Pengertian Dan Jenis Wawancara

Pengertian Dan Jenis Wawancara

 

Pengertian Dan Jenis Wawancara
Pengertian Dan Jenis Wawancara

 

Pengertian Dan Jenis Wawancara

Pengertian Dan Jenis Wawancara. Pernahkah anda mengalami hal dimana anda diberi pertanyaan oleh seseorang. ? Dan apakah anda pernah melaksanakan penelitian kemudian melakukan metode wawancara dalam melakukan pengumpulan data. Untuk melakukan wawancara yang baik hal yang harus dilakukan adalah memungkinkan sumber berita mengatakan apa yang  sebenarnya dipikirkannya, bukan memikirkan apa yang  hendak dikatakannya.

Wawancara adalah merupakan Suatu percakapan langsung dengan tujuan-tujuan tertentu dengan menggunakan format  tanya – jawab.

Wawancara juga dapat dikatakan sebagai tanya –jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau pendapatnya tentang suatu hal atau masalah.

Tujuan Dari Wawancara adalah untuk mengumpulkan data dan fakta dalam rangka penyusunan berita, agar menjadi berita yang memenuhi persyaratan sehingga layak dimuat di media massa.  Kegiatan wawancara bertujuan menggali sebanyak mungkin informasi  untuk mendapatkan jawaban yang  bernilai penting, menarik,  dalam, dan secara psikologis berkaitan dengan manusia.

Wawancara berdasarkan fungsinya

  1. Wawancara riset: dilakukan sebagai metode memperoleh data / informasi tertentu tentang suatu fenomena yang  diteliti
  2. Wawancara diagnostik /assessment :  berfungsi  untk melakukan pemeriksaan psikologis
  3. Wawancara terapiutik : biasanya terjadi dalam helping  relatonship,  fungsinya untuk konseling, terapi,  pemulihan dan bentuk pendampingan psikologis lainnya.
  4. Bentuk Wawancara Berdasarkan Tujuan :
  5. Wawancara pekerjaan :  untuk kepentingan bekerja,  seleksi dan promosi
  6. Wawancara Informatif : untuk memperoleh informasi,  misal wawancara yang dilakukan oleh seorang reporter.
  7. Wawancara administratif :  untuk mendisiplinkan aturan, dalam artian seorang siswa mendapatkan bimbingan oleh seorang guru tentang aturan didalam sekolah
  • Wawancara konseling (intake inerview): untuk mengetahui permasalahan yang terjadi pada klien dalam rangka membantu mengatasi masalah klien.

Jenis Wawancara

  1. Wawancara berita (news peg interview) yaitu ,wawancara yang dilakukan untuk memperoleh keterangan , konfirmasi atau pandangan narasumber tentang suatu masalah atau peristiwa.
  2. Wawancara Informatif (informative interview) biasanya digunakan oleh seorang “ ahli ” untuk  mengungkap sebuah isue atau kejadian .
  3. Wawancara Pribadi (personel interview) yaitu wawancara untuk memperoleh data tentang pribadi dan pemikiran seseorang ( narasumber ). Berita yang dihasilkan berupa profil narasumber , meliputi identitas pribadi , perjalanan hidupnya dan pandangan – pandangannya mengenai berbagai masalah yang terkait profesinya . Biografi .
  4. Wawancara Menghibur ( Entertainment Interview) Seorang , aktor , atau penyanyi terkenal namun tujuan utama dari wawancara ini adalah Menghibur. Sehingga topik yang dipilih bukanlah masalah yang serius . Diharapkan anekdotatau cerita lucu dari narasumber .
  5. Wawancara Ekslusif (exclusive inteview ) yaitu wawancara yang dilakukan seseorang wartawan atau lebih ( tetapi berasal dari satu media) secara khusus berkaitan masalah tertentu di tempat yang telah disepakati bersama .

 

Wawancara Keliling / Jalanan (man in the street interview) yaitu

wawancara yang dilakukan seorang wartawan dengan menghubungi berbagai interview secara terpisah yang satu sama lain mempunyai kaitan dengan masalah atau berita yang akan ditulis . Misalnya , ada peristiwa kebakaran .

Wawancara Kelompok (symposium interview). Wawancara ini dilakukan lebih dari satu orang sumber berita dalam satu kesempatan. Kesempatan seperti ini biasanya muncul ketika terjadi peristiwa bencana alam atau kriminalitas, namun bisa juga untuk keperluan menulis feature keluarga yang berhasil

Wawancara Emosional (Emotional Interview) Menunjukkan perasaan orang yang  diwawancara ,  misalnya :  korban penggusuran atau korban perampokan

Wawancara Pro – kontra atau Menantang ( Challenging Interview) Bertujuan untuk mendapatkan konfirmasi ;  penjelasan ,  pembelaan dan komentar terkait isu kontroversial .

Sumber : http://energywatch.co.id/tips-memilih-pendidikan-luar-sekolah-yang-tepat/

Walikota Bandung Siap Jadi Tour Guide

Walikota Bandung Siap Jadi Tour Guide

Walikota Bandung Siap Jadi Tour Guide

Walikota Bandung Siap Jadi Tour Guide
Walikota Bandung Siap Jadi Tour Guide

BANDUNG-Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan,dirinya siap

menjadi pemandu wisata (tour guide), jika ada  wisatawan asing yang menghendakinya.

Namun menurut Walikota, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh wisatawan jika ingin memakai jasanya sebagai tour guide.

“Tentu ada syarat yang harus ditempuh para turis jika ingin wisatanya

ditemani oleh saya,” ucapnya.

Walikota mengatakan, syarat bagi grup turis yang akan dipandunya tidak terlalu berat, hanya cukup mau berkontribusi dengan warga Kota Bandung, seperti menyediakan grobak baca, beasiswa bagi anak-anak hingga membantu warga menyiapkan sumur resepan serta bentuk bantuan lainnya.

“Bagi turis cukup menyediakan grobak baca,

itu tidak mahal dan mudah atau memberikan beasiswa bagi anak-anak,” katanya.

 

Baca Juga :

 

 

Pers: Peran, Fungsi dan Pengaruh pada Tahun Politik

Pers Peran, Fungsi dan Pengaruh pada Tahun Politik

Pers: Peran, Fungsi dan Pengaruh pada Tahun Politik

Pers Peran, Fungsi dan Pengaruh pada Tahun Politik
Pers Peran, Fungsi dan Pengaruh pada Tahun Politik

BANDUNG-Sesuai jadwal pentahapan, 9 April 2014, Pemilihan Umum (Pemilu)

Legislatif 2014 bakal digelar. Sekitar 185 juta pemilih akan memilih anggota DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, DPR RI, dan DPD RI.

Tentu saja, penyelenggara dan peserta Pemilu 2014 sudah mempersiapkan diri. Dengan demikian, pesta demokrasi lima tahunan ini diharapkan berjalan tertib, lancar, jujur, dan adil sehingga bisa menghasilkan anggota legislatif yang berkualitas, jelas Ketua Mappilu PWI Jabar, Neo Firman dalam rfeleasenya yang diterima redaksi jabarprov.go.id, Senin (17/2) sore.

Menurutnya, Pemilu 2014 tetap menyimpan potensi konflik vertikal dan horizontal. Konflik dipicu adanya perbedaan pandangan politik, fanatisme dan loyalitas yang tinggi untuk mendukung masing-masing calonnya. Namun, konflik vertikal maupun horizontal antar pendukung masing-masing calon dapat dikendalikan dan dicegah jika para elite politik dan para pendukungnya memiliki kedewasaan berpolitik.

Disadari bersama bahwa 2014 adalah tahun politik. Dengan demikian, tidak bisa dipungkiri,

akan banyak kepentingan dari berbagai kelompok yang terlibat dalam kontestasi politik untuk memanfaatkan pers atau media massa sebagai alat atau corong untuk menyuarakan kepentinganya.

Dalam Pemilu 2014, pers akan berkonstribusi pada naik turunya “tensi politik” baik secara nasional maupun regional. Pers akan dimanfaatkan dan memanfaatkan momen-momen ini. Jika pers tidak berhati-hati, akan terpeleset pada kecenderungan pelanggaran kode etik jurnalistik serta mengabaikan prinsip cover both sides.

Untuk itu, pers dituntut untuk meningkatkan profesionalitas dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalistiknya. Paling tidak, hal itu sebagai sikap kewaspadaan terhadap kecenderungan pemanfaatan media atau pers oleh kelompok-kelompok kepentingan tertentu.

Didasarkan peran dan fungsinya yang sangat strategis itu, kami, kalangan pers di Jawa Barat,

menyadari pentingnya masukan, dorongan, kajian, bahkan kritikan dari seluruh stake holder agar pelaksanaan peran dan fungsi pers berjalan optimal, khususnya dalam penyajian informasi terkait dinamika politik saat ini.

Untuk itu, Masyarakat Pers Pemantau Pemilu- Persatuan Wartawan Indonesia (Mappilu PWI) Jawa Barat dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014 akan menggelar diskusi publik dengan tema: ”Pers: Peran, Fungsi dan Pengaruh pada Tahun Politik”. Diskusi akan digelar Rabu, 19 Februari 2014, pukul 9.00 – 13.30 wib, di Parahiyangan Room Hotel Horison, Kota Bandung.

Hadir sebagai Pembicara Kunci Ketua Umum PWI Margiono, yang akan menyampaikan materi ”Peran Pers pada Tahun Politik”, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (”Mengurai Sinergitas Kenerja Pemerintahan dengan Pers”), Kapolda Jawa Barat (”Dampak Kinerja Pers terhadap Situasi Kamtibmas”), Ketua Bawaslu Jawa Barat (”Sinergitas Kinerja Pers dan Bawaslu pada Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu”), Ketua KPU Jawa Barat (”Sinergitas Kinerja Pers dan KPU dalam Pelaksanaan Pemilu yang Berkualitas”), dan Dr Asep Warlan Yusuf (”Pers dan Penyikapan terhadap Kepentingan Politik”).

 

Sumber :

https://scalar.library.yorku.ca/education/ciri-ciri-bakteri

Kapolda: Tak Berani Tembak di Tempat, Pakai Rok Saja

Kapolda Tak Berani Tembak di Tempat, Pakai Rok Saja

Kapolda: Tak Berani Tembak di Tempat, Pakai Rok Saja

Kapolda Tak Berani Tembak di Tempat, Pakai Rok Saja
Kapolda Tak Berani Tembak di Tempat, Pakai Rok Saja

BANDUNG- Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Mochamad Iriawan, para Kapolres

yang tidak berani melakuan tembak ditempat terhadap keberadaan geng motor yang telah melakukan criminal dan mengganggu masyarakat untuk mengganti celananya dengan memakai rok.

Menurut Iriawan, instruksi tersebut disampaikannya saat bertemu dengan seluruh Kapolres, setelah dirinya menjabat menjadi Kapolda Jabar beberapa hari setelah sertijab.
“Saya kumpulkan semua kapolres, saya tanya kepada mereka. Apa kerja kamu kalau geng motor tidak bisa kamu atasi? Ada senjata, punya kewenangan, tapi diam saja. Kasihan masyarakat cemas,” ucapnya.

Iriawan menceritakan, saat dirinya menayakan perihal tersebut, sejumlah Kapolres

hanya dian dan tidak menjabar pertanyaan yang dilontakannya, termasuk saat ditanya berani tidak menembak anggota geng motor pelaku kriminal, mereka pun juga diam.

“Kamu berani tidak tembak di tempat?. Saya bilang ya sudah ukur celananya, ganti pakai rok,” tutur Irawan, kepada peserta diskusi seputar geng motor di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung, Rabu (19/02).

Setelah dirinya menyampaikan itu, menurut Irawan, seluruh Kapolres

akhirnya menyatakan untuk melakukan tembak di tempat terhadap geng motor pelaku kriminal.

“Tentu jangan sembarangan tembak ditempat tetapi harus sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP),” katanya.

 

Sumber :

https://mentors.teachable.com/blog/98536/understanding-objectives-benefits-of-scientific-work

Jakarta Bebas Topeng Monyet

Jakarta Bebas Topeng Monyet

Jakarta Bebas Topeng Monyet

Jakarta Bebas Topeng Monyet

Ini merupakan suatu artikel yang saya buat sendiri mengenai langkah awal kinerja Gubernur D.K.I

Jakarta di masa mendatang yang berkaitan dengan gencarnya pemberitaan ditelevisi maupun dunia maya.

Akhir – akhir ini kita sering mendengar berita bahwa di tahun 2014 nanti akan diterapkan Jakarta bebas “topeng monyet”, dimana itu suatu langkah kerja nyata Gubernur D.K.I Jakarta. Begitu banyak media pemberitaan yang membahas canangan Gubernur Jakarta Pak Jokowi, dengan seiring waktu banyak persepsi orang yang mulai muncul bersamaan dengan pemberitaan ini. Berbagai macam spekulasi bermunculan antara yang pro dengan yang kontra, dimana masing – masing kubu memiliki pendapat yang berbeda – beda. Canangan bapak Jokowi ini memang dibilang lumayan ekstrem, karena kenapa? Karena topeng monyet itu sendiri sudah dari tahun 80-an menjadi hiburan warga jakarta maupun di beberapa daerah, suguhan ala rakyat kecil yang mampu membuat banyak orang tertawa riang melihat aksi sang monyet yang bisa memainkan segala jenis peran yang memang dari awal sudah diajarkan oleh sang empunya.

 

Mulai dari adegan naik motor – motoran, adegan berperang, berguling – guling

adegan berdadan dengan kaca kecil, adegan memakai topeng, dan lain sebagainya. Setiap hari suguhan ini menarik konsumen dimana pun mereka berada terutama anak – anak kecil yang memang pada dasarnya menyukai aksi dari topeng monyet tersebut. Hanya dengan beberapa rupiah anak – anak kecil di jakarta bisa menonton topeng monyet secara langsung tanpa harus repot – repot.

 

Ada baiknya langkah pemerintah ini kita apresiasi, karena langkah penerapan Jakarta

bebas topeng monyet dapat memberi dampak yang baik bagi kesehatan dan keamanan para warga Jakarta. Monyet – monyet yang sering digunakan para tukang topeng monyet ini ternyata teridentifikasi di virus rabies dimana jika kita terkena gigitan atau cakaran monyet itu maka bisa menyebabkan sakit bahkan kematian. Tidak hanya dilihat dari segi kesehatannya, tetapi dari segi mental para monyet dimana disini monyet – monyet ini disiksa oleh sang majikan saat melakukan pelatihan sebelum turun kejalan untuk mencari uang. Monyet – monyet ini disiksa begitu kejamnya sehingga membuat monyet secara psikologi terganggu akibat kekerasan.

 

Monyet – monyet yang biasa dipakai sebagai topeng monyet adalah

jenis monyet ekor panjang, dimana di habitat alamnya sudah mulai mengalami kepunahan akibat ulah manusia. Hewan ini termasuk kedalam kategori hewan yang dilindungi pemerintah.

Monyet – monyet ini ada baiknya kita rawat dan jaga sebaik mungkin, jangan pernah menyakiti apa lagi sampai menyiksanya karena mereka juga makhluk hidup sama seprti manusia yang memiliki perasaan mereka juga bisa menangis, terluka, dan sakit apabila diperlakukan tidak baik. Jadi sayangilah setiap makhluk hodup yang ada terutama binatang karena mereka semua ciptaan Tuhan yang harus kita cintai dan kita sayangi.

Baca Juga :

Pengaruh Bauran Pemasaran Pada Siswa Madrasah Aliyah

Pengaruh Bauran Pemasaran Pada Siswa Madrasah Aliyah

Pengaruh Bauran Pemasaran Pada Siswa Madrasah Aliyah

Pengaruh Bauran Pemasaran Pada Siswa Madrasah Aliyah
Pengaruh Bauran Pemasaran Pada Siswa Madrasah Aliyah

Kerangka Teori

Pengertian Bauran Pemasaran

Pengertian marketing mix lainnya adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan lain dari sistem pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi. Keempat variabel tersebut dapat dikombinasikan dan saling berkaitan satu sama lain sehingga keputusan di satu bagian akan mempengaruhi tindakan dibagian lain, sebagaimana halnya konsep sistem.

 

Produk (product)

Menurut Kotler dan Armstrong (2001:346),  produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.

Produk adalah  segala sesuatu yang meliputi obyek fisik, jasa, tempat, organisasi, gagasan, ataupun pribadi yang dapat ditawarkan produsen untuk diminta, dicari, dibeli, digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan dan keinginannya.

 

Produk dapat digolongkan menurut tingkat pemakaiannya sebagai berikut :

    1. Produk Tahan Lama (Durable Goods)

Barang – barang yang secara normal dapat dipakai berkali – kali, bisa digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama. Misalnya ; pakaian, kacamata, penggaris, dan sebagainya.

 

Produk Tidak Tahan Lama (Non Durable Goods)

Barang – barang yang secara normal hanya digunakan satu kali atau beberapa kali saja, artinya sekali barang itu digunakan akan habis dan rusa. Misalnya ; sabun, makanan, dan sebagainya.

    1. Jasa

Kegiatan, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Misalnya ; jasa potong rambut, jasa reparasi, jasa pendidikan, dan sebagainya.

Produk dapat digolongkan menurut tujuan pemakaiannya sebagai berikut :

    1. Produk konsumsi ; produk yang dibeli untuk dikonsumsikan.

Berdasarkan kebiasaan membeli konsumen produk dikelompokkan lagi menjadi 3 golongan, yaitu :

– Produk Konvenien

– Produk Shopping

– Produk Spesial

  1. Produk Industri ; barang yang dibeli untuk diproses kembali atau untuk kepentingan perusahaan. Produk industri dibedakan lagi menjadi 5 golongan sebagai berikut :- Bahan baku- Komponen dan barang setengah jadi- Perlengkapan operasi- Instalasi-Peralatan ekstra

 

 Harga (price)

Harga adalah apa yang harus diberikan oleh pembeli untuk mendapatkan suatu produk (Lamb,dkk, 2001:56). Harga adalah nilai pertukaran atas manfaat produk bagi konsumen maupun bagi produsen yang umumnya dinyatakan dalam satuan moneter (rupiah, dollar, yen, ruppe, dan sebagainya).

Faktor penentu harga :
Faktor Internal

– Tujuan pemasaran (biaya, penguasaan pasar, dan usaha)

 

– Strategi marketing-mix (aspek harga dan non-harga)

 

– Organisasi (struktur, skala, dan tipe
Faktor eksternal

 

– Elastisitas permintaan dan kondisi persaingan pasar

 

– Harga pesaing dan reaksi pesaing terhadap perubahan harga

– Lingkungan eksternal yang lain, lingkungan mikro maupun lingkungan makro

Tahap penentuan harga :

 

  1. Memilih tujuan dan orientasi harga
  2. Memperkirakan permintaan produk dan perilakunya
  3. Memperkirakan biaya dan perilakunya
  4. Melakukan analisis perilaku pesaing
  5. Menyesuaikan harga akhir

Promosi (promotion)

Menurut Kotler dan Amstrong (2001:74),  promosi merupakan aktivitas mengkomunikasikan keunggulan produk serta membujuk pelanggan sasaran untuk membelinya. Peran promosi dalam bauran pemasaran adalah menghasilkan pertukaran yang saling memuaskan dengan pasar yang dituju melalui penyampaian informasi mendidik, membujuk, atau mengingatkan mereka akan manfaat suatu organisasi atau suatu produk.

Menurut Irwan, dkk. (153: 1996). Inti promosi adalah komunikasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan agar komunikasi berjalan efektif adalah sebagai berikut:

– Apa yang akan disampaikan?Merupakan isi pesan yang akan disampaikan.
– Kepada siapa akan disampaikan?Merupakan sasaran komunikasi.
– Siapa yang akan menyampaikan?Merupakan komunikator yang akan menyampaikan.
– Bagaimana cara menyampaikan?Merupakan media apa yang akan dipakai.
Kapan disampaikan?Merupakan waktu dari kegiatan komunikasi.

Beberapa macam media untuk promosi sebuah produk :

  • Media periklanan berupa ;
  1. Media cetak (printed matters) berupa koran, majalah, iklan pos, katalog, buletin, tiket.
  2. Media elektronik berupa  radio, film, komputer, telepon, faksimil, video.
  3. Pajangan di luat (outdoor) berupa poster, pamflet, papan reklame, spanduk.

Jenis periklanan :

  • Periklanan lembaga atau institusi (bank, biro jasa, supermarket)
  • Periklanan merk (toyota, pepsoden, panadol)
  • Periklanan jenis barang tertentu (iklan pelayanan masyarakat)
  • Periklanan penjualan (pada kesempatan – kesempatan tertentu)

Periklanan dapat dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu :

  • Periklanan informatif
  • Periklanan persusasif
  • Periklanan yang mengingatkan kembali

Sumber : https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/11143-campuran-homogen-heterogen-dan-macamnya

Strategi Promosi dan Iklan

Strategi Promosi dan Iklan

Strategi Promosi dan Iklan

Strategi Promosi dan Iklan
Strategi Promosi dan Iklan

1) Pengertian Komunikasi Pemasaran

Pemasaran itu sendiri adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang-jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Komunikasi pemasaran adalah salah satu kegiatan pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi, dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan maupun produk agar bersedia menerima, membeli, dan setia kepada produk yang ditawarkan produsen.

2) Pentingnya Komunikasi yang Efektif

Komunikasi yang efektif sangat diperlukan sekali dalam suatu kegiatan pemasaran karena dengan komunikasi kita dapat bekerja dengan baik. Karena komunikasi itu sendiri adalah anugerah tuhan yang memang sudah seharusnya kita lakukan dalam kegiatan sehari-hari, dengan berkomunikasi kita dapat saling memberitahukan kepada yang lain apabila terjadi sesuatu baik dalam pemrosesan bahan-bahan produk, pendistribusian, dan lain sebagainya. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan yang merupakan gagasan atau informasi pengirim melalui suatu media kepada pihak penerima agar mapu menerima dan memahami maksud pengirim.

 

3) Periklanan

Periklanan adalah komunikasi non-individual, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu yang lainnya.

Penjualan Tatap Muka

Tenaga penjualan atau personal selling  merupakan alat promosi perusahaan yang banyak melibatkan komunikasi langsung (personal) antara perusahaan dengan konsumen, baik secara perorangan maupun kelompok. Tenaga penjualan seperti ini sangat diperlukan unyuk promosi perusahaan dimana unsur volume dan harga merupakan penentu utama bagi pembeli.

 

Hubungan Masyarakat

Alat komunikasi pemasaran yang lain adalah kegiatan relasi publik atau hubungan masyarakat (public relation) untuk membina publisitas perusahaan dan produknya. Kegiatan hubungan masyarakat adalah kegiatan manajemen dirancang untuk membentuk dan membina sikap dan perilaku masyarakat terhadap perusahaan. Kegiatan ini tidak dapat secara keseluruhan dikendalikan oleh perusahaan.

Berikut tujuan-tujuan relasi publik :

  1. Menciptakan kesadaran masyarakat
  2. Membina kredibilitas
  3. Merangsang kegiatan penjualan dan perantara
  4. Mendukung dan mengkompetisir kegiatan promosi

 

Berikut ini media atau alat-alat kegiatan hubungan masyarakat :

  1. Berita-berita yang netral
  2. Seminar loka-karya dll
  3. Kejadian atau peristiwa khusus
  4. Pelayanan masyarakat
  5. Informasi tertulis
  6. Lobi dengan publik

 

Promosi Penjualan

Promosi penjualan adalah alat promosi yang merupakan perangsang bagi konsumen untuk segera melakukan pembelian, umumnya bersifat jangka pendek, promosi penjualan dapat personal maupun non-personal.

Pemasaran Langsung

Kegiatan yang dilakukan langsung antara pihak perusahaan dengan masyarakat untuk membentuk pola pikir masyarakat tersebut mengenai perusahaan dan produk yang dihasilkan, juga untuk memberikan peluang membeli dan terus menggunakan produk tersebut.

Sumber : https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/11142-rumus-volume-tabung

Invetasi DI Jabar Melejit

Invetasi DI Jabar Melejit

Invetasi DI Jabar Melejit

Invetasi DI Jabar Melejit
Invetasi DI Jabar Melejit

BANDUNG–Sepanjang tahun 2014 , investasi Jabar mengalami peningkatan

dibandingkan tahun 2013. Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) Jabar Dadang M. Masoem mengatakan, untuk tahun 2014 investasi yang ditargetkan RPJM Jabar adalah Rp 85,5 triliun, realisasinya ternyata jauh melebihi itu.

“Mencapai Rp Total Rp. 108,89 triliun, mencakup 24.788 proyek dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 396.083 orang,” ujarnya Jumat.

Untuk investasi non SPIPISE (LKPM) sendiri, sepanjang tahun 2014

terealisasi sebesar Rp 19,18 triliun mencakup 22.065 proyek dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 21.597 orang. Perinciannya pada triwulan I Rp 4,17 triliun (7.315 proyek), triwulan II Rp 5,09 triliun (4.823 proyek), triwulan III Rp 3,85 triliun (4.547 proyek), dan triwulan IV Rp 6,05 triliun (5.380 proyek).

Realisasi investasi di Jawa Barat (Jabar) tahun 2014, jauh melebihi target yang ditetapkan. Baik target dari Pemerintah pusat, lewat mekanisme Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang menggunakan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi secara Elektronik (SPIPISE), maupun target yang ditetapkan dalam Rencana pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Jabar.

“Hal ini menunjukan bahwa Jabar masih menjadi daerah tujuan utama untuk berbagai kegiatan investasi,” ujarnya.

Menurut Dadang target yang ditetapkan lewat SPIPISE(LKPM)

untuk Jabar adalah Rp 72,8 triliun, sedangkan realisasi investasi yang berlangsung sepanjang 2014 mencapai Rp 89,7 triliun. mencapai Terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN sebesar Rp 18,72 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 70,98 triliun.

Untuk realisasi PMDN meliputi investasi di 330 proyek, dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 63.335 orang. Sedangkan realisasi PMA mencakup 2.393 proyek investasi dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 311.261 orang.

“Secara keseluruhan, realisasi investasi SPIPISE (LKPM) di Jawa Barat sepanjang 2014, mencakup 2.723 proyek dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 374.486 orang. Artinya target penyediaan 2 juta lapangan pekerjaan pada 2018 nanti, tampaknya akan bisa dilampaui,” katanya. jo

 

Baca Juga :

 

 

Harga Beras Dipenggilingan Naik 7,75%

Harga Beras Dipenggilingan Naik 7,75%

Harga Beras Dipenggilingan Naik 7,75%

Harga Beras Dipenggilingan Naik 7,75%
Harga Beras Dipenggilingan Naik 7,75%

BANDUNG-Berdasarkan transaksi dari 156 kegiatan di Jabar

yang terpantau BPS Jabar, harga rata-rata gabah kering giling (GKG) di tingkat petani mencapai Rp5.255 per kg atau naik 0,86% dibandingkan Januari.

“Untuk harga beras ditingkat penggilingan rata-rata sebesar

Rp 10.053,33 per kg atau naik 7,75 % dibandingkan harga beras Januari,” ujar Doddy Gunawan, Kepala Bidang Distribusi BPS Jabar.

Ia mengatakan kenaikan harga beras ditingkat

penggilingan tentunya membuat harga beras ditingkat konsumen juga ikut naik. “Tapi mendekati musim panen harga akan kembali turun,” ujarnya.

Ia menyebutkan harga tertinggi untuk beras ditingkat penggilingan terjadi di wilayah Indramayu sementara terendah di Bogor dan Sukabumi.

 

Sumber :

http://forum.detik.com/ciri-kingdom-animalia-t2062117.html

Industri Perbankan Tak Sekadar Rekrut Profesional

Industri Perbankan Tak Sekadar Rekrut Profesional

Industri Perbankan Tak Sekadar Rekrut Profesional

Industri Perbankan Tak Sekadar Rekrut Profesional
Industri Perbankan Tak Sekadar Rekrut Profesional

Bandung –  Industri perbankan ikut bertanggung jawab mencetak profesional

di sektor perbankan dan tidak sekadar merekrut profesional untuk memperkuat bisnisnya.

Hal itu dikatakan Presiden Komisaris Bank OCBC NIP Pramukti Surjaudaja pada workshop tentang profesionalisme perbankan di Bandung, Senin.

“Perbankan tidak sekadar mencomot profesional yang handal

di bidangnya, tapi juga memiliki tanggung jawab mencetak profesional di bidangnya,” kata Pramukti pada diskusi bertajuk “Menciptakan Para Profesional Muda Dalam Industri Perbankan” di Gedung De-Vries Bandung.

Ia menyebutkan perbankan juga memiliki visi dan misi terutama menjelang pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dimana untuk sektor perbankan mulai bergulir 2020. Meski masih lima tahun lagi memasuki MEA, namun menurut dia pada hakekatnya sektor perbankan sudah lebih dulu memasukinya.

“Meski mulai 2020, namun sebenarnya sektor perbankan sudah

lebih dulu memulainya . Tapi mungkin ke depan masuk ke semua sektor termasuk sumber daya manusianya, sehingga SDM kita harus memiliki daya saing,” katanya. jo

 

Sumber :

http://forum.detik.com/apa-itu-daya-energi-t2062119.html