Pendidikan

Pemberian PR Tidak Boleh Dilarang

Pemberian PR Tidak Boleh Dilarang

Pemberian PR Tidak Boleh Dilarang

Wacana pelarangan guru memberikan Pekerjaan Rumah (PR) ditanggapi ketidaksetujuan para penyelenggara sekolah. Para guru yang dimintai tanggapan oleh Edupost.id terkait pelarangan ini menyatakan pemberian PR masih tetap layak dilakukan.

Waka Kurikulum SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman, Luky Kurniawan

mengatakan, tidak ada salahnya seorang guru memberikan PR kepada siswanya. Ini dapat digunakan untuk mengukur daya tangkap siswa terhadap materi yang diberikan. “Menurut saya sah – sah saja guru memberikan PR, siswa harus diingatkan untuk menguasai materi yang sudah diajarkan,” ungkap Luky kepada Edupost.id Jumat (14/10).

Luky juga menyanggah anggapan Mendikbud Muhadjir Effendy yang

mengatakan, pemberian PR akan membebani siswa di rumah. Menurut Luky, selama ini belum pernah terjadi keluhan dari siswanya karena PR yang diberikan guru, meski siswanya harus belajar di sekolah dari pagi sampai sore.

“Di sini sudah diterapkan full day, selama ini hanya ada satu atau dua anak yang mengeluh karena PR, sebagian besar tidak mengeluh,” imbuh guru Bimbingan Konseling itu.

Pendapat senada diungkapkan Sofiatun, kepala SDN Sayidan Yogyakarta. Menurutnya, PR tetap dibutuhkan sebagai bagian pembelajaran siswa. PR dapat berfungsi untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan di sekolah. Namun, guru juga perlu menyesuaikan dengan kemampuan siswanya ketika memberikan PR.

Ketua Dewan Pendidikan DIY, Prof. Wuryadi menilai, pemberian PR tetap

masih dapat dilakukan oleh guru. Hanya saja, PR yang diberikan tidak berlebihan, sehingga anak tetap masih memiliki waktu luang di rumah.

 

Baca Juga :