Pendidikan

Keterampilan Pengelolaan Kelas dan Bertanya

Keterampilan Pengelolaan Kelas dan Bertanya

Keterampilan Pengelolaan Kelas dan Bertanya

Keterampilan Pengelolaan Kelas dan Bertanya

Keterempalian Pengelolaan kelas

Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru dalam menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya mana kala terjadi hal-hal yang dapat mengganggu suasana pembelajaran.

1) Tujuan Pengelolaan kelas

Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Djain adalah penyediaan fasilitas bagi bermaca-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional,dan intelektual di kelas.

Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto adalah agar setiap anak dikelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Sebagai indikator dari sebuah kelas tertib adalah apabila setiap anak terus bekerja, tidak macet, dan terus melakukan pekerjaan tanpa membuang waktu.

2) Pendekatan-pendekatan dalam Pengelolaan kelas

a. Pendekatan Kekuasaan
b. Pendekatan Ancaman
c. Pendekatan Kebebasan
d. Pendekatan Resep
e. Pendekatan Pengajaran
f. Pendekatan Perubahan Tingkah Laku
g. Pendekatan Suasana Emosi dan Hubungan Sosial
h. Pendekatan Proses Kelompok
i. Pendekatan Electis atau Pluralistik

3) Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas

a. Hangat dan Antusias
b. Tantangan
c. Bervariasi
d. Keluwesan
e. Penekanan pada Hal-hal positif
f. Penanaman Disiplin diri

4) Komponen-Komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas

a. Keterampilan yang berhubungan dengan Penciptaan dan Pemeliharaan Kondisi Belajar (Bersifat Preventif)
b. Keterampilan yang berhubungan dengan Pengembangan Kondisi Belajar yang Optimal

Baca juga: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2020/03/teks-proklamasi.html

Keterampilan Bertanya

Keterampilan bertanya dalam kegiatan pembelajran di kelas, bagi seorang guru merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dikuasai. Melalui keterampilan ini guru dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih bermakna. Keterampilan bertanya dapat membantu guru mengurangi kebosanan, manakala selama berjam-jam guru menjelaskan maeri pelajran tanpa diselingi denan pertanyaan ketika menggunkan metode ceramah, pertanyaan akan membuat suasana kelas lebih dinamis walupun pertanyaan yang diajukan hanya sekedar pertanyaan pencingan atau pertanyaan untuk mengajak siswa berpikir.

1) Dasar-dasar Pertanyaan yang baik

a. Pertanyaan harus jelas dan mudah dimengerti oleh siswa.
b. Dalam memberikan pertanyaan berikan informasi yang memadai untuk menjawab pertanyaan.
c. Pertanyaan erfokus pada suatu masalah.
d. Berikan kepada siswa waktu yang cukup mempersiapkan jawaban.
e. Distribusikan semua pertanyaan kepada seluruh siswa secara merata.
f. Berikan stimulus dan respon yang ramah agar siswa tergerak dan mau menjawab pertanyaan yang diajukan.
g. Bimbinglah siswa agar dapat menemukan jawaban sendiri dnegan baik dan benar.

2) Jenis-jenis Pertanyaan yang baik

i. Pertanyaan menurut tujuannya
a. Pertanyaan permintaan (compliance question)
b. Pertanyaan retoris (rhetorical question)
c. Pertanyaan mengarahkan dan menuntun (prompting question)
d. Pertanyaan menggali (probing question)
ii. Pertanyaan dilihat dari tingkat kesulitan jawaban yang diharapkan bisa terdiri dari pertanyaan tingkat rendah dan pertanyaan tingkat tinggi.
a. Pertanyaan pengetahuan (knowledge question)
b. Pertanyaan pemahaman (comprehension question)
c. Pertanyaan aplikatif (application question)
d. Pertanyaan analisis (analysis question)
e. Pertanyaan sintesis (synthesis question)
f. Pertanyaan evaluasi (evaluation question)

3) Komponen-komponen keterampilan bertanya

i. Keterampilan bertanya tingkat dasar
a. Penggunaan pertanyaan secara jelas dan singkat
b. Pemberian tuntunan
c. Tunjukkan keantusiasan dan kehangatan
d. Berikan waktu dan kesempatan secukupnya kepada siswa untuk berpikir.
e. Atur lalu lintas bertanya jawab
f. Hindari pertanyaan ganda
ii. Keterampilan bertanya tingkat lanjut
a. Mengubah tingakt pertanyaan kognitif secara berjenjang.
b. Mengatur urutan pertanyaan
c. Menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang bersifatnya melacak.
d. Menggupayakan Terjadinya Interaksi