Pendidikan

Konstitusi dalam Negara Demokrasi

Konstitusi dalam Negara Demokrasi

Konstitusi dalam Negara Demokrasi

Konstitusi dalam Negara Demokrasi
Konstitusi dalam Negara Demokrasi

Assalamu’alaikum Quantumers,

Terima kasih atas kunjungannya. Silakan kontak kami untuk kerjasama dalam pengerjaan sesuai dengan pelayanan jasa yang kami bisa. Salam semangat selalu.

Ini adalah salah satu postingan yang di request oleh para pengunjung. Semoga dapat membantu dan bermanfaat.

*dari berbagai sumber


Negara merupakan suatu wilayah yang berdiri sendiri, ditempati oleh sekelompok orang dan memiliki suatu sistem tertentu yang berlaku bagi setiap individu yang berada di wilayah tersebut. Ketika ingin mendirikan suatu Negara, ada beberapa unsur yang harus dipenuhi yaitu adanya wilayah yang mencakup darat, laut, udara, dan daerah ekstrateritorial; adanya rakyat yang diperintah; serta adanya pemerintahan yang berdaulat yang menjalankan penyelenggaraan negara.

Dalam perkembangannya, beberapa ahli menambahkan satu unsur lagi yaitu pengakuan dari Negara lain. Maksudnya adalah ketika suatu Negara telah berdiri maka Negara tersebut membutuhkan pengakuan dari Negara lain karena berkaitan dengan hubungan antar Negara dalam rangka mencapai tujuan Negara yang telah ditentukan dan dicantumkan dalam konstitusi.

Konstitusi memegang peran yang sangat penting bagi Negara dalam kaitannya dengan keberlangsungan proses penyelenggaraan Negara dalam rangka mencapai tujuan Negara yang ingin diraih. Begitu pula dengan Negara yang menganut konsep demokrasi. Terdapat dua hal pokok yang penting bagi negara demokrasi yaitu konstitusi yang demokratis dan penghargaan serta perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia dan hak-hak warga negara. Peran konstitusi dalam suatu Negara demokrasi dapat ditilik dan disarikan dari pengertian serta fungsi konstitusi itu sendiri yang telah diungkapkan oleh para ahli serta berpijak pada dua hal pokok bagi negara demokrasi sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya.

Dengan demikian, apakah sebenarnya peran konstitusi dalam suatu Negara demokrasi? Berikut sekilas ulasannya.

1. Konstitusi berperan sebagai Dasar Pembentukan Negara

Secara istilah, konstitusi diartikan sebagai pembentukan. Asal muasal penggunaan kata “pembentukan” sebagai makna dari istilah konstitusi berawal dari terjemahan kata constituer (Perancis) yang memiliki arti membentuk dalam artian membentuk suatu negara. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa konstitusi mengandung arti berawalnya segala aturan atau kaidah dasar mengenai hal-hal untuk membentuk suatu Negara. Dalam ketatanegaraan, konstitusi diartikan sebagai aturan dasar pembentukan suatu negara atau menyatakan sebuah negara.

Dalam konteks Indonesia, UUD 1945 sebagai dasar hukum tertulis tertinggi dapat disebut sebagai Deklarasi Kemerdekaan Indonesia dan Dasar Pembentukan Negara. Hal ini secara jelas tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang memuat pernyataan kemerdekaan serta tujuan nasional yang berlandaskan Pancasila. UUD 1945 juga mengatur kerangka ketatanegaraan serta tugas dan wewenang lembaga Negara.

2. Konstitusi berperan sebagai Perekat Bangsa

Konstitusi merupakan bentuk konsensus yang mencerminkan keanekaragaman yang dibalut dalam suatu ikatan kebangsaan dan kenegaraan. Heterogenitas dalam Negara demokrasi diakui dan dilindungi keberadaannya. Heterogenitas ini menuntut adanya sikap saling menghargai dan menghormati di antara warga masyarakat. Sikap ini dibutuhkan guna meraih cita-cita dan tujuan Negara yang telah disepakati. Sikap saling menghargai dan menghormati inilah yang memicu tumbuh kembangnya sikap toleransi dalam masyarakat.

Heterogenitas yang dimiliki Indonesia tidak lantas membuat Indonesia menjadi bangsa yang tercabik-cabik. Namun, heterogenitas ini justru menguatkan Indonesia sebagai satu bangsa yang besar. Heterogenitas menuntut setiap anak bangsa Indonesia untuk dapat saling menghargai dan menghormati. Sikap seperti ini telah menjadikan Indonesia dikenal sebagai Negara yang memiliki toleransi yang tinggi. Heterogenitas Indonesia dikenal dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi satu jua).

Heterogenitas Indonesia merupakan fakta yang harus diterima oleh setiap bangsa Indonesia. Untuk itu, Negara menjamin heterogenitas Indonesia dalam UUD 1945 yang tersurat jelas dalam tujuan Negara Indonesia dalam Pembukaan UUD 1945 dan berlandaskan falsafah negara.

Dengan dijaminnya heterogenitas di Indonesia, maka semangat rasa persatuan dapat terjalin sejalan dengan fungsi toleransi yang diterapkan oleh setiap warga negara. (baca : Manfaat UUD Republik Indonesia Tahun 1945 bagi Warga Negara serta Bangsa dan Negara)

Baca Juga :