Perlukah Hak Cipta untuk Produk IT

Perlukah Hak Cipta untuk Produk IT

Perlukah Hak Cipta untuk Produk IT

Hak Cipta, Selain di dunia nyata, ternyata di dunia maya terdapat juga Hak Cipta. Hak cipta di dunia IT pun sangat dibutuhkan agar seorang Programer atau pembuat software tidak perlu takut software ciptaannya dicopy orang lain atau bisa mendapat penghasilan dari software yang dibuat.

Seperti suatu kasus yang telah terjadi lewat beberapa tahun ini.
Seorang Mahasiswa dari Universitas (saya tidak berani menyebut nama,karena menyangkut nama baik) , berhasil membuat sebuah software.Kemudian software tersebut di beli oleh sebuah Perusahaan (sekali lagi karena menyangkut nama baik, saya tidak berani menyebut nama perusahaan yang saya maksud) tanpa adanya hak cipta dengan harga yang sangat murah, tapi karena belum mengerti maka Mahasiswa tersebut menerima harga yang ditawarkan kepadanya.
Setelah beberapa lama Perusahaan yang membeli software tersebut meminta Hak Cipta dari software yang mereka beli atas nama Perusahaan tersebut, kemudian memjual software tersebut denga harga yang sangat tinggi ke Luar Negeri.
Mahasiswa yang bersangkutan kemudian mengetahui hal tersenut dan meminta ‘hak” atas software yang dibuatnya.
Bukan ‘hak’ yang didapatkan,tapi cacian dan pengusiran yang datang kepada dirinya.
Karena telah sakit hati, maka mahasiswa tersebut keluar dari negara tempat lahirnya dan menjadi warga negara lain yang lebih memikirkan hak cipta dari setiap hasil ciptaannya.

Dengan adanya kasus tersebut di atas,maka saya berfikir bahwa Hak Cipta di dunia IT sangat diperlukan. Agar tidak terjadi lagi kejadian seperti kasus di atas.

Menurut saya, jika kita membuat sistem atau software dari sebuah software bajakan, aplikasi atau sistem yang kita buat tidak bisa disebut bajakan.
Karena walaupun software untuk membuat aplikasi atau sistem tersebut bajakan,tapi ide dari pembuatan sistem atau aplikasi tersebuat bukan ide bajakan. Dengan kata lain ide tersebut benar-benar munir dari otak kita sendiri.

Sumber; https://blogfiesta.com/fbclid=IwAR1m6hXi1URRz1LyzIeEYi035yReU9VOSYDtJXN6yefBy_ROsODHmC75jvU

Perbankan yang menggunakan IT

Perbankan yang menggunakan IT

Perbankan yang menggunakan IT

Permasalahan yang terjadi di dunia perbankan yang menggunakan IT beraneka ragam motif dan cara kejahatannya.

Masalah pertama dari Dunia Perbankan Indonesia yang menggunakan IT adalah adanya hacker yang dapat dengan mudah masuk ke dalam sistem Jaringan dari sebuah bank dan kemudian mengambil data dari nasabah, bahkan dapat mentransfer sejumlah uang ke rekening sang Hacker.Tapi masalah seperti ini masih bisa dapat diatasi dengan mencari admin sistem yang dapat menjaga sistem jaringan dari Bank.

Masalah kedua dari perbankan Indonesia adalah pembobolan ATM yang sekarang ini marak terjadi. Masalah ini sangat menggangu dunia perbankan karena pihak Bank tidak bisa tahu apakah memang ATM seorang nasabah memang telah dibobol atau memang sedang terjadi Transaksi yang sebenarnya.

Pihak dari Perbankan Indonesia seharusnya memperbaharui sistem Bank dan melakukan review secara berkala terhadap kapasitas dan kecukupan pengendalian risiko perbankan. Ini dilakukan sebagai jaminan perlindungan hukum terhadap nasabah dari kemungkinan adanya technology fraud ataupun cyber crime.

Sumber : https://blog-fiesta.com/

Hari Santri Nasional-Peresmian Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Hari Santri Nasional-Peresmian Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Hari Santri Nasional-Peresmian Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Bogor-Pagi ini, Selasa 22 Oktober 2019, dilaksanakan Perayaan Hari Santri Nasional 2019 di Kampus Unusia, Parung, Bogor, Jawa Barat, sekaligus peresmian penggunaan Kampus Unusia.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj dan Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma meresmikan penggunaan Kampus Unusia. Kegiatan ini juga dihadiri para tokoh NU, dan relawan Tzu Chi lainnya.

Pembangunan Kampus Unusia dimulai sejak setahun lalu (9 Oktober 2018). Kampus seluas 6.300 meter2 ini dibangun dalam 4 (empat) lantai, terdiri dari 46 ruang kelas belajar, perpustakaan, musala, ruang rapat, dan gedung serbaguna. Kampus ini diperkirakan dapat menampung 1.050 mahasiswa, di mana di dalamnya juga akan ada studi yang berbasis riset, mulai dari argo industri, IT, Ekonomi Islam, dan lainnya. Kampus Unusia merupakan sekolah/universitas ke-37 yang dibangun Tzu Chi sejak tahun 2001 di berbagai wilayah di Indonesia.

Pembangunan Kampus Unusia merupakan wujud kerja sama Tzu Chi dengan PBNU dalam bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mou ini ditandatangani oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj dan Wakil Ketua Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma pada 4 Juni 2018 dalam acara Peringatan Dharmasanti Waisak Nasional 2018 di Tzu Chi Center Jakarta.

Bersama-sama Menciptakan Keharmonisan di Masyarakat

Jalinan jodoh Tzu Chi dengan NU telah dimulai sejak lama, tahun 2015. Saat itu Tzu Chi diundang untuk memperkenalkan Visi dan Misi Tzu Chi serta Masa Celengan Bambu di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur yang didirikan oleh tokoh NU, KH. Hasyim Asy’ari.

Tiga tahun berselang (Maret 2018), Ketua dan Pengurus PBNU berkunjung ke Tzu Chi Center Jakarta untuk mengenal Tzu Chi lebih dalam. Sebulan kemudian (17-19 April 2018), Ketua dan Pengurus PBNU berkunjung ke Hualien, Taiwan dan bertemu dengan pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen. Dari sini hubungan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kian rekat dan hangat.

 

Baca Juga :

Di Ajang Alix Cup 2019, SMP Islam Al Ikhlas Raih Juara Memanah Se-Jabodetabek

Di Ajang Alix Cup 2019, SMP Islam Al Ikhlas Raih Juara Memanah Se-Jabodetabek

Di Ajang Alix Cup 2019, SMP Islam Al Ikhlas Raih Juara Memanah Se-Jabodetabek

Jakarta-SMP Islam Al Ikhlas berhasil menjadi juara satu dalam lomba memanah dalam gelaran Alix Cup 2019. Kegiatan lomba ini sendiri diikuti dari 90 sekolah dari tingkat TK, SD dan SMP se-Jabodetabek. Acara yang berlangsung 5 hingga 12 Oktober ini diadakan di tiga tempat yaitu, SMP Islam Al Ikhlas jalan Cipete III, Cilandak Barat, dan Home Court Cilandak.

Walikota Jakarta Selatan, H. Marullah Matali mengatakan kegiatan ini adalah

kegiatan positif dan patut menjadi contoh karena lewat kegiatan ini sebagai ajang menampilkan kreativitas anak-anak  yang selama ini telah berlatih. Tak hanya itu, melalui kegiatan seperti melatih jiwa kepemimpinan siswa untuk berani tampil, dan menunjukan minat dan bakat mereka.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan di wilayah Jakarta Selatan. Selamat bagi mereka yang berhasil menjadi juara, semoga bisa dipertahankan prestasinya, dan menambah cabang juara lainnya,” ujarnya.

Ketua Alix Cup 2019 Muhammad Muchsin Hadiansyah mengatakan Alix Cup

kali ini mengatakan tema “Beyond The Beach”.  Dipilihnya tema pantai karena untuk melestarikan alam, khususnya pantai dari limbah plastik. Hal ini pula menjadi gerakan awal yang bisa dimulai dari lingkungan sekolah.

Alix Cup pertama kali diselenggarakan oleh OSIS SMP Islam Al Ikhlas pada tahun 1996. Pada awalnya hanya ada dua kompetisi yaitu futsal dan basket. Namun, sejak tahun 2010 hingga sekarang, jenis kompetisi yang dipertandingkan semakin beragam.

Lanjutnya, Alix Cup merupakan kompetisi bidang akademik dan non akademik

antar SD & SMP se-Jabodetabek. Kompetisi bidang akademik meliputi Tahfidz Al Quran, cerdas cermat MIPA, Bahasa Indonesia, Speech dan Story Telling. Sedangkan kompetisi non akademik antara lain basket, futsal, tari tradisional, panahan, fotografi, dan paskibra.

Sementara itu,  Kepala Sekolah SMP Islam Al Ikhlas Indra Fithra Wirawan S.Pd mengaku bangga kepada siswa-siswa yang telah berhasil mengadakan Alix Cup terbesar se-Jabodetabek dan meraih juara pertama dalam lomba panahan tersebut.

“Tujuan yang diharapkan dari kegiatan Alix Cup ini adalah agar siswa dapat merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi kegiatan yang berskala besar dengan baik dan sebagai ajang prestasi bagi siswa SMP Islam Al Ikhlas;” pungkasnya.

 

Sumber :

https://scalar.dartmouth.edu/scalar/guest/10-characteristics-and-examples-of-mushroom-like-protists-as-well-as-an-explanation?t=1574608285200

Diresmikan Menristekdikti, JIHS Kini Jadi Politeknik Jakarta Internasional

Diresmikan Menristekdikti, JIHS Kini Jadi Politeknik Jakarta Internasional

Diresmikan Menristekdikti, JIHS Kini Jadi Politeknik Jakarta Internasional

Jakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melakukan peresmian Akademi Pariwisata Jakarta International Hotel School (JIHS) menjadi Politeknik Jakarta Internasional yang dilaksanakan di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Peresmian lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan Arta Graha Group tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Seminar yang mengusung tema Peran Pendidikan Vokasi dalam Menciptakan SDM Indonesia Unggul di Era Revolusi  Industri 4.0.

Dalam sambutanya Nasir mengatakan, perubahan status dari akademi

menjadi politeknik tersebut membuktikan  keseriusan AGG dalam peranya membantu dunia pendidikan.

“Saya atas nama pemerintah mengucapkan terimakasih kepada AGG. Ini artinya AGG punya komitmen untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) via pendidikan yang merupakan sebuah kewajiban negara,” kata Nasir.

Ia berharap, JIHS dapat terus berkarya menghasilkan lulusan terbaik khususnya pada bidang perhotelan yang memang menjadi andalan lembaga pendidikan. “Memasuki era digital industri 4.0. Semoga AGG bisa terus jadi bagian dalam misi negara ini untuk mencerdaskan bangsa,” tambah Nasir.

Sementara itu, Pendiri AGG Tomy Winata berharap  kepercayaan yang

diberikan kepada Politeknik Jakarta Internasional ini bisa berbanding lurus dengan lulusan-lulusan hebat. “Mudah-mudahan, dengan peningkatan status ini maka ada hikmah. Membuat standar semakin tinggi. Ini untuk kebaikan bangsa sehingga bisa lahir aset-aset terbaik,” ungkapnya.

Senior AGG Indra S. Budianto mengatakan, peresmian  Akademi Pariwisata Jakarta International Hotel School (JIHS) menjadi Politeknik Jakarta Internasional sangat berarti bagi lembaga pendidikan tersebut.

“Setelah 25 tahun perjalanan Akademi Pariwisata Jakarta International Hotel

School (JIHS) dalam mencetak SDM unggul di bidang perhotelan & pariwisata, dengan 2000 alumni tersebar dilebih dari 100 hotel Bintang Lima di Indonesia pada 4 Oktober 2019 berubah bentuk menjadi Politeknik Jakarta Internasional” jelas Indra.

Indra menerangkan bahwa Politeknik Jakarta Internasional yang berada dibawah Yayasan Pendidikan Jakarta International Hotels meluncurkan 3 Program Studi unggulan baru Sarjana Terapan (D4).

” Tiga program studi tersebut yaitu Manajemen Perhotelan, Analis Keuangan & Keamanan Sistem Informasi. Selain itu ada juga Program existing D3 Perhotelan & D1 Extension Perhotelan khusus bagi karyawan di lingkup industri perhotelan & pariwisata,” kata Indra.

 

Sumber :

https://canvasmed.fiu.edu/eportfolios/24530/Home/Paleolithic_Age

Milad Man 1 Bojonegoro Hadirkan Ragam Budaya Dunia

Milad Man 1 Bojonegoro Hadirkan Ragam Budaya Dunia

Milad Man 1 Bojonegoro Hadirkan Ragam Budaya Dunia

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menceritakan kepada sejumlah siswa

yang datang dalam acara peringatan Milad Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bojonegoro. Bahwa perkembangan zaman saat ini mengikuti arus global.

“Maka dari itu mari kita terus mengikuti perkembangan global yang ada, ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk dari perkembangan teknologi,” ungkapnya, Sabtu (12/1/2019).

Saat ini, kata Anna, banyak beasiswa yang ditawarkan oleh swasta maupun negeri. Sehingga hal itu bisa membantu dalam hal pendidikan. Pemkab juga, lanjutnya, memberikan beasiswa bagi mahasiswa semester 7 untuk bisa tetap melanjutkan pendidikan.

“Pemkab mendukung penuh pendidikan di Bojonegoro, baik mendukung dalam anggaran maupun pelatihan. Maka dari itu adik-adik semua harus terus semangat dalam pendidikan sehingga kelak bisa mendapatkan apa yang dicita-citakan,” imbuhnya.

Kepala Sekolah MAN 1 Bojonegoro M. Syaifuddin Yulianto, menyampaikan

bahwa di milad yang Ke-40 ini diharapkan MAN 1 Bojonegoro bisa lebih berprestasi. Selain itu, para alumni diharapkan bisa memberi kontribusi kepada masyarakat. “Hari ini juga akan melaunching Album Genre (Generasi Berencana) bekerjasama dengan BKKBN provinsi,” ujarnya.

Sementara, Kepala Kemenag M. Syamsuri, mengungkapkan, kegiatan ini merupakan ajang tahunan yang dilaksanakan untuk memperingati berdirinya MAN 1 Bojonegoro. Dalam kegiatan tersebut hadir beberapa alumni, Bupati Bojonegoro, Kemenag, dan Dinas Pendidikan Provinsi.

Acara yang mengambil tema “Ragam Budaya Dunia” itu diselenggarakan di

Lapangan Olah raga MAN 1 Bojonegoro dengan menampilkan beberapa pertunjukan seni dari para siswa. Salah satunya, drama tari kolosal berjudul Ramayana.

 

Baca Juga :

Dr Artidjo Alkostar: Korupsi Bagian dari Pelanggaran HAM

Dr Artidjo Alkostar: Korupsi Bagian dari Pelanggaran HAM

Dr Artidjo Alkostar Korupsi Bagian dari Pelanggaran HAM

Dr Artidjo Alkostar menilai politik Islam di Indonesia mengalami berbagai hambatan, karena adanya sejumlah jenis pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Hal itu disampaikan Mantan Hakim Agung Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, saat mengisi materi Ngaji Politik dalam pelaksanaan Pekan Ngaji 4 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Panaan, Palengaan, Pamekasan, Senin (14/1/2019).

Dalam kegiatan yang mengusung tema ‘Islam dan Kebangsaan; Transformasi Gagasan dan Praktik Politik Islam di Indonesia’, Artidjo Alkostar dipanel bersama Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Dr M Busyro Muqaddas.
Baca Juga:

Fahri Hamzah: Mator Sakalangkong
Buya Yahya Ajak Warga Madura Hadiri Ngaji Fiqhih Al-Da’wah

“Politik Islam di Indonesia, terkendala karena belum adanya contoh model

yang tepat. Termasuk di antaranya maraknya berbagai jenis pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia,” kata Dr Artidjo Alkostar.

Hal itu bukan tanpa alasan, sebab pihaknya menilai kondisi tersebut justru akan memunculkan berbagai polemik berkepanjangan. “Krisis HAM akan melahirkan gejolak sosial dan revolusi sosial, korupsi juga bagian dari pelanggaran HAM,” ungkapnya.

“Salah satu faktor maraknya korupsi di Indonesia, karena minimnya ilmu serta

mengikisnya moral pejabat di negeri ini,” tegas alumnus pria yang juga memiliki ikatan darah dengan keluarga Madura.

Sementara Moderator Ngaji Politik, Ismail Napolion juga menyampaikan

beberapa statment sebelum resmi menutup kegiatan. “Segenggam kekuasaan dapat mengalahkan segudang ilmu, sehingga untuk merubah keadaan perlu adanya keteladanan sosial,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.ram.co.id/

Pesantren Miliki Saham dalam Peletakan Dasar Kebangsaan

Pesantren Miliki Saham dalam Peletakan Dasar Kebangsaan

Pesantren Miliki Saham dalam Peletakan Dasar Kebangsaan

Dunia pesantren memiliki saham maha penting dalam peletakan dasar

kebangsaan sebagai bangsa Indonesia. apalagi saat ini ada beberapa pihak yang mulai mempertanyakan lagi hubungan antara Islam dan kebangsaan.

Hal tersebut disampaikan Dr Iksan Kamil Sahri saat mengisi Ngaji Patreotisme melalui tema ‘Membangun Semangat Kebangsaan dan Keislaman’ dalam rangka Pekan Ngaji 4 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Sabtu (12/1/2019) malam.

“Saat ini ada beberapa pihak (seperti ekstremis) yang mulai mempertanyakan lagi hubungan antara Islam dan kebangsaan kita, mereka ini lebih jauh menolak mengakui pemerintah Indonesia sebagai pemimpin yang sah dan menolak Indonesia sebagai negara damai (darussalam),” kata Dr Iksan Kamil Sahri.

Narasi negara damai vis a vis negara perang (darulharb) dijadikan sebagai

pintu masuk untuk menuduh bahwa Indonesia adalah negara perang “Mereka yang berkata seperti ini memperoleh pemahaman dari orang-orang yang tidak mempunyai jalur intelektual keislaman di tanah air, serta dari media sosial yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya,” ungkapnya.

“Mereka ini rata-rata terdiri dari orang-orang yang mempunyai spirit keagamaan tinggi, tapi tidak punya latar belakang agama yang cukup. Keberadaan seperti ini kemudian disusupi oleh paham yang berasal dari tempat entah berantah yang menolak sistem negara bangsa yang sudah ada,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, pemerintah Indonesia juga dicap sebagai taghut dan semua

staf pemerintah juga dianggap sebagai bagian dari taghut. Termasuk tentara juga bagian dari taghut. “Bahkan lebih jauh mereka berkata bahwa Pancasila adalah berhala, dan negara Indonesia adalah darulharb atau negara perang,” ungkapnya.

 

Sumber :

https://situsiphone.com/

Resensi Buku Rahasia Sukses Bisnis Internet

Resensi Buku Rahasia Sukses Bisnis Internet

Resensi Buku Rahasia Sukses Bisnis Internet

Tips dan Trik Sukses Bisnis Internet

BOLEH jadi semua orang saat ini pasti sudah mengenal baik keberadaan fasilitas internet. Apalagi saat ini berbagai cara untuk mengakses internet begitu mudah. Bukan hanya perusahaan bonafide dan ternama saja yang bisa menyediakan fasilitas internet, di tempat umum atau di rumah semua orang bisa mengakses sendiri.

Tentunya dengan berbagai cara yang juga relatif mudah, seperti melalui telepon selular (ponsel) dan biaya pun cukup terjangkau. Intinya, internet bukan lagi barang mewah bagi masyarakat, karena sudah menjadi bagian dalam beraktivitas sehari-hari. Jadi rasanya aneh bila saat ini kita masih kesulitan mengakses internet.

Apalagi melalui internet semua orang berpeluang menjalankan bisnis, menghasilkan uang, dan meraih kesuksesan. Sah-sah saja bila banyak yang mencibir, bahkan mengatakan hanya omong kosong bisa mendatangkan uang melalui intenet, kecuali membuka warung internet (warnet). Sebab, berdasarkan statistik hanya 5% orang yang bisa sukses melalui internet dan sisanya 95% gagal atau tersesat di dunia maya.

Mengapa banyak yang gagal mengarungi dunia maya? Jawabannya hanya satu, mereka yang gagal itu tidak fokus dan tidak mampu mengidentifikasi kemampuan diri untuk diekspolarasi melalui dunia maya. Sebab, biasanya mereka terjebak dalam aktivitas yang konsumtif dalam berinternet, seperti keranjingan game online, kecanduan dengan berbagai jejaring situs sosial, dan tergoda mengunjungi dan mengunduh situs-situs syur.

Padahal bila bersungguh-sungguh terjun dalam dunia internet, peluang bisnis yang terhampar begitu luas dan cakupannya tak mengenal batas teritorial. Anda bisa go internasional hanya dengan duduk di depan komputer di rumah dan berbisnis berbagai hal. Dan, internet pun menyajikan berbagai jalan untuk berbisnis, mulai dari yang sederhana seperti penggunaan email, yang agak rumit dengan afiliasi dan membuat ebook, sampai menggunakan strategi marketing melalui search engine optimization (SEO).

Dalam buku Rahasia Sukses Bisnis Internet, Joe Vitale yang dijuluki “Sang Buddha Internet” dan Jo Han Mok pakar marketing internet menguak rahasia sukses menjalankan bisnis di dunia maya. Buku setebal 295 halaman terbitan Gramedia Pustaka Utama secara lugas, gamblang, dan praktis membeberkan kunci-kunci rahasia agar sukses berbisnis melalui internet.

Mulai dari hal sederhana dengan memaksimalkan email, afiliasi, dan membuat ebook. Ditulis dengan gaya bahasa lugas dan dibuat dalam kumpulan artikel pendek membuat Anda mudah mencerna serta memilih sesuai keinginan Anda. Buku ini cocok bagi Anda yang sedang merintis bisnis internet agar bisa semakin fokus dan mengoptimalkannya.

Kedua penulis ini pun membantu membuat rencana pemasaran, penentuan pasar, memilih komoditas yang cocok untuk dipasarkan. Mereka pun memberikan tips sederhana yang dahsyat agar produk yang Anda pasarkan menarik tanpa harus mengeluarkan energi dan biaya yang besar.

Buku ini memang bukan kitab sakti yang membuat bisnis Anda langsung moncer. Perlu ada kemauan dan tekad tak kenal menyerah untuk menjalankannya. Karena kebanyakan orang yang gagal bisnis melalui internet adalah orang yang mudah patah semangat dan menyerah ketika menemui jalan buntu. Dan, mengatakan bisnis di internet rumit dan membuat kepala pening.

Baca Juga :

Irana dan Garin

Irana dan Garin

Irana dan Garin

“Aku minjem bukunya, ya? Butuh banget, nih!”
Irana merapatkan kedua tangannya sambil terus memasang wajah memohon. Temannya, Ressa, hanya memandang datar. Tanpa bicara Ressa langsung beranjak pada rak buku dinding tepat di sampingnya dan mencari dua buku tebal yang dipinta Irana.
”Yang ini kalau mau. Gue sebenarnya punya tiga, tapi yang satu hilang nggak tahu kemana. Jadi dua aja cukup?”
Irana menerima dua buku yang sangat tebal itu dengan girang. ”Cukup banget, Res! Wah, makasih banyak ya, sayang!” Irana memeluk erat Ressa yang hanya bisa diam melihat tingkah laku Irana yang tergolong terlalu ceria.
”Lo boleh pinjem sampai kapanpun lo butuh. Tapi ingat, jangan sampai rusak atau hilang! Kalau sampai itu terjadi, gantiin! Buku langka tuh.”
”Iya gue tahu, makanya gue pinjem dari lo.”
Ressa kembali ke tempatnya semula, di depan laptop untuk menyelesaikan tugasnya. Sedangkan Irana mencoba berdiri sembari mendekap kedua buku tebal yang berjudul sama, Flat World, dan beranjak dari kamar kos Ressa. ”Ressa-ku, makasih ya pinjaman bukunya . Aku balik dulu, ya!”
Ressa hanya menoleh ke belakang dan melambaikan tangan sambil tersenyum kepada Irana yang sudah berjalan keluar kos-kosan Ressa.
***
Irana duduk dengan sabar di depan mini market yang berada tidak jauh dari kos-kosannya. Ia sudah ada janji dengan seseorang.
Ya, seseorang yang membuat Irana mati-matian mencari buku Flat World itu. Irana mengangkat wajahnya ketika sadar sudah ada seseorang yang ia tunggu sejak lima belas menit yang lalu. Irana tersenyum manis, begitu juga dengan seseorang yang kemudian duduk di samping Irana.
”Udah lama, ya?”
Irana menggeleng. ”Nggak kok, baru lima belas menitan doang.”
sang lawan bicara, Garin, tertawa. ”Maaf, ya, Rana, jadi nunggu.”
”Nggak apa-apa kok. Oh iya, ini kan bukunya. Aku dapat dari temanku. Tapi aku nggak bilang sama dia kalau ini buat dipinjamkan ke orang lain lagi.”
Garin sedikit terkejut, tapi sedikit terbesit juga ada senyum di bibirnya.
”Nggak apa-apa kok, asal dijaga bukunya.”
”Wah, jadi nggak enak. Makasih, ya, Rana.”
Irana tertawa. Tawa yang cukup mengejutkan Garin sehingga ia menoleh heran pada Irana. ”Kenapa?”
Irana menunduk, lalu tersenyum. ”Aku senang aja dipanggil Rana sama kamu. Biasanya orang yang baru kenal aku akan memanggilku Irana atau Ira. Padahal aku lebih suka dipanggil Rana.”
”Oh, bagus deh kalau gitu.”
Irana diam sambil terus menatap Garin yang membuka halaman-demi halaman salah satu buku yang lebih tebal dibanding satunya. Sesaat, Garin menoleh pada Irana yang masih terus mengamati wajah Garin. Garin bertanya dengan kedua bola matanya, namun Irana hanya tersenyum manis. Garin pun ikut tersenyum dan kembali melihat-lihat halaman buku dipangkuannya. Irana, ia pun kembali menatap Garin sambil terus berusaha untuk bersikap wajar agar Garin tidak merasa terganggu.
Dalam hati Irana, ia terus berdoa agar Garin tidak cepat pergi dari sisinya saat ini.
***
”Pa, aku harus ikut ya?”
Irana bertanya dengan nada yang sangat tidak semangat. Pagi di hari minggu, Irana sudah ditelepon oleh ayahnya untuk menanyakan kabar Irana sekaligus memberitahukan keberangkatan mereka sekeluarga ke Malaysia. Irana sangat tidak senang mendengarnya. Di samping ia menyukai tempat kuliah dan juga teman-temannya, ia juga kini menemukan tambatan hatinya dan sedang berjuang untuk bisa mendapatkan cinta dari sang pangeran yang sudah lama ia sukai.
”Kok kamu malah nanya seperti itu? Kalau kamu nggak ikut, kamu mau sama siapa disini? Papa, mama, Abang Risyad, adek kamu, semuanya ikut. Pokoknya kamu harus ikut. Paspor sama visa kamu dan perlengkapan lainnya juga sudah disiapkan sama mama, jangan bikin Papa marah deh.”
Irana hanya mendengus kesal. Mengumpat dalam hati kenapa harus punya seorang ayah yang kerjanya pindah-pindah melulu. Namun Irana hanya bisa pasrah, mengingat tahun lalu Irana sudah menjawab setuju atas kepindahannya sekeluarga ke Malaysia.
”Ya sudah, terserah Papa. Tapi kasih aku waktu ya, Pa. Aku mau menyelesaikan urusanku dulu di sini.”
”Oke, pokoknya besok lusa kamu sudah harus pulang ke rumah.”
***
Irana tak pernah segugup ini. Ia duduk di bangku yang tidak jauh dari parkiran motor kampusnya. Sebenarnya, Irana tidak ada jadwal untuk kuliah. Ia sengaja ke kampus untuk menemui seseorang.
Garin. Ia menunggu Garin di parkiran motor. Ia tahu Garin ada kuliah hari ini. Irana bahkan hafal Garin senang memarkirkan motornya di dekat pohon lebat yang ada di pojokan tempat parkiran. Irana sudah lama memperhatikan Garin, tetapi baru akhir-akhir ini Irana memberanikan diri untuk bisa mengenal Garin secara langsung.
Sesaat kemudian Garin datang. Dengan cepat, Irana berdiri untuk menyambut Garin. Namun, langkahnya terhenti sesaat. Garin tidak sendirian. Ia bersama seorang gadis yang mendekap tangan kanannya dengan erat. Akrab sekali. Irana tidak bisa berkutik. Garin sudah melihatnya dan menyapanya dengan ramah.
”Rana, ngapain di sini?”
Rana bingung menjawab. Ia masih terpesona dengan gadis yang berada di sebelah Garin. Cantik dan modis. Sejenak gadis itu menatap Rana, lalu tersenyum manis. Rana membalasnya walau terlihat dari mukanya ia sangat kikuk dan sedih.
”Aku cuma mau ngabarin … aku … aku tuh mau pindah. Jadi kayaknya buku itu harus kamu balikin sendiri sama orangnya.”
”Pindah apa? Pindah kuliah atau pindah …”
”Pindah ke Malaysia.” potong Irana cepat. ”Aku pindah ke Malaysia sekeluarga. Jadi aku juga pindah kuliah ke sana. Aku udah bilang sama orang yang punya buku itu, namanya Ressa. Nanti aku kasih nomornya. Jadi kamu bisa langsung hubungin dia aja.”
”Kok mendadak banget sih, Rana?”
”Sebenarnya sudah lama. Tapi, papa aku baru ngasih kabar.”
”Oh, ya sudah, hati-hati ya kamu di sana.”
Irana mengangguk.
”Jangan lupain gue.” ujar Garin tertawa. Irana juga ikut tertawa, tapi matanya kini berkaca-kaca. Ia panik dan terus berusaha menahannya.
”Ya sudah, aku pulang duluan ya! Jagain bukunya. Semoga lancar skripsinya.”
Garin mengangguk, kemudian Irana pergi dari tempat itu. Ia berjalan cepat, bahkan setengah berlari. Air matanya langsung menetes sejak ia berbalik dari tempat itu. Irana tidak ingin Garin tahu. Ia sedih sekali. Di dalam hatinya, ada rasa pilu dan sakit yang sudah lama tidak ia rasakan. Irana tak menyangka bahwa Garin sudah punya kekasih yang jauh dari dirinya.
”Yah, aku lupa belum bilang makasih sama Rana. Dia kan yang nyari buku buat skripsi aku.” ujar Garin tiba-tiba pada gadis di sampingnya.
”Sayang…”
”Iya?”
Gadis itu diam sambil terus melihat ke depan, melihat Irana yang kini menjadi titik karena semakin jauh. ”Cewek itu suka banget sama kamu.”
***
Sudah setengah tahun sejak kepergian Irana, Garin baru bisa mengembalikan buku itu kepada pemiliknya, Ressa. Mereka janjian bertemu di foodcourt di depan taman bacaan, seratus meter jaraknya dari kos-kosan Ressa.
”Maaf ya gue baru bisa balikin sekarang.”
”Nggak apa-apa.” jawab Ressa singkat. Ia menerima dua buku yang diberikan Garin dan menyimpannya ke dalam tas selempang miliknya.
”Oh iya,” sahut Ressa sambil meresleting tasnya. ”Ini ada titipan dari Rana.” sambungnya lalu menyerahkan sebuah amplop kuning dengan tulisan ’untuk Garin’ di muka amplopnya. Garin bingung, lalu ia buka amplop itu dan membaca satu lembar kertas besar dari amplop itu. Sepucuk surat.
Dearest Garin
Maaf ya, aku nulis surat. Aku pikir ini lebih baik daripada harus kirim email atau ngomong langsung.
Aku mau ngaku sama kamu. Waktu aku di parkiran motor ketemu sama kamu, aku nggak hanya ingin bilang tentang buku itu. Aku nggak hanya ingin bilang bahwa aku akan pindah ke Malaysia. Tapi aku ingin bilang bahwa aku suka sama kamu. Aku juga ingin kamu tahu, buku itu memang sengaja kucarikan untukmu. Jujur saja, susah ya mencari buku itu. Untung aku masih punya teman yang menyimpan buku itu, jadi aku sungguh lega sekali .
Banyak sekali hal yang ingin aku ketahui dari kamu. Tapi aku sadar waktu itu aku belum mengenalmu, dan kamu pun belum mengenalku. Kita sama-sama dari jurusan yang berbeda, angkatan yang berbeda, kosan yang berbeda, unit kegiatan mahasiswa yang berbeda, dan tempat gaul yang berbeda. Lalu apa yang bisa membuatku mengenalmu? Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan saja. Beruntung kita masih berada dalam satu fakultas dan aku masih bisa memperhatikanmu walau kamu tidak akan pernah menyadarinya.
Maka itu aku bertekad agar aku bisa mengenalmu, dan kamu pun bisa mengenalku. Dengan segala keberanianku, aku tanya alamat emailmu pada salah satu sahabat yang mengenalmu, tak perlu kusebutkan namanya. Ia memberikannya setelah ngotot bertanya apa tujuanku. Jadi, hanya ia yang tahu saat itu bahwa aku sedang berjuang untuk mendekatimu. Hehe, kamu tidak tahu betapa konyolnya aku saat itu.
Walau aku tahu kini kamu punya kekasih, tapi aku tetap mengungkapkan perasaanku padamu. Aku tidak bermaksud untuk merusak hubungan kalian. Aku hanya ingin menyelesaikan urusanku. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa perasaanku tulus, murni dan tidak meminta timbal balik. Aku sudah sangat senang dan bersyukur karena aku bisa menjadi temanmu atas usahaku sendiri. Murni sendiri.
Kamu menganggapku teman, bukan?
Garin, semoga kamu sukses dan bahagia, ya. Aku juga bahagia di sini. Karena aku yakin, ketika kamu membaca suratku, senyum manis di bibirmu akan terus terukir dan kamu pun merasa bangga bukan telah disukai oleh gadis sepertiku?
Garin, terima kasih ya atas waktunya selama ini. Terima kasih juga karena kamu mau aku bantu. Aku selalu siap membantumu dan mencarikanmu buku-buku lagi. 
Salam Hangat
Irana (Buatmu, Rana saja)
Garin terpaku. Ia tidak tahu harus berkata apa. Ia menoleh pada Ressa yang ada di hadapannya tanpa suara dan mimik muka yang masih tidak menentu.
”Apa katanya?” tanya Ressa penasaran. Garin hanya diam sembari merebahkan badannya ke kursi dan menghela nafas, cukup panjang.
”Jadi email dia yang nawarin gue untuk jadi model fotonya itu alasan doang?”
Ressa hanya mengangkat bahu.
”Gila ya tuh anak, bisa banget ngibulin gue. Sekarang gue nggak heran darimana dia tahu gue.”
”Asal lo tahu, ya, Irana punya banyak cara untuk mendapatkan keinginannya. Gue aja kagum tuh sama cara dia. Sekarang lo jadi speechless, kan?”
Garin tersenyum simpul. Seperti merasa dikalahkan oleh lawan mainnya.
”Lo kenapa? Kok jadi diem gitu?” Ressa penasaran karena Garin jadi diam dan seperti sedang memikirkan sesuatu.

Sumber : http://pokergratisweb.com/we-all-learn-best-through-passion/