PPI Tiongkok: Berita Pelajar RI Terima Pelajaran Ideologi Komunis Tidak Akurat

PPI Tiongkok: Berita Pelajar RI Terima Pelajaran Ideologi Komunis Tidak Akurat

PPI Tiongkok Berita Pelajar RI Terima Pelajaran Ideologi Komunis Tidak Akurat
PPI Tiongkok Berita Pelajar RI Terima Pelajaran Ideologi Komunis Tidak Akurat

Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) membantah berita berjudul “Di Cina, Pelajar Indonesia

Dapat Pelajaran Ideologi Komunis” yang dimuat portal Republika.co.id. Mereka menegaskan berita tersebut adalah tidak benar.

PPI Tiongkok keberatan dengan judul dan konten berita tersebut karena menimbulkan keresahan di kalangan pelajar Indonesia di Tiongkok, serta tidak didasari sumber dan fakta yang akurat dari pelajar Indonesia di Tiongkok,” tulis pernyataan sikap PPI Tiongkok yang diterima redaksi, Senin malam (2/4).

Pernyataan sikap itu ditandatangani Ketua Umum Raynaldo Aprillio dan Sekjen Siti Marwah

. Pernyataan sikap turut didukung pengurus 25 cabang PPI Tiongkok antara lain Shanghai, Shijiazhuang, Suzhou, Xiamen, dan Hangzhou.

PPI Tiongkok dalam pernyataan sikapnua mengimbau pihak Republika.co.id menarik berita tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan penggiringan opini negatif terhadap pelajar Indonesia, baik yang sudah, sedang dan akan menempuh pendidikan di Tiongkok.

Mereka juga mengimbau Republika.co.id melakukan verifikasi terlebih dahulu kepada pelajar Indonesia, WNI maupun perwakilan pemerintah Indonesia di Tiongkok sebelum mengeluarkan pemberitaan yang mengangkut isu-isu sensitif antara hubungan Tiongkok dan Indonesia.

Pada bagian lain pernyataan sikap itu, PPI Tiongkok menyayangkan penggunaan kata “Cina” s

ecara konsisten dalam berita tersebut, mengingat adanya Keputusan Presiden Nomor 12/2014 tentang Pencabutan Surat Edaran Presidium Kabinet Ampera Nomor SE-06/PRES.KAB/6/1967, Tanggal 28 Juni 1967. Keppres Nomor 12/2014 itu sendiri menetapkan penggunaan kata “Tiongkok” untuk menggantikan “Cina” dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Surat pernyataan sikap ini kami buat, sekaligus menjadi hak jawab kami sebagai perwakilan pelajar Indonesia di Tiongkok. Kami bersedia membuka ruang diskusi dengan pihak Republika.co.id mengenai hal ini maupun hal lainnya yang menyangkut kehidupan pelajar Indonesia di Tiongkok,” demikian pernyataan sikap itu.[

 

Baca Juga :