Permen Radio Jaringan Sebaiknya Digodok Matang

Permen Radio Jaringan Sebaiknya Digodok Matang

Permen Radio Jaringan Sebaiknya Digodok Matang
Permen Radio Jaringan Sebaiknya Digodok Matang

BANDUNG – Ketua Bidang Organisasi Persatuan Radio Siaran Swasta

Nasional Indonesia (PRSSNI) Jabar Purwana Yodaswara mengatakan, draft peraturan Menkominfo tentang radio siaran swasta berjaringan sebaiknya ditunda, karena masih banyak pasal yang harus didiskusikan.

Menurut Purwa, saat ini konvergensi media sudah sangat beragam,

sehingga bahkan bisa jadi Peraturan Menteri itu tidak diperlukan. Hal itu diungkapkan Purwa dalam diskusi jaring aspirasi tentang rencana penerbitan Permen Kominfo tentang radio siaran swasta dengan sistem jaringan di Bandung, Selasa (29/9).

“Kalau lihat pasal-pasalnya, menurut Saya masih banyak yang harus didiskusikan agar tidak ambigu atau bermakna ganda nantinya. Bahkan kalau melihat kondisi sekarang dengan konvergensi media yang sudah sangat beragam dan tidak hanya menggunakan frekwensi udara untuk bersiaran, maka Peraturan Menteri itu tidak diperlukan” jelasnya.

Menurut Purwa, perkembangan IT termasuk untuk radio siaran

, saat ini sudah sangat berkembang jauh, seperti penggunaan streaming.
“Dengan menggunakan streaming, berarti tidak menggunakan frekwensi udara dan itu bisa didengar bukan hanya di Indonesia, tetapi ke seluruh dunia. Lalu bagaimana Pemerintah mengatur ini?” tanyanya.

Tetapi pada prinsipnya Purwa setuju dengan akan hadirnya Peraturan Menteri itu, hanya saja harus digodok lebih matang lagi. (Pun)

 

Baca Juga :