Pendidikan

Model Intervensi Menengah (Model Solidaritas)

Model Intervensi Menengah (Model Solidaritas)

Pendekatan ini didasarkan pada anggapan bahwa penyebab pokok keterbelakangan pedesaan adalah kemerosotan dan degenerasi masyarakat desa serta langkahnya lembaga-lembaga desa yang dapat meningkatkan peran aktif penduduk desa.

  1. Model Intervensi Tinggi (Model Pemerataan)

Merupakan upaya pembangunan yang bertujuan mempersempit ketidakmerataan sosial, ekonomi dan kebudayaan serta mempersempit kegiatan-kegiatan ekonomi penduduk desa kaya yang dapat merugikan kepentingan lapisan penduduk berpenghasilan rendah. Dalam model ini di klasifikasikan sebagai transformation approach.

  1. Proses vs Hasil Material

Pendekatan yang pertama seringkali disebut sebagai pendekatan yang mengutamakan proses dan lebih menekankan aspek manusianya, sedang pendekatan yang kedua yang disebut sebagai pendekatan yang mengutamakan hasil material dan lebih menekankan pada target.[9][9]Pembangunan masyarakat yang mementingkan hasil material (task conception)lebih menekankan pada hasil nyata yang terwujud seperti rumah sakit baru, gedung sekolah baru, dan sebagainya, sedangkan pembangunan masyarakat yang mementingkan proses menekankan pada tujuan yang lebih abstrak dan lebih mandiri.

Menurut pendekatan ini, pembangunan masyarakat adalah proses menuju suatu kondisi dimana masyarakat menjadi semakin kompeten dan sensitif dalam menggapai persoalan-persoalan baik di lingkungannya maupun dengan masyarakat makronya. Prosesnya adalah berjalan secara bertahap dan kumulatif, dalam tahap yang mebih lanjut akan meningkatkan kepekaan semakin tinggi yang di wujudkan dalam prakarsa, kreativitas, dan partisipasi yang semaikn meningkat.

baca juga :