Strategi Dalam Pembelajaran

Strategi Dalam Pembelajaran

Strategi Dalam Pembelajaran

Strategi Dalam Pembelajaran
Strategi Dalam Pembelajaran

 

Strategi merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan

Dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Dalam dunia pendidikan strategi dapat diartikan sebagai a plan, method, or series of activities designed to achieves a particular educational goal (J. R. David, 1976). Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pe-manfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertenu.

Strategi pembelajaran adalah

Cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, meliputi sifat, lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberi pengalaman belajar pada siswa.

Kegiatan intruksional yang dilakukan guru beraneka ragam

Ada guru yang menilai kegiatannya dengan menunggu pertanyaan dari siswa, ada yang aktif memulai dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa, ada pula yang memulai dengan memberi penjelasan tentang materi yang akan diuraikan, dan ada yang memulai mengulangi penjelasan tentang materi yang lalu. Selanjutnya ada yang melanjutkan dengan menjawab pertanyaan siswa, ada membentuk kelompok diskusi atau menggunakan program lain.

 

Istilah stategi pembelajaran menyatakan berbagai jenis

Aktivitas belajar mengajar, seperti diskusi kelompok, membaca, studi kasus, lembar kerja, proyek kelompok kerja sama, dan lain-lain.
Serangkaian materi pembelajaran yang baik terdiri dari banyak strategi dan prosedur yang umumnya digunakan oleh guru yang baik dengan siswa. Ketika mendesain pembelajaran, penting untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang digunakan. Kadar yang memungkinkan pengetahuan yang dimiliki untuk mempermudah proses pembelajaran.

Adapun tujuan strategi pembelajaran adalah:

  • mendeskripsikan pemilihan sistem penyampaian pembelajaran
  • menyusun dan merangkai isi pembelajaran berdasarkan level atau tingkatan
  • merencanakan komponen pembelajaran dalam strategi pembelajaran termasuk aktivitas sebelum proses belajar mengajar, isi presentasi, partisipasi pembelajar, penilaian, aktivitas yang mengikuti serangkaian tujuan pembelajaran tertentu.
  • memilih kelompok siswa dan media yang sesuai untuk komponen strategi pembelajaran.
  • menggabungkan media yang dipilih dan menyeleksi sistem penyampaian.

 

Sumber : https://www.ilmubahasainggris.com/

Ponsel Budget Xiaomi yang Powerful Xiaomi Redmi Note 6 Pro

Ponsel Budget Xiaomi yang Powerful Xiaomi Redmi Note 6 Pro

Ponsel Budget Xiaomi yang Powerful Xiaomi Redmi Note 6 Pro

Ponsel Budget Xiaomi yang Powerful Xiaomi Redmi Note 6 Pro
Ponsel Budget Xiaomi yang Powerful Xiaomi Redmi Note 6 Pro

Seiring dengan berkembangnya zaman, tampaknya terus bermunculan berbagai merek smartphone yang merilis smartphone canggih dengan harga super terjangkau. Xiaomi bisa dibilang merupakan satu dari beberapa merek kondang yang memiliki arsenal gadget kelas bujet yang lengkap dan tangguh. Bagaimana tidak, akhir-akhir ini Xiaomi secara terus-menerus mengeluarkan smartphone murah yang dilengkapi oleh fitur-fitur premium. Nah, Xiaomi Redmi Note 6 Pro adalah salah satu hp bujet terbaru dari Xiaomi yang cukup menarik perhatian akhir-akhir ini. Makanya, yuk langsung saja kita ulas beberapa fakta dari Xiaomi Redmi Note 6 Pro ini!

 

Desain Cantik nan Mulus

Pada price point hp ini, desain yang ditawarkan oleh Xiaomi Redmi Note 6 Pro bisa dibilang tak terkalahkan. Walau dari bagian belakang, tidak ada banyak perubahan dari seri pendahulunya Seri Note 5, penggunaan alumunium sebagai bahan utama untuk bodinya memberikan kesan sleek dan premium. Xiaomi juga menambahkan notch pada bagian atas layar Redmi Note 6 Pro, lantas mendukung image mewah dari hp ini. Oh ya, smartphone ini juga tersedia di dalam beberapa pilihan warna yang menarik lho!

 

Performa yang Tidak Mengecewakan

 

Walaupun Redmi Note 6 Pro ini masih menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 636 yang sudah cukup berumur, performa dari hp ini masih cukup oke. Dengan dua opsi RAM, yaitu 3 GB dan 4 GB, kamu tinggal menyesuaikan saja mana kapasitas RAM yang sesuai dengan kebutuhanmu. Dengan memakai chipset Snapdragon 636, handphone ini mampu mengoperasikan beberapa game kekinian seperti PUBG dalam grafik yang cukup mumpuni.

 

Kualitas Kamera Selfie yang Oke

Pada tingkat harga ini, kamera bisa dibilang bukanlah main concern dari para pengguna. Walau begitu, Xiaomi tetap menyematkan kamera belakang dengan resolusi 12 MP + 5 MP dalam bukaan F/2.2. Tidak terlalu mencolok memang, namun highlight dari Redmi Note 6 Pro ini berada di kamera depannya yang dapat menghasilkan foto selfie berkualitas apik. Sedangkan untuk bagian depan, hp ini juga dilengkapi oleh dua kamera dengan resolusi 20 MP + 2 MP.  Xiaomi juga menyematkan teknologi AI Portrait 2.0 pada kamera depan tersebut agar hasil jepretannya makin apik.

 

Baterai yang Tahan Lama

 

Walau handphone ini berada di kelas bujet, Xiaomi tetap menyematkan baterai berkapasitas 4000 mAh lho! Beberapa tech reviewersmengatakan bahwa Redmi Note 6 Pro bisa tetap menyala selama 6 jam untuk heavy usage dan seharian untuk low usage. Akan tetapi, memang Redmi Note 6 Pro ini belum dilengkapi oleh fitur fast charging. Namun, untuk hp kelas 3 jutaan, kapasitas dan ketahanan baterai dari Xiaomi Redmi Note 6 Pro sudah cukup oke.

 

Beberapa Fitur Menarik

Xiaomi juga tak lupa untuk menambahkan beberapa “bumbu penyedap” ekstra pada Redmi Note 6 Pro ini. Redmi Note 6 Pro ini memiliki hybrid  SIM slot dimana pengguna dapat memasukkan nanoSIM + nanoSIM atau nanosim + MicroSD, layar IPS LCD 6,26 inci dengan resolusi FHD+, dan tiga pilihan warna yang menawan (biru, hitam, dan rose gold). Oh ya, ada juga fitur fingerprint scanner pada hp ini, dan kecepatan membaca sidik jarinya juga cukup cepat.

Sobat Shopee, itulah beberapa fakta menarik dari handphone ini! Hp ini sangat cocok untuk dibeli bagi kamu yang memiliki bujet terbatas, tetapi tetap ingin memiliki smartphone berspesifikasi oke. Oh ya, bodi dari Redmi Note 6 Pro ini ternyata cukup kuat lho, jadi kamu tidak perlu terlalu cemas kalau handphone ini terjatuh saat perjalanan.

 

Sumber : https://ngelag.com/

Pendidikan dan Filsafat Pendidikan dan Pendapat Ahli

Pendidikan dan Filsafat Pendidikan dan Pendapat Ahli

Pendidikan dan Filsafat Pendidikan dan Pendapat Ahli

Pendidikan dan Filsafat Pendidikan dan Pendapat Ahli
Pendidikan dan Filsafat Pendidikan dan Pendapat Ahli
Pendidikan dalam arti umum mencakup segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan pengalamannya, pengetahuannya, kecakapannya serta keterampilannya kepada generasi muda untuk memungkinkannya melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama.
Corak pendidikan itu erat hubungannya dengan corak penghidupan, karenanya jika corak penghidupan itu berubah, berubah pulalah corak pendidikannya, agar si anak siap untuk memasuki lapangan penghidupan itu.

Pendidikan itu adalah suatu disiplin dari berbagai macam bagian komponen.

Bagian-bagian ini telah menjadi demikian bermacam ragam dan berspesialisasi, akan tetapi betapapun juga, tidak selalu mengambil tempat yang sama besarnya di dalam segala arah dan segi pada waktu yang sama. Metode pengajaran atau susunan kurikulum umpamanya, telah mengalami perbaikan jauh lebih banyak di dalam beberapa periode sejarah pendidikan daripada lain-lainnya. Barangkali sekarang ini, sebagaimana tidak pernah di masa-masa sebelumnya, para siswa begitu tertarik dengan permasalahan-permasalahan yang secara terus menerus (kekal) bersangkutan dengan filasafat.
Tentu perlu diragukan lagi, bahwa berbagai macam faktor telah menimbulkan hasil penelitian yang demikian itu. Pendidikan memang suatu usaha yang sulit dan rumit, dan memakan waktu yang cukup banyak dan lama, terutama sekali di masa modern dewasa ini. Pendidikan menghendaki berbagai macam teori dan pemikiran dari para ahli pendidik dan ahli filsafat, guna melancarkan jalan dan memudahkan cara-cara bagi guru dan pendidik dalam menyampaikan ilmu pengetahuan dan pengajaran kepada siswa para siswa dan anak didik.

Teori Pendidikan

Kalau teori pendidikan itu hanyalah semata-mata teknologi, dia harus meneliti asumsi-asumsi utama tentang sifat manusia dan masyarakat yang menjadi landasan praktek pendidikan. Teori pendidikan yang melaksanakan studi seperti itu sampai batas tersebut bersifat dan mengandung unsur filsafat.
Memang ada resiko yang mungkin timbul dari setiap dua tendensi itu: teknologi – mungkin terjerumus, tanpa dipikirkan buat memperoleh beberapa hasil konkrit yang telah dipertimbangkan sebelumnya didalam sistem pendidikan, hanya untuk membuktikan, bahwa mereka dapat menyempurnakan suatu hasil dengan sukses, yang pada hakekatnya belum dipertimbangkan dengan hati-hati sebelumnya. Sedangkan para ahli filsafat pendidikan, sebaiknya, mungkin tersesat dalam abstraksi tinggi yang penuh dengan hal-hal umum yang nampaknya hebat yang penuh dengan debat yang tiada berkeputusan, akan tetapi tanpa adanya gagasan jelas buat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang ideal.
Tidak ada satupun dari permasalahan kita yang mendesak dapat dipecahkan dengan cepat, atau dengan mengulang-ulang dengan gigih kata-kata yang hampa. Tidak dapat dihindari, bahwa orang-orang yang memperdebatkan masalah ini, apabila mereka terus berpikir, yang lebih baik daripada mengadakan reaksi, mereka tentu akan menyadari bahwa mereka itu telah membicarakan masalah yang sangat mendasar.

Filsafat Pendidikan

Dalam beberapa hal, filsafat pendidikan itu dapat disingkat dalam bentuk formula. Dan formula ini kemudian dijadikan semacam semboyan atau slogan. Tetapi kadang-kadang semboyan-semboyan itu sering pula disalah tafsirkan. Biasanya hal itu terjadi, kalau kesalahan terjadi dalam bidang pendidikan, yang terlihat pada hasil dari pendidikan itu, yang didasarkan pada semboyan tersebut. Misalnya yang dapat kami kemukakan dari semboyan yang kami maksudkan itu, ialah kata-kata hikmat dalam bidang pendidikan, seperti:
“Semua pengetahuan itu adalah ingatan”
“Manusia itu hewan yang berakal”
“Pendidikan itu mengandung irama”
“Pendidikan itu harus mengajar kita hidup dekat dengan alam”
“Kita belajar dengan berbuat”.
Alangkah  banyaknya hal-hal yang telah diperbuat berdasarkan slogan-slogan seperti itu. Dia mudah diingat dan meresap ke dalam hati. Dia kadang-kadang merupakan pedoman di malam yang gelap atau sebagai lampu yang menerangi jalan-jalan yang akan ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Dia merupakan ide singkat yang kadang-kadang merupakan hasil perasaan dari bahasan filsafat yang panjang lebar.

Kesimpulan

Salah satu tugas kita mempelajari filsafat pendidikan adalah antara lain untuk menyelamatkan formula-formula dan pikiran-pikiran yang mengandung unsur-unsur pendidikan itu, yang terungkap dan tercetus sebagai slogan dan semboyan. Kita akan berusaha memberikan daya hidup dan arti yang berhasil dan berdaya guna dan untuk menonjolkan ide pikiran-pikiran itu sebagai pusat pegangan dalam himpunan ide-ide yang membentuk filsafat pendidikan. Apabila ide-ide dan pikiran-pikiran itu ditampilkan dalam bentuk demikian, yang pada hakikatnya tidak mudah untuk dimengerti begitu saja, ide-ide itu menghendaki waktu dan kesabaran agar dapat dipegang dan dipedomani sebagaimana yang dikehendaki oleh si filosof. (H.B Hamdani Ali, MA. M.Ed, Filsafat Pendidikan, Kota Kembang, Yogyakarta, 1987, hal. 11).
Baca juga:

Cara Memperbaiki Komputer yang Sering Restart Sendiri

Cara Memperbaiki Komputer yang Sering Restart Sendiri

Cara Memperbaiki Komputer yang Sering Restart Sendiri

Cara Memperbaiki Komputer yang Sering Restart Sendiri
Cara Memperbaiki Komputer yang Sering Restart Sendiri

Diantara beberapa kasus atau kerusakan yang sering terjadi dalam sebuah komputer adalah kondisi dimana komputer sering restart sendiri. Kondisi komputer sering restart ini tentu saja sangat menjengkelkan terutama apabila kita sedang melakukan pekerjaan kemudian secara tiba-tiba komputer restart sendiri sedangkan kita belum sempat menyimpan dokumen atau menyelesaikan pekerjaan tadi.

Dari pengalaman saya pribadi terdapat banyak cara untuk mengatasi komputer yang sering restart sendiri.

Komputer sering restart karena Processor kepanasan
Processor yang kepanasan (overheat) adalah salah satu penyebab primer personal komputer anda atau sering restart sendiri. Untuk mengecek terjadinya overheat pada Processor dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

Melihat kondisi temperatur pada sajian Hardware Monitor di BIOS
Menggunakan program monitoring temperatur misalnya misalnya CPUID
Hardware Monitor
Mengecek secara manual yaitu dengan membuka casing CPU & meraba sendiri temperatur pada bagian Pendingin (Cooler) Processor.
Penyebab primer dari Processor yang kepanasan ini jua terdapat beberapa hal:

Kondisi kipas angin (fan) yang terdapat pada pendingin Processor yang telah tidak optimal (misalnya macet karena debu
Menumpuknya debu pada sirip-sirip Pendingin Processor, ini adalah hal yang sering terjadi terutama apabila ruangan tempat penyimpanan komputer berdebu.
Telah keringnya atau bahkan tidak adanya thermal paste yang merekatkan antara Processor dan Pendinginnya.
Kondisi ruangan tempat penyimpanan komputer yang memang panas.

Untuk mengatasi personal komputer sering restart sebab Procesor kepanasan (overheat) ini kita bisa melakukan beberapa hal antara lain:

1. Senantiasa membersihkan debu yang terdapat dalam Casing CPU dan Pendingin Processor

Hal ini bisa dilakukan dengan memakai kuas cat yang bersih & vacum cleaner kecil.

Memakai thermal paste menjadi penghubung yang merekatkan spare part Processor & Pendingin. Untuk thermal paste yang sudah kering sebaiknya diganti.

Menyimpan personal komputer diruangan yang tidak terlalu panas (lebih baik ber-AC). Andai saja terpaksa harus menyimpan komputer di ruangan yang relatif panas, maka sebaiknya lengkapi casing CPU dengan kipas angin tambahan.

Memakai program monitoring temperatur misalnya contohnya CPUID Hardware Monitor untuk mengetahui secara dini kondisi overheat dalam Processor.

2. Personal komputer sering restart sebab Power Supply yang kekurangan daya.

Penyebab kedua personal komputer sering restart adalah kurangnya daya atau telah tidak optimalnya spare part Power Supply yang mensupply daya dalam CPU. Hal ini bisa terjadi contohnya karena macetnya atau matinya Kipas angin (fan) yang terdapat pada power supply, sehingga terjadi overheat dalam spare part Power Supply itu sendiri. Jika anda merasa curiga dengan performa Power Supply yang terpasang sebaiknya ganti dulu komponen power Supply ini dengan Power Supply yang terbukti berfungsi baik. Untuk keperluan personal komputer kini , sebaiknya pakailah sebuah Power Supply dengan daya minimal 530 Watt.

3. Komputer sering restart karena VGA Card rusak.

Komputer sering restart sendiri juga bisa terjadi karena rusaknya bagian VGA Card yang terpasang pada slot AGP atau PCI. Biasanya VGA Card yang rusak akan terasa cepat panas pada komponen pendinginnya, selain itu tampilan gambar dalam layar monitorpun menjadi rusak. Untuk itu jika komputer Anda sering restart ada baiknya pula untuk mengecek komponen tersebut.

4. Personal komputer sering restart sebab Hardisk bad sector

Sebuah hardisk yang rusak atau bahkan terdapat bad sector didalamnya mampu menjadi penyebab personal komputer menjadi hang, muncul pesan bluescreen of deadth atau komputer ga dapat booting dan me-restart terus. Untuk mencegah keruksakan sekaligus memperbaiki hardisk tadi kita bisa menjalankan program scandisk/checkdisk, men-defrag hardisk secara teratur dan pastikan selalu mematikan komputer dengan menekan tombol shutdown.

5. Komputer sering restart sebab RAM rusak

RAM yang rusak pula dapat menyebabkan komputer sering restart, hal ini pernah saya alami beberapa waktu yang lalu. Saat itu personal komputer selalu restart ketika dinyalakan meskipun aku telah memastikan tidak terdapat masalah dengan hardware yang lain, personal komputer tetap tidak dapat booting dan selalu restart meskipun masuk ke windows safe mode. Saya kemudian mengganti RAM yang terpasang, dan akhirnya komputer dapat berjalan normal kembali.

Sumber: https://www.galerinfo.com/

Pengertian Filsafat dan Pendapat Beberapa Ilmuwan

Pengertian Filsafat dan Pendapat Beberapa Ilmuwan

Pengertian Filsafat dan Pendapat Beberapa Ilmuwan

Pengertian Filsafat dan Pendapat Beberapa Ilmuwan
Pengertian Filsafat dan Pendapat Beberapa Ilmuwan
Filsafat berasal dari bahasa Yunani: philosophia. Dari kata philosophia ini kemudian banyak diperoleh pengertian-pengertian filsafat, baik dari segi pengertiannya secara harfiah atau etimologi maupun dari segi kandungannya.

Menurut Prof. Dr. Harun Nasution

 filsafat berasal dari kata Yunani yang tersusun dari dua kata philein dalam arti cinta dan sophos dalam arti hikmat (wisdom).Orang arab memindahkan kata philosophia dari bahasa Yunani ke dalam bahasa mereka dengan menyesuaikan, tabiat susunan kata-kata Arab, yaitu Falsafah dengan pola fa’lala, fa’lalah, dan fi’lal. Dengan demikian kata benda dari kata kerja falsafa seharusnya menjadi falsafah atau filsaf.
Selanjutnya kata filsafat yang banyak terpakai dalam bahasa Indonesia, menurut Prof. Dr. Harun Nasution bukan berasal dari bahasa Arab falsafah dan bukan pula dari bahasa Barat Philosophy. Di sini dipertanyakan tentang apakah fil diambil dari bahasa Barat dan safah dari bahasa Arab, sehingga terjadi gabungan antara keduanya dan menimbulkan kata filsafat.
Dari pengertian secara etimologi itu, ia memberikan definisi filsafat sebagai berikut:
  • pengetahuan tentang hikmah;
  • pengetahuan tentang prinsip atau dasar-dasar;
  • mencari kebenaran;
  • membahas dasar-dasar dari apa yang dibahas.
Dengan demikian ia berpendapat bahwa intisari filsafat ialah berpikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tidak terikat pada tradisi, dogma serta agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalannya.
Adapun pengertian atau definisi yang bermacam-macam itu terungkapkan juga oleh Drs. Sidi Gazalba, bahwa para filosof mempunyai pengertian atau definisi tentang filsafat sendiri-sendiri. Sebagai contoh ia mengemukakan  beberapa pengertian filsafat menurut beberapa ahli, antara lain.

Aristoteles

berpendapat bahwa kewajiban filsafat ialah menyelidiki sebab dan asas segala benda.

Plato

mengatakan bahwa filsafat tidak lain dari pada pengetahuan tentang segala yang ada.

Dengan demikian filsafat bersifat ilmu yang umum sekali.

Fichte

menyebut filsafat sebagai Wissenschaftslehre: ilmu dari ilmu-ilmu, yakni ilmu yang umum, yang menjadi dasar segala ilmu.

Kant

mengatakan bahwa filsafat adalah pokok dan pangkal segala pengetahuan dan pekerjaan.

Al-Kindi

sebagai ahli pikir pertama dalam bidang filsafat Islam yang memberiakan pengertian filsafat di kalangan umat Islam, membagi filsafat dalam tiga lapangan:

– ilmu fisika (al-ilmu al-tabiyyat), merupakan timgkatan terendah;
– ilmu matematika (al-ilmu al-riyadil), tingkatan tengah;
– ilmu ketuhanan (al-ilmu al-rububiyyat), tingkatan tertinggi.

Immanuel Kant (1724-1804) M)

mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup didalamnya empat persoalan, yaitu:

– Apakah yang dapat kita ketahui (dijawab oleh metafisika).
– Apakah yang boleh kita kerjakan (dijawab oleh etika).
– Sampai manakh penghargaan kita (dijawab oleh agama).
– Apakah yang dinamakan manusia (dijawab oleh Antropologi).

Paul Natorp

bahwa filsafat sebagai ilmu dasar yang hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan jalan menunjukkan  dasar akhir yang sama yang memikul sekaliannya.

Dr. Hasbullah Bakry

menentukan rumusan, bahwa filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ketuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mengetahui pengetahuan itu.

Prof. Dr. Fuad Hassan

guru besar FK. Psikologi UI dan mantan Menteri P & K RI, merumuskan bahwa filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berpikir radikal , radikal dalam arti mulai dari radixnya suatu gejala dari akrnya suatu hal yang hendak dimasalahkan . Dan dengan jalan penjagaan yang radikal itu filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal.

Al-Farabi

mengatakan bahwa filsafat mengatakan bahwa filsafat ialah mengetahui semua yang wujud karena ia wujud (al’ilmu bi al maujudat bima hiya maujudah). Dari sini ia membagi lapangan filsafat menjadi dua, yaitu:

  1. Filsafat teori (al falsafah al nadariyah), mengetahui yang ada tanpa tuntutan untuk mewujudkannya dalam amal. Lapangan ini meliputi ilmu matematika (al ‘ilmu al riyadi), ilmu fisika (al ilmu al tabii) dan ilmu metafisika (al ilmu ma ba’da al tabiyyat).
  2. Filsafat praktek (al falsafah al ‘amaliyah), mengetahui sesuatu yang seharusnya diwujudkan dengan amal, yang melahirkan tenaga untuk melakukan bagian-bagiannya yang baik. Amalan yang mengenai individu, disebut ilmu akhlak, yaitu perbuatan baik yang seharusnya dikerjakan oleh setiap orang. Yang mengenai masyarakat, disebut al falsafah al madaniyah (filsafat politik), yaitu laku perbuatan baik yang seharusnya dikerjakan oleh anggota masyarakat.
    • Ibnu Sina, juga membagi filsafat dalam dua bagian, yaitu teori dan praktek, yang keduanya berhubungan dengan agama, dimana dasarnya terdapat dalam syariat Tuhan, yang penjelasan dan kelengkapannya diperoleh dengan tenaga akal manusia.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/

Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Dalam Islam (IPTEKS)

Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Dalam Islam (IPTEKS)

Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Dalam Islam (IPTEKS)

Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Dalam Islam (IPTEKS)
Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Dalam Islam (IPTEKS)

Konsep Ilmu Pengetahuan, Tekhnologi, dan Seni (IPTEKS)

Ilmu adalah pengetahuan yang sudah diklasifikasikan, diorganisasi, disistimatisasi, dan diinterpertasi, menghasilkan kebenaran obyektif, sudah diuji kebenarannya, dan dapat diuji ulang secara ilmiah (International Webster’s Doctionary).
Secara etimologis, kata ilmu berarti kejelasan, karena itu segala yang terbentuk dari akar katanya mempunyai ciri kejelasan. Kata ilmu dengan berbagai bentuknya terulang sebanyak 854 kali dalam Al-Qur’an. Kata ini digunakan dalam arti proses pencapaian pengetahuan dan obyek pengetahuan (Quraish Shihab:434). Setiap ilmu membatasi diri pada salah satu bidang kajian. Oleh sebab itu setiap orang yang memperdalam ilmu-ilmu tertentu disebut sebagai spesialis. Dari sudut pandang filsafat, ilmu lebih harus dibandingkan dengan pengetahuan.
Tekhnologi merupakan salah satu budaya sebagai hasil penerapan paraktis dari ilmu pengetahuan. Teknolgi dapat membawa dampak positif berupa kemajuan dan kesejahteraan bagi manusia, tetapi juga sebaliknya dapat membawa dampak negatif berupa ketimpangan-ketimpangan dalam kehidupan manusia dan alam semesta yang berakibat kehancuran alam semesta. Oleh sebab itu teknologi bersifat netral, artinya bahwa teknologi dapat digunakan untuk kemamfaatan sebesar-besarnya atau bisa juga digunakan untuk kehancuran manusia itu sendiri.
Adapun seni termasuk bagian dari budaya manusia, sebagai hasil ungkapan akal dan budi manusia dengan segala prosesnya. Seni merupakan hasil ekspresi jiwa yang berkembang menjadi bagian dari budaya manusia.
Dalam pemikiran Islam, ada dua sumber ilmu yaitu wahyu dan akal. Keduanya tidak boleh dipertentangkan. Manusia diberi kebebasan dalam mengembangkan akalnya dengan catatan dalam pengembangannya tetap terikat dengan wahyu dan tidak bertentangan dengan syari’at. Atas dasar itu ilmu terbagi dua bagian yaitu ilmu yang bersifat abadi (perennial knowledge), tingkat kebenarannya bersifat mutlak (absolute), karena bersumber dari wahyu Allah, dan ilmu yang bersifat perolehan (aquired knowledge), tingkat kebenarannya bersifat nisbi (relative), karena bersumber dari akal pikiran manusia.

Integrasi Iman, IPTEKS, dan Akal

Islam merupakan ajaran agama yang sempurna. Kesempurnaannya dapat tergambar dalam keutuhan inti ajarannya. Ada tiga inti ajaran Islam, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Ketiga inti ajaran itu terintegrasi di dalam sebuah sistem ajaran yang disebut Dinul Islam. Iman , Ilmu dan Amaal merupakan satu kesatuan yang utuh, tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain. Iman diidentikkan dengan akar dari sebuah pohon yang menopang tegaknya ajaran Islam. Ilmu bagaikan batang dan pohon itu yang mengeluarkan cabang-cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Sedangkan amal ibarat buah dari pohon. IPTEK yang di kembangkan diatas nilai-nilai iman dan taqwa akan menghasilkan amal shaleh bukan kerusakan alam.
Perbuatan baik seseorang tidak akan bernilai amal shaleh apabila perbuatan tersebut tidak dibangun diatas nilai-nilai iman dan taqwa. Sama halnya pengembangan iptek yang lepas dari keimanan dan ketaqwaan, tidak akan bernilai ibadah serta tidak akan menghasilkan kemaslahatan bagi umat manusia dan alam lingkungannya apabila tidak dikembangkan atas dasar niali-nilai iman dan taqwa.

Keutamaan Orang Beriman dan Berilmu

Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Kesempurnaannya karena dibekali seperangkat potensi. Potensi yang paling utama dalam diri manusia adalah akal. Akal berfungsi untuk berpikir, dan hasil pemikirannya itu adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu-ilmu yang dikembangkan atas dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt, akan memberikan jaminan kemaslahatan bagi kehidupan umat manusia termasuk bagi lingkungan. Berkenaan dengan keutamaan orang-orang yang berilmu, Al-Gazalimengatakan, “Barang siapa berilmu, membimbing manusia dan memanfaatkan ilmunya bagi orang lain, bagaikan matahari, selain menerangi dirinya, juga menerangi orang lain. Dia bagaikan minyak kasturi yang harum dan menyebarkan keharumannya kepada orang-orang yang berpapasan dengannya” (Ihya Ulumuddin, juz 1:49).

Tanggung Jawab Ilmuwan Terhadap Alam Lingkungannya

Ada dua fungsi utama manusia di dunia. Yaitu sebagai ‘abdun (hamba Allah) dan sebagai khalifah Allah di bumi. Esensi dari ‘abdun adalah ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan kepada kebenaran dan keadilan Allah. Adapun esensinya sebagai khalifah Allah dimuka bumi, ia mempunyai tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan alam dan lingkungannya tempat mereka tinggal. Manusia diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi, menggali sumber-sumber daya, serta memanfaatkannya dengan sebesar-besar kemanfaatan. Karena alam diciptakan untuk kehidupan manusia sendiri, untuk menggali potensi alam dan memanfaatkannya diperlukan ilmu pengetahuan yang memadai.
Baca juga:

Pengertian Etika, Moral dan Akhlak

Pengertian Etika, Moral dan Akhlak

Pengertian Etika, Moral dan Akhlak

Pengertian Etika, Moral dan Akhlak
Pengertian Etika, Moral dan Akhlak

Pengertian Etika

Etika adalah sebuah tatanan perilaku berdasarkan suatu sistem tata nilai suatu masyarakat tertentu. Etika lebih banyak dikaitkan dengan ilmu atau filsafat, karena itu yang menjadi standar baik dan buruk adalah akal manusia.

Pengertian Akhlak

Sementara kata “akhlak” merupakan bentuk jamak dari kata khuluk secara etimologi artinya adalah budi pekerti, perangai tingkah laku atau tabi’at. Sedangkan secara terminologi akhlak adalah ilmu yang menentukan batas antara baik dan buruk, antara yang terbaik dan tercela, tentang perkataan atau perbuatan manusia lahir dan batin.
Dalam definisi yang agak panjang Ahmad Amin menjelaskan bahwa akhlak adalah ilmu yang menjelaskan baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh sebagian manusia kepada yang lainnya, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat.

Pengertian Moral

Moral secara lugawi berasal dari bahasa latin “mores” kata jamak dari kata “mos” yang berarti adat kebiasaan, susila. Yang dimaksud adat kebiasaan dalam hal ini adalah tindakan manusia yang sesuai dengan ide-ide umum yang diterima oleh masyarakat, mana yang baik dan wajar. Jadi bisa juga dikatakan moral adalah perilaku yang sesuai dengan ukuran-ukuran tindakan yang oleh umum diterima meliputi kesatuan sosial atau lingkungan tertentu.

Karakteristik Etika Islam (Akhlak)

Berbeda dengan etika filsafat, etika Islam mempunyai karakteristik sebagai berikut:
  1. Etika Islam mengajarkan dan menuntun manusia kepada tingkah laku yang baik dan menjauhkan diri dari tingkah laku yang buruk.
  2. Etika Islam menetapkan bahwa yang menjadi sumber moral, ukuran baik buruknya perbuatan, didasarkan kepada ajaran Allah Swt.
  3. Etika Islam bersifat universal dan komprehensif, dapat diterima dan dijadikan pedoman oleh seluruh umat manusia disegala waktu dan tempat.
  4. Etika Islam mengatur dan mengarahkan fitrah manusia ke jenjang akhlak yang luhur dan meluruskan perbuatan manusia.

Hubungan Tasawuf dengan Akhlak

Tasawuf adalah proses pendekatan diri kepada Tuhan dengan cara mensucikan hati sesuci-sucinya. Tuhan yang maha suci tidak dapat didekati kecuali oleh orang yang suci hatinya. Cara bagaimana mensucikan hati dijelaskan dalam ilmu tasawuf. Dalam pengamalannya tasawuf tidak dapat lepas dari fikih, sebab fikih merupakan aspek zhahir ajaran Islam sementara tasawuf merupakan aspek bathinnya. Islam yang sebenarnya adalah paduan aspek zhahir dan bathin secara seimbang.

Orang yang suci hatinya akan tercermin dalam air muka dan perilakunya yang baik (akhlak mahmudah). Akhlak yang baik sebenarnya merupakan gambaran dari hati yang suci, sebaiknya akhlak yang buruk merupakan gambaran dari hati yang busuk. Dengan demikian, agar seorang mukmin memiliki akhlak yang baik (akhlak mahmudah) adalah dengan mengamalkan tasawuf secara sistematis. Yaitu ada Al-wajibaat (melaksanakan semua kewajiban) ada Al-naafilaat (melaksanakan yang sunat-sunat) dan Al-riyaadlooh (latihan spiritual). Inti riyadoh dalam tasawuf adalah zikir.

Etika Terhadap Diri Sendiri

Menurut Abu Bakar al-Jaziri, bahwa etika terhadap diri sendiri meliputi :

  • Al-Taubah.
  • Al-Muraqabah.
  • Al-Muhasabah.
  • Al-Mujahadah.

Sumber: https://www.studinews.co.id

Manajemen Zakat dan Wakaf

Manajemen Zakat dan Wakaf

Manajemen Zakat dan Wakaf

Manajemen Zakat dan Wakaf
Manajemen Zakat dan Wakaf

Manajemen Zakat

Zakat merupakan dasar prinsipil untuk menegakkan struktur sosial Islam. Zakat bukanlah derma atau sedekah biasa, ia adalah sedekah wajib. Dengan terlaksananya lembaga zakat dengan baik dan benar diharapkan kesulitan dan penderitaan fakir miskin dapat berkurang. Di samping itu dengan pengelolaan zakat yang profesional, berbagai permasalahan yang terjadi dalam masyarakat yang ada hubungannya dengan mustahiq juga dapat dipecahkan.
Zakat ada dua macam yaitu zakat Mal dan zakat Fitrah. Zakat Mal sebagaimana sudah dibahas, adalah bagian dari harta kekayaan seseorang atau badan hukum yang wajib diberikan kepada orang-orang tertentu setelah mencapai jumlah minimal tertentu dan setelah dimiliki dalam jangka waktu tertentu pula. Sedangkan zakat Fitrah adalah zakat yang diwajibkan pada akhir puasa Ramadhan. Hukumnya wajib atas setiap orang muslim, kecil atau dewasa, laki-laki atau perempuan, budak atau merdeka.

Pengertian zakat

Zakat adalah salah satu bentuk distribusi kekayaan dikalangan umat Islam sendiri, dan golongan umat yang kaya kepada golongan umat yang miskin, agar tidak terjadi jurang pemisah antara golongan yang kaya dengan golongan yang miskin, serta menghindari penumpukan kekayaan pada golongan kaya saja. Untuk melaksanakan lembaga zakat itu dengan baik dan sesuai dengan fungsi dan tujuannya tentu ada aturan-aturan yang harus dilakukan dalam pengelolaannya. Pengelolaan zakat yang berdsarkan prinsip-prinsip pengaturan yang baik dan jelas karena lebih meningkatkan manfaatnya yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Sehubungan dengan pengelolaan zakat yang kurang optimal, pada 23 september 1999 Presiden Ri, B.J.Habibie mengesahkan Undang-undang Nomor 38 tahun1999 tentang zakat. Undang-undang Nomor 38 Tahun 1999. Untuk melaksanakan Undang-undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang pengelolaan zakat tersebut, Menteri Agama Ri Menetapkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 581 Tahun 1999.
Berhasilnya pengelolaan zakat tidak hanya tergantung pada banyaknya zakat yang terkumpul, tetapi sangat tergantung pada dampak dari pengelolaan zakat tersebut dalam masyarakat. Zakat baru dapat dikatakan berhasil dalam pengelolaannya apabila zakat tersebut benar-benar dapat diwujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial dalam masyarakat. Keadaan yang demikian sangat tergantung dari manajemen yang diterapkan oleh amil zakat dan Political will dari pemerintah.
Manajemen Wakaf
Sebagai salah satu lembaga sosial Islam, wakaf erat kaitannya dengan sosial ekonomi masyarakat. Walaupun wakaf merupakan lembaga masyarakat Islam yang hukumnya sunnah, namun lembaga ini dapat berkembang dengan baik dibeberapa negara misalnya Mesir, Yordania, Saudi Arabia, Bangladesh dan lain-lain. Hal ini barangkali karena lembaga wakaf ini dikelola dengan manajemen yang baik sehingga manfaatnya sangat dirasakan bagi pihak-pihak yang memerlukannya.
Di Indonesia sedikit sekali tanah wakaf yang dikelola secara produktif dalam bentuk suatu usaha yang hasilnya dapat dimanfaatkan bagi pihak-pihak yang memerlukan termasuk fakir miskin. Pemanfaatan tersebut dilihat dari segi sosial khususnya untuk kepentingan keagamaan memang efektif, tetapi dampaknya kurang berpengaruh positif dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Apabila peruntukan wakaf hanya terbatas pada hal-hal diatas tanpa diimbangi dengan wakaf yang dikelola secara produktif, maka wakaf sebagai salah satu saran untuk mewujudkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, tidak akan dapat terealisasi secara optimal.
Agar wakaf di Indonesia dapat memberdayakan ekonomi umat, maka di Indonesia perlu dilakukan paradigma baru dalam pengelolaan wakaf. Wakaf yang selama ini hanya dikelola secara konsumtif dan tradisional, sudah saatnya kini wakaf dikelola secara produktif.

Wakaf di dunia

Di beberapa negara seperti Mesir, Yordania, Saudi Arabia, Turki dan Bangladesh, wakaf selain berupa sarana dan prasarana ibadah dan pendidikan juga berupa tanah pertanian, perkebunan, flat, uang, saham, real estate dan lain-lain yang semuanya dikelola secara produktif. Dengan demikian hasilnya benar-benar dapat dipergunakan untuk mewujudkan kesejahteraan umat.
Wakaf uang dan wakaf produktif penting sekali untuk dikembangkan di Indonesia di saat perekonomian yang semakin memburuk. Contoh sukses pelaksanaan sertifikat wakaf tunai di Bangladesh dapat dijadikan teladan bagi umat Islam di Indonesia. Kalau umat Islam mampu melaksanakannya dalam skala besar, maka akan terlihat implikasi positif dari kegiatan wakaf tunai tersebut. Wakaf tunai mempunyai peluang yang unik bagi terciptanya investasi di bidang keagamaan, pendidikan, dan pelayanan sosial.

Tiga Waktu Terkabulnya Doa Bulan Ramadhan

Tiga Waktu Terkabulnya Doa Bulan Ramadhan

Tiga Waktu Terkabulnya Doa Bulan Ramadhan

Tiga Waktu Terkabulnya Doa Bulan Ramadhan
Tiga Waktu Terkabulnya Doa Bulan Ramadhan
Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan bahwa masalah ini disebutkan di sela-sela penyebutan hukum puasa. Ini menunjukkan mengenai anjuran memperbanyak do’a ketika bulan itu sempurna, bahkan diperintahkan memperbanyak do’a tersebut di setiap kali berbuka puasa. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 66).
Pernyataan yang dikatakan oleh Ibnu Katsir menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah salah waktu terkabulnya do’a. Namun do’a itu mudah dikabulkan jika seseorang punya keimanan yang benar.

Tiga Waktu

Ibnu Taimiyah berkata, “Terkabulnya do’a itu dikarenakan benarnya i’tiqod, kesempurnaan ketaatan karena di akhir ayat disebutkan, ‘dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran’.” (Majmu’ah Al Fatawa, 14: 33-34).
Perihal Ramadhan adalah bulan do’a dikuatkan lagi dengan hadits dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10: 14 mengatakan bahwa perowinya tsiqoh -terpercaya-. Lihat Jami’ul Ahadits, 9: 224)
Ada tiga waktu utama terkabulnya do’a di bulan Ramadhan:

Waktu sahur

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758). Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32).

Saat berpuasa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.” (Al-Majmu’, 6: 273)

Ketika berbuka puasa

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7: 278) disebutkan bahwa kenapa do’a mudah dikabulkan ketika berbuka puasa yaitu karena saat itu, orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.
Moga Allah memperkenankan setiap do’a kita di bulan Ramadhan.
Baca juga:

Motivasi Intrinsik & Ekstrinsik

Motivasi Intrinsik & Ekstrinsik

Motivasi Intrinsik & Ekstrinsik

Motivasi Intrinsik & Ekstrinsik
Motivasi Intrinsik & Ekstrinsik

MOTIVASI INTRINSIK

Penting untuk membedakan motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Berbicara tentang motivasi intrinsik adalah ketika manusia dimotivasi oleh aktivitas alamiah, menguasai sesuatu yang baru dengan senang hati, atau konsekuensi alamiah dari aktivitas tersebut
.
Contohnya orang yang membaca cerita nonfiksi yang tidak berhubungan dengan pekerjaan mereka hanya karena tertarik dan untuk mendapatkan pengetahuan baru merupakan suatu motivasi intrinsik. Demikian juga dengan orang yang menyumbang pada kegiatan amal dan tidak memberitahukan namanya. Ia ingin menyumbang tanpa diketahui oleh orang lain. Hal ini juga termasuk kepada motivasi intrinsik.

Motivasi intrinsik adalah melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri.
Motivasi Intrinsik ada dua, yakni :

Determinasi Diri dan Pilihan Personal

Salah satu pandangan tentang motivasi intrinsik menekankan pada determinasi diri. Dalam pandangan ini manusia percaya bahwa mereka melakukan sesuatu karena kemauan sendiri bukan karena kesuksesan atau imbalan eksternal. Para periset menemukan bahwa motivasi internal dan minat internal dalam tugas sekolah naik apabila murud punya pilihan dan peluang untuk mengambil tanggungjawab personal atas pembelajaran mereka. Misalnya, dalam sebuah studi murid sains di SMA yang diajak untuk mengorganisir sendiri eksperimen mereka, akan lebih perhatian dan berminat terhadap praktik laboratorium ketimbang murid yang diharuskan mengikuti instruksi dan aturan guru yang ketat. (Rainey 1965)

Pengalaman Optimal

Csikzentmihalyi menggunakan istilah Flow untuk mendeskripsikan pengalaman optimal dalam hidup. dia menemukan bahwa pengalaman optimal itu kebanyakan terjadi ketika oramg merasa mampu menguasai dan berkonsentrasi penuh saat melakukan suatu aktivitas. Dia mengatakan bahwa pengalaman optimal terjadi ketika individu terlibat dalam tantangan yang mereka anggap tidak terlalu sulit tetapi juga tidak terlalu mudah. Flow paling mungkin terjadi di area dimana manusia ditantang dan menganggap mereka diri mereka punya keahlian yang tinggi. ketika keahlian manusia tinggi, tetapi aktivitas yang dialaminya tidak menantang hasilnya adalah kejemuan. ketika level tantangan dan keahlian adalah rendah hasilnya adalah apati. dan ketika manusia menghadapi tugas sulit yang dirasa tidak bisa mereka tangani, mereka merasa cemas.

BAGAIMANA MENAIKKAN MOTIVASI INTRINSIK?

Pujian adalah salah satu hal yang dapat menaikkan motivasi seseorang khususnya anak. pertanyaan nya adalah apakah pujian tersebut menaikkan motivasi intrinsik atau justru menurunkan motivasi intrinsik.
Pujian dapat menaikkan motivasi intrinsik apabila pujian tersebut :
Ø Menyatakan bahwa anak sukses bukan karena talenta atau kemampuan alamiah anak tersebut tetapi karena usahanya.
Ø Tulus dan tidak menyatakan bahwa anak tersebut dikontrol oleh orangtuanya.
Ø Tidak membandingkan anak dengan anak yang lain.
Ø Menyatakan secara tidak langsung bahwa orangtua punya standar untuk perilaku anak dan meyakinkan bahwa anak tersebut mampu mencapai target tersebut dengan usaha.
Pada kenyataannya pujian yang berlawanan dengan pujian diatas dapat menurunkan motivasi intrinsik (Henderlong dan Lepper 2002). contohnya jika anak menulis sebuah puisi yang bagus untuk gurunya, menurut Henderlong dan Lepper pujian yang bisa menaikkan motivasi intrinsik anak tersebut adalah :
“saya suka sekali puisi ini. apalagi cara kamu membandingkan dedaunan dan lagu. itu pasti butuh banyak konsentrasi. “
Sementara itu pujian yang mengurangi motivasi intrinsik anak seperti :
” Ini luar biasa! lihat, aku sudah mengatakan bahwa kamu adalah satu-satunya murid yang jenius dikelas Mrs.Long. kalau kamu terus menulis dan menulis setiap malam seperti yang Ibu bilang kamu pasti semakin hebat. Universitas Harvard dan Yale pasti untukmu.”

MOTIVASI EKSTRINSIK

Motivasi manusia yang diaktifkan oleh penghargaan dari luar. Atau dengan kata lain melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Contoh anak yang tidak suka tugas Matematika tetapi mengerjakan tugas matematika karena aka nada hadiah jika jawabannya benar. Maka ia termotivasi secara ekstrinsik. Ia melakukan tugas itu bukan karena tertarik pada pelajaran tersebut tetapi karena ada hadiah yang ditawarkan. Sama halnya dengan seseorang yang bekerja keras untuk jadi pegawai yang baik. Alasan utamanya adalah ingin dikagumi rekan-rekannya bukan karena ketertarikannya pada pekerjaan tersebut. Hal ini juga merupakan motivasi ekstrinsik.
Orang yang termotivasi secara intrinsik cenderung bekerja lebih keras. merak lebih menikmati pekerjaan mereka dan selalu tampil lebih kreatif daripada orang yang dimotivasi secara ekstrinsik. motivasi intrinsik dibentuk oleh pengalaman belajar kita. Contohnya anak dari keluarga yang menekankan bahwa belajar itu menarik dan penting memiliki motivasi intrinsik untuk belajar di sekolah.

Barangkali permasalahan yang paling signifikan dalam memperhatikan perbedaan motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik adalah pertanyaan kapan penghargaan dari luar harus diberikan orangtua, guru dalam usaha untuk meningkatkan motivasi? Kapan saat yang tepat untuk menggunakan motivasi ekstrinsik dalam bentuk positive reinforcement untuk meningkatkan frekuensi beberapa perilaku?
Fakta menyatakan bahwa jika suatu perilaku jarang terjadi, dapat diasumsikan bahwa motivasi intrinsic tersebut rendah. Maka motivasi ekstrinsik baik digunakan dalam meningkatkan frekuensi terjadinya perilaku tersebut. Anak yang tidak suka matematika akan lebih sering menegerjakannya jika diberi tambahan uang jajan misalnya. Sementara itu jika individu tersebut sudah memiliki motivasi intrinsic untuk melakukan sesuatu aktivitas, menambahkan motivasi ekstrinsik justru dapat mengurangi motivasi intrinsiknya. Contohnya ada anak yang suka menggambar di sebuah sekolah. Apabila ia diberi sertfikat atau hadiah setiap kali ia menggambar dengan baik maka mereka akhirnya jarang menggambar disbanding anak yang tidak diberi hadiah. Banyak studi yang menyatakan bahwa kita harus berhati-hati untuk memberikan motivasi ekstrinsik yang tidak penting karena bisa menurunkan motivasi intrinsik.
Management by Objective ( MBO ) digagas pertama kali oleh Peter F.Drucker yang merupakan profesor, praktisi konsultan manajemen dari Claremont Graduate University atau sekarang dikenal dengan nama Peter F.Drucker and Masatoshi Uto Graduate School of Management.
MBO digagas pada tahun 1954, dengan tujuan agar para perusahaan dapat berjalan baik harus menetapkan sasaran yang jelas dan secara terpadu agar goal atau tujuan dapat tercapai secara efektif.

MBO mendorong setiap tingkatan manajemen berkomitmen untuk partisipasi dalam mencapai rencana yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Dalam pelaksanaan MBO ini harus ada kesepakatan antara karyawan dan pimpinan, agar mereka melaksanakan dan memiliki komitmen yang sama, yaitu :
• Tujuan yang ingin dicapai oleh setiap bagian / bawahan.
• Perencanaan yang akan dilakukan setiap divisi, untuk mendukung tujuan bersama.
• Standard pengukuran keberhasilan pencapaian tujuan.
• Prosedur untuk mengevaluasi keberhsilan pencapaian tujuan.
Untuk mencapai keberhasilan dalam MBO, dibutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak internal di perusahaan.
Pimpinan dan karyawan di dalam perusahaan harus memiliki kesepakatan untuk mewujudkan kinerja yang lebih baik, dimana dicapai melalui proses perencanaan dan implementasi, serta melalui pengawasan bersama dan terintegrasi.

Untuk pelaksanaan MBO, maka di butuhkan tahapan-tahapan sebagai berikut :
• Tahap Persiapan, dimana menyiapkan dokumen-dokumen serta data-data yang diperlukan.
• Tahap Penyusunan, dimana menjabarkan tugas pokok dan fungsi-fungsi setiap bagian dalam organisasi, agar seluruhnya terintegrasi mencapai visi dan misi yang dicanangkan oleh perusahaan. Merumuskan keadaan sekarang untuk membantu identifikasi dan antisipasi masalah atau hambatan serta kemudahan-kemudahan.
• Tahap Pelaksanaan, dimana pelaksanaan seluruh kegiatan dan fungsi manajemen secara menyeluruh seperti pengorganisasian, pengarahan, pemberian semangat dan motivasi, koordinasi, integrasi dan sinkronisasi.
• Tahap Pengendalian, Monitor, Evaluasi dan Penyesuaian, dimana bertujuan tercapainya tujuan dan sasaran yang tertuang dalam rencana stratejik ( Renstra ) melalui kegiatan keseluruhan dalam perusahaan.
Penilaian Kinerja diukur dengan : Efesiensi, Efektivitas, Kemanfaatan program dan keberlanjutan program/kegiatan. Evaluasi dilaksanakan terahadap HASIL (OUTCOMES) PROGRAM yang berupa

DAMPAK DAN MANFAAT

Dalam penyusunan rencana, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :
• Apa yang akan di kerjakan ? ( What ), tindakan-tindakan apa yang akan dilakukan agar tercapainya sasaran.
• Dimana kegiatan akan dilakukan ? ( Where ), perlu dipertimbangkan tempat pelaksanaan kegiatan yang dapat mendukung kegiatan perencanaan tersebut.
• Kapan waktu yang tepat untuk melaksanakannya ? ( When ), dimana kemampuan untuk mengatur, memilih dan memanfaatkan waktu yang tepat untuk melaksanakan rencana dan eksekusi rencana tersebut.
• Bagaimana, rencana tersebut dilaksanakan ? ( How ), dengan metoda apa pelaksanaan rencana ini akan di eksekusi.
• Siapa yang menjadi sasaran ? ( Who ), menentukan siapa sasaran dan siapa orang yang berkompeten untuk melaksanakan rencana tersebut.
• Mengapa ini dilakukan ? ( Why ), merupakan jawaban dari seluruh pertanyaan What, Where, When, How dan Who. Berusaha melihat, apakah rencana-rencana tersbut

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/