Ketatnya Tes IPDN, Sebanyak 694 Orang Berebut Kuota 22 Calon Praja Asal Riau

Ketatnya Tes IPDN, Sebanyak 694 Orang Berebut Kuota 22 Calon Praja Asal Riau

Seleksi untuk masuk Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) berlangsung sangat

ketat. Pasalnya, dari ribuan pendaftar di Provinsi Riau, hanya ada 694 orang pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi, dan berhak mengikuti tes kompetensi dasar (TKD).

“Pendaftarannya melalui website Ipdn.ac.id/spcp , secara online. Yang lolos tahap administrasi ada 694 orang. Jumlah tersebut akan terus mengerucut, karena kita dari Riau hanya mendapat kuota 22 orang,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Provinsi Riau, Asrizal kepada di ruang kerjanya.

Lanjutnya, pendaftaran dan tes seleksi calon praja IPDN dilakukan secara online serta

menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Dimana, pendaftar mengupload berkas pendaftaran ke website IPDN tersebut.

“Selain memudahkan pendaftaran, seleksi masuk IPDN melalui online dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat karena seleksi lebih transparan dan dapat dilihat secara langsung hasilnya,” jelasnya.

Untuk wilayah Riau, seleksi tersebut dilaksanakan di Kanreg XII BKN Pekanbaru Jalan

Hangtuah Ujung Nomor 48, Sail, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, Indonesia.

Baca Juga :

Inilah Faktor Penentu Kelulusan UN Menurut Kadisdikbud Riau

Inilah Faktor Penentu Kelulusan UN Menurut Kadisdikbud Riau

Peserta Ujian Nasional (UN) SMP/MTsN/Sederajat di Provinsi Riau diimbau untuk

tetap mengedepankan kejujuran dan berakhlak yang baik.

“UN bukan sebagai penentu kelulusan, karena yang menentukan siswa tersebut lulus atau tidaknya adalah akhlak anak tersebut selama di sekolah. Tentunya, sekolah telah menetapkan sebuah kriteria penilaian,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Riau, Kamsol kepada GoRiau.com, Senin (9/5/2016) di Pekanbaru.

Adapun kriteria yang dimaksudkan adalah berdasarkan aspek kognitif, afektif dan

psikomotorik anak untuk berkembang. Menurutnya, akhlak dan budi pekerti turut menjadi nilai penentu UN.

“Ada yang nilai UN nya bagus, tapi karena budi pekertinya buruk di sekolah bisa jadi tak

lulus. Begitu juga nilai UN yang dibawah standar, bisa lulus apabila nilai semester dan kumulatif budi pekertinya baik,” jelasnya.

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/aUCV737Z6L0M

Pengumuman Kelulusan, Lima Siswa Padang Panjang Masuk 20 Besar Nilai UN Tertinggi di Sumbar

Pengumuman Kelulusan, Lima Siswa Padang Panjang Masuk 20 Besar Nilai UN Tertinggi di Sumbar

Pengumuman kelulusan siswa SLTA se Indonesia yang berlangsung Sabtu (7/5/2016) juga dilakukan di Kota Padang Panjang. Kegembiraan terlihat pada wajah-wajah siswa yang lulus usai mengetahui ia berhasil menamatkan sekolah di jenjang SLTA ini.

Tak hanya itu, berbagai sekolah di Kota Padang Panjang juga mendapat prediket lulus

100 persen. Lulus 100 persen itu, misalnya diraih, SMK N 1 Padang Panjang. Dimana siswa kelas 3 di SMKN 1 Padang Panjang dengan jumlah peserta UN 241 orang (laki laki 26 org, perempuan 215 orang), lulus 100 %.

Begitu juga dengan MAN 2 Padang Panjang yang lulus 100 persen. Kepala Sekolah MAN 2 Padang Panjang, Amrizon S.Pd.M.Pd menyebutkan, jumlah siswa yg ikut ujian 131 org terdiri dari 3 jurusan, yaitu IPA 38 org, IPS 59 org, Keagamaan 34 org.

“Semua lulus dan MAN 2 Padang Panjang mencatatkan jumlah siswa lulus 100 %,

situasi aman terkendali,” katanya.

Kegembiraaan juga terjadi di SMAN 1 Padang Panjang yang siswanya lima siswanya masuk dalam 20 besar nilau UN tertinggi di Sumbar. Kelimanya adalah, M Rafky Alfarrakhan (2), Fitri Ramadhanti (4), Roni Pradana (7), Thariq Ramadhan (16) dan
Nawridha Alfath (19).

Walikota Padang Panjang Hendri Arnis melalui Kabag Humas Pemko Padang Panjang Ampera Salim, mengucapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih siswa SLTA di Kota Padang Panjang.

“Ini membuktikan bahwa Kota Padang Panjang pantas meraih prediket pengelolaan

pendidikan terbaik di Sumbar. Dan itu dibuktikan dengan diberikannya Kota Padang Panang Juara II pengelolaan Pendidikan di Sumbar tahun 2016 oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno,” kata Wako.

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/t09J9E76UT23bmu

Sertifikasi Profesi Bisa Perbaiki Kualitas Lulusan SMK

Sertifikasi Profesi Bisa Perbaiki Kualitas Lulusan SMK

Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), menekankan pentingnya sertifikat lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 1 (LSP-P1) bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Agar ke depan, SMK tersebut mampu menghasilkan tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil.

“Jadi memang, tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil menjadi prioritas output

dari SMK yang telah menerima sertifikasi LSP-P1,” jelas Asisten Deputi Pendidikan Menengah dan Keterampilan Kebekerjaan Kemenko PMK Raden Wijaya Kusumawardhana, Ahad (12/11).

Selain itu, dia mengatakan, pendidikan dan pelatihan vokasi harus fokus pada mutu dan relevansi materi yangs sesuai dengan dunia usaha dan industri yang terus berkembang. Sehingga, sedikit demi sedikit ketidakselarasan antara lulusan SMK dan kebutuhan industri pun dapat diminimalisasi.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy

mengaku kesulitan mengendalikan kualitas SMK yang dikelola swasta. Terhitung dari 13.600 SMK di Indonesia, sebanyak 9.000 adalah swasta, dan 3.000 SMK di antaranya hanya memiliki siswa kurang dari 100 orang.

“Tapi walau begitu, kami tidak bisa menutup begitu saja SMK itu. Di sisi lain, SMK itu pun sulit dikendalikan kualitasnya,” jelas Muhadjir, di Jakarta.

Dalam kondisi tersebut, Muhadjir meminta, agar kepala sekolah bisa memikirkan

kemajuan sekolahnya tersebut. Misalnya dengan berwirausaha untuk kemajuan sekolah.

“Kan sudah tidak diwajibkan ngajar lagi. Cukup memajukan sekolah dengan berwirausaha,” jelas Muhadjir.

Baca Juga :

Sertifikasi Profesi Bisa Perbaiki Kualitas Lulusan SMKAkhiri Masa KKN, LPPM Univrab Gelar Work ShopUSBN Ditetapkan Hanya Tiga Mata PelajaranMetode Belajar

Akhiri Masa KKN, LPPM Univrab Gelar Work Shop

Akhiri Masa KKN, LPPM Univrab Gelar Work Shop

Sebanyak lebih kurang 160 mahasiswa Universitas Abdurrab (Univrab), pekan ini mengakhiri masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak.

Sebagai bentuk pamitan kepada segenap upika dan masyarakat setempat, LPPM

Univrab menggelar perpisahan sekaligus work shop dengan tajuk “Optimalisasi sumber daya pembangunan berbasis Melayu Islami di Kecanatan Sungai Mandau” yangbdigelar di Aula SMAN 1 Sungai Mandau, Kamis siang (10/8).

Camat Sungai Mandau Novendra Kasmara yang dikonfirmasi wartawan menyebut, mahasiswa Univrab peserta KKN tersebut telah berada di Sungai Mandau selama sebulan dan melaksanakan pengabdian di empat Kampung (Desa), yakni Kampung Sungai Selodang, Lubuk Jering, Muara Kelantan dan Olak.

” Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Kita tentunya berterimakasih kepada seluruh

mahasiswa peserta KKN dan para Dosen Univrab. Semoga pengabdian yang telah dilaksanakan di Sungai Mandau dapat menjadi bekal dikemudian hari,” tuturnya.

Koordinator KKN Univrab, Amir Syamsuadi MSi juga mengaku sangat apresiasi terhadap penerimaan masyarakat Sungai Mandau secara umum atas KKN tersebut. Kata Dia kerjasama antara mahasiswa dan masyarakat terjalin sangat baik dan harmonis.

“Mewakili segenap mahasiswa dan dosen kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah Kecamatan dan masyarakat Sungai Mandau yang telah menerima dan mendukung sehingga pelaksanaan KKN berjalan sesuai yang kami harapkan,” ujarnya.

Kepada seluruh mahasiswa, Ia berharap agar dapat mengambil hal-hal yang positif

selama menjalani KKN demi menunjang proses akhir perkuliahan di Kampus nantinya.

Dijelaskannya, selama KKN, para mahasiswa telah berbaur dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan, seperti diantaranya, turut serta dalam Posyandu, mengajar di PAUD dan TK dan SD, pengajian, kegiatan kantor Desa dan menyelenggarakan kegiatan MTQ, cerdas cermat, dan lain-lain.

“Kita berharap apa yang telah dilaksanakan mahasiswa disetiap lokasi KKN, memberi manfaat bagi masyarakat. Dan silaturahmi akan terus terjalin tidak berhenti sampai disini,” pungkasnya

Sumber :

http://ahmadali.wagomu.id/e107261.html

USBN Ditetapkan Hanya Tiga Mata Pelajaran

USBN Ditetapkan Hanya Tiga Mata Pelajaran

Rencana pemerintah menguji delapan mata pelajaran (mapel) dalam ujian sekolah berstandar nasional (USBN) tahun ini akhirnya batal dilaksanakan. Pemerintah menetapkan siswa sekolah dasar (SD) hanya diuji tiga mapel.

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi mengatakan,

setelah dibahas kembali di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) maka USBN untuk siswa SD hanya akan menguji tiga mata pelajaran. Pihaknya akan menyiapkan langkah selanjutnya agar pelaksanaan USBN berjalan dengan lancar. “Berdasarkan pembahasan internal Kemendikbud, USBN SD/MI untuk tiga mapel,” katanya kepada KORAN SINDO kemarin.

Dosen UIN Syarif Hidayatullah ini menjelaskan, tiga mapel ini ialah Bahasa Indonesia,

Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Diketahui pada ujian sekolah (US) tahun ajaran 2016/2017, siswa SD hanya mengerjakan tiga mapel tersebut. Sebelumnya diwacanakan USBN menguji Bahasa Indonesia, IPA, Matematika, IPS, Pendidikan Kewarganegaraan, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, serta Pendidikan Agama.

Bambang mengatakan, dipilihnya tiga mapel itu saja karena ketiganya dianggap sebagai mapel utama atau fondasi yang mesti dikuasai siswa. Selain itu, juga kesiapan dan kemampuan guru-guru dalam menyiapkan soal untuk mapel yang lain perlu dilakukan dengan matang.BSNP sudah menyiapkan kisi-kisi soal ujiannya.

Menurut Bambang, para siswa SD ini akan menghadapi USBN sekitar April atau Mei. Mengenai kepastian tanggalnya, pemerintah menyerahkan secara langsung kepada sekolah. “Jadwal ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan. Sekitar akhir April atau Mei,” jelasnya.

Kepala Bidang Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud Giri Sarana Hamiseno menyatakan, finalisasi USBN hanya tiga mapel akan ditentu-

kan hari ini, Selasa (1/9/2018). “USBN tiga mapel besok akan difinalkan,” katanya.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Sugianto Tandra mengatakan,

pemerintah perlu mempertimbangkan dengan matang apakah rencana kebijakan ini akan memunculkan kondisi pembelajaran yang menambah stres anak didik, seperti yang kerap dikeluhkan selama ini. Apalagi kebijakan ini juga mempertimbangkan penambahan beban yang diujikan yang dikhawatirkan akan memberatkan anak didik maupun guru yang harus mempersiapkan mereka.

“Ujian seharusnya tidak mesti didesain seperti itu, apalagi untuk diadakan setiap tahun. Selain penambahan beban yang perlu dipertimbangkan, perlu dipertimbangkan pula ujian yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali,” ujarnya.

Dia mengatakan, pemerintah seharusnya menerapkan kebijakan yang bisa memastikan anak bisa belajar tanpa stres atau tertekan. Oleh karena itu, penambahan beban yang diujikan menjadi tidak tepat.

Lebih lanjut Sugianto juga menjelaskan, ide untuk memberikan pertanyaan esai dalam

USBN perlu didukung dengan pelajaran seperti Menulis Akademik.

Hal ini perlu diajarkan sejak kecil, misalnya bagaimana menulis esai sederhana dalam lima paragraf. Hal ini juga harus dipertimbangkan oleh pemerintah karena belum semua siswa di Indonesia sudah mendapatkan cukup panduan terkait menulis akademis

Sumber :

http://ahmadali.wagomu.id/e107259.html

Persepsi Siswa Tentang Metode Guru Mengajar

Persepsi Siswa Tentang Metode Guru Mengajar

Persepsi Siswa Tentang Metode Guru Mengajar
Persepsi Siswa Tentang Metode Guru Mengajar

Kata persepsi berasal dari bahasa Inggris “perception” yang berarti penglihatan atau tanggapan. Istilah persepsi adalah suatu proses aktivitas seseorang dalam memberikan kesan, penilaian, pendapat, merasakan dan menginterprestasikan sesuatu berdasarkan informasi yang ditampilkan dari sumber lain. Melalui persepsi kita dapat mendapatkan pengetahuan khusus tentang kejadian pada saat tertentu karena persepsi dapat terjadi kapan saja.

Persepsi merupakan suatu proses pengamatan terhadap suatu objek yang menyangkut tanggapan mengenai kebenaran langsung, keyakinan terhadap objek tertentu. Manusia sebagai makhluk social yang sekaligus juga sebagai makhluk individual, maka terdapat perbedaan antara individu satu dengan individu lainnya. Pada kenyataannya sebagian besar sikap dan tingkah laku ditentukan oleh persepsinya.

Menurut Slameto

Slameto, (2003:102) menjelaskan bahwa melalui persepsi manusia terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungan. Hubungan ini dilakukan lewat inderanya yaitu indera penglihatan, pendengar, peraba, dan penciuman. 

Suwarno, 2009: 53

Persepsi pada hakekatnya adalah proses kognitif  yang dialami setiap orang ketika berusaha memahami informasi yang diterimanya. Suwarno, 2009: 53

Berdasarkan pendapat-pendapat yang telah dikemukakan, maka persepsi dapat dikatakan sebagai suatu proses menyeleksi, mengorganisir dan menginterprestasikan stimuli dalam lingkungan.

Metode berasal dari bahasa Yunani “methodos” yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan.

Ign. S. Ulih Bukit Karo Karo

Metode mengajar adalah suatu cara atau jalan yang harus dilalui di dalam mengajar. Menurut Ign. S. Ulih Bukit Karo Karo “ Mengajar adalah menyajikan bahan pelajaran oleh orang kepada orang lain agar orang lain menerima, menguasai dan mengembangkannya. Di dalam lembaga pendidikan, orang lain yang disebut di atas disebut sebagai murid atau siswa dan mahasiswa, yang dalam proses belajar agar dapat menerima, menguasai dan lebih-lebih mengembangkan cara-cara mengajar serta cara belajar haruslah setepat-tepatnya dan seefisien mungkin.

Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang kurang baik pula. Metode mengajar yang kurang baik dapat terjadi misalnya karena guru kurang persiapan dan kurang menguasai bahan pelajaran sehingga guru tersebut menyajikannya tidak jelas atau sikap guru terhadap siswa dan atau terhadap mata pelajaran itu sendiri tidak baik, sehingga siswa kurang senang terhadap pelajaran atau gurunya. Akibatnya siswa untuk malas belajar. (Slameto, 2003: 65)

Keberhasilan belajar seperti yang kita harapkan sangat ditentukan oleh metode yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang sangat penting untuk diperhatikan dalam proses belajar mengajar.

Menurut Djamarah dan Zain

Menurut Djamarah dan Zain (2000: 83) “Metode mengajar adalah suatu cara mengajar yang bersifat netral dan umum tidak diwarnai oleh bidang apapun, tetapi menggunakan unsur-unsur inovatif, karena memberikan alternatif  lain yang dapat digunakan dalam kelas”.

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/03/18-pengertian-kewirausahaan-menurut-para-ahli.html

Keterikatan Pemikiran Politik Thomas Hobbes

Keterikatan Pemikiran Politik Thomas Hobbes

Keterikatan Pemikiran Politik Thomas Hobbes

Keterikatan Pemikiran Politik Thomas Hobbes
Keterikatan Pemikiran Politik Thomas Hobbes

 

Teori-teori mengenai asal-usul terbentuknya suatu negara

Dapat dikategorisasikan menjadi dua kategori utama, yaitu pertama, teori-teori yang spekulatif dan kedua, adalah teori-teori yang historis atau teori-teori yang revolusionistis.

Teori perjanjian masyarakat atau teori kontrak sosial merupakan salah satu dari teori-teori spkulatif. Teori perjanjian masyarakat atau teori kontrak sosial menganggap perjanjian sebagai dasar negara dan masyarakat.  Teori ini dipandang tertua dan terpenting.  Setiap perenungan mengenai negara dan masyarakat, mau tidak mau akan menghasilakn paham-paham yang mendasarkan adanya negara dan masyarakat itu pada persetujuan anggota-anggotanya.  Persetujuan tersebut dapat dinyatakan secara tegas (expressed)  atau dianggap telah diberikan secara diam-diam (tacitly assumed).

 

Salah satu tokoh yang paling berpengaruh mengenai konsep

Perjanjian masyarakat atau kontrak sosial adalah Thomas Hobbes. Seorang tokoh penganjur absolutisme demi kebaikan dan ketertiban dan pendukung ajaran desakralisasi kekuasaan atas dasar agama.

 

Thomas Hobbes dilahirkan di Malmesbury pada tanggal 3 April tahun 1588

Dan meninggal pada tanggal 4 Desember tahun 1669 di Hardwick Hall, Debyshire, Inggris.  Karena lahir di Malmesbury, Hobbes juga disebut sebagai “Filsuf dari Malmesbury”.  Hobbes bukan seorang negarawan atau politikus, ia seorang filsof yang mencurahkan perhatiannya pada masalah-masalah falsafah politik.  Karya-karya politiknya dimuat antara lain dalam buku-buku: The Elements of Law, Natural and Political, 1640, De Cive, 1642 dan terutama serta paling termasyhur ialah Leviathan atauCommonwealth yang ditulis dalam tahun 1651. Bukunya ini menunjukan dengan nyata bagaimana manusia dan pergaulan dalam hidupnya sebagai suatu mekanisme, serta manusia sebagai subjek yang penuh rasa takut dan hanya bertindak berdasar kepentingan diri.[2] Ketiga buku ditulis dengan motif-motif politik tertentu, umpamanya ”Leviathan” ditulis untuk membenarkan dan memberi dasar hukum pada kekuasann raja Charles I yang bertakhta sebagai raja Inggris selama periode 1625-1649.

Thomas Hobbes temasuk seorang penyokong teori Divine Right

Yang dianut oleh golongan Torries di Inggris. Unsur-unsur teori ini,[3] ialah:  1)  Kekuasaan raja besifat mutlak; 2) Raja merupakan kepala keluarga yang besar; 3). Kerajaan adalah kehendak Tuhan; 4) Hanya dalam monarkhi terdapat kekebasan beragama; 5) Parlemen hanya sebagai penasehat.  Unsur –unsur dari teori Divine Right ini akan jelas terlihat mempengaruhi pemikiran Hobbes terutama dalam konsep Negara Leviathan yang kelak diuangkapkannya.

Untuk menyelami falsafah politik Hobbes patutlah diketahui keadaan- keadaan politik di Inggris semasa hidupnya.  Karena Hobbes adalah anak dari zamanya dan teorinya hanya dapat dimengerti jika ditinjau dengan latar belakang historis dari zamannya tersebut.

Ketika Hobbes dilahirkan dalam tahun 1588, seluruh penduduk kepulauan Inggris terancam oleh bahaya, yaitu armada laut yang tidak terkalahkan dari Spanyol yang berada di bawah pimpinan laksaman Medina Sidonia.  Ketakutan akan ancaman armada laut Spanyol ini meresap pada setiap kalbu orang Inggris. Hobbes kemudian mengalami sendiri perang saudara yang menimpa penduduk Inggris, yakni pertikaian antara Long Parliment dan Charles I (1642-1651) yang mengakibatkan terpenggalnya kepala Charles I.  Dengan latar belakang yang menakutkan dan mengerikan tersebut Hobbes lahir dan dibesarkan.  Oleh karena itu falsafah politiknya menampakkan adanya unsur-unsur ketakutan yang menurut Hobbes menjadi peranan utama dari pada kemajuan manusia.

 

Beranjak kepada pemikirannya, Thomas Hobbes

Membedakan Natural Law dengan Natural Right[4].  Natural Right ialah hak kekuasaan yang dimiliki setiap orang untuk berbuat apa saja untuk mempertahankan hidupnya.  DanNatural Right yang mengakibatkan timbulnya konflik atau perkelahian tersebut, disebabkan tidak ada aturan yang membatasi.

Thomas Hobbes mempergunakan sebagai titik pangkal dalam ajarannya bahwa manusia sejak dilahirkan telah membawa hak-hak asasinya, seperti hak untuk hidup, kemerdekaan dan hak milik.  Hak-hak ini termasuk dalam hukum alam (natuurrecht).[5]  Akan tetapi tidak ada jaminan bahwa seorang dapat menikmatinya secara utuh karena orang lain juga menghendaki kesenangan tersebut.  Untuk mengatasi atau mendapatkan jaminan Hobbes bekata bahwa pencapaian harus dilakukan dengan mengikuti hukum-hukum alam tersebut.[6]  Pertama, bahwa setiap orang harus berusaha menciptakan damai, bila ingin mendapat kedamaian.  Kedua, bahwa setiap orang atas kemauan bersama menyerahkan haknya menjadi hak bersama dalam bentuk suatu kemerdekaan yang besar menghadapi semua orang termasuk mereka yang menyerahkan haknya.  Kedua prinsip inilah yang menjadi landasan Teori Perjanjian masyarakat atau kontrak sosial dari Hobbes.

 Berkaitan dengan proses tercapainya kontrak sosial. Hobbes mengikuti jalan pikiran teori kontrak sosial pada umumnya tentang kehidupan manusia yang terpisah dalam dua zaman itu, yakni masa selama belum ada negara (status naturalis atau state of nature) dan kedaan bernegara.  Bagi Hobbes keadaan alamiah saat belum ada negara atau lebih sering dikenal dengan istilah status naturalis atau state of nature, sama sekali bukan keadaan yang aman senatosa, adil dan makmur.

 

Tetapi sebaliknya, keadaan alamiah merupakan

Suatu keadaan sosial yang kacau, tanpa hukum yang dibuat oleh manusia secara sukarela dan tanpa pemerintah, tanpa ikatan-ikatan sosial antara individu itu masing-masing,  sebagaimana keadaan keadaan di hutan rimba raya di mana yang kuatlah yang berkuasa.  Manusia seakan-akan merupakan bintang yang senantiasa berada dalam keadaan bermusushan, terancam oleh sesamanya dan menjadi mangsa dari manusia lebih kuat dari padanya.  Keadaan ini dilukiskan dalam istilah ”homo homini lupus”, manusia yang satu merupakan binatang buas bagi manusia yang lain.  Dalam keadaan ini, manusia saling bermusuhan, beradu terus menerus dalam keadaan peperangan yang satu melawan yang lain.  Keadaan inilah dikenal sebagai “bellum ominum contra omnes” (perang antara semua melawan semua).  Bukan perang dalam arti peperangan terorganisis, tetapi perang dalam arti keadaan bermusushan yang terus menerus antara individu dengan individu lainnya.

Baca Juga :

Sekda Iwa Lantik 39 Pejabat Fungsional Pemprov Jabar

Sekda Iwa Lantik 39 Pejabat Fungsional Pemprov Jabar

Sekda Iwa Lantik 39 Pejabat Fungsional Pemprov Jabar

 

Sekda Iwa Lantik 39 Pejabat Fungsional Pemprov Jabar

BANDUNG

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa melantik 39 orang pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Jum’at (23/11/2018). Pengangkatan pegawai fungsional ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 42/M Tahun 2018 Tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Fungsional Ahli Utama, dan Keputusan Gubernur Jawa Barat Tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Fungsional di Lingkungan Pemerintah.

Dalam sambutannya

Sekda Iwa memaparkan bahwa dalam rangka menerapkan manajemen sumber daya Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis merit sistem, pemerintah daerah provinsi Jabar terus mengupayakan pendekatan pengelolaan SDM dengan berdasar kepada tiga pendekatan utama, yaitu kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Merit sistem sendiri merupakan cerminan manajemen kepegawaian yang profesional yang terus kita upayakan bersama dalam pengembangan karir dan manajemen kepegawaian di provinsi Jabar.

“Dengan merit sistem, keterbukaan dalam objektivitas pengembangan karir pegawai, baik promosi maupun rotasi jabatan akan didasarkan pada data kualifikasi, kompetisi dan kinerja selama pegawai memangku jabatan,” kata Iwa.

Iwa berharap

pelaksanaan pelantikan pejabat fungsional ini dapat mendorong figur pegawai yang berkompeten dan memiliki kinerja yang baik, sehingga dapat mengakselerasi pembangunan mewujudkan “Jawa Barat Juara Lahir dan Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi”. Untuk itu, Pemerintah Provinsi dan seluruh Kabupaten/Kota se-Jabar akan digiring ke era birokrasi dinamis, dimana birokrasi ini akan melibatkan seluruh elemen untuk berperan aktif dalam pembangunan, mulai dari akademisi, swasta dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), masyarakat, pelaku usaha, hingga media.

“Saya harapkan pejabat fungsional bisa berperan aktif dalam memberikan gagasan yang visioner dalam mewujudkan hal ini. Jalankan amanah sesuai dengan tugasnya masing-masing, optimalkan seluruh kemampuan dan potensi saudara dalam melaksanakan tugas sebagai pejabat fungsional di instansinya masing-masing,” pesan Iwa.

Ke-39 pejabat fungsional yang dilantik antara lain

1. Udjwalaprana Sigit, sebagai Widyaiswara Utama di BPSDM
2. Mulyana, sebagai SPM Muda di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
3. Lilik Wardiana, sebagai Pengawas Ketenagakerjaan Muda di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
4. Bambang Eko Prajoko, sebagai Pengawas Ketenagakerjaan Muda di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
5. Siska Yuliska, sebagai Pengawas Ketenagakerjaan Muda di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
6. Asep Munadi Iskandar, sebagai Perawat Pertama di Dinas Kesehatan
7. R. Mersa Nurain Kausar, sebagai Apoteker Muda di Dinas Kesehatan
8. Yunia Ruslan Nur, sebagai Dokter Pertama di Dinas Kesehatan
9. Chaerunisa Suknawati, sebagai Dokter Pertama di Dinas Kesehatan
10. Saadah Fitriany, sebagai Wydiaiswara Pertama di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
11. Mully Yanuar, sebagai Pamong Budaya Pelaksana Lanjutan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
12. Ganjar Harta Negara, sebagai Pamong Budaya Pertama Bidang Permuseuman di Dinas pariwisata dan Kebudayaan
13. Zahrotul Mahmudah, sebagai Pamong Budaya Pertama Bidang Nilai Budaya di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
14. Nonon Ratnariris, sebagai Pamong Budaya Muda Bidang Nilai Budaya di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
15. Dini Juwitasari, sebagai Pamong Budaya Muda Bidang Kepurbakalaan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
16. Dede Heryadi, sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama di Dinas kehutanan
17. Gigih Kudiyanto, sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama di Dinas Kehutanan
18. Sukenda, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
19. Deni Husaen, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
20. Dasep Iyep Kurniawan, sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama di Dinas Kehutanan
21. Rahmat Mulyadi, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
22. Asep Suganda, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
23. Enco Karso, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
24. Lilis Rahmayati, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
25. Sukma Hikayat, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
26. Endin Mulyana, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
27. Sonson Garnida, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
28. Aceng Solihin, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
29. Wawan Gunawan, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
30. Aef Saefudin, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
31. Ahmad Sapari, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
32. Ramli Supriatna, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
33. Nurhayati, sebagai Penyuluh Kehutanan Muda di Dinas Kehutanan
34. Zesty Virgiandita, sebagai Dokter Pertama di Dinas Kesehatan
35. Mia Risma Yosmiawati, sebagai Dokter Pertama di Dinas Kesehatan
36. Rismayadiani, sebagai Dokter Muda di Dinas Kesehatan
37. Raharti Aditiasini J, sebagai Dokter Pertama di Dinas Kesehatan
38. Ade Kurnia, sebagai Dokter Pertama di Dinas Kesehatan
39. Helmi Hasbulloh, sebagai Sanitarian Pelaksana di Dinas Kesehatan ( Humas dan Protokol Setda Jabar )

 

Artikel terkait: