Pendidikan

Prinsip – Prinsip Asuransi

Prinsip – Prinsip Asuransi


Telah dijelaskan diatas bahwa asuransi secara prinsip menggunakan asas saling tolong menolong, prinsip utama asuransi takaful adalah ta’awanu ‘ala al birr wa al-taqwa (tololng menolonglah kamu sekalian dalam kebaikan dan takwa) dan al-ta’min (rasa aman). Dalam asuransi takaful transaksi yang dibuat adalah akad takafuli (saling mengandung) bukan akad tabaduli (saling menukar), para pakar ahli ekonomi islam merumuskan tentang prinsip – prinsip yang dipakai oleh asuransi takaful yang membaginya menjadi tiga prinsip utama yaitu :

1.      Saling bertanggung jawab

Ini berarti para peserta asuransi takaful memiliki rasa tanggung jawab bersama untuk saling membantu dan menolong peserta lain yang mengalami musibah atau kerugian.

2.      Saling bekerja sama atau saling membantu

Ini berarti bahwa para peserta asuransi takaful yang satu dengan peserta asuransi yang lain harus saling bekerja sama dalam hal saling membantu meringankan beban atas kerusakan atau kerugian yang telah diderita oleh anggota peserta asuransi.

3.      Saling melindungi penderitaan satu sama lain

Ini berarti para peserta asuransi berperan sebagai pelindung bagi peserta yang lain yang mengalami musibah.

Dari beberapa prinsip asuransi tersebut, Karnaen A Perwaatmadja menambahkan satu prinsip yaitu menghindari unsur-unsur gharar, maisir dan riba.[10] Selain prinsip diatas sebagai tambahan juga ada prinsip asuransi takaful yaitu : Insurable Interest (Kepentingan Yang Dipertanggungkan), Utmost Good Faith (Kejujuran Sempurna) .

Sejarah Asuransi Syariah

Asuransi termasuk dalam lembaga keuangan non bank dan telah berdiri sejak lama apabila kita runtut kebelakang maka lembaga asuransi telah dikenal pada awal islam, yang pada akhirnya banyak literature yang menyimpulkan bahwa asuransi tidak dapat dipandang sebagai praktik yang halal. Akan tetapi terdapat beberapa aktivitas dari kehidupan pada masa Rasulullah yang mengarah pada prinsip-prinsip asuransi, misalnya konsep tanggung jawab bersama yang disebut dengan system aqilah , system aqilah adalah system menghimpun anggota untuk menyumbang dalam suatu tabungan bersama yang dinamakan sebagai “kunz”. Namun keberadaan asuransi syari’ah tidak dapat dilepaskan dari keberadaan asuransi kovensional sebab sebelum adanya asuransi syari’ah, terdapat beberapa macam usaha asuransi konvensional yang itu rata-rata dikendalikan oleh orang-orang nonmuslim maka secara tidak langsung didalam praktik operasionalnya terdapat unsure-unsur yang bertentangan dengan aturan islam seperti unsure riba, gharar, dan maisir, jika ditinjau pula dari segi hukum perikatan islam maka asuransi konvensional hukumnya haram, dan ini yang disepakati oleh beberapa ahli hukum islam sepeti Abdul Wahab Khalaf, Sayyid Sabiq, Yusuf al-Qardawi.

baca juga ;