Pendidikan

Penghargaan Instrinsik dan Ekstrinsik

Penghargaan Instrinsik dan Ekstrinsik


Hubungan sosial dapat dikategorikan dalam dua kategori umum yang didasarkan pada apakah reward yang ditukarkan itu bersifat instrinsik atau ekstrinsik. Reward yang intrinsik berasal dari hubungan itu sendiri. Hubungan ekstrinsik berfungsi sebagai alat bagi suatu reward yang lain dan bukan reward untuk hubungan itu sendiri.
Perbedaan antara pertukaran instrinsik dan ekstrinsik sejajar dengan perbedaan antara pertukaran sosial dan pertukaran ekonomi. Dalam beberapa aspek yang penting kedua tipe ini berbeda secara kontras. Salah satu perbedaan utamanya ialah bahwa pertukaran sosial tidak tunduk pada negosiasi dan tawar menawar yang disengaja seperti dalam ekonomi. Pada sosial reward banyak berjalan dengan sistem ketidak sengajaan dibicarakan dahulu.
Ikatan sosial secara intrinsik mendatangkan penghargaan yang dimanifestasikan dalam suatu persahabatan intim, menggambarkan perihal reward yang intrinsik dan ekstrinsik yang bersifat ekstrim. Namun pembeda antara yang intrinsik dan ekstrinsik harus dilihat dalam suatu continum. Reward yang intrinsik muncul dalam hubungan pada waktu pihak-pihak yang terlibat di dalamnya secara bertahap masuk suatu pertukaran reward yang lebih banyak macamnya dan ini akan menampakkan keunikan dari pola interaksi yang ditampilkan.
Dalam banyak hal pada tahap-tahap awal dalam banyak hubungan intrinsik orang sering mengadakan perbandingan antara satu teman dengan teman lainnya yang potensial untuk pertukaran. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahap-tahap awal daya tarik untuk mengadakan pertukaran lebih bersifat ekstrinsik. Artinya, reward yang diinginkan tidak secara intrinsik melekat pada seorang teman tertentu.
Transformasi hubungan dari daya tarik ekstrinsik ke daya tarik intrinsik akan paling jelas diterapkan oleh individu manakala mereka memiliki tingkat kebebasan tertentu dalam memilih alternatif beberapa teman yang ada.
Teori Blau sangat jelas melihat hubungan-hubungan dalam pilihan. Seperti dikatakan oleh Blau bahwa seorang individu merasa tertarik satu sama lain kalau dia mengharapkan sesuatu yang bermanfaat bagi dia sendiri karena hubungan itu.
Proses pertukaran dalam kelompok kecil memang cenderung bersifat sederhana dibandingkan dengan kelompok yang lebih besar, sebab dalam kelompok yang lebih besar banyak sekali pertukaran yang bersifat tidak langsung dan bersifat lebih komplek.
Proses internalisasi akan nilai-nilai dan norma-norma yang cocok, menjadi jauh lebih penting dalam membentuk perilaku dan pola interaksi dari persetujuan pertukaran yang dirembukkan untuk suatu tujuan tertentu.
Kepercayaan mendalam akan nilai dan norma yang abstrak dan proporsi yang meningkat dalam pertukaran yang tidak langsung, dapat dilihat sebagai gejala yang muncul (emergent phenomena) artinya, karakteristik-karakteristik ini mungkin hanya dikembangkan secara minimal dalam semua sistem pertukaran yang kecil, tetapi karakteristik itu sangat penting untuk pekerjaan rutin dalam sistem pertukaran yang besar. Ini merupakan tekanan yang penting dalam teori Blau. Meskipun perkumpulan-perkumpulan yang besar itu berlandaskan pada proses pertukaran dasar, mereka juga memperlihatkan sifat-sifat atau karakteristik-karakteristik yang muncul (emergent properties), yang pengaruhnya mungkin kelihatan lebih besar dari pada dinamika-dinamika dalam proses-proses kecil yang terjadi dalam transaksi pertukaran langsung antar individu.

sumber :
https://islamuswest.org/2020/06/11/seva-mobil-bekas/