2018, Pasar Smartphone Premium Tumbuh 18%

2018, Pasar Smartphone Premium Tumbuh 18%

2018, Pasar Smartphone Premium Tumbuh 18%

Pasar smartphone keseluruhan mengalami sedikit penurunan (-2%), namun pasar smartphone premium tumbuh sebesar 18%.

Data dari Counterpoint Research per Desember 2018 menunjukkan bahwa

smarrphone dengan kisaran harga di atas $400 mengalami pertumbuhan tercepat. Dan di segmen itu, Apple memimpin dengan harga di atas $800 tumbuh paling besar.

Apple meraih 51% dari pasar smartphone premium (di atas $400), diikuti oleh

22% Samsung dan 10% Huawei berkat demand kuat atas seri P20 dan Mate 20.

Apple juga memimpin pasar $800+ atau ultra-premium dengan pangsa 80%.

Segmen ultra-premium ($800+) adalah yang paling cepat berkembang, rentang harga $400- $600 adalah yang terbesar dalam hal volume.

Apple masih menjual sebagian besar ponsel di segmen ini, tetapi OnePlus mengalami peningkatan penjualan terbesar, berkat kinerja penjualan yang kuat di India.

Data Counterpoint menunjukkan bahwa konsumen bersedia untuk

menghabiskan biaya lebih banyak untuk ponsel mereka pada tahun 2018 dengan harapan bisa mempertahankannya lebih lama (masa pakai).

Firma riset Counterpoint memprediksi pertumbuhan segmen smartphone premium terus berlanjut berkat kedatangan perangkat 5G dan ponsel lipat serta munculnya segmen premium-terjangkau.

 

Baca Juga :

Umrah Gratis, 56 Driver Grab Bike Terbang ke Tanah Suci

Umrah Gratis, 56 Driver Grab Bike Terbang ke Tanah Suci

Umrah Gratis, 56 Driver Grab Bike Terbang ke Tanah Suci

Grab resmi memberangkatkan 56 driver motor yang berasal dari Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Makasar, Yogyakarta dan Semarang. Melalui program #ImpianUmrahItuDekat, terpilih 60 mitra driver bike terbaik dari 7 kota tersebut. Para mitra driver yang beruntung mengikuti Umrah gratis terpilih berdasarkan kinerja terbaik.

“Program Umrah Gratis ini sudah kita senggelarakan tahun sebelumnya di

tahun 2018 untuk Grab Car. Untuk Grab Bike baru pertama kali di tahun 2019 ini. Kedepannya kami akan menggelar program Umrah untuk driver Grab Car di tahun 2019 ini,” ujar Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia disela acara pelepasan Umrah driver Grab di Kalideres, Jakarta Barat, Senin (28/1/2019).

Disampaikan Ridzki, tahun ini ada 3 kloter yang kita berangkatkan.

“Di kloter pertama ini kita berangkatkan 56 driver. Sebenarnya total driver

yang kita berangkatkan 60 driver. Namun 4 orang berhalangan hadir. Jadi, kita berangkatkan 56 orang. Driver yang tidak bisa ikut di kloter ini bisa ikut di kloter selanjutnya,” papar Ridzki.

Dalam 3 kloter, dikatakan Ridzki, Grab akan memberangkatkan 200 mitra driver.

“Periode pemberangkatan 3 kloter ini diperkirakan selesai sebelum bulan Ramadhan, sekitar bulan Mei 2019. Kriteria driver yang kita berangkatkan Umrah berdasarkan kinerja dan perilaku mereka. Misalnya jujur, rajin dan lainnya,” tandas Ridzki.

Program #ImpianUmrahItuDekat merupakan bagian dari program Grab Mitra

Sejahtera. Program Grab Mitra Sejahtera sendiri diresmikan pada tahun 2016 lalu.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/WA3z/titanium-backup-pro-apk-mod

Pasar iPhone Melemah di China, Apa Sebabnya ?

Pasar iPhone Melemah di China, Apa Sebabnya ?

Pasar iPhone Melemah di China, Apa Sebabnya

Pasar iPhone di beberapa negara terus melemah. China salah satunya. Ini dikonfirmasi langsung oleh CEO Apple, Tim Cook.

Dilansir dari Ubergizmo, pengiriman iPhone di China menurun. Menurut salah seorang Strategy Analytics, pengiriman iPhone di China menurun sebesar 22%. Menurutnya, Apple mengirim sekitar 10 juta iPhone ke China pada Q4 2018.

Dibandingkan tahun sebelumnya, pengiriman iPhone terus menurun. Pada

kuartal keempat (Q4) 2017, pengiriman iPhone di China mencapai 14 juta unit.

Belum ada penyebab pasti dari penurunan pengiriman iPhone tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Apple belum memberikan keterangan resminya terkait penurunan pengiriman iPhone di China.

Para analis menyimpulkan bahwa melemahnya pasar iPhone di China karena

perang dagang yang terjadi antara China dan Amerika Serikat. Perang dagang tersebut mendorong China untuk menggunakan brand lokal mereka.

Belum lama ini, sejumlah perusahaan di Cina memberikan sanksi pada karyawannya yang menggunakan iPhone. Sementara perusahaan lain di China memberikan insentif bonus kepada karyawan mereka bagi yang menggunakan brand lokal asal China.

Brand lokal asal China seperti Huawei dan Vivo memiliki peningkatan

pengiriman produk mereka secara signifikan. Pengiriman smartphone Huawei meningkat dari 90,8 juta menjadi 105,1 juta dari tahun 2017 hingga 2018. Sementara Vivo mengalami kenaikan pengiriman smartphone dari 73,1 juta menjadi 79,3 juta dalam periode yang sama.

Beragam cara telah dilakukan iPhone untuk menaikan penjualannya di negeri tirai bambu tersebut. Misalnya dengan memberikan sejumlah diskon untuk produk smartphone mereka. Namun, strategi yang dilakukan Apple tersebut tidak berhasil.

Nampaknya, tidak hanya Apple saja yang terkena dampak dari perang dagang tersebut. Melainkan brand asal Amerika Serikat lainnya.

 

Sumber :

https://ppidkabbekasi.id/notific-pro-apk/

XL Axiata Uji Komunikasi 5G via Hologram

XL Axiata Uji Komunikasi 5G via Hologram

XL Axiata Uji Komunikasi 5G via Hologram

Operator telekomunikasi Indonesia tengah bersiap menyambut era 5G.

Setelah tahun 2017 melakukan demo VR dan speed test 5G, dilanjutkan dengan uji coba smart city dan layanan publik pada 2018, tahun ini XL Axiata menggelar uji coba komunikasi virtual di jaringan 5G melalui hologram.

Melalui tampilan hologram, Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya, mengatakan, “Tahun lalu kami uji coba di spektrum 28GHz dan 15GHz dengan bandwidth 800MHz. Kali ini, kami uji coba 5G komunikasi virtual via hologram di spektrum 28GHz dengan lebar pita 400MHz.”

Dari balik hologram, Yessie menuturkan berbagai persiapan telah dilaksanakan

sebelum sampai ke titik ini. Sejak dua tahun terakhir, perusahaan telah menyiapkan ekosistem pendukungnya, salah satunya adalah jaringan data berkapasitas besar dengan melakukan fiberisasi di seluruh jaringan.

Fiberisasi, lanjut Yessie, akan mampu meningkatkan kapasitas transport jaringan hingga lebih dari 5x lipat dibandingkan transport bukan fiber. Selain itu, uji coba kembali dilaksanakan untuk menguji berbagai aspek teknis dan teknologi.

Uji coba 5G yang kali ketiga ini berlangsung di dalam salah satu ruangan di

Gedung XL Axiata, Jakarta, Rabu (21/8). Uji coba dilaksanakan dengan sebuah demonstrasikan kemampuan layanan 5G untuk berkomunikasi secara virtual melalui tampilan hologram.

Uji coba 5G ini mendapatkan dukungan penuh dari Ericsson Indonesia yang menyediakan teknologi 5G.

 

Baca Juga :

Mukesh Ambani Kini Mengincar 500 Juta Pelanggan Jio

Mukesh Ambani Kini Mengincar 500 Juta Pelanggan Jio

Mukesh Ambani Kini Mengincar 500 Juta Pelanggan Jio

Kuartal kedua 2019 menjadi titik balik industri selular di India. Setelah

bertahun-tahun mendominasi pasar, dua operator masing-masing Bharti Airtel dan Vodafone-Idea, harus rela posisi puncak direbut oleh Jio Reliance.

Dalam laporan triwulanan yang baru-baru ini dirilis, Jio mengatakan basis pelanggan selularnya telah tumbuh menjadi 340 juta pengguna di seluruh negeri.

Jio mengungguli Vodafone-Idea yang basis pelanggannya turun menjadi 320

juta dari 334,1 juta kuartal ini. Sementara Airtel belum merilis angka kuartalannya, namun basis pelanggan yang dimiliki pada Mei 2019 sebesar 320,6 juta.

Pencapaian tersebut terbilang dramatis, mengingat Jio adalah operator yang terbilang baru. Strategi harga murah, benar-benar efektif mengguncang pasar. Membuat masyarakat India dengan cepat berpaling dan menggunakan Jio.

Chairman dan Managing Director Reliance Industries Mukesh Ambani, mengatakan bahwa basis pelanggan Jio telah melampaui target yang ditetapkan dalam waktu kurang dari tiga tahun, sejak pertama kali perusahaan beroperasi dan menantang penguasa pasar.

Meski telah menjadi market leader, Mukesh mengatakan bahwa mesin Jio

terus bergerak untuk mencapai peningkatan yang lebih tinggi. Taipan India itu, kini menargetkan dapat menembus 500 juta pelanggan di negara ini.

Untuk mencapai target tersebut, Mukesh menyebutkan bahwa pihaknya akan fokus pada empat mesin pertumbuhan baru, yaitu Internet of Things (IoT) untuk seluruh negara, rumah dan layanan broadband perusahaan serta boadband untuk UKM.

“Pendapatan dari masing-masing mesin konektifitas itu akan menghasilkan fiskal sendiri,” kata Ambani saat berbicara dalam Rapat Umum Tahunan (RUPS).

 

Sumber :

https://dolanyok.com/

Selangkah Lagi, Oppo Kuasai Pasar Smartphone Asia Tenggara

Selangkah Lagi, Oppo Kuasai Pasar Smartphone Asia Tenggara

Selangkah Lagi, Oppo Kuasai Pasar Smartphone Asia Tenggara

Sejalan dengan pergantian dari feature phone ke smartphone, tren pasar ponsel pintar di kawasan Asia Tenggara, menunjukkan peningkatan permintaan, setelah sebelumnya mengalami stganasi dalam beberapa periode.

Menurut laporan lembaga riset Canalys, permintaan tercatat naik tipis pada

kuartal kedua tahun 2019, dengan vendor China mendorong pertumbuhan.

Pengiriman di sembilan negara meningkat 2% tahun-ke-tahun menjadi 30,7 juta unit. Merek-merek Cina meningkatkan pangsa pasar mereka menjadi 62% dari sebelumnya 50% pada Q2 2018. Secara keseruhan, vendor-vendor China mengirimkan 19 juta unit pada kuartal terakhir.

Samsung kembali ke jalur pertumbuhan, setelah mengalami tiga perempat

penurunan. Tercatat raksasa Korea Selatan itu, mampu meningkatkan pengiriman sebesar 5% menjadi 7,7 juta unit.

Meski Samsung masih menjadi pemimpin pasar di kawasan Asia Tenggara, namun rival terdekatnya Oppo, terus meraih peningkatan pasar yang lebih tinggi.

Oppo dalam periode ini, mampu mencatat kinerja kuartalan terbaiknya dengan pertumbuhan 49%. Total pengiriman Oppo mencapai 7,3 juta unit.

Vivo mempertahankan posisi ketiga dengan pengiriman 4,1 juta smartphone,

Kemudian di posisi keempat terdapat Xiaomi. Merek yang identik dengan harga murah ini, sukses mendepak Huawei, berkat total pengiriman 3,7 juta unit.

Kejutan terjadi, saat pendatang baru, Realme masuk lima besar untuk pertama kalinya. Merek yang sebelumnya merupakan sub brand Oppo ini, mampu mengirimkan 1,6 juta unit smartphone.

Analis Canalys, Matthew Xie, mengatakan bahwa pasar di kawasan Asia Tenggara, semakin fokus pada segmen menengah ke bawah, di mana loyalitas merek rendah. Varian smartphone dengan bandrol US$ 200 menyumbang 75% dari semua pengiriman.

 

Sumber :

https://dunebuggyforsale.org/

Gojek Menanggapi Terkait Teror Bom Medan

Gojek Menanggapi Terkait Teror Bom Medan

Gojek Menanggapi Terkait Teror Bom Medan

Gojek memberikan informasi mengenai aksi teror bom bunuh diri di

Polrestabes Medan pagi ini (13/11/19). Hal ini terkait pelaku yang diduga menggunakan atribut ojek online miliknya.

Kristy Nelwan, VP Corporate Communications Gojek, dalam pesan singkatnya

menuturkan, bahwa Gojek telah dengan segera menghubungi dan berkoordinasi dengan pihak berwajib, serta siap untuk memberikan seluruh bantuan dan dukungan yang diperlukan untuk proses investigasi.

“Kami mengutuk aksi teror yang terjadi di Polrestabes Medan pagi ini dan berduka cita atas jatuhnya korban dari aksi teror tersebut,” ujar Kristy.

Baca Juga :Nadiem Makarim Mundur, Ini Pernyataan Resmi Gojek

Namun lebih lanjut, Kristy tidak dapat berkomentar mengenai atribut terduga

pelaku. “Gojek menentang keras segala tindakan anarkis dan akan memberikan dukungan penuh upaya pihak berwajib dalam menjaga keamanan masyarakat.”tutur Kristy.

Diketahui, aksi bom bunuh diri terjadi pada pagi ini, yakni pukul 08.45 Wib di Polrestabes Medan.

 

Baca Juga :

Pemerintah Luncurkan Portal Aduan ASN untuk Masyarakat

Pemerintah Luncurkan Portal Aduan ASN untuk Masyarakat

Pemerintah Luncurkan Portal Aduan ASN untuk Masyarakat

Masyarakat bisa mengadukan perbuatan aparatur sipil negara (ASN) ke

pemerintah melalui portal pengaduan bernama Aduan ASN di alamat website aduanasn.id

Pemerintah melalui 11 kementerian dan lembaga negara, mengajak masyarakat untuk tidak segan-segan mengadukan oknum ASN yang berulah, khususnya ASN yang terpapar radikalisme.

“Peluncuran ini sudah melalui proses panjang. Ideologi dan konstitusi negara

kita harus dicamkan betul-betul oleh ASN. Tugas kami sekarang membantu agar ASN kita sebagai garda depan pemerintahan, untuk bekerja dalam satu semangat tim. Barangkali, ada ASN yang melihat Indonesia dengan kacamata yang lain, maka perlu diingatkan kembali bahwa ideologi dan konstitusi negara kita adalah kesepakatan final sebagai bangsa,” tutur Menteri Kominfo Johnny G Plate, usai penandatanganan Surat SKB penanganan radikalisme ASN disusul dengan peluncuran portal aduan ASN, di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat (12/11/2019).

Johnny menuturkan, kemunculan portal ini berawal dari kerisauan yang

berkembang di masyarakat. Pemerintah mengambil langkah dengan membentuk tim task force (kesatuan tugas) melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 11 Kementerian dan Lembaga Negara. Dan Kementerian Kominfo menyediakan portalnya untuk memudahkan pengaduan ASN.

“Kami berharap konten yang diisi didukung dengan informasi akurat dan data yang valid. Jangan sampai diisi hoax,” katanya.

Karena tujuan portal pengaduan ini, kata Johnny, adalah untuk meningkatkan kinerja ASN kita dan membangun rasa kebangsaan yang tinggi.

“Kami berharap, ini akan memberi efek kepada masyarakat secara berantai, sehingga kehidupan berbangsa bernegara kita didasari semangat ideologi yang kuat,” katanya.

 

Sumber :

https://zalala.co.id/

Apple Ujicoba Touch ID pada Watch

Apple Ujicoba Touch ID pada Watch

Apple Ujicoba Touch ID pada Watch

Analis Apple Ming-Chi Kuo baru-baru ini membuat prediksi. Dalam prediksinya, Kuo mengatakan Apple akan mempertahankan Face ID, juga menghidupkan kembali Touch ID berupa pembaca sidik jari di bawah layar.

Pasalnya, sejak 2017, Apple telah meninggalkan Touch ID pada iPhone-nya

dan tahun depan ada banyak inovasi. Seperti dilaporkan BGR, Apple serius memikirkan Touch ID dalam layar dan bukan saja untuk iPhone.

Pasalnya baru-baru ini paten yang diajukan oleh Apple pada Mei 2018 menunjukkan adanya jam tangan pintar futuristik yang bakal dibesut oleh raksasa California itu. Dengan beberapa kekhasan yang masih belum terungkap.

Berdasarkan pada paten baru yang diajukan Apple, menyebutkan bahwa

“perangkat penginderaan sentuh, perangkat pengindera gaya, perangkat pengindera suhu, dan / atau sensor sidik jari” dapat diletakkan di belakang layar.

Touch ID akan menambah tingkat keamanan ekstra untuk membuktikan bahwa Anda benar-benar orang yang dikatakan saat mengenakan Apple Watch. Dan kabarnya pembaca sidik jari akan terintegrasi ke dalam layar smartwatch tersebut, sehingga akan memungkinkan Apple Watch di masa depan untuk membuka kunci sendiri.

Selain itu, Apple juga akan mempertimbangkan memindahkan antena untuk

konektivitas data dan GPS pada tali Watch-nya. Cara yang berguna untuk membuat perangkat lebih tipis atau menggunakan ruang yang disimpan untuk komponen lain atau baterai yang lebih besar.

 

Sumber :

https://namabayi.co.id/

Perlukah Hak Cipta untuk Produk IT

Perlukah Hak Cipta untuk Produk IT

Perlukah Hak Cipta untuk Produk IT

Hak Cipta, Selain di dunia nyata, ternyata di dunia maya terdapat juga Hak Cipta. Hak cipta di dunia IT pun sangat dibutuhkan agar seorang Programer atau pembuat software tidak perlu takut software ciptaannya dicopy orang lain atau bisa mendapat penghasilan dari software yang dibuat.

Seperti suatu kasus yang telah terjadi lewat beberapa tahun ini.
Seorang Mahasiswa dari Universitas (saya tidak berani menyebut nama,karena menyangkut nama baik) , berhasil membuat sebuah software.Kemudian software tersebut di beli oleh sebuah Perusahaan (sekali lagi karena menyangkut nama baik, saya tidak berani menyebut nama perusahaan yang saya maksud) tanpa adanya hak cipta dengan harga yang sangat murah, tapi karena belum mengerti maka Mahasiswa tersebut menerima harga yang ditawarkan kepadanya.
Setelah beberapa lama Perusahaan yang membeli software tersebut meminta Hak Cipta dari software yang mereka beli atas nama Perusahaan tersebut, kemudian memjual software tersebut denga harga yang sangat tinggi ke Luar Negeri.
Mahasiswa yang bersangkutan kemudian mengetahui hal tersenut dan meminta ‘hak” atas software yang dibuatnya.
Bukan ‘hak’ yang didapatkan,tapi cacian dan pengusiran yang datang kepada dirinya.
Karena telah sakit hati, maka mahasiswa tersebut keluar dari negara tempat lahirnya dan menjadi warga negara lain yang lebih memikirkan hak cipta dari setiap hasil ciptaannya.

Dengan adanya kasus tersebut di atas,maka saya berfikir bahwa Hak Cipta di dunia IT sangat diperlukan. Agar tidak terjadi lagi kejadian seperti kasus di atas.

Menurut saya, jika kita membuat sistem atau software dari sebuah software bajakan, aplikasi atau sistem yang kita buat tidak bisa disebut bajakan.
Karena walaupun software untuk membuat aplikasi atau sistem tersebut bajakan,tapi ide dari pembuatan sistem atau aplikasi tersebuat bukan ide bajakan. Dengan kata lain ide tersebut benar-benar munir dari otak kita sendiri.

Sumber; https://blogfiesta.com/fbclid=IwAR1m6hXi1URRz1LyzIeEYi035yReU9VOSYDtJXN6yefBy_ROsODHmC75jvU