Nisfu Sya’ban Zaman Nabi Saw

Nisfu Sya’ban Zaman Nabi Saw

Nisfu Sya'ban Zaman Nabi Saw
Nisfu Sya’ban Zaman Nabi Saw

 

Perintah Rasulullah Saw

Rasulullah SAW telah memerintahkan untuk memperhatikan malam Nisfu Sya’ban, dan bobot berkahnya beramal sholeh pada malam itu diceritakan oleh Sayyidina Ali Rodliallahu Anhu, Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam bersabda : “Jika tiba malam Nisfu Sya’ban, maka bersholatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya karena sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala menurunkan rahmatnya pada malam itu ke langit dunia, yaitu mulai dari terbenamnya matahari. Lalu Dia berfirman, “Adakah orang yang meminta ampun, maka akan Aku ampuni? Adakah orang meminta rizki, maka akan Aku beri rizki? Adakah orang yang tertimpa musibah, maka akan Aku selamatkan? Adakah begini atau begitu? Sampai terbitlah fajar.” (HR. Ibnu Majah)

Malam Nisfu Sya’ban

Malam Nisfu Sya’ban atau bahkan seluruh bulan Sya’ban sekalipun adalah saat yang tepat bagi seorang muslim untuk sesegera mungkin melakukan kebaikan. Malam itu adalah saat yang utama dan penuh berkah, maka selayaknya seorang muslim memperbanyak aneka ragam amal kebaikan. Do’a adalah pembuka kelapangan dan kunci keberhasilan, maka sungguh tepat bila malam itu umat Islam menyibukkan dirinya dengan berdo’a kepada Allah Subhanahu wata’ala. Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam mengatakan, “Do’a adalah senjatanya seorang mukmin, tiyangnya agama dan cahayanya langit dan bumi.” (HR. Hakim).

Penjelasan

Nabi Muhammad SAW juga mengatakan, “Seorang muslim yang berdo’a selama tidak berupa sesuatu yang berdosa dan memutus famili, niscaya Allah SWT menganugrahkan salah satu dari ketiga hal, pertama, Allah akan mengabulkan do’anya di dunia. Kedua, Allah baru akan mengabulkan do’anya di akhirat kelak. Ketiga, Allah akan menghindarkannya dari kejelekan lain yang serupa dengan isi do’anya.” (HR. Ahmad dan Barraz).

Tidak ada tuntunan langsung dari Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam tentang do’a yang khusus dibaca pada malam Nisfu Sya’ban. Begitu pula tidak ada petunjuk tentang jumlah bilangan sholat pada malam itu. Siapa yang membaca Al Quran, berdo’a, bersedekah dan beribadah yang lain sesuai dengan kemampuannya, maka dia termasuk orang yang telah menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dan ia akan mendapatkan pahala sebagai balasannya.

Kebiasaan Yang Berlaku

Adapun kebiasaan yang berlaku di masyarakat, yaitu membaca Surat Yasin tiga kali, dengan berbagai tujuan, yang pertama dengan tujuan memperoleh umur panjang dan diberi pertolongan dapat selalu taat kepada Allah. Kedua, bertujuan mendapat perlindungan dari mara bahaya dan memperoleh keluasaan rikzi. Dan ketiga, memperoleh khusnul khatimah (mati dalam keadaan iman), itu juga tidak ada yang melarang, meskipun ada beberapa kelompok yang memandang hal ini sebagai langkah yang salah dan batil.

Demikianlah sedikit uraian tentang tradisi nisfu sya’ban di masa Rasulullah SAW., semoga kita semua mendapat keberkahan atas apa yang kita lakukan selama ini. Amiin.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/doa-sholat-dhuha-niat-dan-tata-caranya/