Kuliner Pendidikan

 PENELITIAN AGAMA DENGAN PENDEKATAN SOSIOLOGIS

 PENELITIAN AGAMA DENGAN PENDEKATAN SOSIOLOGIS

              Sosiologi agama di rumuskan secara luas sebagai suatu studi tentang interrelasi dari agama dan masyarakat serta bentuk bentuk interaksi yang menjadi antar mereka.

             Sosiologi agama mempelajari aspek sosial agama. Objek penilitian agama dengan pendekatan sosiologi menurut Keith A. Robert memfokuskan pada

  1. Kelompok kelompok dan lembaga keagamaan ( meliputi pembentukannya,dan pembubarannya).
  2. Perilaku individu dalam kelompok-kelompok tersebut( peruses social yang mempengaruhi status keagamaan dan perilaku ritual).
  3.  Konflik antar kelompok(Robert, 1984:3).

Yang di maksud kelompok-kelompok dan lambaga keagamaan adalah peranata-peranata social yang menjadi infrastruktur tegaknya agama dalam masyarakat, yang meliputi oraganisasi keagamaan(sekte, cult, gereja/ormas keagamaan) pemimpin keagamaan(ulama’, kiai, pendeta), pengikut suatu agama(jamaah,, warga), upacara upacara keagamaan(ritus,ibadah,kebaktian,doa), sarana peribaatan ( esjid, gereja, pura), dan proses sosialisasi doktrin-doktrin agama(sekolah, pesantren, gereja).

Kajian tentang perilaku meliputi:

  1. a).perilaku individu dalam hubungannya dengan keyakinan yang di anut seperti pengalaman keagamaan. Kelompok, pemimpin.
  2. b)Perilaku kelompok/jamaah dalam hubungannya dengan system symbol/doktrin keagamaan tertentu, pemimpin.
  3. c)Strafikasi social.
  4. d) Perilaku pemimpin/elit agama dalam hubungannya dengan system symbol /doktrin keagamaan.
  5. e)Perilaku elit agama dalam hubungannya dengan stratifikasi social.

         Adapun konflik antarkelompok keagamaan meliputi konflik intern kelompok umat beragama,konflik antar kelompok umat beragama, hubungan (konflik kerja sama dan kompetisi) masyarakat agama dengan penguasa(agama Negara versus agama sipil).

  1.  PENELITIAN AGAMA DENGAN PENDEKATAN ANTROPOLOGI

     Antropologi social agama berkaitan dengan  soal-soal upacara,kepercayaan, tindakan dan kebiasaan yang tetap(everyday life) dalam masyarakat sebelum mengenal tulisan, yang menunjuk pada apa yang di anggap suci dan supernatural. Sekarang terdapat kecendrungan antropologi tidak hanya di gunakan untuk meneliti masyarakat primitive, melainkan juga masyarakat yang komplek dan maju, menganalisis simbolisme dalam agama dan mitos, serta mencoba mengembangkan metode baru yang lebjh tepat untuk studi agama dan mitos. Antropologi agama memandang agama sebagai fenomena cultural dalam pengungkapannya yang beragam, khususnya tentang kebiasaan, peribadatan, dan kepercayaan dalam hubungan-hubungan social.

 

Pos-pos Terbaru