Perkembangan Majelis Umum PBB

Perkembangan Majelis Umum PBB

Perkembangan Majelis Umum PBB
Perkembangan Majelis Umum PBB

Kaji dan telaah perkembangan majelis umum PBB yang berkenaan dengan pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional, sebagaimana di atur dalam pasal 10 dan 11 piagam PBB. Tugas saudara mencari berbagai dokumen yang berkenaan dengan apa yang telah dilakukan oleh Majelis Umum, sejak lahirnya PBB sampai sekarang. Cukup sebutkan nomor resolusinya apa, tahun dikeluarkannya resolusi, beserta poin-poin penting yang dimuatnya!

a. Resolusi MU PBB No. 377 Tentang “Uniting for Peace”

Resolusi MU-PBB 377, atau yang biasa disebut dengan resolusi “Uniting for Peace” dikeluarkan pada 3 Nopember 1950. Pada prinsipnya, Resolusi ini menyatakan bahwa dalam kasus-kasus dimana DK-PBB gagal melaksanakan “tanggung jawab utamanya” (primary responsibility), maka MU-PBB akan menggunakan “tanggung jawab finalnya” (final responsibility) untuk menjaga keamanan dan perdamaian dunia.
Resolusi ini sama sekali tidak memberikan wewenang baru kepada MU-PBB, tetapi untuk pertama kalinya menegaskan wewenang MU-PBB yang diderivasikan dari Piagam PBB. Dengan mekanisme “one state one vote” di MU-PBB, maka Resolusi ini sejatinya memandang tidak relevan lagi kuasa veto yang dimiliki lima anggota tetap DK-PBB ketika badan ini gagal memenuhi kewajibannya.

b. Resolusi Majelis Umum No 62/149 tentang Penangguhan (moratorium) terhadap pemberlakuan hukuman mati

Pada tanggal 18 Desember 2007, Majelis Umum PBB mengesahkan sebuah resolusi penting nomor 62/149, menyerukan adanya “penangguhan pelaksanaan hukuman mati”. Resolusi ini didukung oleh mayoritas besar, yakni 104 setuju dan 54 tidak setuju, sedang 29 tidak memberikan suara. Resolusi tersebut memperoleh dukungan antar-regional.
Resolusi ini merupakan bukti lebih lanjut tentang kecenderungan di seluruh dunia terhadap penghapusan hukuman mati. Hal itu menunjukkan tentang bagaimana opini di seluruh dunia bergerak menuju penghapusan terhadap hukuman mati sejak masalah tersebut terakhir didiskusikan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1999.

c. Resolusi No. 3379 Majelis Umum PBB

Resolusi 3379 dikeluarkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1975. Resolusi ini menyatakan bahwa Zionisme adalah sebuah bentuk rasisme. Resolusi ini lolos dengan 72 suara yang mendukung, 35 menolak dan 32 abstain. Jumlah 72 suara yang mendukung ini termasuk 20 negara Arab, 12 negara lainnya dengan mayoritas Muslim, termasuk Turki yang mengakui Israel kala itu, 12 negara komunis, 14 negara Afrika non-Muslim dan 14 negara lainnya termasuk Brazil, India, Meksiko, dan Portugal. Baca juga: PPKI

Pada tahun 1991, situasi dunia internasional menjadi berbeda setelah runtuhnya Uni Soviet, kemenangan pasukan sekutu di Irak yang dipimpin Amerika Serikat dan hegemoni negara adidaya ini di dunia internasional. Maka pada tanggal 16 Desember 1991, Dewan Umum mengeluarkan Resolusi 4686, yang menarik resolusi 3379 dengan 111 suara setuju dan 25 suara menolak. Sementara itu ada 13 yang abstain dan 17 delegasi tidak hadir. Sementara itu 13 dari 19 negara Arab, termasuk yang berunding dengan Israel menolak resolusi ini. Enam lainnya tidak hadir. Tidak ada Negara Arab yang setuju. PLO mengecam keras resolusi ini. Hanya tiga Negara non-Muslim yang menolak resolusi ini: Kuba, Korea Utara dan Vietnam. Hanya satu negara dengan mayoritas penduduk Muslim mendukung resolusi ini, yaitu Albania, lainnya abstain atau tidak hadir.