Cara Budidaya Ikan Gurame

Cara Budidaya Ikan Gurame

Cara Budidaya Ikan Gurame

Cara Budidaya Ikan Gurame
Cara Budidaya Ikan Gurame

Persiapan Kolam Ikan Gurame

Pembesaran ikan gurameh dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen. Perssiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan yang alami dalam jumlah yang cukup seperti plangton dan lain-lain.

Persiapan di Kolam Permanen/Terpal

Cara budidaya ikan gurami atau gurami dapat dilakukan dengan dua model jenis :
Menggali tanah dengan kedalaman tentu dengan kedalaman 90cm, kemudian terpal dipasang pada tanah galian tersebut,memasang terpal pada permukaan tanah (tidak menggali tanah) yaitu dengan menggunakan bantuan rangka dari besi atau kayu. Kemudian terpal dirangkai menyerupai bak, beban terpal juga tidak terlalu berat sewaktu diberi air. cara kedua memudahkan kita melakukan penggantian dan pembersihan kolam. Kita juga bisa menyedot kotoran-kotoran kolam terpal dengan mudah. Kotoran ikan gurame juga harus di keluarkan dari kolam agar kesehatan dan kebersihan air tetap terjaga.

Pendedaran/Pemijahan Ikan Gurame

Setelah kolam terpal selesi dibuat langkah selanjutnya adalah mengisi kolam dengan ikan guramih, akan tetapi sebelum ikan guramih dimasukkan perlu dipastikan terlebih dahulu kolam dalam kondisi bersih dari penyakit dan zat-zat berbahaya. Terpal mengandung unsur kimia untuk pewarnaannya, maka sebelum dipasang perlu dicuci dan dibersihkan. Untuk membunuh patogen kolam yang telah terisi air ditaburi garam 2 ons/m3. Pastikan juga ikan guramih yang akan dibudidayakan tidak mengandung bibit penyakit. Jika ada guramih yang terkena penyakit perlu dikarantina terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kolam.

Cara Penebaran Benih/Bibit Ikan Gurame

Penebaran benih gurame Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan gurame tidak dalam kondisi stres saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : benih gurame yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih gurame ditebar/dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan.

Proses selanjutnya adalah memberi makan

ikan gurame merupakan jenis ikan pemakan tumbuhan (herbivora).akan tetapi Ketika pada ukuran benih ikan gurame bersipat carnivora, oleh sebab itu jenis pakan yang diberikan pada waktu gurame ukuran benih yaitu berupa kutu air (Daphnia), cacing sutra. Sifat herbivora pada ikan gurame yaitu terjadi ketika ikan gurame telah dewasa.

Makanan pokok ikan gurame berupa pelet yang dapat diatur gizinya, namun di daerah yang agak sulit memperoleh pelet, daun-daunan merupakan alternatif yang sangat baik untuk dijadikan makanan ikan gurame Ikan guramih diberi makan 2 kali dalam sehari dengan pellet dengan kandungan protein 25% sampai dengan 30 %. Frekuensi pemberian makan lebih baik dalam frekuensi yang banyak tetapi dalam jumlah sedikit-sedikit daripada dalam frekuensi sedikit tetapi jumlahnya banyak. Selain Pelet makanan untuk ikan guramih bisa ditambahkan daun-daunan dan sayuran. Daun-daunan dan sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan ikan guramih.

Adapun jenis pakan yang biasa diberikan pada ikan gurame yaitu sebagai berikut : 1. Daun talas/ daun keladi 2. Daun Sente 3. Daun singkong 4. Daun kangkung 5. Daun ubi jalar 6. Daun pepaya 7. Tauge : tauge kacang hijau, tauge kacang merah, tauge dari bibit padi muda 8. Labu 9. Pakan buatan (pellet) 10. Jagung rebus 11. Dedak 12. Ampas tahu 13. Bungkil kacang

Pemberian makanan yang teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tumbuh ikan lebih cepat
Pada budi daya ikan guramih dengan terpal ini perlu dihindari pemberian makanan yang berlebihan, jika ada makanan yang tersisa harus segera dibuang. Makanan ikan dan kotoran ikan yang ada di kolam mengandung zat amoniak yang dalam jumlah tertentu bersifat racun bagi guramih. Selain memberi makan dengan jumlah dan frekuensi teratur hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas air.

Meski ikan gurameh cukup tahan dengan air yang tidak baik tetapi air perlu dibersihkan dan diganti sebagian(30%) secara periodik. Biasanya penggantian dilakukan satu minggu sekali dengan melakukan shift pond. Air disedot keluar dengan selang atau pompa, kotoran keluar melalui selang tersebut, kemudian diisi kembali dengan air baru. Lebih bagus lagi jika kolam diberi aerator atau filter untuk menambah kadar oksigen dan membersihkan kotoran secara otomatis.

untuk pendederan berikutnya bersihkan kolam dari lumut dan kotoran sampai benar-benar bersih lalu di cat pakai air kapur terus dikeringkan.satu hari kemudian isi air dengan kedalaman 30-40 cm.dan diberi prebiotik penumbuh plangton. Hal dikarenakan makanan ikan gurame sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan.

Baca Juga:

Cara Budidaya Bayam Di Pot atau Polybag

Cara Budidaya Bayam Di Pot atau Polybag

Cara Budidaya Bayam Di Pot atau Polybag

Cara Budidaya Bayam Di Pot atau Polybag
Cara Budidaya Bayam Di Pot atau Polybag

Syarat Tumbuh Bayam

Bayam merupakan salah satu tanaman yang dapat tumbuh sepanjang tahun, tidak peduli musim kemarau atau musim penghujan. Namun waktu terbaik untuk menanam bayam adalah pada awal musim penghujan antara bulan Oktober-November dan awal musim kemarau antara bulan Maret-April.

Bayam dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 5-2.000 meter diatas permukaan laut. Meskipun bayam dapat tumbuh di daerah panas dan dingin, namun bayam akan lebih subur jika ditanam di lahan terbuka dataran rendah dengan udara yang agak panas. Kelembaban udara yang cocok untuk menanam bayam adalah 40%-60%. Bayam sebaiknya ditanam pada tanah yang gembur dan subur dengan kisaran 6-7 pH.

Memilih Benih Bayam

Bayam merupakan tanaman yang dapat dikembangbiakkan melalui biji. Varietas benih yang dianjurkan adalah Giti Hijau, Giti Merah, Kakap Hijau, Bangkok dan Cimangkok. Namun yang biasa tersedia di toko pertanian adalah benih dari varietas Bisi dan Maestro.

Untuk benih, pilih biji bayam yang sudah berumur 3 bulan. Benih dari biji yang masih mudah, tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama dan daya kecambahnya pun cepat menurun. Berbeda dengan benih bayam yang cukup tua. Benih ini bisa disimpan sampai satu tahun. Benih bayam tidak memiliki masa dormansi (tidak dapat tumbuh karena keadaan yang tidak mendukung). Kebutuhan benih bayam sekitar 5-10 kg tiap hektar atau sekitar 0,5-1 g tiap meter persegi.

Selain menggunakan benih, Anda juga dapat menanam bayam dengan menggunakan stek batang. Cara ini dapatdigunakan untuk jenis bayam cabut maupun bayam petik.

Persiapan Media Tanam Bayam

Untuk membuat media tanamnya, campurkan tanah gembur, pasir, dan pupuk kandang atau pupuk kpmpos dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Aduk-aduk sampai semuanya tercampur rata.

Kita dapat menggunakan pot, polybag atau pun peti kayu untuk menanam bayam. Namun, sebelumnya buatlah lubang pada bagian bawah dan samping pot, polybag, atau peti kayu sebanyak 5 titik. Lubang ini berguna untuk mengeluarkan air yang berlebihan supaya bayam tidak tergenang nantinya.

Jika sudah, masukkan media tanam ke dalam pot. Siram media tanam dengan sedikit air untuk memudahkan penanaman.

Penanaman Bayam

Buat galian-galian kecil pada media tanam (kira-kira sedalam 1 cm) sebanyak 10 galian. Lalu letakkan setiap biji bayam pada galian tersebut. Jika sudah, tutup galian tersebut tanpa memadatkannya. Jika Anda menginginkan bayam yang lebih subur, maka Anda dapat mengurangi jumlah biji pada setiap pot.

Sementara, jika Anda berniat mananam bayam petik, gunakan stek sepanjang 7-10 cm dari akar sampai batang. Lalu tanam stek tersebut di media tanam. Simpan pot di tempat yang teduh, setelah 3 hari atau saat tunas mulai tumbuh baru Anda dapat meletakkan pot tersebut di bawah sinar matahari langsung.

Perawatan dan Pemeliharaan Bayam

Sebetulnya tidak perawatan khusus untuk bayam ini. Anda hanya perlu menjaga media tanam agar tetap lembab dengan cara menyiraminya secara rutin pada pagi atau sore hari.

Jika perlu, Anda dapat memberikan pupuk cair Bioboost atau EM4 dengan dosis 10 ml/1 liter saat tanaman berumum 4 hari setelah tanam. Pupuk susulan kedua dan ketiga dapat diberikan pada 11 hst dan 17 hst dengan dosis dan cara memupuk yang sama pada pemupukan pertama.

Jangan lupa juga untuk melakukan penyiangan terhadap rumput yang tumbuh bersama bayam. Jika ada hama, tangkap hama tersebut atau jika perlu gunakan insektisida. Tapi insektisida yang aman ya, seperti insektisida biologi, nabati atau piretroid sintetik. Adapun jenis hama yang biasa menyerang bayam adalah uat daun, kutu daun, pengorok daun dan belalang.

Pemanenan Bayam

Bayam cabut biasanya dapat dipanen setelah berumur 3 minggu sampai 1 bulan. Cara memanennya adalah dengan mencabut akarnya atau memotong pada bagian pangkal sekitar 2 cm di atas permukaan tanah.

Sedangkan untuk bayam petik, baru bisa dipanen setelah berumur 1-1,5 bulan dengan ketinggian sekitar 20 cm. Pemanenan dapat dilakukan dengan cara memetik daun atau pucuk bayam. Pemetikan dilakukan dengan interval satu minggu sekali.

Sumber: https://berkebun.co.id/

Cara Budidaya Buah Apel

Cara Budidaya Buah Apel

Cara Budidaya Buah Apel

Cara Budidaya Buah Apel
Cara Budidaya Buah Apel

1.      Pembibitan

Perbanyakan tanaman apel di lakukan secara Vegetatif dan generatif. Perbanyakan yang baik dan lama dan sering menghasilkan bibit yang menyimpang dari Induknya. Teknik perbanyakan generatif di lakukan dengan biji, Sedangkan perbanyakan Vegetatif di lakukan dengan Okulasi atau penempelan (Budding) Atau Sambungan (Grafting) dan Stek.
  • Persyaratan Benih
  • Syarat batang bawahmerupakan Apel liar, Perakaran luas dan kuat, Bentuk pohon kokoh, Mempunyai daya adaptasi yang tinggi, Sedangkan syarat mata tunas adalah berasal dari batang tanaman apel yang sehat dan memiliki Sifat-sifat Unggul.
  • Penyiapan Benih
  • Penyiapan benih di lakukan dengan cara perbanyakan batang bawah di lakukan Langkah-langkah sebagai berikut yang di bawah ini :
a.       Anakan/ Siwilan 
–  Ciri-ciri anakan yang diambil adalah setinggi 30 cm, diameter 0,5 cm, Dan kulit batang Kecoklatan.
–  Anakan diambil dari pangkal batang bawah tanaman produktif dengan cara menggali tanah di sekitar pohon, Kemudian anakan di cabut beserta Akar-akarnya secara berlahan-lahan dan Berhati-hati.
–  Setelah anakan di cabut, anakan di rompes dan cabang-cabang di potong, kemudian di tanam pada bedengan selebar 60 cm dengan kedalaman parit 40 cm.
b.      Rundukan (Layering)
Bibit hasil rundukan dapat di peroleh dengan dua cara yaitu :
  • Anakan pohon induk liar
  • Anakan yang agak panjang di rebahkan melekat tanah, Lalu cabang di jepit kayu dan di itmbin tanah. Penimbunan di lakukan Tiap-tiap mata dan apabila telah cukup kuat tunas dapat di pisahkan dengan cara memotong cabangnya.
  • Perundukan tempelan batang sawah
  • Dilakukan pada waktu tempelan di buka (2 Minggu) Yaitu dengan memotong  2/3 bagian penampang batang sawah. sekitar 2 cm diatas tempelan, dan bagian atas karatan di benamkan di dalam tanah lalu di tekuk lagi keatas. Kemudian pada tekukan di beri penjepit kayu atau Bambu.
–  Setelah rundukan berumur sekitar 4 bulan, di lakukan pemisahan bakal bibit dengan cara memotong miring batang tersebut di bawah keratan atau tekukan. Lalu bekas luka diolesi defolatan.
c.       Stek
Stek apel liar berukuran panjang 15-20 cm (Diameter seragam dan lurus), Sebelum di tanam bagian bawah stek di celupkan larutan Roton F untuk merangsang pertumbuhan Akar. Dan jarak penanaman (30 x 25 cm) Tiap bedengan di tanami dua baris, Dan stek siap diokulasi pada umur 5bulan, dan dia meter batang 1 cm dan perakaran cukup kuat.

Teknik Pembibitan

a.       Penempelan.
– Pilih batang bawah yang memenuhi syarat, yaitu yang telah berumur 5 bulan, dan diameter batang  1 cm dan kulit batangnya mudah di kelupas dari kayu.
– Ambil mata tempel dari cabang atau batang sehat yang berasal dari pohon apel varietas unggul yang telah terbukti keunggulanya. caranya adalah dengan menyayat mata tempel beserta kayunya sepanjang 2,5-5cm. (Matanya Di Tengah-tengah) Kemudian lapisan kayu di buang dengan hati-hati agar matanya tidak Rusak.
– Buat lidah kulit batang yang terbuka pada batang bawah setinggi 20 cm dari pangkal batang dengan ukuran yang di sesuaikan dengan mata tempel, Dan lidah tersebut diungkit dari kayunya dan di potong setengahnya.
– Masukkan mata tempel kedalam lidah batang bawah sehingga menempel dengan baik Terus ikat temempelan dengan pita plastik putih dengan seluruh bagian tempelan.
–  Setelah 2-3 Minggu, Ikatan tempelan dapat di buka dan semprot/kompres dengan (ZPT). Kemudian tempelan yang jadi mempunyai tanda mata tempel yang berwarna hijau segar dan melekat.
– Pada okulasi yang jadi, Kerat batang sekitar 2 cm diatas okulasi dengan posisi melintang sedikit condong keatas sedalam 2/3 bagian penampang. Tujuan untuk Mengkonsentrasiakan pertumbuhan sehingga memacu pertumbuhan mata Tunas.
b.      Penyambungan
1.      Batang atas (Entres) berupa cabang (Pucuk cabang lateral).
2.      Batang bawah di potong pada ketinggian 20 cm dari leher akar.
3.      Potong pucuknya dan belah bagian tengah batang bawah dengan panjang 2-5 cm.
4.      Cabang entres di potong sepanjang 15 cm (3 mata) Dan dauny di buang, Kemudian pangkal batang atas di iris berbentuk baji. Dan panjang irisan sama dengan panjang belahan batang bawah. 
5.      Btang atas di sisipkan kedalam batang bawah, Sehingga kambium keduanya dapat bertemu.
6.      Ikat sambungan dengan tali plastik serapat mungkin.
7.    Kerudungi setiap sambungan dengan kantung plastik, Kemudian setelah berumur 2-3 minggu kerudung plastik dapat di buka untuk melihat keberhasilan sambungan.

Pemeliharaan Pembibitan

Pemeliharaan batang bawah meliputi :
a.       Pemupukan
Pemupukan di lakukan 1-2 bulan sekali dengan urea dan TSP Masing-masing 5 gram per tanaman (Di sebar mengelilingi) di sekitar tanaman.
b.      Penyingan
Waktu penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma.
c.       Pengiran
1 Minggu sekali (Apabila tidak Hujan).
d.      Pemberantasan Hama dan Penyakit
Di semprotkan pestisida 2 kali tiap bulan dengan memperhatikan gejala serangan, Fungisida yang di pergunakan adalah (Antracol atau Dithane). Sedangkan insektisida adalah (Supracide atau Decis). Bersama dengan ini Dapat pula di berikan Pupuk daun, Dan di tambah perekat (Agristic).

Pemindahan Bibit

Bibit okulasi grafting atau (Penempelan dan sambungan) dapat di pindahkan ke lapang pada umur minimal 6 bulan setelah okulasi. Di Potong-potong hingga 80-100 cm dan daun di rompes.

Pengolahan Media Tanam

a.       Persiapan
Persiapan yang di perlukan adalah Persiapan pengolahan tanah dan pelaksanaan survai. Dan tujuan untuk mengetahui jenis tanaman, Kemiringn tanah, Kedaan tanah, Menentukan kebutuhan tenaga kerja, Bahan peralatan, Dan biaya yang di butuhkan/perlukan.
b.      Pembukaan Lahan
Tanah diolah dengan cara menyangkul tanah sekaligus membersihkan Sisa-sisa tanaman yang masih tertinggal.
c.       Pembentukan Bedengan
Pada tanaman Apel bedeng hampir tidak di perlukan, Tetapi hanya peninggian alu penanaman.
d.      Pengapuran
Pengapuran bertujuan untuk menjaga keseimbangan pH tanah, Pengapuran hanya di lakukan apabila pH Tanah kurang dari 6.
e.       Pemupukan
Pupuk yang di berikan pada pengolahan lahan adalah pupuk kandang sebanyak (20 gram) per lubang tanam yang di campur merata dengan tanah, Setelah itu di biarkan selama 2 Minggu.

Teknik Penanaman

a.       Penentuan Pola Tanam
Tanaman apel dapat di tanam secara monokultur maupun intercroping, Intercroping hanya dapat di lakukan apabila tanah belum tertutup tajuk-tajuk daun sebelum 2 tahun. Tetapi pada saat ini, setelah melalui beberapa penelitian intercroping pada tanaman apel dapat di lakukan dengan tanaman yang berhabitat rendah, Seperti : Cabai, Bawang Dan yang lainya. Tanaman apel tidak dapat di tnam pada jarak yang terlalu rapat karena akan menjadi sangat rimbun yang akan menyebabkan kelembaban Tinggi, Sirkulasi Udara kurang, Sinar matahari terhambat dan meningkatkan pertumbuhan penyakit Jarak tanam yang ideal untuk tanaman apel tergantung varietas. Untuk varietas manalagi dan Prices Moble adalah 3-3,5 x 3,5 m, Sedangkan untuk varietas Rome Beauty dan Anna dapat lebih pendek yaitu 2-3 x 2,5-3 m.
b.      Pembuatan Lubang Tanam
Ukuran lubang tanm antara (50 x 50 x 50 cm) Sampai (1 x 1 x 1 m). Tanah atas dan tanah bawah di pisahkan, Masing-masing di campur pupuk kandang Kurang lebih 20 kg, Kemudian tanah di biarkan selama 2 minggu, Dan menjelang tanam tanah galian di kembalikan sesuai dengan asal mulanya.
c.       Cara Penanaman
Penanaman apel di lakukan baik pada musim hujan atau kemarau (Di sawah) untuk lahan tegal dianjurkan pada musim hujan. Nah berikut di bawah ini cara menanam bibit apel adalah :
1.      Masukkan tanah bagian bawah bibit kedalam lubang tanam.
2.      Masukkan bibit di tengah lubang sambil diatar perakaranya agar menyebar.
3.      Masukkan tanah bagian atas dalam lubang sampai sebatas akar dan di tambah tanah galian lubang tersebut.
4.      Apabila semu tanh telah masuk, Kemudian tanah di tekan-tekan secara perlahan dengan tangan agar agar bibit tertanam kuat dan lurus. Dan untuk menahan angin, Bibit dapat di tanam pada ajir dengan ikatan longgar.

Pemeliharaan Tanaman

1.      Penjarangan Dan Penyulaman
 Penjarangan tanaman tidak di lakukan. Sedangkan penyulaman di lakukan pada tanaman yang mati atau di matikan karena tidak menghasilkan dengan cara menanam tanaman barumenggantikan tanaman yang lama. Penyulaman sebaiknya di lakukan pada musim hujan.
2.      Penyiangan
 Penyiangan hanya di lakukan di sekitar tanaman induk terdapat banyak gulma yng dinggap dapat mengganggu tanaman. Pada kebun yang di tanami apel dengan jarak tanam yang rapat sehingga Rumput-rumput tidak dapat tumbuh.
3.      Pembubunan
Penyiangan yang biasanya di ikuti dengan pembubunan tanah, Pembubunan di maksutkan untuk meninggikan kembali tanah di sekitar tanaman agar tidaaak tergenang air dan juga untuk menggemburkn tanah. Pembubunan biasanya di lakukan setelah Panen atau bersamaan dengan pemupukan.
4.      Perempalan/Pemangkasan
Bagian yang perlu di pangkas adalah bibit yang baru di tanam setinggi 80 cm, Tunas yang tumbuh di bawah 60 cm, Tunas-tunas ujung beberapa ruas dari pucuk, 4-6 mata dan bekas tangkai buah, Knop yang tidak subur, Cabang yng berpenyakit, Dan tidak produktif. Cabang yang menyulitkan bulan sampai di dapat bentuk yang di inginkan 4-5 tahun.
5.      Pemupukan
Musim hujan/ Tanah sawah. Bersamaan rompes daun.

Panen

1.      Ciri-ciri Dan Umur Panen

Pada umumnya buah apel dapat di panen pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar. Dan tergantung pada varietas dan iklim. Rome beauty dapat di petik pada umur sekitar 120-141 hari dari bunga mekar, Dapat di panen pada umur 141 hari setelah bunga mekar dan Anna sekitar 100 hari. Tetapi pada musim hujan dan tempat yang lebih tinggi, Umur buah lebih panjang.

Pemanenan yang paling baik di lakukan pada saat tanaman mencapai tingkat masak fisiologis (Ripening), Yaitu tingkat di mana buah mempunyai kemampuan untuk menjadi masak normal setelah di panen. Ciri masak fisiologis Buah apel adalah : Ukuran buah terlihat maksimal, Aroma buah mulai terasa, Dan warna buah tampak cerah segar dan apabila di tekan terasa (Kres).

2.      Cara Panen
Pemetikan apel di lakukan dengan cara memetik buah dengan tangan secara serempk untuk setiap kebun.

Pasca Panen

1.      Pengumpulan
Setelah di petik, Buah apel di kumpulkan pada tempat yng teduh atau tidak terkena sinar matahari langsung agar laju respirasi berkurang sehingga di dapatkan apel yang tinggi kualitas juga kuantitasnya. Penggumpulan di lakukan dengan Hati-hati kalau bisa jangan di tumpuk dan di lempar-lemparkan. Kemudian di bawa dengan keranjang di gudang untuk di seleksi.
2.      Penyortiran dan penggolongan
Penyortiran di lakukan untuk memisahkan antara buah yang baik dan bebas dari penyakit dengan buah yang jelek atau buah yang berpenyakit. Agar penyakit tidak tertular keseluruhan buah yang di panen yang dapat menurunan mutu produ. Penggolongan di lakukan untuk mengklasifikasikan produk berdasarkan jenis variets, Ukuran dan kualitas buah.
3.      Penyimpanan
Pada dasarnya buah apel dapat di simpan lebih lama di banding dengan buah-buahan yang lain, Misalnya, Rome beauty 21-28 hari (Umur petik 113-120 hari) Atau 7-14 hari (Umur petik 127-141 hari).Untuk penyimpanan lebih lama (4-7 bulan) Haruslah di simpan pada suhu minus 6-0 deajat C dengan precooling 2,2 derajat C.
4.      Pengemasan Dan Transportasi
Kemasan yang di gunakan adalah kardus dengan ukuran (48 x 33 x 37 cm) Dengan berat 35 kg buah apel. Dasar dan diatas susunan apel perlu di beri potongan kertas dan di susun miring (Tangkaisejajar panjang kotak).Kemudian dasar kotak di isi 3-3 atau 2-2 atau juga berselang 3-2 saling menutup ruang antar buah.
Baca Artikel Lainnya: