Perkembangan Teknologi di Dunia Pendidikan

Perkembangan Teknologi di Dunia Pendidikan

Perkembangan Teknologi di Dunia Pendidikan

Jika dilihat pada saat sekarang ini perkembangan teknologi informasi terutama di Indonesia semakin berkembang. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendapatkan ilmu, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya. Adanya fasilitas – fasilitas yang memudahkan para pelajar untuk belajar lebih luas lagi seperti pada penggunaan E-Pendidikan (E-Education) dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan menggunakan teknologi untuk membantu pendidik, pelajar dan masyarakat.
Komputer dan Internet sudah diterima sebagai alat yang penting untuk komunikasi dan bisnis di Indonesia, sehingga sekarang menjadi hal yang penting pula untuk pendidikan Indonesia yang sedang mengalami reformasi maupun Guru. Memberikan manfaat seperti, Memberikan kesempatan kepada sekolah dan universitas yang bisa menggunakan Internet untuk memberikan kontribusi dan menggunakan pengetahuan dari pihak lain (sharing). Memberikan informasi mengenai pengembangan teknologi belajar secara lokal dan global. Membagi informasi kepada banyak sekolah-sekolah yang jauh dari pusat kota maupun pusat pendidikan.
Salah satu wadah yang dirasa paling berperan dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia saat ini adalah internet. Di Indonesia terutama yang berada di kota-kota besar sudah banyak masyarakat yang mempunyai akses internet, sehingga pemanfaatan internet sebagai salah satu media pembelajaran dan pencarian informasi dan pengetahuan dapat lebih maksimal walaupun akses internet di Indonesia belum sepenuhnya dapat dirasakan semua orang. Informasi melalui media internet, bisa menjadi salah satu kunci untuk membuat dunia pendidikan di Indonesia mempunyai standar yang sama dengan negara lain. Dengan menggunakan media internet, pemerintah dan institusi pendidikan sudah mulai menerapkan pola belajar yang cukup efektif untuk diterapkan bagi masyarakat yang memiliki kendala dengan jarak dan waktu untuk mendapatkan informasi terutama informasi dalam dunia pendidikan. Salah satu metode yang mulai diterapkan yaitu pembelajaran distance learning. Metode distance learning merupakan suatu metode alternatif dalam pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Metode distance learning sangat membantu siswa atau masyarakat dalam mempelajari hal-hal atau ilmu-ilmu baru dengan tampilan yang lebih menarik dan mudah untuk dipahami. Dalam pengaksesan dan pemanfaatan metode ini, peran internet sangatlah diperlukan, karena melalui internet seseorang dapat mengirim file atau meng-upload file yang ingin dipublikasikan dan melalui internet juga seseorang dapat mengakses file yang ingin dicari. Selain metode distance learning, masih banyak metode-metode lain yang sangat membantu dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, diantaranya dengan adanya modul-modul pembelajaran gratis yang tersedia, portal pembelajaran online, dll.
Sejarah perkembangan Teknologi Pendidikan telah berlangsung dari waktu yang lama sekali, banyak pendapat dan kejadian sejarah yang mendasari awal perkembangan Teknologi Pendidikan, terutama yang berkaitan dengan perkembangan instruksional. Untuk itu penulis mencoba sedikit menguraikan kembali sekelumit hal yang berkaitan dengan sejarah perkembangan Teknologi Pendidikan ( pengajaran dan intruksional ).
Sejarah perkembangan teknologi pendidikan menjadi sangat singkat jika dihitung bagaimana jabatan dan pola pikir tlah dibawa bersama sama untuk menciptakan bidang galian dari teknologi pendidikan . peserta didik dari teknologi pendidikan sepanjang tahun 1960 pada umumnya mengikuti salah satu dari dua jalur berikut yaitu pendekatan Audio Visual atau belajar terprogram yang masing masing telah dihubungkan dengan sejumlah kerangka konseptual, adopsi praktis dari kegitan mereka, pelatihan dan kepribadian mereka.
Dengan belum meratanya penyebaran teknologi informasi akan berpengaruh terhadap proses perkembangan pendidikan. Hal ini dikarenakan peran teknologi informasi di dunia pendidikan sangatlah penting. Dengan adanya teknologi informasi segala macam ilmu pengetahuan dan informasi dapat diterima dan didapatkan dengan mudah dan cepat. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan komunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya.

Sumber : http://soleorigami.com/best-sites-to-rate-and-review-education-lecturer/

Padatnya Surabaya dan Tantangan Perayaan Isra Miraj untuk Anak-anak

Padatnya Surabaya dan Tantangan Perayaan Isra Miraj untuk Anak-anak

Padatnya Surabaya dan Tantangan Perayaan Isra Miraj untuk Anak-anak

– Semakin hari kondisi kota Surabaya memang semakin padat. Gedung dan bangunan semakin rapat dan kurang lebih hampir 3 juta manusia tinggal di kota ini.

Di tengah kepadatan tersebut, perayaan Isra Miraj ramai digelar salah satunya

di TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an) Nurul Hidayah, Gubeng Kertajaya 5D, pada Rabu (3/4). Sekitar 50 an anak-anak dan 10 lebih tenaga pengajar yang umumnya mahasiswa berkumpul dan hadir pada acara tersebut.

“Acara Isra Miraj ini memang dikhususkan untuk anak-anak. Biasanya kami menyelenggarakanya juga bersama warga sekitar, namun untuk tahun ini cukup hanya anak-anak saja,” sebut salah satu pengurus TPQ, Galuh Widagdo.

Menurut Galuh, perayaan Isra Miraj untuk anak-anak ini penting, selain

mengenalkan perayaan hari besar Islam. Dirinya juga menyebutkan, sudah sangat jarang dan susah anak-anak sekarang untuk diajak acara berbentuk (spiritual) seperti ini. “Spiritual untuk anak itu penting, karena itu mendidik tentang adab dan akhlaq (etika dan moral),” katanya.
Baca Juga:

Merawat Manuskrip di Masjid Kuno Peninggalan Pasukan Pangeran Diponegoro (Bagian 1)
Kadisbudpar Banyuwangi: Arabisasi Itu Fitnah dan Hoaks
Mengintip Alquran Kuno Asal Banyuwangi
Pusat Layanan Halal, Apa Itu?

Mendidik anak-anak di Surabaya itu tantangan tersendiri. “Padatnya kota dan

hiruk pikuknya yang sangat bebas menjadikan pendidikan spiritual untuk anak-anak sangat penting dan tidak boleh dinomor duakan,” imbuhnya.

Bagi Galuh, melalui perayaan Isra Miraj untuk anak-anak ini adalah salah satu pendidikan karakter di luar pendidikan formal di sekolah. Meskipun belum banyak diikuti, dirinya akan terus mengadakan acara semacam ini dengan rekan di TPQ Nurul Hidayah.

 

Baca Juga :

Akreditasi Prodi Pendidikan Dokter UMS B, Rektor Pastikan Tak ada Kenaikan Biaya Pendidikan

Akreditasi Prodi Pendidikan Dokter UMS B, Rektor Pastikan Tak ada Kenaikan Biaya Pendidikan

Akreditasi Prodi Pendidikan Dokter UMS B, Rektor Pastikan Tak ada Kenaikan Biaya Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) hari ini mengadakan syukuran

atas diraihnya Akreditasi Baru untuk Program Studi Pendidikan Dokteran pada Selasa (2/4/2019) di Velvet Resto Hotel Gunawangsa Merr.

Akreditasi baru yang diraih UMS adalah Akreditasi B untuk prodi Pendidikan Dokter. Prodi Pendidikan Dokter UMS baru berdiri 3 tahun sejak 2016-2019 dengan nomer SK: 0110/LAM-PTkes/Air/Sar/III/2019 oleh Menristek Dikti.

Surat keputusan yang diterima Rektor UMS pada tanggal 1 April kemarin

merupakan hasil dari kerja keras UMS dalam menciptakan proses pembelajaran pendidikan dokter yang layak dan kompatibel, baik dalam sarana prasarana maupun sumber daya manusia atau pendidik (dosen, red).

Rektor UMS, Dr.dr. Sukadiono, MM mengucapkan syukur atas perolehan akreditasi yang baik ini.
“Dapat B ini sudah luar biasa, mengingat Prodi Pendidikan Dokter baru menginjak 3 tahun, biasanya kalau baru itu dapat C kita dapat B. Saya syukur Alhamdulillah. Semua berkat kerja keras yang tiada henti,” ungkapnya.

Dengan diperolehnya akreditasi B untuk UMS berarti ada 8 Fakultas

Kedokteran Universitas Muhammadiyah diseluruh Indonesia yang mendapatkan akreditasi B. Rektor pun mengatakan cita-cita untuk bisa memperoleh akreditasi A dalam kurun waktu 4-5 tahun kedepan.

Rektor pun mengatakan bahwa tahun ini karena akreditasi sudah naik, kuota akan ditambah 25 dari kuota awal,sehingga 75 mahasiswa baru dan memastikan tidak ada kenaikan biaya pendidikan.

“Tidak ada kenaikan SPP dan DPP tetap. Hanya penambahan kuota soalnya saya tidak mau terburu-buru jalan berlahan tapi pasti. Untuk biaya pendidikan itu sesuai standar Universitas Muhammadiyah,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://write.as/mbxkqf3kxszduekk.md

Tegaskan Peran Profesor Lewat Sidang Pleno Professor Summit 2019

Tegaskan Peran Profesor Lewat Sidang Pleno Professor Summit 2019

Tegaskan Peran Profesor Lewat Sidang Pleno Professor Summit 2019

Profesor merupakan aset yang sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa, sehingga buah pemikirannya menjadi solusi beragam permasalahan. Bertujuan memaksimalkan peran profesor, Majelis Dewan Profesor Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi (MDGB PTNBH) bersama Dewan Profesor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (DP ITS) menghelat acara Profesor Summit (PS) yang diawali dengan Sidang Pleno di Hotel Swiss-Belinn Manyar, Surabaya, Kamis (4/4/2019).

Dalam sidang yang berlangsung selama dua jam tersebut, dibahas beberapa poin penting mengenai latar belakang acara besar yang kali pertama di Indonesia ini. Peran penting profesor atau guru besar sebagai aset bangsa menjadi sorotan utama selama sidang pleno berlangsung.

Disampaikan oleh Sekretaris Dewan Profesor ITS, Prof Dr Ir Imam Robandi MT,

dalam sidang pleno ini dibahas dua topik penting. Pertama, yakni pergantian pengurus MDGB PTNBH dengan ditandainya penyerahan kursi pimpinan dari Prof Dr Ir Muhammad Yusram Massijaya MS dari IPB kepada Prof Dr Ir H Nadjadji Anwar MSc dari ITS. “Dengan demikian, pergantian pimpinan ini turut menandai umur MDGB PTNBH yang menginjak tahun kedua,” tutur dosen Departemen Teknik Elektro ITS ini.
Baca Juga:

Akhiri Masa Jabatan, Dubes Kerajaan Inggris Sambangi ITS
Berkat Modifikasi Spike pada Audio Musik Gamelan

Selain itu, lanjut Imam, topik kedua yang dibahas sekaligus menjadi

pembahasan panjang dalam sidang pleno adalah peran profesor bagi kemajuan bangsa. Profesor sebagai aset bangsa memiliki dampak yang sangat besar bagi kemajuan bangsa apabila dapat diwadahi secara khusus.

“Terdapat tiga peran penting profesor yang dibahas dalam sidang pleno ini, yakni perannya bagi bangsa, bagi perguruan tinggi masing-masing, serta perannya dalam pengembangan ilmu itu sendiri,” jelasnya.

Bagi bangsa sendiri, menurut Imam, profesor yang meliputi berbagai macam

cabang keilmuan memiliki potensi besar dalam pengembangan beragam sektor dalam pembangunan. Pemikiran-pemikirannya dapat dijadikan acuan pemerintah dalam upaya membangun dan memperbaiki negeri.

“Sedangkan output dari pemikiran profesor nantinya diusulkan kepada pemerintah untuk dipertimbangkan kembali hingga menjadi sebuah kebijakan. Sebab, upaya realisasi suatu kebijakan bukanlah hal yang mudah,” paparnya.

 

Sumber :

https://telegra.ph/How-To-Low-Budget-Marriage-Invitations-11-14

Jaringan Komputer UPTD SDN Gunung Sekar Diduga Diserang Hacker

Jaringan Komputer UPTD SDN Gunung Sekar Diduga Diserang Hacker

Jaringan Komputer UPTD SDN Gunung Sekar Diduga Diserang Hacker

Warga yang berada di kawasan perkotaan Kecamatan Sampang, Kabupaten

Sampang, dihebohkan dengan dugaan serangan hacker (peretas) yang berhasil menerobos jaringan komputer di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gunung Sekar Satu, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Minggu (7/7/2019).

Display pada pintu masuk di SD Negeri Gunung Sekar 1, tulisanya bukan

selamat datang, tetapi tulisan kurang sedap dibaca.

Hal itu dibenarkan Inspektur Polisi Satu (Iptu) Rochan yang kebetulan bertugas untuk pengamanan tak jauh dari pintu gerbang SD Negeri 1 Gunung Sekar. Menurutnya, display yang berada di SD ternama di Sampang kota itu muncul tulisan Hacked By: People of Jancukers.

“Kemungkinan display ucapan selamat datang di pintu gerbang SD Negeri 1

Gunung Sekar itu sengaja diserang oleh hacker, tapi saya pantau ulang tadi petang sudah kembali normal yakni ada tulisan selamat datang di UPTD SDN Gunung Sekar,” jelas polisi yang juga menjabat sebagai Kanit Regident Polres Sampang.

Beruntung saat kejadian perubahan tulisan atau display berjalan di pintu masuk SDN Gunung Sekar 1 itu diretes oleh hacker. Tidak terlihat oleh para siswa, sebab kejadian tersebut berlangsung pada hari libur sekolah

 

Baca Juga :

Pagelaran Seni PG PAUD UNNAR Harapkan Hasilkan Pendidik Kreatif

Pagelaran Seni PG PAUD UNNAR Harapkan Hasilkan Pendidik Kreatif

Pagelaran Seni PG PAUD UNNAR Harapkan Hasilkan Pendidik Kreatif

Sebanyak 40 mahasiswa PG PAUD Universitas Narotama memenuhi Convention Hall kampus UNNAR, Jumat (5/7/2019), dengan menggunakan kostum yang beragam.

Mereka secara bergantian menampilkan karya seni yaitu tari dan menyanyi.

Ketua Program Studi PG PAUD UNNAR, Rofik Jalal Rosyanafi, S.Pd.,M.Pd mengatakan kegiatan ini adalah yang pertama dari kegiatan yang direncanakan akan dilaksanakan setiap tahun itu.

“Karena PG PAUD UNNAR adalah prodi baru, jadi kami sedang memulai

rutinitas pagelaran karya ini sebelum menjadi kegiatan tahunan. Harapannya pasti ingin menghasilkan pendidik anak usia dini yang kreatif dengan pagelaran karya seni ini,” ujar Rofik.

Pagelaran karya seni PG PAUD mengambil tema “Seni Menyatukan Kita” dan

merupakan kegiatan evaluasi capaian pembelajaran gabungan dari 3 mata kuliah. “Pagelaran ini menggabungkan evaluasi untuk mata kuliah Musik dan Lagu, Pembelajaran Tari AUD, dan Pagelaran Karya,” lanjutnya.

Ketiga mata kuliah itu ternyata memang sangat erat kaitannya dengan pendidikan anak usia dini, sehingga sangat penting untuk diajarkan dalam perkuliahan mahasiswa PG PAUD.

 

Sumber :

http://kw.pm.org/wiki/index.cgi?MerekTerbaik

KPK Kembali Lakukan Diskusi Pengembangan Aplikasi di Dispendik

KPK Kembali Lakukan Diskusi Pengembangan Aplikasi di Dispendik

KPK Kembali Lakukan Diskusi Pengembangan Aplikasi di Dispendik

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemetaan

pengelolaan pendidikan di Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pemetaan ini sebagai upaya untuk mendapatkan gambaran dan cerita sukses pengelolaan pendidikan di Indonesia.

Kegiatan pemetaan pengelolaan pendidikan dilakukan oleh tiga orang dari Tim

platform JAGA KPK di Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Kamis (11/07/2019). Tim ini ditemui langsung Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan, Sekretaris Dispendik Surabaya Aston Tambunan, Kasubag Keuangan Iwan Himawan, serta tim Sub Bagian Penyusunan Program dan Pelaporan.

Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan mengatakan, sampai dengan sekarang ini Dispendik Surabaya memiliki sekitar 32 aplikasi. Aplikasi ini menyasar empat hal utama. Pertama untuk peningkatan kompetensi guru, kedua peningkatan kompetensi siswa, ketiga peningkatan kualitas sekolah atau lembaga pendidikan, dan terakhir ketersediaan layanan pendidikan bermutu.

“Di Dispendik ada Sistem Informasi Administrasi Guru Surabaya (Si Agus),

Sistem Informasi Calon Kepala Sekolah (Si Cakep), Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS), dan lain sebagainya,” kata Ikhsan.

 

Sumber :

http://kw.pm.org/wiki/index.cgi?blku

Sinergi Pemkab dan Kemenag Kabupaten Kediri Gelar Diseminasi GERAMM

Sinergi Pemkab dan Kemenag Kabupaten Kediri Gelar Diseminasi GERAMM

Sinergi Pemkab dan Kemenag Kabupaten Kediri Gelar Diseminasi GERAMM

Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kediri bersama Pemerintah Kabupaten Kediri menyelenggarakan Diseminasi Peningkatan Kompetensi Pengawas Melalui Gerakan Ayo Membangun Madrasah (GERAMM) di aula atas Kantor Kemenag Kabupaten Kediri.

Bupati Kediri melalui Kepala Bakesbangpol, Drs. H. Mujahid, MM., menyampaikan bahwa mindset masyarakat Kabupaten Kediri kini tidak memandang sebelah mata pada madrasah. Bagi mereka, madrasah dinilai punya nilai lebih dalam pembelajaran dan outcome setelah lulus pendidikan.

“Jadi tematik terkait membangun madrasah ini sangat luar biasa. Madrasah dinilai bagus, tidak hanya menghasilkan kemampuan cerdas dalam hal akademis. Namun juga turut serta membangun pendidikan karakter,” jelasnya.
Baca Juga:

Upacara Haornas ke-36, Bupati Kediri Ajak Warganya Rajin Olahraga

Edarkan Sabu, Pekerja Catering Dibekuk Polsek Pare Kediri
UMKM Kabupaten Kediri Dilatih Pasarkan Produk Melalui Medsos dan Marketplace
Alhamdulillah, Para Bidan PTT Kabupaten Kediri Segera Terima SK CPNS

Dijelaskan lebih lanjut oleh Mujahid, pembangunan masyarakat Kabupaten

Kediri yang religius terkait dengan GERAMM, perlu mencermati empat aspek. Yakni aspek SDM, menajemen, anggaran dan infrastruktur sarana prasarana.

“Dari aspek peningkatan SDM menjadi perlu. Hal ini agar manusia di madrasah mampu memadai tuntutan tekstual dan kontekstual. Sehingga tercipta SDM yang memiliki karakter yang religius dan nilai akademisnya juga bersaing,” tambahnya.

“Begitu juga dengan aspek manajemen, dibuat manajeman yang baik dalam

mengelola madrasah. Didukung anggaran yang tepat sasaran program, efektif dan efisien serta akuntabel. Dalam hal sarpras, Pemkab juga sejak empat tahun lalu aktif memberikan bantuan rehab madrasah. Terdapat pula fasilitasi bantuan operasional untuk madrasah diniyah dan fasilitasi pendidikan non formal,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

Jatim Sabet Juara Tertinggi di Penghargaan Guru Berprestasi dan Berdedikasi

Jatim Sabet Juara Tertinggi di Penghargaan Guru Berprestasi dan Berdedikasi

Jatim Sabet Juara Tertinggi di Penghargaan Guru Berprestasi dan Berdedikasi

Pelaksana tugas atau Plt Dinas Pendidikan Jatim, Hudiyono menyambut kontingen guru Jawa Timur yang baru saja pulang dari Jakarta dalam perlombaan Guru Berprestasi dan Berdedikasi 2019, Senin (19/8/2019) di Dinas Pendidikan Jatim.

Sebanyak 24 orang guru tersebut telah menjadi juara di provinsi dan bertanding di tingkat nasional. Mereka menyabet 7 gelar juara, yakni 5 medali emas dan 2 Perak. Hasil yang diterima oleh Jawa Timur ini merupakan perolehan terbanyak dari daerah lainnya, disusul oleh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mendapatkan 5 medali emas dan 3 medali perunggu.

Selain perolehan medali atas guru berprestasi, juga terdapat 6 karya dari guru Jawa Timur yang mendapatkan hak paten. Serta terdapat salah satu inovasi guru yang akan dibawa ke tingkat internasional.

Menurut Hudiyono, keberhasilan ini adalah prestasi yang membuktikan bahwa

guru-guru Jawa Timur merupakan pendidik yang berkualitas. “Guru-guru ini membuktikan bahwa guru Jatim memiliki kompetensi yang mumpuni dan berkualitas, tugas selanjutnya adalah mempertahankan dan meratakan kualitas tersebut,” ujar Hudiyono.
Baca Juga:

Polisi Pastikan Kematian Bu Guru Karena Sakit
PGRI: Apa Kabar Kenaikan Pangkat Guru Fungsional di Jember Sejak 2016?
Unesa dan Pemkot Surabaya Komitmen Sediakan Guru
Honorer GTT K2 Bojonegoro Minta Kenaikan Tunjangan

Terkait pemerataan kompetensi dan kualitas guru, Hudiyono mengatakan bahwa zonasi merupakan salah satu cara dan strategi yang memiliki potensi besar dan baik. Pasalnya, ia menggambarkan bahwa sistem zonasi memungkinkan guru-guru mengangkat local wisdom atau kearifan lokal sebagai bekal dan dasar dalam berinovasi.

“Dengan zonasi, potensi besar untuk guru lokal mengasah dan memahami

potensi daerahnya. Kemudian dari aspek keterampilan, sosial dan inovasinya, lokal wisdom tersebut dapat diangkat. Intinya menggali kurikulum lokal sesuai dengan kearifan dan potensi lokalnya,” bebernya.

Selain itu, melalui zonasi, pemerataan kualitas guru juga dapat dipercepat, yakni dengan program Sekolah pengampu yang mana guru dan sekolah harus menjadi model dan tempat belajar bagi sekolah aliansinya.

“Sekolah pengampu harus memastikan sekolah aliansinya mampu memiliki

kompetensi yang sama, itu tugasnya. Akhirnya memiliki kualitas yang sama baiknya. Kalau perlu guru yang berprestasi bisa datang mengajarkan dan membimbing guru sekolah aliansi dalam membuat inovasi,” tambah Hudiyono.

 

Sumber :

https://pitchengine.com/danuaji/9999/12/31/no-headline/002518289542394003803

Tim Robot ITS Sukses Raih 14 Penghargaan FIRA di oleh

Tim Robot ITS Sukses Raih 14 Penghargaan FIRA di oleh

Tim Robot ITS Sukses Raih 14 Penghargaan FIRA di oleh

Kehebatan Tim Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali terbukti di ajang kancah internasional. Kali ini, dibuktikan dengan keberhasilan meraih 14 penghargaan dalam ajang Internasional FIRA Roboworld Cup 2019 di Changwon, Korea Selatan yang berakhir, Jumat (16/8/2019) lalu.

Pembina Tim Robotika ITS, Muhtadin ST MT mengakui, kompetisi ini merupakan lomba robot tahunan yang diselenggarakan oleh Federation of International Robot – Sport Association. ITS sendiri mengirimkan tiga tim robotnya yaitu robot terbang Bayucaraka, robot soccer beroda Iris, dan robot soccer humanoid Ichiro.

Dalam kompetisi dunia ini, Tim Ichiro dan Tim Iris masing-masing berhasil meraih 12 dan 2 penghargaan. Sayangnya, Tim Bayucaraka masih belum bisa meraih penghargaan pada kesempatan ini.

Penghargaan dari Tim Ichiro meliputi Juara 1 pada kategori Weightlifting

Humanoid Robot, Penalty Kick Humanoid Robot, Sprint Humanoid Robot Adult Size, Obstacle Run Humanoid Robot Adult Size, Sprint Humanoid Robot KidSize, dan Mini DRC Humanoid Robot KidSize. Selain itu juga sukses meraih Juara 2 Mini DRC Humanoid Robot Adult Size, Obstacle Run Humanoid Robot KidSize, Marathon Humanoid Robot Soccer Adult Size, dan All Round Humanoid Robot Adult Size. Kemudian Juara 3 Mini DRC Humanoid Robot KidSize dan All Round Humanoid Robot KidSize.

Muhtadin juga menjelaskan penghargaan yang telah sukses diraih Tim Ichiro tidak terlepas dari segala persiapan, riset, dan beberapa simulasi yang telah dilakukan untuk menyiapkan lomba ini. Namun terdapat beberapa kendala yang dihadapi. “Sehingga hal tersebut menjadikan Tim Ichiro kehilangan peluang yang lebih banyak untuk meraih penghargaan,” ungkap dosen Departemen Teknik Elektro ITS tersebut.

Pada kategori marathon, robot Ichiro gagal karena memiliki ukuran yang

paling besar di antara peserta robot lainnya. Ukuran kaki yang begitu kecil menimbulkan kesulitan untuk berjalan pada jalan yang miring. “Sehingga kestabilan robot tersebut sangat kecil,” tuturnya.

Ke depannya, Muhtadin mengatakan akan menambahkan sensor pada kaki robot. Sehingga robot Ichiro bisa menyesuaikan dengan medan yang ada. Sebenarnya, saat ini pun Muhtadin mengaku sudah melakukan riset tentang hal itu, namun masih belum diterapkan pada kompetisi tersebut. “Harapannya, pada kompetisi berikutnya sudah bisa diterapkan,” lanjutnya.

Sedangkan pada Tim Iris, Muhtadin mengakui sebenarnya robotnya sudah

bagus ketika berjalan secara otomatis. Namun ketika pada perlombaan, ternyata sistem jaringan internet atau wi-fi sangatlah padat. Sedangkan perangkat yang dimiliki oleh Tim Iris sama sekali tidak bisa terkoneksi. Sehingga fungsi otomatis tidak bisa berjalan sama sekali.

 

Sumber :

https://www.quibblo.com/story/DbAY-Ptn/Meaning-of-Explanation-Text