Pendidikan

Peran Pers

Peran Pers

Peran Pers dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers disebutkan bahwa pers nasional melaksanakan peranan Sebagai berikut :

  1. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui.
  2. Menengahkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, hak asasi rnanusia, serta menghormati kebhinekaan.
  3. Mengembangkan pendepat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar.
  4. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.
  5. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Menurut Jacob Oatama, dalam konteks masyarakat Indonesia pers mempunyal peran khusus sebagai berikut,

  1. Memperkuat dan mengkreatifkan konsensus-konsensus dasar nasional. Hal ini penting karena bangsa membutuhkan konsensus dasar bagi perekat integrasi nasional. Itulah infrastruktur kejiwaaan bagi pembangunan bangsa.
  2. Pers perlu mengenal masalah-masalah sosial dalam masyarakatnya. Bukan untuk didiamkan, tetapi juga bukan serta merta diberitakan begitu saja, perlu diusahakan pemecahannya bersama pemerintah dan masyarakat secara bijaksana dengan tetap berorientasi maju.
  3. Pers pertu mengerahkan prakarsa masyarakat memperkenalkan usaha-usahanya sendiri, meriemukan potensi-potensinya yang kreatif dalam usaha memperbaiki kehidupannya.
  4. Pers rnenyebarluaskan dan memperkuat rasa percaya diri masyarakat untuk mengubah hasibnya sendiri.
  5. Kekurangan, kegagalan, serta korupsi dilaporkan bukan untuk merusak dan membangun rasa pesimis, tetapi untuk koreksi dan membangkitkan kegairahan dan selalu melangkah rnaju, karena itu pers harus bersedia mengoreksi diri dan juga dikoreksi.

sumber :