Pendidikan

Sejarah dalam Al-Quran

  1. Sejarah dalam Al-Quran

Kurang lebih sepertiga dari Al-Quran merupakan penjelasan atas sejarah yang meliputi kisah-kisah para Rasul dan Nabi serta umat-umat masa lampau. Hal ini menunjukkan bahwa isi

Al-Quran memberikan porsi yang sangat besar terhadap sesuatu yang berkenaan dengan Sejarah. Dalam demikian Al-Quran mendorong manusia sekarang ini agar belajar dari umat terdahulu. Sehingga kita dapat meniru teladan baik yang diwariskan generasi taat terdahulu. Kandungan sejarah dalam Al-Quran ini juga dapat memotivasi Rasulullah saw dalam mengembang misi risalahnya ketika berhadapan dengan tantangan.

Menurut Quraish Shihab, kisah-kisah dalam Al-Quran berkisar pada tiga macam :

  1. Peristiwa Sejarah yang terjadi dengan pelaku dan tempat kejadiannya, seperti kisah-kisah para Nabi dan kaumnya, diantaranya adalah kisah Nabi Luth dalam QS. An-Naml : 54-58

ثم إذا كشف الضر عنكم إذا فريق منكم بربهم يشركون ليكفروا بمآ اتينهم فتمتعوا فسوف تعلمون ويجعلون لما لا يعلمون نصيبا مما رزقنهم تا لله لتسئلن عما كنتم تفترون ويجعلون لله البنت سبحنه ولهم مايشتهون وإذا بشر أحدهم بالانثى ظل وجهه مسودا وهو كظيم

Artinya : Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji), padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?” Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat (mu), bukan (mendatangi) perempuan?  Sungguh, kama adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu). Jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, “Usirlah Luth dan keluarganya, dari negerimu, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (menganggap dirinya) suci”. Maka Kami selamatkan dia dan keluarganya, kecuali istrinya. Kami telah menentukan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu), maka sangat buruklah hujan (yang ditimpahkan) pada orang-orang yang diberi peringatan itu (tetapi tidak mengindahkan).

  1. Peristiwa yang telah terjadi dan masih dapat terulang kejadiannya, seperti kisah pembunuhan Qabil terhadap Habil yang diceritakan dalam QS. Al-Maidah : 27-28

واتل عليهم نباابنى ادم بالحق إذ قربا قربانا فتقبل من احد هما ولم يتقبل من الاخر قال لاقتلنك قال إنما يتقبل الله من المتقين لئن بسطت الي يدك لتقتلني ما انا بباسط يدي إليك لاقتلك اني اخاف الله رب العالمين

Artinya : Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata :  sungguh,  aku pasti membunuhmu! Dia (Habil) berkata : Sesungguhnya Allah hanya menerimh (amal) dari orang yang bertakwa. Sungguh, jika engkau menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku aku tidak akan menggerakkan tanganku untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.

  1. Peristiwa kisah simbolis yang tidak menggambarkan sesuatu peristiwa yang telah terjadi, namun dapat terjadi sewaktu-waktu. Seperti kisah didalam QS. Al-Kahfi : 32-34

واضرب لهم مثلا رجلين جعلنا لأحدهما جنتين من اعناب وحففنهما بنخل وجعلنا بينهما زرعا كلتا الجنتين اتت أكلها ولم تظلم منه شيئا وفجرنا خللهما نهرا وكان له ثمر فقال لصاحبه وهو يحاوره انا اكثر منك مالا واعز نفرا

Artinya : Dan berikanlah (Muhammad) kepada mereka perumpamaan, dua orang laki-laki yang seorang (yang kafir), Kami beri dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan diantara keduanya (kebun itu) Kami buatkan ladang. Kedua kebun itu menghasilkan buahnya dan tidak berkurang (buahnya) sedikitpun, dan dicelah-celah kedua kebun itu Kami alirkan sungai. Dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kanannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikutku lebih kuat”.

 

sumber :

http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/06/06/7-jenis-kinemaster-pro/