Sejarah Misteri Istana Presiden Indonesia

Sejarah Misteri Istana Presiden

Sejarah Misteri Istana Presiden

Sejarah Misteri Istana Presiden
Sejarah Misteri Istana Presiden

Sobat, dunia gaib memang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan di dunia. Meski wujudnya tidak nyata terlihat, namun kehadirannya bisa dirasakan. Mereka layaknya manusia, mempunyai tempat-tempat yang dijadikan sebagai kediaman. Kali ini kita akan Mengungkap Misteri Istana Presiden yang katanya ada ‘penunggu’ nya. Bagaimana kengeriannya?

Salah satu istana presiden yang dikenal angker adalah Istana Negara Jakarta atau Istana Merdeka

Cerita misteri pernah dialami Inayah, putri Alm Gus Dur, dimana Ia sering mendengar suara-suara aneh dalam istana tersebut. Biasanya suara-suara tersebut berasal dari sayap kiri istana, dekat kantor staf Kepresidenan.

Selain itu sering terjadi kondisi dimana televisi yang tiba-tiba hidup sendiri, padahal sebelumnya dalam posisi tidak menyala. Misteri yang dianggap mengejutkan adalah saat pecahnya meja marmer yang selama ini menjadi alas Presiden menandatangani surat pengangkatan pembantunya.

Peristiwa tersebut terjadi pada saat Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengangakat meja marmer

Saat itu  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai menandatangani dokumen pengangkatan Albert Hasibuan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden untuk bidang HAM menggantikan Jimly Assidiqie.

Seperti terkena pukulan keras, meja marmer tersebut pecah berantakan seperti terkena pukulan benda keras. Padahal marmer tersebut berkelas, dan kualitas yang semakin tua semakin kuat. Peristiwa ini membuat Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono kaget. Demikian juga para tamu dan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, yang hadir dalam acara tersebut.

Istana lain yang juga dianggap angker adalah Istana Negara Bogor

Dikisahkan bahwa ada seorang peserta penataran sebuah instansi yang usil berkunjung ke Istana Bogor.  Saat itu Ia menertawakan  patung perunggu berwujud wanita tanpa busana. Dengan sengaja Ia meletakkan  bulu-bulu wol, rontokaan dari karpet di bagian terlarang patung tersebut.

Esok harinya ia terperanjat sewaktu menemukan bulu-bulu serupa ada di kantung celananya. Karena menganggap ada orang yang sedang menjailinya, maka ia segera memberi komentar yang tak patut.

Baca juga artikel:

Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe)

Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe)

Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe)

Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe)
Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe)

Cabai atau cabai merah atau juga Chili adalah buah dan tumbuhan anggota (Genus Capsicum). Buahnya dapat di golongkan sebagai Sayur-sayuran maupun Bumbu, Tergantung bagai mana di pergunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia tenggara sebagai penguat rasa makanan. Nah…. Bagi seni masakan Padang cabai bahkan dianggap sebagai bahan makanan Pokok, yang ke 10 (Alih-alih 9) Dan sangat sulit bagi masakan padang di buat tampa cabai Tersebut.

Pemeliharaan Tanaman Cabai (Cabe)

Penyulaman budidaya cabe di lakukan sampai umur tanaman 3 minggu. Apalagi umur tanaman cabe telah terlalu tua dan masih terusdi sulam mengakibatkan pertumbuhan tanaman cabe tidak seragam. Berpengaruh terhadap pengendalian hama penyakit.

Perempelan Dan Pengikatan Tanaman Budidaya Cabai (Cabe)

 Perempelan tunas samping, Perempelan tunas samping di lakukan pada tunas yang keluar di ketiak daun, Yang bertujuan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, Agar tanaman cabai (Cabe) tumbuh kekar dan kuat. Di samping itu juga menjaga kelembaban pada saat tanaman cabe telah dewasa. Di lakukan sampai pembentukan cabang utama, Di tandai munculnya bunga pertama.

Perempelan Daun

Perempelan daun di lakukan pada umur 80 hari setelah tanam pada Daun-daun di bawah cabang utama dandaun tua/terserang penyakit.

  1. Sanitasi Lahan Budidaya Cabai (Cabe) : Sanitasi lahan budidaya cabe Meliputi : Pengendalian gulma/rumput, Pengendalian air pada saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan air, Tanaman cabe terserang hama penyakit di singkirkan dari area penanaman.
  2. Pengairan Budidaya Cabai (Cabe) : Pengairan budidaya cabe di lakukan secara terukur, Dengan penggenangan atau pengeleban seminggu sekali apabila tidak turun hujan. Penggenangan jangan telalu tinggi, Batas penggenangan hanya 1/3 dari tinggi bedengan.

Pemupukan Susulan Budidaya Cabai (Cabe)

  1. Pupuk Akar

Pemupukan akar di berikan dengna cara pengocoran :

  1. Umur 15 hst dan 30 hst, dosis 3kg NPK 15-15-15 di larutkan dalam 2001t air, Untuk 1000 tanaman, Tiap tanaman cabai (Cabe) 200 ml.
  2. Umur 45 hst dan 60 hst, Dosis 4kg NPK 15-15-15 di larutkan dalam 200lt air, Untuk 1000 tanaman, Tiap tanaman cabai (Cabe) 200 ml.
  3. Umur 75 hst, 90 hst dan 105 hst, Dosis 5kg NPK 15-15-15 Di larutkan dalam 200lt air, Untuk 1000 tanaman,Tiap tanaman cabai (cabe) 200 ml
  4. Pupuk Daun
  5. Kandungan nitrogen tinggi di berikan umur 14 hst dan 21 hst.
  6. Kandungan Phospat, Kalium dan mikro tinggi di berikan umur 35 hst dan 75 hst.

Virus Tanaman Cabai (Cabe)

Virus tanaman cabai (Cabe) adalah (TMV, TEV, TRV, CMV, TRSV, CTV, DAN PVY). Virus merupakan penyakit yang sangat berpotensi yang menimbulkan kegagalan budidaya cabai atau cabe tersebut,Terutama di musim kemarau. Gejala serangan pada umumnya di tandai pertumbuhan tanaman cabai mengecil atau mengerdil, Dan daun mengeriting dan terdapat bercak kuning Kebasah-basahan.

Penyakit virus sampai saat ini belum di temukan pengendalian atau penangkalnya. Penyakit seperti ini di tularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melalui vektor atau penular. Beberapa hama yang sangat berpotensi penular virus diantaranya adalah, (thrips, kutu daun, kutu kebul, dan tungau), Manusia dapat juga berperan sebagai penular Virus. Baik melalui pertanian maupun tangan, Terutama pada saat perempelan.

Beberapa upaya penanganan virus antara lain adalah : Mmembersihkan gulma (Gulma berpotensi menjadi inang virus) Mengendalikan hama/serangga penular virus, Dan memusnahkan tanaman cabai (cabe) yang terserang, Membersihkan alat dan memberi pemahaman kepada tenaga kerja agar tidak ceroboh pada saat melakukan penanganan terhadap tanaman cabai (Cabe).

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe) tersebut, Semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung blog ini.

 

Sumber: https://www.duniabudidaya.co.id

Pengenalan Singkat Tentang Cabe Rawit

Pengenalan Singkat Tentang Cabe Rawit

Pengenalan Singkat Tentang Cabe Rawit

Pengenalan Singkat Tentang Cabe Rawit
Pengenalan Singkat Tentang Cabe Rawit

Panjang 5-9,5 cm, Lebar 1,5-5,5 cm, Berwarna hijau bunga keluar dari ketiak daun. Mahkota berbentuk bintang, Bunga tunggal atau 2-3 bunga yang letaknya berdekatan, Berwarna putih, Putih kehijauan, Kadang-kadang ungu. Buahnya buah buni, Tegak Kadang-kadang merunduk, yang berbentuk bulat telur, Lurus atau bengkok, Ujung meruncing, Panjang 1-3 cm, Lebar 2,5-12 mm, Bertangkai panjang, Dan rasa yang pedas. Buah muda berwarna hijau tua, Putih kehijauan, atau putih, Dan buah yang masak berwarna merah terang. berBiji banyak, bulat pipih, Berdiameter 2-2,5 mm, Berwarna kuning kotor, Cabe (Cabai) terdiri dari tida varietas, Yaitu : Cengek leutik yang buahnya kecil, Berwarna hijau, Dan berdiri tegak pada tangkainya. Cengek domba atau (Cengek bodas) yang buanya lebih besar dari cengek leutik, Buah muda berwarna putih, Dan setelah tua menjadi jingga, Dan ceplik yang buahnya besar, selagi muda berwarna hijau, Kemudian setelah tua menjadi Merah. Buahnya di pergunakan sebagai Sayuran, Bumbu masak, Acar, Dan Asinan. Daun muda dapat di kukus untuk lalap. Cabai (Cabe rawit) dapat di perbanyak dengan biji.

Komposisi Cabai (Cabe)

Komposisi : Buahnya mengandung kapsaisin, kapsantin, karotenoid, alkaloid asiri, resin, minyak menguap, vitamin A dan C. Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai rawit, Berkasiat untuk melancarkan aliran darah serta pematirasa kulit, Dan biji mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasomine, dan steroid saponin, (kapsisidin). Kapsisidin berkasiat sebagai antibiotik.

Manfaat Cabai (Cabe) Rawit

Bagaian yang di pergunakan : Seluruh bagai tumbuhan dapat di gunakan sebagai tanaman obat, Seperti : Buah, Akar, Daun Dan batang.

Indikasi

Cabai (Cabe) Rawit dapat di pergunakan untuk :

  1. Menambah nafsu makan.
  2. Menormalakan kembali kaki dan tangan yang lemas.
  3. Batuk berdahak.
  4. Melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis.
  5. Migrain.

Cara pemakaian untuk obat yang di minum, Buah cabe rawit yang di pergunakan sesuai dengan kebutuhan, dalam  hal ini cabe rawit dapat di rebus atau di buat bubuk dan pil. Untuk pemakaian luar, Di rebus buah cabai rawit secukupnya, kemudian uapnya di pergunakan untuk memanasi bagian tubuh yang sakit, Atau giling cabe rawit sampai halus, Lalu turapkan kebagian tubuh yang sakit, Seperti : Rematik, Jari terasa nyeri karena kedinginan (frosbite) Gilingan daun yang di turapakan ke tempat yang sakit di gunakan untuk mengobati sakit perut dan bisul.

 

Sumber: https://www.bertani.co.id

Akademi Citarum Gandeng Mahasiswa Lestarikan Lingkungan

Akademi Citarum Gandeng Mahasiswa Lestarikan Lingkungan

Akademi Citarum Gandeng Mahasiswa Lestarikan Lingkungan

Akademi Citarum Gandeng Mahasiswa Lestarikan Lingkungan
Akademi Citarum Gandeng Mahasiswa Lestarikan Lingkungan

BANDUNG-Akademi Citarum yang berisikan sejumlah pemerhati

lingkungan termasuk para mahasiswa berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, khususnya lingkungan di daerah-daerah resapan air di Jawa Barat yang saat ini kondisinya mulai kritis.

Penggagas Akademi Citarum, Mastok Setyanto mengatakan, Akademi Citarum merupakan wadah bagi anak-anak muda yang kreatif dan inovasi yang selama ini masih minim dalam memahami lingkungan.

“Kita mengumpulkan anak-anak muda, yang selama ini kalau ngomong

lingkungan sangat minim, ini kita ajak untuk bergabung dan langsung mereka terjun ke lapangan,” ucapnya.

Menurut Mastok, ada 3 program yang dilakukan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, diantaranya program Tabungan Hijau dimana kita buat sesuatu yang nantinya para mahasiswa atau masyarakat bisa merasakan teknologi tepat rasa dari bambu.

“Kita ajak mereka mulai dari membuat bibit, menanam hingga sampai mereka bisa bersekolah dengan dibiayai oleh bambu yang ditanam,” kata Mastok, dalam diskusi di Bandung Zoo, Rabu (05/12).

Mastok menyatakan, program yang akan dilakukan juga terkait dengan

penyelamatan kampung, dimana program ini menjadi tujuan utama yaitu bagaimana kita memetakan potensi desa, bukan saja bencananya tapi potensi yang bisa dikembangkan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Program ini supaya generasi muda di kampung nanti akan tahu setelah potensi desanya, dan mereka tidak akan kemana-mana karena suasana akan difasilitasi oleh Bungdes sesuai dengan Undang-undang Desa tahun 2014, ini lah yang nanti kita dorong,” jelasnya.

Selain itu menurut Mastok, edukasi tentang lingkungan juga menjadi program kita dimana para mahasiswa dan warga sekitar akan diberi pemahaman tentang pengelolaan lingkungan minimal di daerahnya masing-masing untuk selanjutnya ditularkan kepada yang lain.

“Sekarang adik-adik kita itu minim sekali, mereka berbuat untuk lingkungan kecilnya, nah ini kita kenalkan mereka harus paham paling tidak belajar vegetasi dan menularkan di kampus dengan harapan program ini nantinya di 2021 Jabar sudah menjadi tolak ukur dalam pelestarian lingkungan,” pungkasnya. (Parno)

 

Baca Juga :

 

 

 

Serikat Pekerja BUMN Strategis Menolak Liberalisasi Sektor Industri Strategis

Serikat Pekerja BUMN Strategis Menolak Liberalisasi Sektor Industri Strategis

Serikat Pekerja BUMN Strategis Menolak Liberalisasi Sektor Industri Strategis

Serikat Pekerja BUMN Strategis Menolak Liberalisasi Sektor Industri Strategis
Serikat Pekerja BUMN Strategis Menolak Liberalisasi Sektor Industri Strategis

-Rencana Pemerintah untuk merelaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI)

dengan mengeluarkan 25 bidang usaha dari daftar DNI, di antaranya sektor Telekomunikasi dan Informasi (TI), Energy dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kesehatan, dan Pariwisata, atau dengan kata lain terbuka 100% untuk Penanaman Modal Asing (PMA), mendapat tanggapan beragam dari masyarakat dan umumnya mereka menolak dengan bermacam alasan.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis (FSP BUMN Strategis)

Wisnu Adi Wuryanto menegaskan bahwa kebijakan Pemerintah di bidang investasi pada empat sektor, khususnya TI dan ESDM saat ini sudah sangat liberal.

“Hendaknya tidak perlu ditambah lagi bahkan mestinya dikurangi agar kedaulatan Bangsa terjaga. Dengan kepemilikan asing boleh mencapai 67% di sektor TI dan 49% di sektor energi seperti yang berlaku saat ini sudah sangat terbuka, mestinya dikurangi agar anak negeri masih menjadi pemilik mayoritas di rumahnya sendiri,” kata Wisnu.

Wisnu menambahkan Telekomunikasi dan Energi adalah cabang produksi penting

bagi Negara yang menguasai hajat hidup orang banyak. Undang-undang Telekomunikasi Nomor 36 Tahun 1999 dan Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenaga Listrikan serta Undang undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi menyatakan demikian.

“Kita bisa bayangkan, apabila Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi Tetap, Jaringan Telekomunikasi Bergerak, Penyelenggaraan Jasa Konten dan Aplikasi, Pengelolaan Energy di Hulu serta Pengelolaan Energy Hilir sepenuhnya dikuasai asing, maka Negara ini seperti menyerahkan kedaulatan industri strategis ke pihak asing. Karena kita tahu betapa pentingnya sektor Telekomunikasi dan Energi dalam menggerakkan perekonomian, kesejahteraan, sosial budaya, bahkan Pertahanan Keamanan Negara,” jelas Wisnu. jo

 

Sumber :

https://blog.dcc.ac.id/nama-latin-tumbuhan-paku/

Perdagangan Luar Negeri Jabar Masih Surplus

Perdagangan Luar Negeri Jabar Masih Surplus

Perdagangan Luar Negeri Jabar Masih Surplus

Perdagangan Luar Negeri Jabar Masih Surplus
Perdagangan Luar Negeri Jabar Masih Surplus

BANDUNG-Neraca perdagangan Jawa Barat Oktober 2018 mengalami surplus

dari sisi nilai sebesar USD 1,52 milyar yang ditunjang oleh surplus komoditi Non Migas sebesar USD 1,64 Milyar, sedangkan komoditi Migas defisit sebesar USD 124,97 juta.

Dari sisi volume perdagangan luar negeri, pada bulan Oktober 2018 terjadi surplus sebesar 273,57 ribu ton, yang disumbang oleh komoditi Non Migas surplus sebesar 435,53 ribu ton sedangkan volume komoditi Migas defisit sebesar 161,96 ribu ton.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Doddy Herlando menyebutkan

, jika dilihat dari transaksi perdagangan Non Migas dengan 13 negara mitra dagang utama, pada periode Oktober 2018, Jawa Barat mengalami defisit neraca perdagangan dengan tiga (3) negara senilai USD 247,95 juta.

“Yang berasal dari transaksi dengan Tiongkok, Korea Selatan,

dan Taiwan. Masing-masing defisit sebesar USD 164,12 juta, USD 68,01 juta, dan USD 15,82 juta,” ujarnya di kantor BPS Jabar Jalan PHH Mustofa Kota Bandung, Senin (3/12).

Sedangkan perdagangan Non Migas dengan negara utama lainnya menunjukkan surplus, dengan total surplus dari 13 mitra dagang utama mencapai USD 700,22 juta, dan total surplus Oktober 2018 mencapai USD 1,64 milyar.

Terkait pindahnya sejumlah pabrik ke Jawa Tengah, Doddy mengatakan hal itu belum terlihat berpengaruh terhadap produksi barang ekspor khususnya tekstil di Jawa Barat.

“Ada, tapi masih belum terlihat pengaruhnya,” kata dia. jo

 

Sumber :

https://blog.dcc.ac.id/struktur-kulit-sebagai-organ-ekskresi/

RI Apresiasi Upaya SMA Pesat Lakukan Penguatan Pendidikan Berkarakter

RI Apresiasi Upaya SMA Pesat Lakukan Penguatan Pendidikan Berkarakter

 

RI Apresiasi Upaya SMA Pesat Lakukan Penguatan Pendidikan Berkarakter

CIBINONG

Kementarian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI mengapresiasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dilakukan pihak SMA Plus PGRI Cibinong, melalui kegiatan  Sosciencemation 2017. Hal itu dilakukan guna membentuk Sumber Daya Manusia (SDM)  sebagai kader bangsa yang berkualitas dengan menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan berjiwa nasionalis, Kamis (5/17).

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti RI

Jumain Appe menuturkan, Penguatan karakter menjadi salah satu program perioritas, dimana Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter sebagai fondasi dan ruh utama pendidikan. Untuk melahirkan SDM berkarakter, kreatif, inovatif, mandiri dan unggul.

Kedepan pendidikan seperti itu yang akan kita terapkan

SMA Plus PGRI Cibinong telah melakukannya. Tentu saya sangat mengapresiasi, seiring dengan perkembangan teknologi. Generasi kita dihadapkan dengan persaingan yang sangat kuat dalam dunia pekerjaan, untuk itu pendidikan berkarakter harus ditanamkan mulai dari pendidikan dasar. Kami berharap apa yang dilakukan SMA Plus PGRI Cibinong bisa diikuti sekolah-sekolah lainnya,” tutur Jumain.

Ia juga menambahkan

Penguasaan IPTEK menjadi ujung tombak dalam menghadapi persaingan globalisasi. Bahkan beberapa perusahaan tidak lagi hanya melihat ijazah bagi setiap pelamar kerja, akan tetapi terfokus pada keterampilan apa yang dimiliki. Untuk itu rencana kebijakan kedepan, masyarakat terdidik tidak saja mendapatkan ijazah kelulusan akan tetapi dilengkapi dengan sertifikat kompetensi.

Sehingga ada revolusi karakter

Dimana sekolah adalah tempat mengembangkan kreasi, keterampilan, dan optimalisasi penguasaan IPTEK. Bukan sekedar tempat berburu ijazah, jika pola ini tidak dirubah kita akan tertinggal tidak dapat bersaing  dengan Negara lain. Untuk itu, peningkatan kualitas guru harus dilakukan, untuk melahirkan generasi bangsa dengan keterampilan khusus,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMA Plus PGRI Cibinong

Basyarudin Thayib mengatakan, kegiatan itu menjadi kegiatan tahunan SMA Plus PGRI 1 Cibinong, dalam rangka melahirkan kader bangsa, menciptakan rasa nasionalisme dengan mengembangkan kemampuan diberbagai bidang. Melalui PPK mendorong sinergi tiga pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga (orang tua), serta komunitas (masyarakat) agar dapat membentuk suatu ekosistem pendidikan.

“PPK ini merupakan pintu masuk untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap pendidikan kita. Prinsipnya, manajemen berbasis sekolah, lalu lebih banyak melibatkan siswa pada aktivitas daripada metode ceramah, kemudian kurikulum berbasis luas atau broad based kurriculum yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber-sumber belajar,” tukasnya.

Artikel terkait :

Sarankan PDAM Masifkan Penyampaian Informasi

Sarankan PDAM Masifkan Penyampaian Informasi

Sarankan PDAM Masifkan Penyampaian Informasi

Wali Kota Bogor Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya meminta bagian Hubungan Masyarakat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor untuk lebih intensif menyampaikan dan merespon informasi mengenai persoalan yang ada kepada warga, baik melalui media mainstream dan media non  mainstream (media sosial). Selain itu, Humas PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus lebih bersinergi dengan aparatur wilayah dan Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Humas itu sangat penting

Dengan adanya humas kita bisa menyampaikan apa yang sudah, sedang dan apa yang belum kita lakukan sehingga warga memiliki pemahaman dan frekuensi yang sama. Menurut saya informasi itu adalah kunci,” kata Bima saat memberikan arahan kepada jajaran Direksi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dan staff di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng, Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (04/10/2017) sore.

PDAM Tirta Pakuan

Menurut Bima, apa yang dialami PDAM Tirta Pakuan beberapa hari ini merupakan proses pembelajaran yang luar biasa, dimana persoalan yang hadir sebagian besar sumbernya dari faktor eksternal, yakni kurang optimalnya sosialisasi dan penyebaran informasi yang dilakukan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, terutama dalam merespon laporan dan keluhan menjadi perhatian khusus.

“Untuk kerja keras yang telah dilakukan kehumasan PDAM Tirta Pakuan dalam merespon laporan dan keluhan warga saya memberikan apresiasi khusus. Namun demikian, ada catatan yang disampaikan, yakni beban kerja yang terlalu banyak melihat komposisi yang ada. Idealnya kehumasan itu benar-benar fokus menangani pemberitaan dan sosialisasi, jadi tidak dibebani hal-hal lain, ujar Bima.

Humas PDAM Tirta Pakuan

Kedepan ia menyarankan agar humas PDAM Tirta Pakuan lebih bersinergi dan berkoordinasi dengan aparat di wilayah serta humas Pemkot Bogor dalam membangun sistem jika ada persoalan. “Kemudian ada dua opsi untuk mengoptimalkan kehumasan, tambah personil atau di pihak ketigakan dengan batasan-batasan,” terangnya.

Disamping itu, media yang ada mulai dari media mainstream hingga media non mainstream (media sosial) harus ditangani secara khusus. Menurut Bima, media non mainstream (medsos) dapat mengimbangi infomasi yang muncul di media mainstream.

“Berdasarkan survei warga Bogor lebih sering membaca informasi melalui media sosial, utamanya facebook. Untuk itu, saya juga meminta humas PDAM Tirta Pakuan dapat mengoptimalkan peluang tersebut dalam menyebarkan informasi,” jelas Bima.

Menanggapi saran yang disampaikan Wali Kota, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Pakuan Deni Surya Senjaya mengaku siap menjalankan masukkan yang telah disampaikan.

Sebelum memberikan pengarahan

Bima didampingi jajaran direksi dan staff PDAM Tirta Pakuan melakukan peninjauan ke instalasi pengolahan air baku dari proses awal hingga proses air yang siap dialirkan ke warga.

Sumber :   https://pakdosen.co.id/

Kolaborasi dan Akselerasi Harus Tetap Ada

Kolaborasi dan Akselerasi Harus Tetap Ada

Kolaborasi dan Akselerasi Harus Tetap Ada

Kolaborasi dan akselerasi

Kolaborasi dan akselerasi menjadi dua hal yang ditekankan Wali Kota Bogor Bima Arya saat menerima tim dari PT. Waskita terkait Transit Oriented Development (TOD) Sukaresmi di ruang Paseban Punta, Balaikota Bogor, Kamis (05/10/2017).

“Saya meyakini konsep kolaborasi dan akselerasi itu harus tetap ada, tetapi semua harus konsisten. Ada dua hal, pertama semua harus melalui kajian yang matang dan kedua tidak adanya aturan yang di bypass (jalan pintas),” kata Bima.

Kajian yang cermat dan matang

Dengan kajian yang cermat dan matang serta tidak “sembrono” ditambah  rekomendasi-rekomendasi yang ada harus diperhatikan nantinya, termasuk di dalamnya persyaratan-persyaratan.

“Jadi semuanya masih dikaji secara matang dan kita juga ingin ada hal-hal yang diakselerasi oleh pemerintah pusat, karena akselerasi dan kolaborasi harus dilakukan secara terus menerus. Jika kita doing nothing (tidak melakukan apapun), sementara pemerintah nantinya akan membangun double track (rel ganda), maka yang akan terjadi adalah “stug”. Pada intinya semua harus sesuai aturan,” jelas Bima.

Direktur PT. Waskita Bambang Rianto

Sementara itu, Direktur PT. Waskita Bambang Rianto menerangkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak terkait perizinan dan hal-hal lainnya. Kedepan pihaknya akan mengadakan rapat kembali, menurut rencana groundbreaking akan dilaksanakan pada 13 Desember 2017.

 

Sumber : https://solopellico3p.com/

Mengenal Tentang Mikoyan MIG-31 (Foxhound)

Mengenal Tentang Mikoyan MIG-31 (Foxhound)

Mengenal Tentang Mikoyan MIG-31 (Foxhound)

Mengenal Tentang Mikoyan MIG-31 (Foxhound)
Mengenal Tentang Mikoyan MIG-31 (Foxhound)

Mikoyan-Gurevich MiG-31 (Kode NATO: Foxhound) pantas disebut sebagai salah satu interceptor paling tangguh yang masih operasional saat ini. Kekaguman atas ketangguhannya meliputi performa, persenjataan dan avionik. Walau sudah terbang sejak 30 tahun silam, monster kilat satu ini masih diakui sebagai salah satu elemen pertahanan udara terhebat Rusia. Dibentuk sebagai tulang punggung sejak masa Perang Dingin, MiG-31 Foxhound masih akan menjaga pos-pos strategis pertahanan udara Rusia pada abad 21 ini.

Soviet memulai riset pengembangan pesawat berkemampuan jarak jauh untuk menggantikan Tupolev Tu-28 dan MiG-25 Foxbat. Riset ini dimulai akhir 1960. Selain itu, proyek juga dimaksudkan untuk mencari penangkal ancaman rudal jelajah ketinggian rendah yang diluncurkan dari pesawat AS dan NATO, pembom B-52 atau B-1. Hanya saja karena kelahiran MiG-25 terpancing oleh rencana kelahiran pembom berkecepatan Mach 3 B-70 Valkyrie, kehadirannya jadi tidak efektif untuk menangkal pembom NATO.

Kondisinya makin runyam menyusul diubahnya taktik penggelaran pesawat tempur dan pembom NATO sejak 1960-an. Pesawat-pesawat Barat lebih memilih terbang rendah guna menghindari ancaman rudal darat ke udara (SAM). Sementara rudal jelajah terbaru yang digunakan Barat berkemampuan terbang rendah pada kecepatan tinggi, hingga membuatnya susah dicegat. Sudah jelas, MiG-25 tidak siap untuk mencegat rudal yang datang pada kecepatan supersonik di ketinggian rendah.

Fakta inilah yang mendasari kenapa Rusia butuh jet pencegat yang mampu beroperasi pada berbagai level ketinggian dengan kecepatan supersonik. Dengan demikian, semua target yang ada, sebesar apapun, akan mampu dilibas.

Kebutuhan ini langsung direstui Kremlin. Dimulai pada 1967, proyek ini diberi nama MiG-31. Pada 24 Mei 1968, Pemerintah Soviet mengirimkan order produksi untuk prototipe Ye-155MP. Saat itu MiG-31 mengusung radar Zaslon yang mampu mendeteksi semua tipe target terbang pada jarak jauh dan di berbagai ketinggian. Dengan demikian, MiG-31 bersifat independen dari ground control. Dalam kondisi normal operator radar belakang bertugas menuntun pilot ke target, namun MiG-31 juga bisa dipandu dari bawah menggunakan digital datalink.

Pengembangan

Prototip MiG-31, diberi kode Ye-155MP (serial 831) terbang perdana 16 September 1975 dengan pilot uji kepala Aleksandr Fedotov di kokpit. Fedotov dan krunya gugur, ketika MiG-31 jatuh setelah mengalami kegagalan sistem pada 4 April 1984. Sangat mirip dengan MiG-25, walaupun merupakan sebuah desain yang benar-benar baru, tetapi bertempat duduk ganda dengan operator senjata duduk di belakang pilot. 16% dari tubuhnya menggunakan bahan titanium, sementara 33% adalah aluminium. Material ini mampu mengurangi bobot namun kuat. Tangki bahan bakar diperbesar serta mesin nya menggunakan mesin turbofan low-bypass yang lebih efisien.

Prototipe kedua (serial 832) yang terbang 22 April tahun berikutnya, masih dipiloti Fedotov. Pesawat ini selain sudah dilengkapi avionik lengkap termasuk radar Zaslon dan sensor infra merah, luas sayap juga sudah dikurangi dan fin di bawah sayap yang lebih kecil.

Pada 1977 dua pesawat pra-produksi dibuat oleh Sokol Aviation Manufacturing Plant di Nizhny Novgorod. Pesawat pertama terbang 30 Juni dan kembarannya 13 Juli. Dibanding dua prototipe sebelumnya, pesawat ini terlihat beda. Bentangan flaps meningkat, sayap direvisi, ekor tegak lebih tinggi dan pemasangan kanon GSh-6-23 masing-masingnya mengusung enam laras kaliber 23 mm.

Pesawat pertama dikirim ke AU Soviet pada 1981 dan beroperasi tiga tahun kemudian. Sampai akhir 1980-an, MiG-31 beroperasi dari 11 resimen pertahanan udara untuk menggantikan MiG-23, Su-15 dan Tu-28. Pada 1987, lebih dari 150 MiG-31 digelar di penjuru negeri, khususnya di timur dan barat Soviet.Mei 1977 menandakan dimulainya pengujian resmi putaran pertama yang berakhir Desember 1978. Mengikuti hasil yang memuaskan dengan salah satu hasil MiG-31 mampu menjejak tidak kurang dari 10 target secara simultan, produksi akhirnya diputuskan untuk dimulai di Sokol pada 1979, dan masuk dinas aktif tahun 1982 dengan komando pertahanan udara Soviet (Войска ПВО / Voyska PVO (Protivo-Vozdushnaya Oborona) / Anti-Air Defense). Produksi terakhir diserahkan April 1994.

Pesawat pertama dikirim ke AU Soviet pada 1981 dan beroperasi tiga tahun kemudian. Sampai akhir 1980-an, MiG-31 beroperasi dari 11 resimen pertahanan udara untuk menggantikan MiG-23, Su-15 dan Tu-28. Pada 1987, lebih dari 150 MiG-31 digelar di penjuru negeri, khususnya di timur dan barat Soviet.

Beragam varian pesawat digunakan selama pengujian MiG-31. Termasuk dua Tu-104 sebagai platform uji radar Zaslon, MiG-21 untuk pengembangan rudal R-33 serta tiga MiG-25 untuk rudal R-33, mesin dan integrasi avionik. Putaran kedua uji resmi dimulai September 1979 dan berakhir setahun kemudian.

Ye-155MP membawa radar baru yang lebih canggih, yang mampu mendeteksi sasaran diatas maupun dibawah pesawat, serta mengunci beberapa sasaran sekaligus.

Sekitar 500 MiG-31 diproduksi. Sejak pecahnya Uni Soviet, 280-300 masih aktif di Rusia, sementara 30 lainnya dioperasikan oleh Kazakhstan.

Desain

MiG-31 mirip dengan MiG-25, dengan saluran intakeberada disamping badan dengan sayap yang terpasang di belakangnya dan memiliki dua sirip vertikal. Memiliki konstruksi yang lebih kuat dari MiG-25, namun dibatasi untuk manuver 5G pada kecepatan supersonik, karena MiG-31 tidak dirancang untuk pertempuran jarak dekat (dogfight).

Ditenagai sepasang turbofan Soloviev D-30F6, MiG-31 memiliki kecepatan maksimum Mach 2,83 di ketinggian, serta berkat strukturnya yang lebih kuat dari MiG-25, mampu terbang dengan kecepatan Mach 1,23 di ketinggian rendah. MiG-31 sesungguhnya mampu terbang sampai Mach 3, tetapi kecepatan tinggi tersebut dapat mengurangi umur rangka pesawat (airframe) dan mesin.

MiG-31 membawa bahan bakar sebanyak 16,350 kg (36,050 lb) dengan tambahan sepasang tangki cadangan kapasitas 5000 liter (1320 galon) di bawah sayap. Pada versi berikutnya memiliki sistem penambahan bahan bakar diudara (aerial refuelling).

MiG-31 diterbangkan oleh seorang pilot dibantu seorang operator radar yang duduk di kokpit belakang.

MiG-31 dan merupakan pesawat tempur pertama didunia yang dilengkapi radar phased-array, yaitu Zaslon S-800. Radar ini memiliki jarak deteksi terhadap sasaran kecil sejauh 200 km (125 mil), serta mampu mengunci 10 sasaran dan menyerang 4 sasaran secara bersamaan. MiG-31 juga memiliki penjejak infra merah (IRST / Infra-red Search and Tracking) yang dapat dikeluar-masukkan dari bawah hidungnya.

Versi pengembangannya dinamai MiG-31M ‘Foxhound-B’ memiliki radar Zaslon-M dengan jarak deteksi lebih jauh, sekitar 400 km (250 mil) untuk sasaran seukuran AWACS, serta mampu menyerang 6 sasaran sekaligus. Versi ini juga memiliki pod ECM (Electronic Counter Measures) diujung sayapnya.

Empat MiG-31 dapat bertindak sebagai pesawat mini-AWACS dengan masing-masing memonitor wilayah seluas 200 km dan saling berkoordinasi dengan datalink.

MiG-31 memiliki empat gantungan senjata dibawah sayap dan dapat membawa empat rudal jarak jauh R-33 (‘AA-9 ‘Amos’) sebagai senjata utama. Bisa juga membawa R-40 (AA-6 ‘Acrid’), ataupun rudal jarak pendek R-60 (AA-8 ‘Aphid’) dan R-73 (AA-11 ‘Archer’). Beberapa MiG-31 dimodifikasi agar mampu membawa rudal R-77 (AA-12 ‘Adder’). MiG-31 juga memiliki kanon 23mm 6-laras GSh-6-23 dengan 260 butir peluru yang terletak di depan roda pendarat kanan. Tetapi pada versi MiG-31M kanon ini dihilangkan agar dapat membawa tambahan dua rudal R-33 atau R-37

Penampakkan pertama 

Sekitar 315 MiG-31 diyakini masih aktif di jajaran pertahanan udara Rusia. Sekitar 34 di antaranya tertinggal di Kazakhstan, tepatnya di pangkalan di Semipalatinsk, menyusul ambruknya Uni Soviet. Walau dari segi teknologi sudah terbilang ketinggalan, pabrikan Sokol sepakat untuk siap memproduksi kembali tandingan F-15E Strike Eagle ini mesti dalam jumlah terbatas. Hanya saja sejauh ini seperti dilaporkan AirForces Monthly (12/2006), belum satu pun order diterima meski Iran dan Syria menunjukkan minat terhadap monster satu ini.

Bagi dunia Barat, tabir MiG-31 mulai tersibak sejak pembelotan pilot Viktor Ivonovich Belenko dengan mendaratkan MiG-25 di Jepang, September 1976. Saat diinterogasi otoritas AS,  Belenko mengungkapkan keberadaan MiG-31. “MiG-31 is a super Foxbat with two seats, a strengthened fuselage and powerful look-down/shoot down radar,” jelas Belenko. Sejak itu, AS dan NATO gigih melacak keberadaan si super Foxbat.

Seperti apa gerangan dan secepat apa terbangnya?

Hingga satu hari di tahun 1978, satelit mata-mata AS menangkap sebuah prototipe atau mungkin sebuah pesawat praproduksi terbang di ketinggian 6.000 m. “Benda” aneh itu terpantau tengah menyegat rudal jelajah (target drone) di ketinggian 60 m dan pada jarak 20 km dari MiG-31. Tahun 1982 NATO akhirnya mengimbuhkan nama Foxhound kepada MiG-31. Barulah pada 1985, pihak Barat punya foto bukti ketika pilot AU Norwegia mengintersep Foxhound di atas Laut Barents sambil tak lupa mengarahkan kameranya. Akhirnya pada Paris Airshow 1991, Rusia untuk pertama kali mempertontonkan MiG-31 di depan mata rivalnya.

Seperti roket

Walau MiG-31 selintas mirip MiG-25, pesawat ini sepenuhnya baru. Bisa dilihat dari konfigurasi dasarnya high-mounted swept wing, air intake empat persegi yang diagonal di kedua sisi, dua sirip perut di bawah ekor dan dua lagi sirip meruncing di kedua sisi mesin. Perbedaan menyolok lainnya ada pada LERX (Leading Edge Root Extension) yang mempunyai sudut bujur (sweep angle) 70 derajat. Kedua sayap didesain swept back 41 derajat. MiG-31 juga mengusung airframe sama sekali baru yang diperkuat hingga 5 g (gravitasi). Bandingkan dengan MiG-25 yang hanya 4,5 g. Itulah alasan mengapa MiG-31 mampu melaju supersonik di ketinggian rendah. Bahkan untuk sea level, jet ini mampu melesat Mach 1,2.

Soal airframe, jabarannya begini. Sekitar 49% arcwelded nickel steel, 33% light metal alloy, 16% titanium dan 2% composite. Dengan komposisi badan seperti ini, MiG-31 lebih ringan dari pesaingnya namun jelas lebih berat dari MiG-25. Sejumlah pilot yang pernah menerbangkan MiG-31 mengaku takjub. Canggih, kencang, bisa jarak jauh dan menanjak seperti roket, begitu kesan mereka.

Roda pendarat tak lepas dari perhatian. Sama sekali baru dengan pola segitiga. Karena bobotnya yang berat, setiap roda menerapkan sistem ganda. Baik roda depan maupun roda pendarat utama. Yang unik di main landing gear. Setiap roda dipasang ganda dengan bentuk menyilang. Roda ini masuk ke kompartemen penyimpan roda dengan cara naik ke depan, ke arah air intake. Dengan bentuk unik dan cara menggelinding saling memperkuat, membuat MiG-31 mampu dioperasikan dari lapangan bersalju maupun tradisional. Masih karena performanya, rem udara (air brake) mini tergantung di depan engine intake. Unik memang dan sistem penahan laju ini masih diperkuat sepasang parasut yang ditempatkan di bagian atas mesin.

Salah satu syarat penting MiG-31 sebenarnya bukan lagi bagaimana menaikkan kecepatan tetapi bagaimana menambah jarak jangkau terbang. Jawabannya tentu saja ada pada mesin yang lebih efisien. Sepasang mesin Soloviev D-30F6 turbofan dipilih karena setiap mesin mampu menyemburkan tenaga sebesar 20.945 pon (93,16kN). Akan mencapai 34.170 pon (151,99kN) jika menggunakan afterburning.

D-30F6 sebenarnya bukanlah mesin baru, karena sudah dikembangkan untuk komersial dan mengadopsi bahan bakar high density T6. Hanya saja karena ukurannya yang besar (panjang 7.040 mm, diameter 1.020 mm) dan kapasitas besar, air intake mesti diperluas untuk mampu memasok udara yang dibutuhkan.

Pembesaran bodi MiG-31 juga diperlukan untuk menampung lebih banyak bahan bakar hingga mencapai 19.940 liter. Bahan bakar ini dipilah-pilah di tujuh tangki bodi, empat tanki sayap dan dua tangki lagi di fin. Jika masih diperlukan, ditambahkan tangki di setiap sayap dengan kapasitas masing-masing 2.500 liter.

Avionik

Awalnya para perancang menginginkan kedua kru duduk secara berdampingan (side by side) sebelum akhirnya diputuskan sistem tandem. Pilot di depan dan “pilot kedua” (weapons system officer) di belakang. Kanopi didesain mandiri untuk setiap kru. Untuk kanopi belakang, ditambahkan jendela kecil yang kurang menguntungkan untuk memantau kondisi luar bagi rear crew. Sebagai kompensasi operator radar dilengkapi retractable periscope. Sebagaimana lazimnya di pesawat tempur berkursi tandem, kru kedua juga mampu menerbangkan pesawat dalam keadaan emerjensi.

Soal keamanan terbang, kursi lontar zero-zero Zvezda K-36DM tak diragukan kemampuannya. Menyatu dengan kursi adalah bantal pemijat untuk menjamin pilot tetap nyaman saat melaksanakan patroli jarak jauh. Tak hanya itu, juga tersedia pemanas punggung untuk alasan serupa.

Salah satu kunci kesuksesan MiG-31 adalah avionik digital versi terakhir dan radar jarak jauh. Sensor utamanya adalah NIIP Zaslon S-800 yang mampu memindai secara elektronik dan mengatur penembakkan.

Sebagai radar pertama yang dioperasikan, radar ini memberi pengecualian, dengan mampu mengendus target sejauh 124 km kedepan dan 90 km ke belakang. Saat bersamaan Zaslon akan melacak target sejauh 120 km. Zaslon disebut sebagai radar Soviet pertama berkemampuan look down shoot down. Pasalnya radar ini mampu melacak 10 target secara bersamaan dan “menghadiahi” empat di antaranya dengan rudal R-33 Vympel (versi terbaru R-37). Begitulah cara kerja komputer misi digital Argon 15.
Penting diungkap juga dukungan sistem komunikasi APD-518 digital air to air datalinks. Kelebihannya adalah, ketika empat pesawat terbang dalam formasi grup pencegat, pesawat komando bisa tersambung dengan jaringan pemandu otomatis AK-RLDN di darat. Sementara pesawat lainnya mendapat pasokan informasi dari pesawat komando. Dengan formasi dua-dua, sapuan radarnya akan terakumulasi jadi seluas 900 km.

Untuk optimalisasi misi, datalinks terhubung dengan radar terbang (AWACS) Antonov An-50 Mainstay. Selain itu MiG-31 juga dilengkapi MB5U15K air to ground tactical datalink dan jalur komando BAN-75.

Begitu pula avionik navigasi yang sangat sempurna untuk mendukung MiG-31 terbang ke wilayah udara Arctic guna mencari pesawat Barat yang mengancam. Bayangkan terbang di hamparan Kutub Utara yang tak bersahabat.

Untuk itu sistem avionik navigasi canggih jadi syarat tak terbantahkan. Terdiri dari navigasi radio jarak jauh Marshrut dan jarak menengah Tropik (sebanding dengan Omega dan Loran di AS). Hal-hal lainnya adalah voice warning system, intercom and radar homing and warning system (RHAWS). Sementara alat bela diri elektronik diperkuat UV-3A flares dispensers. Tak seperti MiG-25, MiG-31 dilengkapi internal gun GSh-6-23M enam laras Gatling kaliber 23 mm.

Sebagai keputusan Rusia untuk mempertahankan MiG-31 minimal hingga 2010, dipastikan akan dilakukan sejumlah upgrading di kemudian hari. Apapun itu, pencegat tercepat ini akan tetap terbang hingga beberapa tahun ke depan, mengawal ruang udara Rusia.

Varian

MiG-31B “Foxhound-A

Setelah varian pertama MiG-31A, MiG-31B, diperkenalkan tahun 1990, dengan perkuatan radar Zaslon-A, ECM, electronic warfare, meningkatkan rudal R-40TD dan R-60, upgrade R-33, flight refueling probe dan meningkatkan sistem navigasi jarak jauh A-723 kompatibel dengan Loran/Omega dan stasiun darat Chaika. MiG-31B “tua” di-upgrade jadi MiG-31BS dan Juli 2000, setengah dari 280 aset AU di-upgrade.  MIG-31 BS adalah MiG-31 versi awal yang diupgrade menjadi MiG-31B tetapi tidak memiliki sistem in-flight refueling

MiG-31E

Nama untuk versi ekspor Foxhound A. Pengurangan pada sistem, tidak ada jammer aktif, pemangkasan IFF dan radar. Ditawarkan ke Cina dan India. Satu-satunya prototipe varian ini terlihat pada 1997, itu pun akhirnya dibatalkan.
MiG-31 Eh. Eh berarti ekspor, ditawarkan ke Cina tahun 2000 dan diumumkan di Zhuhai Air Show 2000. Sepertinya juga batal.

MiG-31F

Diproyeksikan sebagai multi role interceptor dan fighter-bomber dengan mampu membawa TV, radar dan rudal udara ke permukaan berpenuntun laser.

MiG-31BM ‘Foxhound-B’

Diambil dari MiG-31F, merupakan varian defense suppression dan serangan darat. Demonstratornya terlihat tahun 1998 dan dibuat untuk menggantikan MiG-31M. Jika umumnya MiG-31 upgrade mendapat perkuatan struktur untuk meningkatkan masa pakai, tidak jelas apakah MiG-31BM juga mendapatkannya. Dua MiG-31BM dibuat dan prototipenya dipublikasikan pada 1999. Mampu membawa rudal Kh-31 (AS-17 ‘Krypton’), Kh-59 (AS-13 ‘Kingbolt’), Kh-59M (AS-18 ‘Kazoo’), and Kh-29 (AS-14 ‘Kedge’).

MiG-31D

Dikhususkan sebagai platform pembaca rudal antisatelit. Gampang dikenali dari bagian perut yang rata. Setelah uji terbang 1987, produksinya dibatalkan.

MiG-31FE/MF

Varian yang disiapkan sebagai versi ekspor dari MiG-31BM atau MiG-31F.

MiG-31LL

LL yang merupakan singkatan dari “laboratorium terbang” dalam bahasa Rusia, dibuat sebagai pesawat uji di pusat uji terbang Zhukovsky. Salah satunya sebagai penguji kursi lontar. Juga dilaporkan dipasangi kamera di wingtips.

MiG-31M Foxhound B

Versi canggih yang dikembangkan tahun 1983, tapi belum diproduksi karena masalah pemotongan anggaran, walau sudah terbang pada 21 Desember 1985. Sentuhan radikal terlihat pada mesin, akomodasi, avionik, navigasi, senjata, kapasitas bahan bakar diperbesar,penambahan pod ICM diujung sayap, penambahan dua gantungan senjata serta membawa versi rudal R-33 (AA-9 ‘Amos’) terbaru dan struktur. Prototipe pertama yang diproduksi dari konversi MiG-31B, jatuh pada 9 Agustus 1991.

MiG-31S

Ditargetkan untuk mengisi kebutuhan komersial pesawat peluncur satelit kecil.

Fakta MiG-31

  • Berat total MiG-31 sebanding dengan berat 4 MiG-29 kondisi kosong atau 2 pembom Canberra.
  • Kanon GSh-23 mampu menembakkan 6.000-8.000 peluru/menit.
  • Mampu menembak jatuh rudal jelajah di ketinggian rendah dari jarak 20 km dan ketinggian 6 km.

Operator

Kazakhstan

Rusia

Spesifikasi

Panjang: 21,5 m(70 kaki 5 inci)

Rentang Sayap: 14,02 m

Tinggi: 6,60 m

Luas Sayap: 61,41 m2

Berat Kosong: 22.000 kg

Berat Normal: 36.720 kg

Mesin: 2 Soloviev D-30F6 turbofan (93 kN/20.900 lb) dengan afterburner (152 kN/34.172 lb).

Kecepatan Maksimum: 1500 km/j (930 mph) di permukaan laut; 3000 km/j (1860 mph) di ketinggian

Jarak Tempuh: 1250 km

Ketinggian Maksimum: 20.600 m

Rate-of-climb: 208 m/detik (41.000 kaki/menit)

Wing-loading: 666 kg/m2 (136 lb/kaki2)

Thrust-to-weight: 0,85

Persenjataan

1 GSh-6-23 kanon kaliber 23mm 260 peluru

4 Rudal R-33 (AA-9 ‘Amos’) dibawah badan atau 4 Rudal Vympel R-37 (AA-X-13 “Arrow”) Versi terbaru MiG 31M bahkan dapat membawa 6 Rudal R-37

4 gantungan senjata di bawah sayap untuk 2 R-40R/R-40T (AA-6 ‘Acrid’), 4 R-60 (AA-8 ‘Aphid’) atau R-73 (AA-11 ‘Archer’) atau R-77 (AA-12 ‘Adder’)

Versi fighter-bomber atau multi-role dapat membawa bermacam-macam rudal udara-permukaan maupun rudal antiradar

 

Baca Artikel Lainnya: