Pendidikan

Perincian penilaian sebagai berikut

Perincian penilaian sebagai berikut

1)      Kesetiaan

Bila merujuk pada indikator kesetiaan, akan dijumpai bahwa seorang pegawai negeri untuk tunduk, patuh dan menjunjung tinggi falsafah Negara yaitu Pancasila dan UUD45.  Kesetiaan ini nilainya harus harus 91 ke atas (amat baik). Kalau kurang dari 91 maka pegawai itu diragukan kesetiaanya pada Pancasila. Boleh dikatakan bahwa sub penilaian kesetiaan tidak ada keraguan bagi penilai untuk membubuhkan nilai 91 ke atas. Biarpun ada bawahan yang jarang mengikuti upacara rutin. Toh masih hafal Pancasila. Mungkin kesetiaan pada organisasi atau lembaga dianggap tidak berhubungan dengan kesetiaan pada Pancasila.

2)      Prestasi kerja

Ada 35 indikator, bagi penilai untuk memantau dan menilai pegawai dalam sub penilaian prestasi kerja. Seorang penilai yang telah memiliki otoritas dalam menilai pegawai,  langsung menorehkan hasil dalam lembar DP3. Prestasi kerja mudah diukur, yaitu dengan capaian atau target pekerjaan yang harus diselesaikan. Disamping target yang harus diselesaikan, masih ada unsur yang bisa dinilai, yaitu kualitas. Dengan kualitas pekerjaan, penilai dapat membedakan antara pegawai yang hanya kerja seperti mesin dengan pegawai yang lebih mengutamakan efektifitas dan efisiensi.

Namun, apakah penilai mengetahui dengan persis kualitas pekerjaan pegawai? Kelemahan lain, apabila pegawai kerja dalam sebuah tim. Penilai akan merasa kesulitan menilai pegawai yang memiliki kinerja yang unggul.

3)      Tanggung Jawab

Penilai akan lebih mudah bila menilai tanggungjawab dari seorang pegawai. Indikator pada sub penilaian ini lebih terperinci. Karena berhubungan langsung dengan target pekerjaan. Satuan pekerjaan yang dibebankan pada pegawai dikaitkan dengan waktu. Gradasi nilai dengan mudah diterapkan dalam pekerjaan seorang pegawai.

4)      Ketaatan

Ketaatan, lebih ditekankan pada pelaksanaan undang-undang dan peraturan. Melaksanakan disiplin undang-undang yang telah ditetapkan, lengkap dengan petunjuk teknis. Penilai hanya melaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Lain halnya bila ketaatan yang terkait dengan peraturan. Sebab peraturan dibuat oleh organisasi tempat bekerja, atau setingkat lebih tinggi. Kedisiplinan mengikuti peraturan yang berlaku masih tergolong rendah. Misal, melaksanakan aturan waktu masuk atau pulang kerja. Melaksanakan jam pelajaran yang telah ditetapkan. Saat ini, sekolah lebih sering mengikuti kegiatan di luar.

5)      Kejujuran

Dibanding dengan prestasi kerja, kejujuran hanya memiliki 15 indikator. Sub penilaian kejujuran lebih diarahkan pada keikhlasan. Ikhlas untuk melaksanakan pekerjaan. Ikhlas untuk melaksanakan perintah atasan. Kelemahan pada penilaian kejujuran adalah, seberapa besar atau rendah kadar keikhlsan. Tidak ada ukuran yang valid untuk mengukur keikhlasan.

6)      Kerjasama

Kehidupan sosial suatu organisasi dapat diukur dari keterlibatan pribadi dalam kerjasama untuk mencapai tujuan. Peran individu dalam sebuah kelompok sangat berpengaruh terhadap individu yang lain. Sehingga prestasi kelompok secara tidak langsung berpengaruh terhadap prestasi individu. Seorang penilai, harus bijaksana dalam menilai kerjasama. Sebab individu satu dengan individu yang lain saling berhubungan. Penilai harus sering terlibat langsung dengan setiap pembuatan proyek.

7)      Prakarsa

Inilah sesungguhnya prestasi pegawai dinilai. Inisiatif dan kreatifitas pegawai harus senantiasa selalu dipantau. Apabila ada pegawai yang dapat melaksanakan sebuah proyek dengan prinsip efektif dan efisien, haruslah diberi nilai yang tinggi. Menyamaratakan pegawai dalam hal inisiatif bukanlah tindakan yang bijaksana.

8)      Kepemimpinan

Belum ada batasan yang jelas antara inisitaif dan kepemimpinan. Belum ada perbedaan yang signifikan antara mentaati peraturan dengan sikap kepemimpinan. Penilai masih terjebak dalam kebiasaan. Bahwa kepemimpinan hanya dimiliki oleh golongan atas. Yang berpangkat rendah masih menjadi obyek. Padahal sesungguhnya kepemimpinan termasuk diantaranya : memberi contoh, bersikap tegas, adil dalam menentukan tindakand

 

baca juga :