Pendidikan

Kunci Sukses Dapat Beasiswa Luar Negeri: Harus Sesuai Passion

Kunci Sukses Dapat Beasiswa Luar Negeri Harus Sesuai Passion

Jalan-jalan sambil studi keluar negeri secara gratis adalah impian banyak

orang. Tidak hanya berkesempatan mendatangi tempat-tempat baru, atau menikmati petualangan seru bertemu dengan orang dan budaya yang berbeda tapi juga bisa ‘shoping’ ilmu.
ADVERTISEMENT
Berbeda dengan sebelumnya, kini kesempatan untuk melancong ke mancanegara semakin mudah. Tidak hanya karena kemajuan teknologi transportasi maupun alat komunikasi, tapi juga banyaknya sponsor yang siap membiayai. Salah satunya adalah melalui beasiswa pendidikan oleh pemerintah negara asal, negara tujuan maupun oleh penyedia beasiswa pihak swasta lainnya.
Pilihan beasiswa pendidikan pun beragam baik untuk keperluan studi lanjut, kursus singkat (short course), program pertukaran pelajar (exchange student program), magang hingga konferensi internasional. Komponen-komponen beasiswa yang didanai meliputi biaya pendidikan, transportasi, penelitian, biaya hidup hingga asuransi kesehatan. Tahapan-tahapan yang harus dilalui antara lain seleksi berkas, bahasa Inggris (TOEFL/IELTS), dan wawancara.
PicsArt_01-29-08.05.12.jpg
I Gede Pandu Wirawan saat mendapat pengahargaan dari Austalia Award. Foto: Instagram @igedepanduw

“Pelamar juga diharuskan menulis essai atau academic writing berkaitan

dengan program yang diikutinya,” kata I Gede Pandu Wirawan (29), alumnus Victoria University, Australia dalam International Scholarship Workshop and IELTS Simulation Test, di Gedung Dharma Wanita, Kabupaten Dompu, Sabtu (25/1).
ADVERTISEMENT
Pemuda asal Palopo, Sulawesi Selatan ini, menjelaskan pilihan program studi yang dilamar sebaiknya harus sesuai dengan keahlian dan passion yang bersangkutan. “Jadi, pada saat kita apply tidak asal ada,” ujarnya mengingatkan.

Begitu pula, kata dia, essai yang ditulis harus yang berdasarkan keahlian dan

pengalaman sebab nanti akan berpengaruh terhadap kedalaman dan isi tulisan tersebut. Alumnus Universitas Nasional Jakarta ini lantas menceritakan pengalamannya saat mengikuti short course selama 5 pekan ke University of Temple di AS. Temanya tentang keberagaman. Saat melamar program ini, kata Pandu, ia merasa tema tersebut relevan dengan pengalamannya.