Pengertian Register

Pengertian Register

Pengertian Register
Pengertian Register

Register merupakan

salah satu jenis dari beberapa macam jenis variasi bahasa dilihat berdasarkan kebutuhan pemakaian bahasa. Menurut Suwito (1983: 30), register adalah bentuk variasi bahasa yang disebabkan oleh sifat khas kebutuhan pemakaian bahasa. Contohnya ialah berbagai jenis tulisan yang dapat ditemukan di dalam surat kabar. Ada berita dengan bermacam bentuk judulnya, ulasan suatu majalah atau artikel tentang salah satu cabang ilmu, tajuk rencana yang merupakan tanggapan atau ulasan redaksi terhadap situasi kritik dan redaksi terhadap sesuatu yang dianggap kurang baik, iklan tempat dunia usaha yang menawarkan produknya dan sebagainya. Tulisan-tulisan tersebut menggunakan pengungkapan bahasa yang berbeda-beda dengan sifat-sifat khas kebutuhan pemakaian bahasa. Mansoer Pateda (1990: 64) mengemukakan register sebagai pemakaian bahasa yang dihubungkan dengan pekerjaan seseorang. Selanjutnya, Halliday dan Hasan (1994: 56) mengemukakan register adalah bahasa berdasarkan pemakainya. Register mencerminkan aspek lain dari tingkat sosial, yaitu proses yang merupakan macam-macam kegiatan sosial yang biasanya melibatkan orang.

Sebagai salah satu macam variasi bahasa register

amat dibutuhkan karena orang yang sama mungkin menggunakan butir-butir linguistik yang berbeda untuk mengapresiasikan lebih kurang arti yang sama pada peristiwa yang berbeda. Latar belakang analisis register adalah kesukaran seorang penutur dalam berkomunikasi bila penutur berbicara secara berbeda tergantung dari lawan bicaranya apakah lebih tua atau lebih tinggi atau lebih rendah statusnya, apakah penutur berbicara dalam situasi formal atau santai, apakah penutur terlibat dalam upacara keagamaan, kegiatan olahraga, atau suasana pengadilan.

Register menyatakan hal yang berbeda, yaitu

cenderung berbeda dalam hal semantik, artinya bahasa dan kosa katanya berbeda karena terdapat unsur yang mengukapkan makna tetapi itu akibat dari perbedaan potensi semantik. Oleh sebab itu, register memerlukan kualitas suara yang berbeda.
Ferguson (dalam Dwi Purnanto, 2001b: 3) menyatakan “A communication situation that recurs regulary in a society (in term of participants, setting, communicative functions, and so forth) will tend overtime to develop identifying markers of language structure and language use, different from the language of other communication situations.” (Situasi komunikasi yang terjadi berulang secara teratur dalam suatu masyarakat yang berkenaan dengan partisipan, tempat, fungsi-fungsi komunikatif, dan seterusnya. Sepanjang waktu cenderung akan berkembang menandai struktur bahasa dan pemakaian bahasa, yang berbeda dari pemakaian bahasa pada situasi-situasi komunikasi yang lainnya).

Ferguson (dalam Dwi Purnanto, 2001a: 18)

menyatakan bahwa orang yang terlibat dalam situasi komunikasi secara langsug cenderung mengembangkan kosa kata, ciri-ciri intonasi yang sama dan potongan-potongan ciri kalimat dan fonologi yang mereka gunakan dalam situasi itu. Lebih lanjut dikatakannya bahwa ciri-ciri register yang demikian itu akan memudahkan komunikasi yang cepat, sementara ciri lain dapat membina perasaan yang erat.
Sementara itu menurut Riyadi Santoso (dalam Dwi Indah Royani, 2004:27), secara sederhana register dapat dikatakan sebagai variasi bahasa berdasarkan penggunaannya “usenya”. Dalam pengertian ini register tidak terbatas pada variasi pilihan kata saja (seperti pengertian register dalam teori tradisional), tetapi juga termasuk pada pilihan penggunaan struktur teks dan teksturnya: kohesi dan leksikogramatikal serta pilihan fonologi atau grafologinya.
Holmes (dalam Dwi Purnanto, 2001a: 15) menyatakan bahwa register dipahami dengan konsep yang lebih umum karena disejajarkan dengan konsep ragam (style), yakni menunjuk pada variasi bahasa yang mencerminkan perubahan berdasarkan faktor-faktor situasi seperti O2, tempat/waktu, dan topik pembicaraan. Lebih lanjut secara lebih sempit, yakni hanya mengacu pada pemakaian kosakata khusus yang berkaitan dengan kelompok pekerjaan yang berbeda.
Abdul Chaer dan Leoni Agustina (1995: 90) menjelaskan bahwa variasi bahasa akan berkaitan dengan fungsi pemakainya, dalam arti setiap bahasa yang akan digunakan untuk keperluan teretentu disebut dengan fungsiolek, ragam, atau register.
Register sebagai pemakaian kosakata khusus yang berkaitan dengan jenis pekerjaan maupun kelompok social tertentu. Misalnya pemakaian bahasa para pilot, manajer bank, para penjual, para penggemar musik jazz, perantara (pialang), dan sebagainya (Wardaugh dalam Dwi Purnanto, 2001a: 16)