Pendidikan

Perkembangan kepribadian

Perkembangan kepribadian

Perkembangan kepribadian

Perkembangan kepribadian
Pada masa ini, berkembang kesadaran dan kemampuan untuk memenuhi tuntutan dan tanggung jawab (Ambron, 1981). Diharapkan orang tua bersikap bijaksana, penuh kasih sayang, tidak bersikap keras dalam menghadapi perilaku anak, agar tidak berkembang sikap anak membandel yang kurang terkontrol.

 Perkembangan moral

Pada masa ini, anak sudah memiliki dasar tentang sikap moralitas terhadap kelompok sosialnya (orang tua, saudara dan teman sebaya). Melalui pengalaman berinteraksi dengan orang lain itu anak belajar memahami tentang sesuatu kegiatan atau perilaku mana yang baik/ boleh/ diterima/ disetujui atau buruk/ tidak boleh/ tidak diterima/ tidak disetujui. Karenanya orang tua hendaklah bisa mengajarkan bagaimana bertingkah laku yang terpuji, seperti mencuci tangan sebelum makan, membaca basmalah sebelum makan dan sebagainya.

 Perkembangan kesadaran beragama
Kesadaran beragama pada usia ini ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :
a. Sikap keagamaannya bersifat reseptif (menerima) meskipun banyak bertanya.
b. Pandangan keTuhanannya bersifat anthropormorph (dipersonifikasikan).
c. Penghayatan secara rohaniah masih superficial (belum mendalam) meskipun mereka telah melakukan atau berpartisipasi dalam berbagai kegiatan ritual.
d. Hal keTuhanan dipahamkan secara ideosyncritic (menurut khayalan pribadinya) sesuai dengan taraf berpikirnya yang masih bersifat egosentrik (memandang segala sesuatu dari sudut dirinya) (Abin Syamsuddin Makmum,1996 ; Syamsu Yusuf LN,2000).

baa juga :