Sederet Rencana Besar Jokowi Genjot Kualitas SDM Indonesia

Sederet Rencana Besar Jokowi Genjot Kualitas SDM Indonesia

Sederet Rencana Besar Jokowi Genjot Kualitas SDM Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia perlu melakukan

perombakan besar-besaran mengenai kualitas sumber daya manusia (SDM). Tujuannya agar mampu menguasai ilmu pengetahuan masa kini dan masa depan.
“Momentumnya adalah sekarang tatkala kita antara 2020 hingga 2024, berada di puncak periode bonus demografi. Jika kita lebih fokus mengembangkan kualitas SDM dan menggunakan cara-cara baru maka saya yakin bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan,” kata Jokowi saat pidato sidang bersama DPR RI dan DPD RI di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).

Lembaga pendidikan dan lembaga pelatihan harus didukung untuk melakukan

pembenahan secara besar-besaran agar mampu menghadapi perubahan. Persaingan dunia yang semakin ketat dan disrupsi di berbagai bidang, membutuhkan kualitas SDM yang tepat. Kita butuh SDM yang berbudi pekerti luhur dan berkarakter kuat. Indonesia butuh SDM yang menguasai ketrampilan dan menguasai ilmu pengetahuan masa kini dan masa depan.
Pendidikan harus berakar pada budaya bangsa memperjuangkan kepentingan nasional dan tanggap terhadap perubahan dunia. Keluarga dan lembaga pendidikan menempati peran sentral dalam pendidikan. Budi pekerti sopan santun toleransi dan kedisiplinan termasuk kebiasaan mengantre dengan sabar dan teratur harus kita tanamkan sejak dini.

“Biasa mandiri percaya diri gotong royong dan saling peduli harus kuat

ditanamkan dalam pendidikan dasar kita. Mencari sumber belajar sendiri, berpikir kritis, dan tidak mudah terhasut problem solving harus sudah tertanam kuat pada pendidikan menengah kita,” terang Jokowi.
Ketrampilan vokasional yang akan dibutuhkan pasar the emerging skills harus sudah dilatihkan sejak pendidikan menengah ini. Untuk tingkat pendidikan tinggi kita harus berani mencanangkan target tinggi bahwa SDM lulusan pendidikan tinggi Indonesia harus kompetitif di tingkat regional dan global.