Kuliner

Pengertian Skolastik

Pengertian Skolastik

Istilah skolastik adalah sifat yang berasal dari kata school yang berarti sekolah jadi, skolastik berarti aliran,atau yang berkaitan dengan sekolah. Perkataan skolastik merupakan corak khas dari sejarah filsafat abad pertengahan.

Filsafat pada abad pertengahan adalah suatu arah pemikiran  yang berbeda sekali dengan arah pemikiran dunia kuna. Filsafat abad pertengahan menggambarkan suatu zaman yang baru sekali di tengah-tengah suatu rumpun bangsa yang baru, yaitu bangsa Eropa barat. Filsafat yang baru ini disebut skolastik.

            Sebutan skolastik mengungkapkan, bahwa ilmu pengetahuan abad pertengahan diusahakan oleh sekolah-sekolah, dan bahwa ilmu itu terikat pada tuntunan pengajaran di sekolah-sekolah itu. Semula skolastik timbul di biara-biara tertua di Galia Selatan, tempat pengungsian ketika ada perpindahan bangsa-bangsa. Sebab di situlah tersimpan hasil-hasil karya para tokoh kuna dan para penulis kristiani. Dari biara-biara di Gallia selatan itu pengaruh skolastik keluar sampai di irlandia, di Nederland dan di jerman. Kemudian skolastik timbul di sekolah-sekolah kapittel, yaitu sekolah-sekolah yang dikaitkan dengan gereja[5].

Terdapat beberapa pengertian dari corak khas skolastik, yaitu :

  1. Filsafat skolastik adalah : Filsafat yg mempunyai corak semata-mata agama. Karena skolastik ini sebagai bagian dari kebudayaan abad pertengaan yang religius
  2. Filsafat Skolastik adalah : Filsafat yang mengabdi kepada teologi atau filsafat yang rasional memecahkan persoalan-persoalan mengenai berfikir, sifat ada, kejasmanian, kerohanian, baik buruk. Dari rumusan tsb kemudian muncul istilah : Skolastik yahudi, Skolastik arab dan lain-lainnya
  3. Filsafat Skolastik adalah : suatu system filsafat yang termasuk jajaran pengetahuan alam kodrat, akan dimasukkan kedalam bentuk sintesa yang lebih tinggi antara kepercayaan dan akal
  4. Filsafat skolastik adalah filsafat Nasrani, karena banyak di pengaruhi oleh ajaran gereja

Filsafat Skolastik ini dapat berkembang dan tumbuh karena beberapa faktor  yaitu :

v  Faktor Religius

Faktor Religius dapat mempengaruhi corak pemikiran filsafatnya. Yang di maksud dengan faktor religius adalah keadaan lingkungan saat itu yang berperikehidupan religius .  mereka beranggaban bahwa hidup di dunia ini suatu perjalanan ketanah suci yerusalim. Dunia ini bagaikan negeri asing dan sebagai tempat pembuangan limbah mata air saja ( tempat kesedian ) sebagai dunia yang menjadi tanah airnya adalah surga. Manusia tidak dapat sampai ketanah airnya ( surga ) dengan kemampuannya sendiri, sehingga harus di tolong. Karena manusia itu menurut sifat kodrat nya mempunyai cela atau kelemahan yang dilakukan (diwariskan) oleh Adam.

Mereka juga berkeyakinan bahwa Isa anak Tuhan berperan sebagai pembebas dan pemberi bahagia. Ia akan memberi pengampunan sekaligus menolongnya. Maka hanya dengan jalan pengampunan inilah manusia dapat tertolong agar dapat mencapai tanah airnya ( Surga ). Anggapan dan keyakinan inilah yang di jadikan dasar pemikiran filsafatnya

v  Faktor Ilmu Pengetahuan

Pada saat itu telah banyak didirikan lembaga pengajaran yg di upayakan oleh biara-biara, gereja ataupun dari keluarga istana dan kepustakaan nya di ambil dari para penulis latin. Arab ( Islam ) dan Yunani

Masa Skolastik terbagi menjadi tiga periode yaitu :

  1. Skolastik Awal, berlangsung dari tahun 800-1200
  2. Skolastik Puncak berlangsung dari tahun 1200-1300
  3. Skolastik Akhir berlangsung dari tahun 1300-1450

bca jgua