Pendidikan

Reigeluth, 1983

Reigeluth, 1983

Bagi Reigeluth desain pembelajaran adalah kisi-kisi dari penerapan teori belajar dan teori pembelajaran untuk memfasilitasi proses belajar seseorang. Reigulth membedakan antara desain dengan pengembangan.

Reigulth menyatakan pengembangan adalah penerapan kisi-kisi desain dilapangan. Kemudian setelah uji coba selesai, maka desain tersebut diperbaiki atau diperbaharui sesuai dengan masukan yang telah diperoleh. Reigulth mengkaji desain dan pengembangan pembelajaran berdasarkan teori belajar dan teori pembelajaran.

  1. Rothwell dan Kazanas, 1992

Merumuskan desain pembelajaran terkait dengan peningkatan mutu kinerja seseorang dan pengaruhnya bagi organisasi. Bagi mereka peningkatan kinerja berarti peningkatan kinerja organisasi. Desain pembelajaran melakukan hal tersebut melalui suatu model kinerja manusia, rumusan Rothwell dan kazanas ini bermanfaat jika desain pembelajaran diterapkan pada suatu pelatihan di organisasi tertentu.

  1. Gagne, Briggs, Wager, 1992

Mengembangkan konsep desain pembelajaran dengan menyatakan bahwa desain pembelajaran membantu proses belajar seseorang, dimana proses belajar itu sendiri meemiliki tahapan segera dan jangka panjang. Mereka percaya proses belajar terjadi karena adanya kondisi-kondisi belajar internal maupun eksternal. Kondisi internal adalah kemampuan dan kesiapan diri pelajar, sedang kondisi eksternal adalah pengetahuan lingkunganyang didesain.

Penyiapan kondisi eksternal  belajar inilah yang disebut oleh mereka sebagai desain pembelajaran. Untuk itu, desain pembelajaran haruslah sistematis, dan menerapkan konsep pendekatan sistem agar berhasil meningkatkan mutu kinerja seseorang. Mereka percaya bahwa proses belajar yang terjadi  secara internal, dapat ditumbuhkan.

sumber :
https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/