Pendidikan

Pengendalian Hama Terpadu

Pengendalian Hama Terpadu

PHT ( Pengendalian Hama Terpadu) merupakan sebuah konsep pengendalain hama yang terkendali yang aman dan tidak membahayakan tanaman serta makhluk hidup lainnya.

Sedangkan menurut beberapa ahli:

Menurut Endah & Abidin, 2002 : Pengendalian Hama Terpadu adalah konsep pengendalian hama dan penyakit tanaman yang aman bagi lingkungan dan makhluk hidup.

Menurut Juanda & Cahyono, 2005 : Pengendalian hama terpadu adalah pengendalian hama yang dilakukan dengan menggunakan kekuatan unsur-unsur alami yang mampu mengendalikan hama agar tetap berada pada jumlah dibawah ambang batas yang merugikan.

Komponen PHT

Menurut beberapa ahli yang saya dapatkan di Internet diantaranya Komponen PHT adalah perpaduan dari cara pengendalian pengendalian kultur teknik, hayati, varietas yang tahan, fisik dan mekanik, peraturan-peraturan, serta kimiawi (pestisida)

Namun jika menurut saya komponen dari PHT adalah sebagai berikut.

1) Penggunaan Varietas Unggul yang tahan hama dan penyakit
Pemilihan verietas yang tahan terhadap hama dan menyakit merupakan sebuah usaha dari pengendalian hama terpadu yang dilakukan pra tanam, ini sangat penting, bagaimanapun kelangsungan baik dan buruknya tanaman ditentukan juga dari pemilihan varietas yang unggul dan tahan.

2) Pengendalian Hama
Merupakan sebuah cara bagaimana petani melakukan pengendalian terhadap hama dan penyakit, bukan memberantas ataupun memusnahkan apalagi dengan cara penggunaan pestisida yang brutal, akan tetapi dilakukan pengontrolan teratur dan rutin sehingga bisa melakukan tindakan yang sesuai dengan kondisi hama penyakit yang ada.

3) Keseimbangan Ekosistem 
Pertimbangan keseimbangan ekosistem merupakan unsur hayati yang harus dilakukan dalam PHT, petani seharusnya mengkoordinir dan mengenali ekosistem sekitar dan mencukupi segala kebutuhannya untuk terus menjaga keseimbangan ekosistem.

Misalnya, jika tanah kurang subur karena kurangnya mikroorganisme dalam tanah maka petani harus memperhatikan kelangsungan hidup mikroorganisme dalam tanah tersebut.

4) Pemanfaatan bahan dan musuh alami.
Pemanfaatan Predator merupakan sebuah cara untuk mengurangi bahan-bahan kimia, selain itu, menurut saya, seharusnya petani melaksanakan konsep back to nature, termasuk dalam pengendalian hama dengan cara menggunakan pestisida nabati dan pupuk organik.

  1. Kloning

Kloning dalam biologi adalah proses menghasilkan individu-individu dari jenis yang sama (populasi) yang identik secara genetik. Kloning merupakan proses reproduksi aseksualyang biasa terjadi di alam dan dialami oleh banyak bakteriaserangga, atau tumbuhan. Dalam bioteknologi, kloning merujuk pada berbagai usaha-usaha yang dilakukan manusiauntuk menghasilkan salinan berkas DNA atau gensel, atau organisme.

https://id.wikipedia.org/wiki/Kloning

  1. Kultur Jaringan

Kultur Jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali.

Ø  Prinsip Kultur Jaringan

            Teknik kultur jaringan memanfaatkan prinsip perbanyakan tumbuhan secara vegetatif.  Berbeda dari teknik perbanyakan tumbuhan secara konvensional, teknik kultur jaringan dilakukan dalam kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu. Karena itu teknik ini sering kali disebut kultur in vitro. Dikatakan in vitro (bahasa Latin), berarti “di dalam kaca” karena jaringan tersebut dibiakkan di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu. Teori dasar dari kultur in vitro ini adalah Totipotensi. Teori ini mempercayai bahwa setiap bagian tanaman dapat berkembang biak karena seluruh bagian tanaman terdiri atas jaringan-jaringan hidup. Oleh karena itu, semua organisme baru yang berhasil ditumbuhkan akan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya.

 

sumber :

https://apartemenjogja.id/diamo-xl-10-apk/