Teknologi

Pulau Sampah Ancam Perairan Pasifik

Pulau Sampah Ancam Perairan Pasifik

Pulau Sampah Ancam Perairan Pasifik

SAMPAH yang ada di Samudra Pasifik ternyata lebih buruk daripada yang diperkirakan sebelumnya. Demikian klaim tim Ocean Cleanup, yang baru merampungkan sesi awal Ekspedisi Udara (Aerial Expedition) dari California, Amerika Serikat, hingga ke perairan Hawaii, pekan ini.

Tim yang diinisiasi penemu muda asal Belanda, Boyan Slat, itu menemukan

berbagai sampah laut di sisi utara ‘Pulau Sampah Pasifik’ (Great Pacific Garbage Patch). Limbah yang didapat dari survei udara itu mulai jaring nelayan, wadah plastik, hingga barang bekas lainnya.

“Terbilang aneh melihat begitu banyak sampah di perairan yang semestinya bersih,” kata pendiri Ocean Cleanup Boyan Slat.

Menurut tim, konsentrasi kumpulan sampah yang diamati di satu wilayah di utara perairan Pasifik luasnya sekitar 1 juta km2. Area periferinya terbentang sejauh 3,5 juta km2. Kepadatannya pun, kata tim peneliti, disebut-sebut jauh lebih tinggi ketimbang yang diperkirakan.

“Sebagian besar puing sampah yang ditemukan ialah objek besar. Benda itu akan terurai menjadi mikroplastik dalam beberapa dekade ke depan. Itu akan menjadi bom waktu jika kita tidak bertindak,” imbuh Slat.

Survei tim yang sebagian didanai pemerintah Belanda itu dilakukan

menggunakan pesawat Hercules C-130 yang dinamai Ocean Force One. Pesawat sengaja diterbangkan dengan kecepatan rendah, yakni 140 knot dan mengudara di ketinggian 400 meter.

Sebanyak 10 peneliti, 3 teknisi perangkat, dan 7 personel navigasi ambil bagian dalam ekspedisi. Mereka menggabungkan teknik pengamatan konvensional pandangan mata dan teknologi sensor untuk mendeteksi ukuran objek sampah.

Tahun lalu, Ocean Cleanup mengirim 30 kapal untuk menjaring mikroplastik

menggunakan jaring besar. Sementara itu, penerbangan yang dilakukan baru-baru ini ditujukan untuk menemukan sampah berukuran 0,5 meter atau lebih.

 

sumber :

https://uberant.com/article/728914-image-resizer/