Keutamaan dan Amalan Bulan Ramadhan

Keutamaan dan Amalan Bulan Ramadhan

Keutamaan dan Amalan Bulan Ramadhan
Keutamaan dan Amalan Bulan Ramadhan

Ketaatan yang dilakukan pada waktu atau tempat yang memiliki keutamaan menyebabkan amalan tersebut mempunyai nilai yang berlipat ganda. Oleh sebab itu pahala amalan menjadi berlipat ganda disebabkan kemuliaan suatu waktu sebagaimana juga berlipat ganda karena kemuliaan suatu tempat. Seperti shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Shalat di masjidil haram senilai dengan 100.000 shalat di masjid lainnya, dan shalat di Masjid Nabi SAW di Madinah senilai dengan 1.000 kali shalat di masjid yang lainnya. Hal ini disebabkan karena kemuliaan suatu tempat.

Maka demikian juga, kemuliaan suatu waktu menyebabkan amalan-amalan kebaikan yang dikerjakan di dalamnya menjadi berlipat ganda. Sedangkan waktu yang paling besar kemuliaannya adalah bulan Ramadhan. Allah menjadikannya sebagai ajang bagi hamba-Nya untuk melakukan kebaikan, ketaatan serta untuk menaikkan derajat.

Syaratnya

Diantara amal ibadah yang dikerjakan pada bulan Ramadhan adalah puasa Ramadhan. Bagi setiap muslim, baligh, berakal dan mampu berpuasa (menahan haus dan lapar sejak terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari) wajib menjalankan puasa Ramadhan. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqoroh 183 & 184.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaywa. (Puasa itu) beberapa hari yang tertentu (29 atau 30)”.

Dalil

Nabi SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadlan dengan iman dan mengharap pahala (ikhlash), maka semua dosa-dosanya yang telah lewat dan yang akan datang diampuni”. (HR. Bukhori & Muslim)

“Sesungguhnya di dalam Surga terdapat sebuah pintu yang disebut Ar-Royyan. Orang-orang yang rajin berpuasa akan masuk Surga melewatinya pada hari kiamat nanti. Tidak ada orang yang memasukinya selain mereka. Diserukan kepada mereka, ‘Manakah orang-orang yang rajin berpuasa?’ Maka merekapun bangkit. Tidak ada yang masuk melewati pintu itu selain golongan mereka. Dan kalau mereka semua sudah masuk maka pintu itu dikunci sehingga tidak ada lagi seorangpun yang bisa melaluinya”. (HR. Bukhari)

Pengertian puasa dalam terminologi syar’i artinya menahan segala hal yang membatalkan puasa dengan metode tertentu. Sedangkan puasa dalam ta’rif yang lebih khusus adalah menahan hal-hal yang dapat membatalkan puasa dan menjaga seluruh bagian tubuh dari perbuatan dosa.

Adapun Menurut Ahli Hikmah, tingkatan puasa terbagi menjadi 3, yaitu : “Puasa Umum, Puasa Khusus dan puasa Khawashul Khawaas”.

Puasa Umum

Puasa umum, atau puasa yang dikerjakan oleh kebanyakan umat (orang awam), yaitu menahan diri dari makan, minum dan berhubungan suami-istri. Puasa khusus, atau puasa yang dikerjakan oleh kebanyakan para shalihin, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan badan, dan juga mengekang anggota badan dari segala perbuatan dosa.

Puasa khazvashul khaivash

Puasa khazvashul khaivash, ialah menjalankan puasa seperti puasa umum dan puasa khusus, sekaligus memelihara hati dari tujuan hal-hal yang bersifat dunia semata,, menjaga hati dari keinginan-keinginan kotor dan menjaga hati agar tidak berpaling ke selain Allah.(Ihya’ Ulumuddin). Demikian uraian singkat tentang keutamaan dan amalan bulan ramadhan. Semoga bermanfaat. Amiin.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/niat-sholat-fardhu/