Pendidikan

Konsep Dasar Bimbingan Dan Konseling Perkembangan Di SLTP Dan SLTA

Konsep Dasar Bimbingan Dan Konseling Perkembangan Di SLTP Dan SLTA

  1. Konsep dasar bimbingan dan konseling perkembangan di SLTP

SMP adalah masa remaja menuju masa pra remaja. Menurut Piaget pada masa ini anak mengalami masa Operasional Formal kisaran umur 12 tahun keatas pada masa ini seorang anak pengetahuan seorang anak diperoleh dan disusun secara simbolis dan logis dan hipotetis / deduktif (“jika maka”) berpikir dapat digunakan untuk menghasilkan semua kemungkinan situasi tertentu. Pada Renncana mengembangkan kemampuan, bakat dan minat” Kemampuan (ability) adalah daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan.

Pada tahap ini peran Bimbingan dan Konseling meliputi bagaimana seorang anak memahami dan mengerti tentang dirinya sendiri yaitu dengan Bakat (aptitude) adalah Kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu di kembangkan atau dilatih agar terwujud. Jadi bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang relatif, bersifat umum ( misalnya bakat intelektual umum) atau khusus (bakat akademis khusus).Bakat khusus ini di sebut juga talent. Minat (interest) adalah kecenderungan seseorang terhadap suatu hal tertentu dan tertarik melakukannnya. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan dapat dilaksanakan sekarang, sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat di lakukan di masa yang akan datang. Untuk melaksanakan suatu tindakan di butuhkan minat agar tercapai dengan baik dan sesuai rencana. Tidak semua orang berbakat akan berprestasi tinggi tanpa adanya kemampuan dan minat.

  1. Konsep dasar bimbingan dan konseling perkembangan di SLTA

Sedangkan pada tingkat SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas)SLTA adalah masa pra remaja menuju masa dewasa. Menurut Piaget pada masa ini anak mengalami masa Operasional Formal kisaran umur 16  tahun keatas pada masa ini seorang anak pengetahuan seorang anak diperoleh dan disusun secara simbolis dan logis dan hipotetis / deduktif (“jika maka”) berpikir dapat digunakan untuk menghasilkan semua kemungkinan situasi tertentu.

Adapun tugas-tugas perkembangan peserta didik tingkat remaja (siswa SMP/MTs. dan SMA/MA/SMK) adalah:

  1. Memiliki sikap dan perilaku beriman dan bertaqwa terhadap TYE
  2. Memperoleh perangkat nilai sebagi pedoman berperilaku
  3. Mencapai kemandirian emosional
  4. Mengembangkan keterampilan intelektual
  5. Berperilaku sosial yang bertanggung jawab
  6. Mencapai peran sosial sebgai pria/wanita
  7. Menerima keadaan diri dan menggunakannya secara efektif
  8. Mencapai kemandirian perilaku ekonomiis
  9. Memiliki wawasan persiapan karier
  10. Mencapai hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita (Soeharto, 1998:32-34/ catatan kuliah pada hari selasa 6 Desember 2016).
  11. Tujuan Bimbingan Dan Konseling Perkembangan Di SLTP Dan SLTA

Bimbingan dan konseling bertujuan membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangan secara optimal sebagai makhluk Tuhan, sosial, dan pribadi. Lebih lanjut tujuan bimbingan dan konseling adalah membantu individu dalam mencapai:

 

sumber :
https://www.dosenmatematika.co.id/seva-mobil-bekas/