Pendidikan

Keadaan Geomorfologi Raja Ampat dan Tanahnya

Keadaan Geomorfologi Raja Ampat dan Tanahnya

Keadaan Geomorfologi Raja Ampat dan Tanahnya

Keadaan Geomorfologi Raja Ampat dan Tanahnya
Keadaan Geomorfologi Raja Ampat dan Tanahnya

Geomorfologi

Geomorfologi merupakan bentangalam mulai dari garis pantai hingga perbukitan di daratan diperlihatkan dalam bentuk kemiringan lereng, geometri, batuan, iklim dan curah hujan serta aktifitas dari manusia. Berdasarkan geomorfologinya, Raja Kepulauan Ampat dapat dibagi menjadi :

1) Satuan Daratan Alluvial

terdiri dari dataran pantai, rawa dan sungai. Kemiringan lereng kurang dari 15%, batuan tersusun atas lempung, lanau, pasir dan kerikil. Elevasi 0-10 meter, relief relief rendah, proses yang dominan adalah sedimentasi. Penggunaan lahan pada umumnya untuk permukiman serta ditumbuhi bakau. Dataran ini dapat ditemukan di Saonek, Waisai, Urbinasopen, Lamlam, Selpele, Mutus dan Arborek di Pulau Waigeo dan sekitarnya, Yensawai dan Arefi di Pulau Batanta, serta Waigama, Atkari, Tomolol dan Lilinta di Pulau Misool.

2) Satuan Topografi Karst

terdiri dari batuan batu gamping, terumbu karang dan kalkarenit. Kemiringan lereng sekitar 8% hingga terjal. Elevasi 0-650 meter, relief kasar, membulat, terdapat rekahan, celahan, gua-gua, sungai bawah tanah dan dolina-dolina. Proses alam yang terjadi adalah pengangkatan, patahan, karstifikasi. Pada beberapa tempat terdapat sungai bawah tanah antara lain Sungai Werabia di Pulau Waigeo dan Sungai Wartandip di Pulau Batanta. Pola antar sungai saling sejajar dan hanya berair ketika musim hujan. Tutupan lahan pada umumnya hutan lebat seperti di Pulau Waigeo sekeliling Teluk Mayalibit, Pulau Gam, Pulau Batanta dan bagian tengah dan timur dari Pulau Misool serta pulau-pulau kecil lainnya.

3) Satuan Perbukitan Batuan Beku ; terdiri dari batuan ultrafamik yang bersifat palagos dan retas, kemiringan lereng 30% hingga terjal. Elevasi 0-920 meter, relief tingi, mempunyai gawir terjal. Proses goedinamis dominan yag terjadi adalah patahan, erosi serta pelapukan. Lahan gersang dan tidak tertutup oleh vegetasi. Penyebaran meluas pada bagian utara Waigeo, Pulau Kawe, Pulau Gag, Pulau Batang Pele dan Pulau Manyaifun.

4) Satuan Perbukitan Rendah Hingga Tinggi ; terdiri dari batuan sedimen dan interusi gunungapi. Kemiringan lereng 8% hingga lebih dari 30%, elevasi 0-500 meter, bentangalam bergelombang, relief rendah hingga kasar. Proses geodinamis yang paling dominan terjadi adalah patahan, erosi serta pelapukan intensif. Tersebar di Pulau Batanta, Pulau Misool bagian selatan dan Pulau Kofiau.

Tanah

Tanah merupakan hasi dari pelapukan batuan dan endapan transportasi yang terdapat pada bagian atas dari batuan (Top Soil). Hasil pelapukan dapat diklasifikasikan menjadi lapuk ringan, sedang dan lanjut. Tanah di Kepulauan Raja Ampat dapat dibagi menjadi beberapa jenis :

1) Pasir Kerikil ; terdiri dari batuan gamping. Mempunyai vegetasi mengisi celahan batuan. Ketebalan 0-20 cm, ikatan semen terdiri dari pasir kerikil, berwarna coklat kekuningan, bersifat lepas-lepas, porositas sedang, daya dukung baik. Tersebar di sekeliling Teluk Mayalibit di Pulau Waigeo, Pulau Gam, Pulau Batanta dan bagian tengah dan timur dari Pulau Misool.

2) Pasir Pantai dan Sungai ; berwarna putih dan hitam, berukuran halus sampai kasar, kerikil, bersifat lepas-lepas, porositas tinggi, terdapat cangkang kerang, mengandung karbonat, kuarsa dan batuan beku. Daya dukung sedang. Tersebar di permukiman-permukiman Saonek, Waisai, Urbinasopen, Lamlam, Selpele, Mutus dan Arborek di Pulau Waigeo dan sekitarnya, Yensawai dan Arefi di Pulau Batanta, Waigama, Atkari, Tomolol dan Lilinta di Pulau Misool.

3) Lempung Lanauan Pasiran ; merupakan tempat terdapatnya substrat hutan rawa dan mangrove, berwarna hitam, lunak, plastisitas tinggi, mengandung bahan organic, berbau, jenuh air, bersifat tanah gambut dan daya dukung rendah. Penyebarannya terdapat disekitar garis pantai dan muara-muara sungai seperti Teluk Mayabilit, Lamlam dan Selpele di Pulau Waigeo, Yensawai di Pulau Batanta, Deer di Kofiau serta Waigama dan Usaha Jaya di Pulau Misool.

4) Pasir Lempungan ; merupakan pelapukan lanjut dari batuan beku basa, serpentinit, rinjang, berwarna coklat kuning kemerahan, porositas sedang, tebal 0,5 sampai 20 meter. Lahan terlihat gersang vegetasi. Tersebar di bagian utara Pulau Waigeo, Pulau Kawe, Pulau Gag, Pulau Batangpele dan Pulau Manyaifun.

5) Lempung Lanauan ; dicirikan dengan warna coklat kekuningan, lunak sampai agak padat, porositas sedang hingga tinggi, tebal antara 1 hingga 10 meter, tufaan, fragmen pecahan batu gamping, daya dukung sedang hingga baik. Lahan ditutupi hutan lebat. Tersebar di Waisai, Warsamdin, Urbinasopen di Pulau Waigeo dan meluas di Lilinta, Gamta, dan Usaha Jaya di Pulau Misool.

6) Pasir Kerikilan bongkah ; merupakan produk dari batuan gunungapi, warna coklat tua, agak padat, porositas sedang hingga tinggi, tebal antara 1 hingga 5 meter, tufaan, breksi vulkanik, fragmen batuan beku, daya dukung sedang hingga baik. Tersebar di Pulau Batanta.


Sumber: https://nisachoi.blog.uns.ac.id/facebook-akan-larang-monetisasi-kekerasan-dan-tragedi/