Sejarah Lahirnya Ilmu Tasawuf

Sejarah Lahirnya Ilmu Tasawuf

Sejarah Lahirnya Ilmu Tasawuf

Sejarah Lahirnya Ilmu Tasawuf
Sejarah Lahirnya Ilmu Tasawuf
Sobat pada artikel kali ini kita akan membahas tentang Tasawuf (Tasawwuf) atau Sufisme. Mungkin banyak diantara kita yang belum mengetahui tentang ilmu yang satu ini. Tassawuf merupakan ilmu untuk menyucikan jiwa, menjernihkan akhla, membangun dhazir dan batin demi mencapai kebahagiaan abadi. Lalu bagaimana sebenarnya Sejarah Lahirnya Ilmu Tasawuf?
Sejarah ilmu Tasawwuf memang membuat bingung, pasalnya ada banyak pendapat yang pro dan kontra terkait asal usul ajaran tasawuf ini. Sebagian mengatakan bahwa Tasawuf bukanlah ajaran Agama Islam, sebagian pendapat lagi mengatakan bahwa tasawuf berasal dari zaman Nabi Muhammad SAW.

Pendapat lainnya juga mengatakan bahwa

ilmu tasawuf muncul saat terjadi pertikaian saat khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Ternyata pertikaian terkait politik ini terus saja terjadi meski dimasa khalifah-khalifah sesudah Utsman dan Ali. Kemudian muncul masyarakat yang menentang pertikaian tersebut. Mereka menganggap bahwa dunia politik merupakan tempat yang kotor sehingga mereka melakukan ‘uzlah , yaitu menarik diri dari hingar-bingar masalah duniawi ketempat lain yang lebih terpencil.
Di wilayah tepencil ini mereka mempraktikkan hidup sederhana atau zuhud layaknya Nabi Muhammad SAW. Mereka menanggalkan pakaian mereka dan menggantinya dengan pakaian dari bulu domba. Pakaian dari bulu domba malah menjadi salah satu ciri khas mereka. Bulu domba yang memiliki arti dalam bahasa arab Shuf menjadi panggilan dari para pengikutnya yakni Sufi.

Para ulama berbeda pendapat tentang awal kemunculan kata tasawuf

Ibnu Taimiyah dan sebelum itu Ibnu Al Jauzi dan Ibu Khaldun menyebutkan bahwa kata sufi tidak dikenal di tiga abad hijriyah, namun pembicaran tentang tasawuf dikenal setelah itu.
As Siraj Ath Thusi berkata di bab khusus yang ia buat untuk mengkounter pendapat yang menyatakan: “Kami tidak mendengar penyebutan orang-orang sufi pada zaman dulu dan kata tersebut adalah kata baru.”
Berkata As Siraj: “Jika penanya bertanya dengan berkata bahwa kami tidak mendengar penyebutan orang-orang sufi dikalangan sahabat-sahabat Nabi SAW atau generasi sesudah mereka, kami hanya mengenal istilah orang-orang ahli ibadah, orang-orang zuhud, para pengembara, para orang miskin. Selain itu, tidak pernah dikatakan kepada seorang sahabat bahwa ia orang sufi.”

Hal yang sama dikatakan As-Sahruradi

“kata tasawuf tidak dikenal pada zaman Rasullullah.” ada yang mengatakan bahwa kata tasawuf (sufi) tidak dikenal hingga tahun 200 Hijriyah. Abdurrahman Al Jami menegaskan: “Abu Hasyim Al Kufi adalah orang yang pertama kali dipanggil dengan sebutan sufi dan sebelumnya tidak ada seorang pun yang diberi nama dengan nama tersebut. Khaniqah yang pertama kali ialah khaniqah di Ramlah, Syam.”
Adapun Al Hajuwiri, ia menyebutkan kata tasawuf sudah ada pada zaman Rasullullah dan dengan kata yang sama, Al Hajuwiri berhujjah dengan hadits palsu yang mengatasnamakan Rasullullah, katanya Beliau bersabda: “Barangsiapa mendengar suara orang-orang sufi, namun tidak mengamankan doa mereka, ia ditulis disisi Allah sebagai orang yang lalai.”
Padahal Al Hajuwiri sendiri menulis di akhir bab yang sama ketika menjelaskan perkataan Abu Al Hasan Al Busynaji: “Tasawuf pada hari ini adalah nama tanpa hakekat dan sebelum itu adalah hakekat tanpa nama.” Maksudnya, nama tasawuf tidak ada pada zaman sahabat dan generasi salaf sedang maknanya ada pada setiap orang dari mereka, sedang sekarang namanya ada, namun maknanya tidak ada.  Adapun   para orientalis yang menulis tasawuf seperti Nichelson, ia berpendapat bahwa kata tasawuf pertama kali diberikan kepada Abu Hasyim Al Kufi (meninggal pada tahun 150 H).

Adapun bentuk jamak kata sufi

yaitu shufiyah (orang-orang sufi) yang muncul pada tahun 189 H (814M) di Iskandariyah, maka itu menunjukkan dekatnya periode ketika itu dengan salah satu aliran tasawuf islam, yang nyaris merupakan aliran Syiah dan muncul di Kufah. Abdak adalah imam terakhir tasawuf dan termasuk orang yang berpendapat imamah (kepemimpinan) itu bisa dimiliki dengan pewarisan dan penunjukan. Abdak tidak makan daging dan meninggal dunia di Baghdad kira-kira pada tahun 210 H. Jadi penggunaan kata sufi terbatas di Kufah.
Banyak orang Islam yang antipati kepada tasawuf, tetapi banyak juga kelompok orang yang sangat mengagungkan tasawuf bahkan tarekat. Tasawuf dianggap ajaran yang tidak memiliki landasan dalil yang sahih, baik dalil implisit maupun eksplisit, bisa mengarah kepada perbuatan syiirik.
Demikianlah artikel tentang  Sejarah Lahirnya Ilmu Tasawuf. Mudah-mudahan apa yang kami buat ini semakin bertambah ilmu teman-teman tentang islam secara kaffah terutama mengenai Ilmu Tasawuf.
Baca juga artikel: