Pers: Peran, Fungsi dan Pengaruh pada Tahun Politik

Pers Peran, Fungsi dan Pengaruh pada Tahun Politik

Pers: Peran, Fungsi dan Pengaruh pada Tahun Politik

Pers Peran, Fungsi dan Pengaruh pada Tahun Politik
Pers Peran, Fungsi dan Pengaruh pada Tahun Politik

BANDUNG-Sesuai jadwal pentahapan, 9 April 2014, Pemilihan Umum (Pemilu)

Legislatif 2014 bakal digelar. Sekitar 185 juta pemilih akan memilih anggota DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, DPR RI, dan DPD RI.

Tentu saja, penyelenggara dan peserta Pemilu 2014 sudah mempersiapkan diri. Dengan demikian, pesta demokrasi lima tahunan ini diharapkan berjalan tertib, lancar, jujur, dan adil sehingga bisa menghasilkan anggota legislatif yang berkualitas, jelas Ketua Mappilu PWI Jabar, Neo Firman dalam rfeleasenya yang diterima redaksi jabarprov.go.id, Senin (17/2) sore.

Menurutnya, Pemilu 2014 tetap menyimpan potensi konflik vertikal dan horizontal. Konflik dipicu adanya perbedaan pandangan politik, fanatisme dan loyalitas yang tinggi untuk mendukung masing-masing calonnya. Namun, konflik vertikal maupun horizontal antar pendukung masing-masing calon dapat dikendalikan dan dicegah jika para elite politik dan para pendukungnya memiliki kedewasaan berpolitik.

Disadari bersama bahwa 2014 adalah tahun politik. Dengan demikian, tidak bisa dipungkiri,

akan banyak kepentingan dari berbagai kelompok yang terlibat dalam kontestasi politik untuk memanfaatkan pers atau media massa sebagai alat atau corong untuk menyuarakan kepentinganya.

Dalam Pemilu 2014, pers akan berkonstribusi pada naik turunya “tensi politik” baik secara nasional maupun regional. Pers akan dimanfaatkan dan memanfaatkan momen-momen ini. Jika pers tidak berhati-hati, akan terpeleset pada kecenderungan pelanggaran kode etik jurnalistik serta mengabaikan prinsip cover both sides.

Untuk itu, pers dituntut untuk meningkatkan profesionalitas dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalistiknya. Paling tidak, hal itu sebagai sikap kewaspadaan terhadap kecenderungan pemanfaatan media atau pers oleh kelompok-kelompok kepentingan tertentu.

Didasarkan peran dan fungsinya yang sangat strategis itu, kami, kalangan pers di Jawa Barat,

menyadari pentingnya masukan, dorongan, kajian, bahkan kritikan dari seluruh stake holder agar pelaksanaan peran dan fungsi pers berjalan optimal, khususnya dalam penyajian informasi terkait dinamika politik saat ini.

Untuk itu, Masyarakat Pers Pemantau Pemilu- Persatuan Wartawan Indonesia (Mappilu PWI) Jawa Barat dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014 akan menggelar diskusi publik dengan tema: ”Pers: Peran, Fungsi dan Pengaruh pada Tahun Politik”. Diskusi akan digelar Rabu, 19 Februari 2014, pukul 9.00 – 13.30 wib, di Parahiyangan Room Hotel Horison, Kota Bandung.

Hadir sebagai Pembicara Kunci Ketua Umum PWI Margiono, yang akan menyampaikan materi ”Peran Pers pada Tahun Politik”, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (”Mengurai Sinergitas Kenerja Pemerintahan dengan Pers”), Kapolda Jawa Barat (”Dampak Kinerja Pers terhadap Situasi Kamtibmas”), Ketua Bawaslu Jawa Barat (”Sinergitas Kinerja Pers dan Bawaslu pada Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu”), Ketua KPU Jawa Barat (”Sinergitas Kinerja Pers dan KPU dalam Pelaksanaan Pemilu yang Berkualitas”), dan Dr Asep Warlan Yusuf (”Pers dan Penyikapan terhadap Kepentingan Politik”).

 

Sumber :

https://scalar.library.yorku.ca/education/ciri-ciri-bakteri