan makhluk ciptaan Allah lainya, karena ada dua faktor penting yang mempengaruhi kehidupan manusia, baik sebagai hamba Allah (Abdullah) maupun sebagai pemimpin (Khalifah), yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal yaitu hal-hal yang berkaitan langsung dengan diri manusia itu sendiri, yaitu :

  1. Fitriyah (naluri), yaitu suatu potensi yang ada dalam diri manusia yang menggerakkan hati seseorang untuk meyakini adanya Allah swt, sebagai Khalik yang menciptakan langit dan bumi serta alam dan segala isinya termasuk manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah :

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Ar-Ruum : 30).

  1. Khalqiyah, yaitu bentuk tubuh yang paling baik dan sempurna.

Setiap anggota tubuh manusia tumbuh berimbang antara yang satu dengan yang lainnya, pada diri manusia selalu ada keseimbangan sehingga tidak menyulitkan manusia untuk melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya.

Allah berfirman dalam al-Qur’an surat at-Tiin ayat 4 :

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” .

  1. Aqliyah (akal).

Di samping manusia diberi kelengkapan tubuh, manusia juga dianugerahi suatu potensi yang amat besar pengaruhnya dalam kehidupan  jika dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah lainnya. Dengan akal manusia berpikir, mengelola alam semesta ini, dengan akal pula manusia mengenal siapakah dirinya dan siapa penciptanya, untuk apa ia diciptakan, apakah tugas dan fungsinya di dunia ini.

  1. Nafsu

Manusia memiliki fitrah, diciptakan dalam bentuk yang baik dan sempurna, dilengkapi dengan akal, tapi Allah juga memberinya nafsu.Nafsu merupakan suatu potensi dalam diri manusia, yang apabila dituntun dengan baik oleh akal dan agama, maka ia akan melahirkan sesuatu yang baik dan berguna. Tetapi apabila tidak dituntun dengan baik, maka dia akan mendatangkan  sesuatu yang bertentangan dengan perintah Allah, karena nafsu cenderung melanggar perintah Allah dan mudah dipengaruhi setan.

  1. Yang dila’nati Allah dan syaitan itu mengatakan: “Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya). (An-Nisa : 118).

sumber :

https://apkmod.co.id/seva-mobil-bekas/