Umum

Serba-serbi Dak Beton

Serba-serbi Dak Beton

Banyak dari kita pernah mendengar istilah “tidak spesifik”. Secara umum yang dimaksud dengan “tidak” adalah slab atau papan yang biasanya terdapat pada atap suatu bangunan. Bebek bisa dibuat dari kayu, beton atau bahan lainnya. Bebek ini bisa berfungsi sebagai lantai atau sekedar atap sebuah bangunan.

Sedangkan beton merupakan campuran semen, koral, pasir dan air. Hingga saat ini beton digunakan sebagai bahan bangunan selain baja, kayu, bambu dan bahan lainnya. Beton terutama digunakan pada bangunan tempat tinggal. Beton memiliki kekuatan tekan terbaik di antara material populer lainnya. Sehingga penggunaan beton lebih banyak pada kolom / pilar struktur bangunan.

Beton bebek adalah papan yang diletakkan di atas atap bangunan beton. Papan ini bisa berupa pelat lantai atau atap. Untuk pelat lantai, dimensinya lebih besar dari pada pelat lantai, karena pelat lantai akan digunakan untuk menopang beban.

Cetakan diperlukan untuk membuat beton. Biasanya, cetakan ini terbuat dari kayu atau logam. Papan kayu adalah alas beton yang di bawahnya disangga dengan scaffolding, yang bisa dibuat dari bambu, kayu, atau logam (seperti scaffolding). Tatakan ini harus kuat dan kokoh, karena akan menahan beban yang cukup berat dari beton dan tulangan. Jika alasnya lemah maka papan kayu akan bengkok dan beton tidak kaku. Hal tersebut tentunya akan mengurangi kekuatan dan estetika pelat beton tersebut.

Bebek beton memiliki tulangan. Berapa diameter tulangan dan rangkaian tulangannya, tergantung pada luas pelat dan beban yang disangga.

Penguatan non beton menggunakan besi silang 90 ‘. Biasanya ada dua lapis tulangan atas dan bawah yang disusun bergantian. Besi yang menjadi penguat pelat disambungkan ke balok penguat sebagai penyangga.

Sebaiknya pelat beton tidak dituang bersamaan dengan penuangan balok beton. Jika baloknya bukan beton, maka penuangan bisa dilakukan secara terpisah. Mengapa harus pada waktu yang sama? Karena balok beton dan pelat beton harus digabungkan menjadi satu struktur untuk menambah kekuatan. Penuangan juga paling baik dilakukan sekaligus, agar proses pengeringan dan pengerasan beton berlangsung secara bersamaan.

Proses pengeringan alami beton ideal membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 3 minggu. Beberapa kontraktor menggunakan campuran khusus untuk mengeraskan beton lebih cepat untuk mempersingkat waktu pemrosesan.
Khusus untuk pelat atap, permukaannya miring agar air bisa mengalir ke lubang pembuangan yang sudah disiapkan. Namun, kemiringan dapat ditambahkan dengan menggunakan cetakan semen konvensional. Selain itu, pelat atap beton karena terkena panas dan hujan memerlukan penanganan khusus agar lebih tahan lama dan tidak bocor. Perawatan ini menggunakan lapisan kedap udara yang diaplikasikan pada permukaan pelat beton. Lapisan ini membutuhkan perawatan setiap saat, tergantung dari ketahanan masing-masing merek.

Serba serbi lainnya: tubaguskencanaarsitek.co.id

Tiga metode yang umum digunakan dalam proses penuangan non beton yaitu pencampuran manual (tenaga kerja manusia), pencampuran menggunakan molin sederhana dan campuran beton dari supplier.