3 Tips Dasar Memelihara Tiger Fish

3 Tips Dasar Memelihara Tiger Fish

3 Tips Dasar Memelihara Tiger Fish
3 Tips Dasar Memelihara Tiger Fish

Apakah Anda memerlukan tips untuk memelihara tiger fish? Tiger fish merupakan salah satu ikan air tawar yang sedang booming di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Dijuluki sebagai ikan harimau, alasannya yaitu ikan ini mempunyai loreng-loreng di tubuhnya. Tak heran alasannya yaitu keunikannya itulah ada banyak penghobi yang berlomba-lomba untuk mempunyai ikan tiger fish sendiri.

Tidak seseram namanya, tiger fish ternyata mempunyai perangai yang tidak agresif. Ikan ini akan hidup rukun manakala ditempatkan bantu-membantu dengan ikan-ikan lain di dalam sebuah akuarium. Kuncinya yaitu ikan yang akan menjadi daerah tiger fish harus berukuran lebih besar atau minimal ukuran posturnya sama. Dengan begini, dijamin deh akuarium Anda akan dipenuhi oleh ikan-ikan hias dengan tiger fish sebagai primadonanya.

Sayangnya tiger fish susah dirawat. Kemampuan mengikuti keadaan ikan ini terhitung cukup rendah, kendati daya tahan tubuhnya sangat bagus. Ia sulit menyesuaikan diri terhadap kondisi lingkungan barunya sehingga tingkat kematangan gonadnya sulit untuk dicapai. Perbedaan antara tiger fish jantan dan betina pun tidak terlalu mencolok. Satu-satunya metode yang dapat ditempuh untuk mengetahui jenis kelamin seekor ikan tiger ialah mengurut perutnya perlahan-lahan menuju ke bab dubur. Tiger fish jantan akan mengeluarkan sel sperma dan tiger fish betina akan mengeluarkan sel telur.

Akuarium

ikan guppy – Sebagai ikan hias yang memiliki keindahan dari sudut pandang samping, tiger fish paling cocok ditempatkan di dalam akuarium. Namun Anda tetap boleh memeliharanya di dalam kolam tanah, bak semen, atau bak fiber. Semakin besar ukuran wadah pemeliharaan ikan tiger akan semakin bagus sehingga memungkinkan ikan ini dapat bergerak lebih leluasa. Kemudian pasang beberapa peralatan standar untuk akuarium menyerupai filter dan aerasi. Selalu gunakan air yang memiliki pH normal untuk mengisi akuarium.

Persembunyian

Sekali lagi kami ingatkan bahwa ikan tiger cukup sulit untuk dijinakkan. Belum banyak petani yang berhasil membudidayakan ikan hias yang satu ini. Kemungkinan besar tiger fish milik Anda ditangkap pribadi dari alam liar. Untuk mendukung proses penjinakan tiger fish, Anda bisa menutup tangki pemeliharaan terlebih dahulu lalu membukanya sedikit demi sedikit. Alternatif lain cobalah menanam beberapa tumbuhan air di tangki sebagai daerah persembunyian ikan. Hal ini dilakukan biar ikan dapat mengikuti keadaan dengan baik dan tidak mengalami stres.

Pakan

Mulailah menawarkan pakan alami kepada tiger fish kepunyaan Anda. Beberapa pakan yang kami rekomendasikan di antaranya ikan-ikan kecil, udang, dan cacing sutera. Setiap menawarkan pakan, amati tingkah laku tiger fish tersebut apakah ia mau memakannya atau tidak. Setelah beberapa hari kemudian, Anda bisa mengajari ikan tersebut biar mau mengonsumsi pelet. Selain lebih ekonomis dan praktis, pelet juga mengandung nutrisi yang lebih lengkap untuk mendukung pertumbuhan ikan.

Cara Pembibitan Udang Windu

Cara Pembibitan Udang Windu

Cara Pembibitan Udang Windu

 

Cara Pembibitan Udang Windu

Menyiapkan Benih (Benur)

Benur/benih Budidaya udang bisa didapat dari tempat pembenihan (Hatchery) atau dari alam.
Di alam terdapat dua macam golongan benih udang windu (benur) menurut ukurannya, yaitu :

a. Benih yang masih halus, yang disebut post larva.

Terdapat di tepi-tepi pantai. Hidupnya bersifat pelagis, yaitu berenang dekat permukaan air. Warnanya coklat kemerahan. Panjang 9-15 mm. Cucuk kepala lurus atau sedikit melengkung seperti huruf S dengan bentuk keseluruhan seperti jet. Ekornya membentang seperti kipas.

b. Benih yang sudah besar atau benih kasar yang disebut juvenil. 

Biasanya telah memasuki muara sungai atau terusan. Hidupnya bersifat benthis, yaitu suka berdiam dekat dasar perairan atau kadang menempel pada benda yang terendam air. Sungutnya berbelang-belang selangseling coklat dan putih atau putih dan hijau kebiruan. Badannya berwarna biru kehijauan atau kecoklatan sampai kehitaman. Pangkal kaki renang berbelang-belang kuning biru.
 

Cara Penangkapan Benur:

a. Benih yang halus ditangkap dengan menggunakan alat belabar dan seser.

– Belabar adalah rangkaian memanjang dari ikatan-ikatan daun pisang kering, rumput-rumputan, merang, atau pun bahan-bahan lainnya. 
– Kegiatan penangkapan dilakukan apabila air pasang.
– Belabar dipasang tegak lurus pantai, dikaitkan pada dua buah patok, sehingga terayun-ayun di permukaan air pasang.
. Benur yang baik mempunyai tingkat kehidupan (Survival Rate/SR) yang tinggi, daya adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang tinggi, berwarna tegas/tidak pucat baik hitam maupun merah, aktif bergerak, sehat dan mempunyai alat tubuh yang lengkap. Uji kualitas benur dapat dilakukan secara sederhana, yaitu letakkan sejumlah benur dalam wadah panci atau baskom yang diberi air, aduk air dengan cukup kencang selama 1-3 menit. Benur yang baik dan sehat akan tahan terhadap adukan tersebut dengan berenang melawan arus putaran air, dan setelah arus berhenti, benur tetap aktif bergerak.
– Atau hanya diikatkan pada patok di salah satu ujungnya, sedang ujung yang lain ditarik oleh si penyeser sambil dilingkarkan mendekati ujung yang terikat. Setelah lingkaran cukup kecil, penyeseran dilakukan di sekitar belabar.

b. Benih kasar ditangkapi dengan alat seser

pula dengan cara langsung diseser atau dengan alat bantu rumpon-rumpon yang dibuat dari ranting pohon yang ditancapkan ke dasar perairan. Penyeseran dilakukan di sekitar rumpon.
 
Pembenihan secara alami dilakukan dengan cara mengalirkan air laut ke dalam tambak. Biasanya dilakukan oleh petambak tradisional. Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Louhan Benih udang/benur yang didapat dari pembibitan haruslah benur yang bermutu baik. Adapun sifat dan ciri benur yang bermutu baik yang didapat dari tempat pembibitan adalah:
a. Umur dan ukuran benur harus seragam.
b. Bila dikejutkan benur sehat akan melentik.
c. Benur berwarna tidak pucat.
d. Badan benur tidak bengkok dan tidak cacat.
 
2) Perlakuan dan Perawatan Benih
a. Cara pemeliharaan dengan sistem kolam terpisah
Pemeliharaan larva yang baik adalah dengan sistem kolam terpisah, yaitu kolam diatomae, kolam induk, dan kolam larva dipisahkan.
 
– Kolam Diatomae
Diatomae untuk makanan larva udang yang merupakan hasil pemupukan adalah spesies Chaetoceros, Skeletonema dan Tetraselmis di dalam kolam volume 1000-2000 liter. Spesies diatomae yang agak besar diberikan kepada larva periode mysis, walaupun lebih menyukai zooplankton.
 
– Kolam Induk
Kolam yang berukuran 500 liter ini berisi induk udang yang mengandung telur yang diperoleh dari laut/nelayan. Telur biasanya keluar pada malam hari. Telur yang sudah dibuahi dan sudah menetas menjadi nauplius, dipindahkan.
 
– Kolam Larva
Kolam larva berukuran 2.000-80.000 liter. Artemia/zooplankton diambil dari kolam diatomae dan diberikan kepada larva udang mysis dan post larva (PL5-PL6).
Artemia kering dan udang kering diberikan kepada larva periode zoa sampai (PL6). Larva periode PL5-PL6 dipindah ke petak buyaran dengan kepadatan 32-1000 ekor/m2, yang setiap kalidiberi makan artemia atau makanan buatan, kemudian PL20-PL30 benur dapat dijual atau ditebar ke dalam tambak.

 b. Cara Pengipukan/pendederan benur di petak pengipukan

– Petak pendederan benur merupakan sebagian dari petak pembesaran udang (± 10% dari luas petak pembesaran) yang terletak di salah satu sudutnya dengan kedalaman 30-50 cm, suhu 26-31derajat C dan kadar garam 5-25 permil.
– Petak terbuat dari daun kelapa atau daun nipah, agar benur yang masih lemah terlindung dari terik matahari atau hujan. 
– Benih yang baru datang, diaklitimasikan dulu. Benih dimasukkan dalam bak plastik atau bak kayu yang diisi air yang kadar garam dan suhunya hampir sama dengan keadaan selama pengangkutan. Kemudian secara berangsur-angsur air tersebut dikeluarkan dan diganti dengan
air dari petak pendederan.
– Kepadatan pada petak Ini 1000-3000 ekor. Pakan yang diberikan berupa campuran telur ayam rebus dan daging udang atau ikan yang dihaluskan.
– Pakan tambahan berupa pellet udang yang dihaluskan. Pemberian pelet dilakukan sebanyak 10-20 % kali jumlah berat benih udang per hari dan diberikan pada sore hari. Berat benih halus ± 0,003 gram dan berat benih kasar ± 0,5-0,8 g.
– Pellet dapat terbuat dari tepung rebon 40%, dedak halus 20 %, bungkil kelapa 20 %, dan tepung kanji 20%. 
– Pakan yang dipe rlukan: secangkir pakan untuk petak pengipukan/pendederan seluas 100 m2 atau untuk 100.000 ekor benur dan diberikan 3-4 kali sehari.
 
c. Cara Pengipukan di dalam Hapa
– Hapa adalah kotak yang dibuat dari jaring nilon dengan mata jaring 3-5 mm agar benur tidak dapat lolos.
– Hapa dipasang terendam dan tidak menyentuh dasar tambak di dalam petak-petak tambak yang pergantian airnya mudah dilakukan, dengan cara mengikatnya pada tiang-tiang yang ditancamkan di dasar petak tambak itu. Beberapa buah hapa dapat dipasang berderet-deret pada suatu petak tambak.
– Ukuran hapa dapat disesuaikan dengan kehendak, misalnya panjang 4-6 m, lebar 1-1,5 m, tinggi 0,5-1 m. 
– Kepadatan benur di dalam hapa 500-1000 ekor/m2.
– Pakan benur dapat berupa kelekap atau lumut-lumut dari petakan tambak di sekitarnya. Dapat juga diberi pakan buatan berupa pelet udang yang dihancurkan dulu menjadi serbuk.
– Lama pemeliharaan benur dalam ipukan 2-4 minggu, sampai panjangnya 3-5 cm dengan persentase hidup 70-90%.
– Jaring sebagai dinding hapa harus dibersihkan seminggu sekali. 
– Hapa sangat berguna bagi petani tambak, yaitu untuk tempat aklitimasi benur, atau sewaktu-waktu dipergunakan menampung ikan atau udang yang dikehendaki agar tetap hidup.
d. Cara pengangkutan:
Pengangkutan menggunakan kantong plastik:
– Kantong plastik yang berukuran panjang 40 cm, lebar 35 cm, dan tebal ,008 mm, diisi air 1/3 bagian dan diisi benih 1000 ekor.
– Kantong plastik diberi zat asam sampai menggelembung dan diikat dengan tali.
– Kantong plastik tersebut dimasukkan dalam kotak kardus yang diberi styrofore foam sebagai penahan panas dan kantong plastik kecil yang berisi pecahan-pecahan es kecil yang jumlahnya 10% dari berat airnya.
– Benih dapat diangkut pada suhu 27-30 derajat C selama 10 jam perjalanan dengan angka kematian 10-20%.
 
Pengangkutan dengan menggunakan jerigen plastik:
– Jerigen yang digunakan yang berukuran 20 liter.
– Jerigen diisi air setengah bagiannya dan sebagian lagi diisi zat asam bertekanan lebih.
– Jumlah benih yang dapat diangkut antara 500-700 ekor/liter. Selama 6-8 jam perjalanan, angka kematiannya sekitar 6%.
– Dalam perjalanan jerigen harus ditidurkan, agar permukaannya menjadi luas, sehingga benurnya tidak bertumpuk.
– Untuk menurunkan suhunya bisa menggunakan es batu.
 
e. Waktu Penebaran Benur
Sebaiknya benur ditebar di tambak pada waktu yang teduh

Cara Budidaya Udang Vaname Yang Baik Secara Tradisional

Cara Budidaya Udang Windu

Cara Budidaya Udang Vaname Yang Baik Secara Tradisional

Cara Budidaya Udang Windu

Bagaimana Vaname tradisi budidaya udang yang baik?

Sekarang banyak orang mencari vaname budidaya udang adalah cara tradisional, karena jenis udang vaname nilai jual kembali yang tinggi di pasar. Ada banyak warga yang melihat Vannamae Litopeneaus udang nama Latin ini adalah jenis kesempatan untuk ketahanan terhadap penyakit, tahan cuaca. Metode memegang vaname udang dapat lakukan termasuk kelas pemula tradisional. Jika Anda ingin mencoba untuk mengeksplorasi bisnis tersebut, tetapi tidak tahu persis bagaimana bisa bagaimana mengolah dalam artikel menyukai ini.
Ada banyak orang yang sudah percaya pada modus pemeliharaan dan membutuhkan banyak perawatan ekstra, karena tidak sepenuhnya benar. Karena udang vaname termasuk udang, cepat jenis panen tumbuh, meskipun upaya ini adalah cara yang baik budidaya vaname udang adalah modal minimum tradisional. Masalah dalam waktu kurang dari 100 hari masa pemeliharaan, menggunakan vaname baik ketika budidaya udang telah mampu menikmati panen menguntungkan. Bagaimana udang vaname membutuhkan beberapa penanganan khusus secara tradisional.

Bagaimana udang budidaya Vaname baik, pengaturan tanah?

termasuk dalam jenis air tambak udang sering dipelihara oleh masyarakat pesisir udang vaname genangan air payau air. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan kadar air kedalaman kolam yang tepat dan penghapusan tanah dan air ikan predator kolam tanggul. Karena ikan adalah jenis ayam udang hama predator. Bagaimana budidaya vaname udang yang baik juga harus menjamin kelancaran arus air tambak saat air pasang berubah. Sebaiknya sebelum penggunaan lahan tanggul, penggunaan saponin, sehingga dalam waktu sekitar 3 hari, keadaan kosong berdiri air air tambak pertama bersih.

 

Bagaimana budidaya udang Vaname propagasi fase Benur Vaname?

Benur udang vaname anak disiapkan tersebar di tanggul disiapkan sebelumnya. Siapakah kelompok usia 6-10 hari Pilih remaja yang diunggulkan dan mengukur pH air, sehingga remaja dapat menyesuaikan suhu. Ada cara tradisional yang sering jalan petani, masih mengambang di air kolam selama sekitar 15 menit sebelum awal dan pindah ke kolam dalam kantong plastik goreng selesai. Bagaimana memanfaatkan udang vaname cara tradisional bukan mitos, tapi itu adalah untuk mencegah anak-anak dari kolam pembibitan pada temperatur yang berbeda dari sekarat cukup berhasil.

Massa mempertahankan udang Vaname?

Selanjutnya masukkan fase pemeliharaan pada pengembangan udang sampai siap panen. Selama pemeliharaan, itu harus memonitor suhu dan pH air, selain oksigen dan kedalaman air. Urea dan juga dalam tahap pemeliharaan tahap selanjutnya adalah TPS, probiotik, seminggu sekali, untuk menstabilkan pertumbuhan plankton. Ketika hari sudah berusia 70 tahun, maka dapat digunakan dengan jenis pakan untuk mengurangi langkah-langkah yang diperkenalkan oleh administrasi plankton. Apakah langkah demi langkah sambil memantau keseimbangan air dan makan tambak, hingga 100 hari usia. Kemudian, Anda dapat mencoba setelah pasca panen udang udang vaname yang baik. Jadi sedikit ulasan upaya sekitar udang vaname , dan untuk mendapatkan surat-surat udang vaname lain hanya di sini.

Cara Membuat Kolam Beton Untuk Ikan Gurame

Cara Membuat Kolam Beton Untuk Ikan Gurame

Cara Membuat Kolam Beton Untuk Ikan Gurame

Cara Membuat Kolam Beton Untuk Ikan Gurame
Cara Membuat Kolam Beton Untuk Ikan Gurame

Hal utama yang perlu diperhatikan dalam pembangunan kolam beton ialah pembuatan adukan semen. Disarankan mencampurkan semen dan pasir dalam keadaan kering terlebih dahulu sehingga komposisi keduanya sama rata. Barulah setelah komposisinya rata, Anda bisa menambahkan air secukupnya.

Kesalahan yang sering dilakukan yaitu mencampurkan pasir, semen, dan air sekaligus sehingga menimbulkan komposisi adukan tersebut tidak rata. Inilah yang menimbulkan bak mengalami kebocoran sebab ada episode bak yang kekurangan semen.Kolam merupakan media pemeliharaan ikan gurame Simak Cara Membuat Kolam Beton untuk Ikan Gurame.

Pembuatan Pondasi

Kolam beton tetap membutuhkan pondasi sebagai penyangganya semoga dapat berdiri kokoh. Pondasi tetap wajib dibuat meskipun ukuran bak yang ingin dibangun relatif kecil. Selain pondasi watu kali, Anda juga bisa menggunakan pondasi batubata semoga lebih menghemat biaya. Adanya pondasi pun bisa mencegah timbulnya keretakan rambut pada struktur bak tersebut.

Pendirian Dinding

ikan cupang aduan – Kami biasanya menggunakan pasir dan semen dengan perbandingan 2:1 untuk adonan pasangan bata. Sedangkan untuk adonan plester, jumlah pasir dan semen yang dipakai memiliki perbandingan 1:1. Pasir dan semen ini dicampurkan dalam keadaan kering terlebih dahulu dengan mencampurnya hingga rata.

Setelah dipastikan sudah rata, buatlah lubang di tengah-tengah campuran ini lalu isilah dengan air secukupnya. Berikutnya Anda bisa membolak-balikkan campuran materi tersebut semoga tercipta adonan beton yang diinginkan.

Susunlah batubata secara rapi dan sejajar sesuai dengan bentuk bak yang telah direncanakan. Gunakan adonan pasangan bata di atas untuk menempelkan batubata-batubata tersebut. Setelah proses pendirian dinding telah selesai, Anda bisa membiarkan bak selama 24 jam semoga mengering.

Pembuatan Lantai

Sebelum proses penyemenan dasar dimulai, Anda bisa memadatkan lantai di dalam bak terlebih dahulu menggunakan palu besar. Pastikan tidak ada sarang semut atau pun rayap di area tersebut. Jika ada, Anda harus membasmi semut/rayap tadi memakai cairan pembasmi serangga.

Kemudian buatlah adonan plester yang terdiri atas campuran pasir dan tanah dengan perbandingan 1:1. Jangan menggunakan semen saja sebab pasti akan cepat mengalami keretakan rambut. Adonan plester yang telah terbentuk lantas dioleskan secara merata di permukaan lantai.

Buatlah dasar bak miring ke arah jalan masuk pembuangan supaya air bak mudah disurutkan. Setelah lapisan plester ini mengering, Anda bisa menutupinya memakai lapisan aci dari semen.

Tips Pembenihan Ikan Mas

Tips Pembenihan Ikan Mas

Tips Pembenihan Ikan Mas

Tips Pembenihan Ikan Mas
Tips Pembenihan Ikan Mas

Pemeliharaan ikan mas biasanya dilakukan di tambak. Para petani umumnya menggunakan kolam tanah atau kolam beton sebagai media pemeliharaannya. Mereka biasanya menawarkan pakan alami dan pakan buatan untuk mendukung pertumbuhan ikan.

Rata-rata ikan mas mampu dipanen untuk keperluan konsumsi setelah usianya mencapai 3 bulan atau sesuai dengan usul pasar yang bersangkutan. Langkah awal dalam membudidayakan ikan mas yakni proses pembenihan. Berikut ini panduan cara selengkapnya!

Pelaksanaan Pemijahan

Pasangan indukan ikan mas yang ideal yakni 1:2 berdasarkan jumlah dan 1:1 berdasarkan berat. Makara apabila Anda menggunakan ikan betina sebanyak 3 ekor, maka ikan jantan yang harus dipasangkan ialah 6 ekor. Sedangkan bobot antara ikan mas jantan dan betina lebih baik seimbang.

Banyaknya jumlah ikan jantan yang dipakai dapat memperbanyak jumlah sel sperma yang ada di dalam kolam sehingga semua telur yang dikeluarkan oleh ikan betina dapat terbuahi dengan baik. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan potensi hasil dari pemijahan.

ikan hiu megalodon – Pada umumnya, proses pemijahan ikan mas terjadi ketika menjelang fajar sekitar pukul 2-3 dini hari. Di jam-jam tersebut, suhu udara relatif stabil sehingga kondisi lingkungan perairan pun dapat terjaga dengan baik.

Ikan mas yang sedang memijah biasanya terlihat saling berkejaran kesana-kemari. Setelah telur yang dikeluarkan oleh ikan betina dibuahi sel sperma dari ikan jantan, telur-telur ini otomatis akan menempel pada substrat yang telah disediakan.

Penetasan Telur

Ikan indukan yang telah melaksanakan pemijahan biasanya kondisinya sangat lelah dan lapar sehingga mereka berpotensi besar memakan telur-telur yang telah dikeluarkannya. Oleh alasannya yakni itu, telur harus segera dipindahkan ke kolam penetasan. Sebelum mengangkat kakaban dari air, Anda mampu menggoyang-goyangkan kakaban ini sebentar untuk membersihkannya dari kotoran.

Kolam penetasan sebelumnya telah dikeringkan, lalu diisi dengan air sampai kedalamannya mencapai 40 cm. Kolam penetasan ini juga perlu dilengkapi dengan aerator untuk menjaga kadar oksigen terlarut di dalamnya. Masukkan kakaban ke dalam kolam ini. Usahakan kakaban tetap karam di kedalaman 10 cm dari dasar kolam.

Di kolam penetasan, telur ikan mas umumnya akan menetas dalam waktu 18-36 jam. Larva ikan yang telah keluar dari telurnya ini masih dibekali dengan cadangan makanan yang berupa kantung kuning telur. Ini artinya larva tersebut tidak perlu diberi makanan terlebih dahulu selama 3-4 hari. Setelah itu, barulah burayak ikan mas diberi makanan berupa pakan alami, pakan bubuk, atau emulsi kuning telur.

Simak Ciri-ciri Morfologi dan Anatomi Ikan Bandeng

Simak Ciri-ciri Morfologi dan Anatomi Ikan Bandeng

Simak Ciri-ciri Morfologi dan Anatomi Ikan Bandeng

Simak Ciri-ciri Morfologi dan Anatomi Ikan Bandeng
Simak Ciri-ciri Morfologi dan Anatomi Ikan Bandeng

Ikan bandeng (Chanos chanos) ialah ikan air payau yang memiliki tubuh memanjang dan bersisik. Ketika dewasa, ikan bandeng umumnya hidup di lautan yang dangkal hingga dalam lalu akan kembali ke perairan payau untuk bertelur. Ikan ini banyak ditemukan di wilayah perairan yang ditumbuhi bakau hingga ke Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Siklus hidup ikan bandeng memang sangat menarik untuk diteliti. Ketika gres saja menetas dari telurnya, larva ikan bandeng cenderung akan menuju ke laut dan bertahan hidup di sana selama 2-3 minggu. Mereka akan bermigrasi ke daerah lain yang dianggap lebih layak huni menyerupai rawa-rawa dan danau yang mengandung air payau. Setelah menemukan habitat barunya, ikan-ikan bandeng ini akan bertahan hidup di sana hingga arif balig cukup akal lalu kembali lagi ke laut.

Pada ketika akan melaksanakan proses pemijahan, ikan-ikan bandeng ini akan menuju lingkungan perairan payau. Telur-telur hasil pemijahan lantas menempel ke tanaman air yang tumbuh di sekitar perairan hingga menetas. Larva ikan bandeng yang telah menetas pun berikutnya akan mencari daerah hidup yang baru.

Bandeng merupakan ikan herbivora alias pemakan tumbuh-tumbuhan. Makanan alami ikan ini di antaranya klekep, plankton, lumut, dan ganggang. Beberapa bab tanaman yang berbentuk benang, tidak kasar, dan telah membusuk juga sangat digemari oleh ikan ini.

umpan ikan mas – ialah ikan air payau yang memiliki tubuh memanjang dan bersisik Simak Ciri-ciri Morfologi dan Anatomi Ikan Bandeng

Morfologi Ikan Bandeng

Ikan bandeng mempunyai ciri-ciri morfologi antara lain :

  •     Tubuhnya berbentuk torpedo
  •     Seluruh permukaan tubuhnya tertutupi oleh sisik bundar yang berwarna keperak-perakan
  •     Terdapat garis memanjang dari penutup insang hingga ekor pada bab tengah tubuhnya
  •     Sirip dada dan sirip perut dilengkapi dengan sisik komplemen yang cukup besar
  •     Arah sirip anus menghadap ke belakang
  •     Matanya tertutupi oleh selaput bening
  •     Mulutnya terletak di bab depan kepala, simetris, kecil, dan tidak bergigi

Jenis kelamin ikan bandeng mampu diketahui dari jumlah anus dan postur tubuhnya. Ikan bandeng jantan memiliki dua anus dan tubuhnya kecil. Sementara itu, ikan bandeng betina selalu mempunyai anus sebanyak tiga dan postur tubuhnya pun lebih besar.

Anatomi Ikan Bandeng

Pada dasarnya, struktur anatomi ikan bandeng sama menyerupai ikan-ikan pada umumnya. Beberapa organ tubuh ikan ini yang cukup mudah untuk diteliti antara lain otak, sistem pencernaan, jantung, hati, limpa, gonad, gelembung renang, ginjal pilorik kaeka, dan kantong empedu.

Di dalam rongga tubuh ikan bandeng terdapat ginjal dan gelembung renang yang berkhasiat untuk mendeteksi tingkat kedalaman air. Organ-organ ini berada di sebelah ventral. Di sampingnya juga terdapat limpa, meskipun organ ini sukar diamati alasannya ialah sering tertutup lemak dan hati di antara usus. Organ-organ lain yang juga terletak di posisi ini yaitu kanal pencernaan, hati, dan kantong empedu.

Klasifikasi Ilmiah Ikan Bandeng

Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Actinopterygii

Ordo : Gonorynchiformes

Familia : Chanidae

Genus : Chanos

Spesies : Chanos

Cara Pembesaran Ikan Bandeng di Tambak

Cara Pembesaran Ikan Bandeng di Tambak

Cara Pembesaran Ikan Bandeng di Tambak

Cara Pembesaran Ikan Bandeng di Tambak
Cara Pembesaran Ikan Bandeng di Tambak

Setelah melalui proses pendederan selama 8 minggu, proses selanjutnya ialah pembesaran ikan bandeng. Proses pembesaran ini dilakukan di kolam khusus berupa kolam pembesaran. Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilaksanakan dengan tepat!

Penyiapan Lahan untuk Tambak

ikan hias – Lahan yang telah dipilih sebagai daerah pembesaran ikan bandeng selanjutnya dicangkul dan dibalik untuk membuang senyawa dan gas berbahaya serta untuk memperbaiki struktur tanah. Mengingat habitat ideal ikan bandeng terletak di perairan yang ber-Ph 7 sampai 8, maka tanah juga perlu dikapur dengan takaran yang sesuai. Setelah itu, tanah juga perlu dipupuk semoga subur dan mengandung nutrisi yang melimpah. Pengisian air pertamakali dilakukan sampai ketinggiannya 10-20 cm untuk memicu pertumbuhan plankton. Setelah beberapa hari, air kembali dimasukkan ke kolam tersebut sampai memenuhi 3/4 dari total volume kolam.

Pemindahan Larva Ikan Bandeng

Larva ikan bandeng sudah mulai boleh dimasukkan ke kolam pembesaran apabila jumlah plankton sudah cukup banyak. Hal ini ditandai dengan warna air kolam yang berkembang menjadi kehijau-hijauan sedalam 30-40 cm. Proses pemindahan harus dilakukan secara hati-hati dan pada waktu yang tepat. Pastikan ikan-ikan bandeng anakan ini mampu menyesuaikan diri dengan baik sehingga risiko tingkat kematiannya mampu diperkecil.

Pemberian Pakan yang Benar

Seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya, bandeng merupakan ikan herbivora. Secara alami, ikan ini memakan lumut, ganggang, dan klekap. Namun untuk mempercepat pertumbuhannya, Anda juga perlu menunjukkan pakan buatan yang mengandung protein tinggi sekitar 25-30 persen. Pemberian pakan dilakukan 3-5 kali sehari sebanyak 5-7% dari berat ikan. Beberapa pakan alternatif yang kami rekomendasikan contohnya tepung kedelai dan bungkil kacang tanah.

Penyakit Non Parasiter Yang Menyerang Ikan Discus

Penyakit Non Parasiter Yang Menyerang Ikan Discus

Penyakit Non Parasiter Yang Menyerang Ikan Discus

Penyakit Non Parasiter Yang Menyerang Ikan Discus
Penyakit Non Parasiter Yang Menyerang Ikan Discus

Penyakit nonparasiter adalah penyakit yang tidak disebabkan oleh parasit, misalnya karena kekurangan oksigen, terlalu banyak makan, masalah nutrisi, keracunan obat, atau perubahan pH. Berikut ini adalah beberapa penyakit nonparasiter yang biasa menyerang diskus.

Iritasi air

Pergantian air yang mendadak dapat menyebabkna iritasi air. Penyakit ini ditandai oleh rusaknya ujung sirip atau ekor. Untuk mengatasi penyakit ini sebaiknya penggantian air akuarium dilakukan secara perlahan, yaitu dengan mengganti ¾ air lama dengan air baru.

Keracunan obat

Keracunan obat terjadi karena pemberian obat yang melebihi dosis atau obat yang sudah kadaluarsa. Akibatnya penyakit yang diderita diskus semakin parah. Untuk mencegah penyakit ini sebaiknya pemberian obat sesuai dosis yang dianjurkan.

Kekurangan Oksigen

Sistem aerasi yang tidak memadai serta populasi ikan yang terlalu padat dapat menyebabkan ikan mengalami kekurangan oksigen. Cirinya adalah pernapasan ikan menjadi memburu dan mengap-mengap. Penanggulangannya adalah mengganti sistem aerasi atau mengurangi kepadatan ikan.

Terlalu banyak makan

jenis ikan discus yang terlalu banak makan akan menyebabkan perutna menggelembung dan susah buang air. Penyakit ini dapat ditanggulangi dengan menaikkan suhu air hingga mencapai 33oC atau dengan menambahkan 5 sendok makan garam untuk setiap 100 liter air.

pH shock

Perubahan derajat keasaman atau pH air dapat menimbulkan pH shock akibatnya diskus kehilangan keseimbangan. Cara mengatasi pH shock adalah dengan mengganti air akuarium dengan air yang pH –nya sesuai (6,3-6,8), kemudian diberi 5 sendok makan garam dapur dan 1 g acriflavine atau methylene blue untuk setiap 100 liter air.

Dalam dokumentasi ini seperti di video, saya aplikasikan cara filtering CristalBio + Orgonite
media bak filter aquarium biasa, cristalbio dan orgonite isinya

Kristal Bio adalah media yang kaca ramah lingkungan, dipanaskan lebih dari 900 ° C, menciptakan struktur sel kaca hiper-connecting.
Ini menghasilkan media dengan area permukaan hingga sepuluh kali lebih besar daripada alternatif yang paling plastik.

Kombinasi dari Crystal Bio dalam bak filter tempat penyaringan yang memadai dan baik akan menghasilkan Peningkatan filtrasi biologi dan dipadu dengan orgonite kanan menghasilkan bakteri baik yang mampu mengurai kotoran dan bakteri jahat lainnya , Media pemeliharaan yang murah, air bening, ikan sehat dan rakus.

Cara Pembesaran Ikan Hias Guppy di Aquarium

Cara Pembesaran Ikan Hias Guppy di Aquarium

Cara Budidaya Ikan Hias Guppy di Aquarium

Cara Pembesaran Ikan Hias Guppy di Aquarium
Cara Pembesaran Ikan Hias Guppy di Aquarium

Guppy sesungguhnya berasal di wilayah Amerika bagian Selatan dan Amerika Tengah. Ikan itu masuk ke negara Indonesia mulai sejak th. 1920 dengan model ikan aquarium. Kemudian masuk ke alam bebas lantas mengalami perkembangbiakan demikian cepat. Dengan bentuk sirip yang sangat indah serta warnanya yang menarik bikin beberapa orang mulai lakukan budidaya guppy lewat aquarium.

Penetasan Benih

Buat penetasan benih , wadah di isi air bersih yang telah di aerasi. Kwalitas air bias dijaga melalui pergantian air baru ketiga untuk setiap 1 hingga 3 hari. Tanda-tanda hamilnya guppy bisa di lihat 2 minggu sesudah sistem pembenihan. Guppy itu bisa hamil sampai 1-3 kali pada satu konsepsi serta bisa membuahkan sekitar 3000 hingga 10. 000 telur.

Pendederan Benih Puppy

umpan ikan bawal – Waktu pendederan benih , jadi kolam di tempatkan pada ruang terbuka. Tambahkan tanaman air seperti eceng gondok atau hydrilla juga sebagai tempat berlindung. Lantas tambahkan aerasi pada aquarium.

Pemberian Pakan

Pada guppy barusan menetas tidak butuh memberi penambahan makanan karena masih tetap ada sisa makan pada perutnya yang masih tetap melekat kira-kira 3 hingga 5 harian. Benih bisa diberikan penambahan makanan berupa kutu air atau artemia ikan.
Sesudah melalui bagian cara budidaya ikan guppy di aquarium diatas , jadi Anda bisa mempersiapkan yang bisa dipiara pada aquarium. Umumnya pqadasaat sudah berumur 20 hari jadi dapat dibedakan gender atau tipe kelaminnya. Di mana cuma jantanlah yang bisa di jual untuk ikan hias.

Tips Terbaik Budidaya Ikan Bandeng

Tips Terbaik Budidaya Ikan Bandeng

Tips Terbaik Budidaya Ikan Bandeng

Tips Terbaik Budidaya Ikan Bandeng
Tips Terbaik Budidaya Ikan Bandeng

Ikan bandeng atau (Chanos chanos) adalah ikan pangan yang sangat populer di Asia Tenggara. Ikan bandeng ini merupakan Satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae (Bersama 6 genus tambahan di laporkan pernah ada namun telah punah) Dalam bahasa bugis dan makasar di kenal sebagai ikan bolu, Dan dalam bahasa Inggrisnya milkfish.

Mereka hidup di samudra hindia dan samudra fasifik dan cendrung berkawanan di sekitar pesisir dan Pulau-pulau dengan terumbu koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut selama 2 -3 minggu, Kemudian berpindah ke Rawa-rawa bakau berair payau. Dan terkadang di danau berair asin. Bandeng baru kembali ke laut jika telah dewasa dan bisa berkembang biak.

Ikan muda di sebut Nener, Di kumpulkan orang dari Sungai-sungai dan di besarkan (Budidayakan) di Tambak-tambak. Dan disana mereka dapat di beri makanan apa saja dan tumbuh dengan cepat. Setelah cukup besar yang biasanya sekitar (25 – 30 cm) Bandeng di jual segar atau beku. Kemudian bandeng diolah dengan cara di goreng, di bakar, di kukus, di pindang, atau di asap (Panggang).

Penggelondongan Ikan Bandeng

1 Pendahuluan

Kegiatan penggelondongan nener merupakan mata rantai yang bertujuan salah satunya adalah menekan mortalitas benih karena penggelondongan nener adalah masa awal pemeliharaan yang dianggap sebagai masa paling kritis. Usaha penggelondongan nener bukan lagi sekedar usaha sambilan, Di samping usaha pembesaranya tambak, Melainkan sebagai usaha komersial yang harus di tangani lebih serius dan berhati-hati. Oleh karena usaha penangkapan nener dari alam sulit di lakukan, Sedangkan kebutuhan atau permintaan akan nener meningkat, Maka di harapkan teknik pengelolaan penggelondongan dapat lebih di kembangkan.

Salah satu metoda dalam penggelondongan di petakan tambak. Usaha ini di lakukan dalam petakan tambak yang ukuranya relatif kecil (500 – 1000 m2) Atau dengan cara menyekat tambak dengan masa 3 minggu sampai 1 bulan. Usaha penggelondongan telah banyak berkembang di beberapa daerah di Indonesia. Antara lain : Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Aceh. Usaha tersebut diupayakan membahas teknik pengelolaan penggelondongan pada ketikan ini. Tujuan ketikan ini adalah menginformasikan kepada para petani maupun pengusaha mengenai teknik pengelola penggelondongan nener yang tepat dan baik.

2. Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi haruslah memperhatikan (Menyimak) Beberapa hal sebagai berikut :

1. Mempertimbangkan Aspek-aspek yang berkaitan dengan lokasi, Seperti, Tata Ruang, Sumber air dan pengairan, Diusahakan tidak begitu jauh dari pantai agar suhu yang ada dapat mendukung keberhasilan usaha pemeliharaan benih bandeng. Dan suhu air pada tambak berkisar antara (30 – 33 derajat C).

2. Jarak lokasi ideal dari sumber benih/nener maksimal (12 Jam). Perjalanan selama dalam pengangkutan konsumen tidak melebihi 12 Jam.

3. Salah satu faktor yang dapat mengakibatkan kegagalan usaha penggelondongan bandeng adalah persaingan penggunaan lahan antar sesama pengusaha tambak.

4. Sarana transportasi. kelancaran sarana angkutan terutama jalan, sangat memegang peranan penting dalam usaha penggelondongan nener tersebut. Oleh sebab itu pilihlah lokasi yang sarana lalu lintas dapat menjamin mutu nener tetap baik.

5. Jaringan Listrik. Sarana yang di perhatikan dalam memilih lokasi adalah yang dekat dengan jaringan listrik Negara (PLN) Namun untuk usaha penggelondongan bandeng kebutuhan listrik bisa di ganti dengan Alat-alat yang lain seperti (Genset).

3. Sistem Petak Peneneran

Sistem petak peneneran haruslah memperhatikan (Menyimak) Beberapa hal sebagai berikut :

1. Petak Untuk Nener : Petakan untuk nener pada umumnya dangkal, Luasnya berkisar antara (500 – 1.000 m 2). Dan letak petakan nener dekat dengan sumber air tawar maupun air asin.

2. Petakan Untuk Gelondongan : Petakan gelondongan mempunyai areal yang lebih besar dan luas dan lebih dalam (1.000 – 2.000 m 2). Hal ini di gunakan untuk menampung gelondongan dari petakan peneneran tempat untuk menumbuhkan gelondongan kecil (pre fingerling) Atau untuk penyimpanan dan menahan gelondongan besar (post fingerling).

3. Petakan Aklimatisasi : Petakan untuk aklimatisasi atau yang biasa di sebut ipukan/babybox yang merupakan petakan kecil yang terbuat dalam penggelondongan dan bersifat hanya sementara. Iputan ini di batasi oleh pematang yang rlatif kecil (Sempit dan rendah) di bangun berdekatan dengan saluran air, Agar mutu lebih baik dan memudahkan pengelolaanya. Dan ukuran luasnya tergantung kepada banyaknya nener yang akan di tebarkan (Stock). Pada musim kemarau temperatur udara dapat naik mencapai (33 derajat C) ipukan dapat menampung (5.000 – 10.000 ekor/m 2 selama 3 hari), meskipun di bawah periode yang relatif tenang.

4. Tempat Pengumpulan Atau Tempat Untuk Panen : Berupa petakan kecil untuk penangkapan atau kanal yang sempit atau tempat untuk mengumpulkan gelondongan dalam waktu singkat. Ikan-kan di kumpulkan di tempat pengumpulan dengan cara pengaturan aliran air, Dari air pada saat pasang atau air dari petakan lain yang telah di siapkan sebelumnya. Aerasi dapat diatur dengan aliran air dari tambak yang berdekatan atau dari tambak yang lain. Sehingga tidak terjadi efek yang merugikan karena kekurangan oksigen, Walaupun di dalam petakan tersebut padat dengan ikan. Dalam petakan ini Ikan-ikan tersebut mudah di jaring dan di pindahkan ke petakan yang lain dengan cara menggunakan jaring untuk pemindahan gelondongan. Hal tersebut di permudah dengan sifat ikan bandeng yang senang menentang arus.

5. Pintu Dan Gorong-gorong : Petakan untuk nener, gelondongan dan penangkapan atau pengumpulan dilengkapi dengan Pintu-pintu atau Gorong-gorong, Yang di pasang rapi dan diberi saringan. Yang terutama perlu di perhatikan adalah : Petakan untuk nener dan jangan sampai kemasukan Telur-telur maupun larva predator seperti kakap, kerapu, belut, Dan lain sebagainya. Pada pintu perlu di pasang saringan nylon yang halus, atau bahan yang serupa. bisa juga di pergunakan Saring-saringan yang berbentuk kantng dari nylon yang halus, Yang di pasang pada ujung dari Gorong-gorong selama persiapan petakan untuk nener dan juga selama 10 hari pertama setelah penebaran Nener.

4. Pengelolaan Petakan Pengelondongan

1.Persiapan Petakan Untuk Aklimatisasi : Beberapa hari sebelum penebaran nener bandeng,petakan aklimatisasi di persiapkandengan baik, pematrang dilapisi dengan tanah yang lunak,Dan di lengkapi dengan atap yang di buat dari Kisi-kisi bambu. Pada kaki bagian dalam pematangpeneneran sebaiknya di beri berm, guna memudahkan petugas tambak berada,atau bertugas lebih dekat dengan pembatasan air, Berm mempunyai 2 macam kegunaanya aitu : Merupakan tempat untuk pembetulan Bocoran-bocoran pada pematang dan menahan Lonsoran tanah dari pematang. Kemudian petakan di keringkan dan perataan dasar petakan di kerjakan.

Dengan kemiringan yang dibuat menuju arah pintu air selama tanah belum keras (Masih basah). Untuk perataan tanah dapat menggunakan garu dan kayu, Juga dapat menggunakan papan yang panjang yang di dorongoleh dua atau tiga orang. Lubang bekas kaki di tutup, sebab berkemungkinan dapat di pakai tempat untuk sembunyinya Ikan-ikan liar atau telurnya yang dapat bertahan hidup selama pengairan pada masa persiapan. Gambar 2 Garu, Keterangan gambar : 1. Papangaru, 2. Tangkai dari kayu atau bambu.

2. Kultur Makanan Alami : Makanan yang paling ideal bibit bandeng dan gelondongan adalah (Klekap), Yakni kumpulan diatome dasar, alga biru, inverterbrata tingkat rendah, 200 Palnkton, Juga di perlukan untuk melengkapi nilai gizi makanan. Gelondongan yang lebih besar dan berukuran panjang (80 mm) Sudah dapat memakan alga hijau benang atau lumut ( Chaetomorpha sp, Entormorpha sp, dan Cladophora sp).

3. Kultur Klekap Pada Musim Kemarau :Musim kemarau merupakan saat yang paling baik dan cocok untuk menumbuhkan klekap sebagai makanan alami. Setelah petakan selesai perataanya lalu di biarkan kering sampai tanahnya Retak-retak. Waktu pengeringan di perkirakan selama 2 – 3 minggu dan tergantung pada tanah aslinya. Keberhasilan atau kegagalan dalam menumbuhkan klekap yang baik dan menahanya agar tetap menempel pada dasar tambak dan tregantung pada derajat kekeringanya.

Pengeringan yang tidak seimbang atau pengeringan yang kurang sempurna akan menghasilkan klekap yang mudah lepas dari tanah dan akhirnya mengambang. Bilamana terjadi sebaliknya, Jika terlalu lama
mengeringkanya sehingga lapisan permukaan tanah kekeringan. Maka terjadi suatu kondisi yang sangat tidak memungkinkan untuk pertumbuhna klekap. Pengeringan dianggap cukup bilamana kandungan air dari lapisan tanah yang tebalnya sekitar (10 cm itu kira-kira 18 – 20%). Suatu hal yang praktis untuk mengetahuinya ialah dengan jalan yang diatas tanah yang di keringkan tersebut. Bilam mana tanah tersebut cukup kuat menahan orang sehingga hanya turun (Tenggelam) sekitar 2 cm, Berat berat badan orang tersebut, Maka pengeringan tanah dianggap telah cukup.

Pupuk organik kemudian di terbarkan setelah tanah cukup mengeras, Kwantitasnya tergantung kepada jumlah dari kemerosotan bahan organik dalam tanah tambak yang akan di pupuk. Pada umumnya Rata-rata tanah memerlukan 500 – 1.000 kg bekatul atau bungkil jagung per hektar : 500 – 3.000 kg kotoran ternak untuk tiap hektar tambak. Pupuk organik segera di tebarkan di tanah tambak, Setelah tanah tambak tersebut di genangi air pasang yang baru, Sedalam Kira-kira 10 cm dan Pintu-pintu di tutup serta di blok dengan tanah untuk menahan air tersebut.

Beberapa petani tambnak menggunakan pupuk urea atau Ammonium sulfate (ZA) Sebanyak 50 kg atau 100 kg per hektar untuk segera di tebarkan pada Petak-petak agar lebih mempercepat proses pembusukan pupuk organik tersebut. Air dalam petakan dibiarkan menguap seluruhnya atau dialirkan keluar apabila telah jernih sekali. Pada dasar petakan di keringkan lagi seperti keadaan pengeringan pertama sebelum di tebari pupuk organik. Pada akhirnya praktis semua pupuk organik akan membusuk (Mengurai). Kegiatan yang berikutnya memasukkan air kedalam petakan dengan cara berhati-hati. Kemudian di saring melalui saringan halus yang berbentuk kantong dan di ikat pada pintu air, Kira-kira 10 cm dan sekali lagi petakan di pupuk dengan urea sebanyak 45 kg di tambah 45 – 55 kg pupuk TSP untuk tiap hektar.

Apabila klekap belum tumbuh pada saat penggenangan air yang pertama, Pada saat ini akan mulai tumbuh dan menutupi semua permukaan dasar tambak, Selanjutnya kedalaman di tambak secara bertahap sampai sekitar 20 cm dan petaan siap untuk di tebari ikan (Nener atau gelondongan bandeng).

4. Kultur Klekap Pada Musim Hujan : Untuk menanggulangi pertumbuhan klekap pada musim hujan memang agak sulit, Penurunan kadar garam menghalangi pertumbuhan dan kemungkinan penyebab kerusakan total dari makanan bilamana terjadi perubahan mendadak. Oleh karena itu waktu dan saat yang penting dalam mempersiapkan peneneran pada musim hujan. Yang paling dekat diperlukan waktu 1 minggu yang cuacanya baik secara terus menerus jika ingin mencapai keberhasilan.

Petakan di keringkan diratakan dan di biarkan paling sedikit 3 hari, Kemudian air di masukkan dan pupuk dengan pupuk organik yang kuantitasnya sama dengan yang dapat di gunakan pada pemupukan anorganis yang kedua di musim kemarau. Pada saat itu juga ditambahkan bekatul sebanyak (200 kg/ha). Perlu di ketahui klekap yang tumbuh pada musim hujan ini tidak sebanyak yang tumbuh di musim kemarau dan cendrung mudah lepas dari tanah dasar petakan yang kemudian mengapung, Yang akhirnya mengelompok Di Sisi-sisi petakan akibat di hembus angin. Dalam hal demikian klekap tidak dapat di manfaatkan oleh ikan yang di pelihara (Di budidayakan).

5. Kultur Plankton : Disini harus kita perhatikan upaya untuk menumbuhkan plankton agar mencapai hasil yang memuaskan (Sukses) diperlukan air yang dalam serta rendah kadar garamnya, Terutama pada musim hujan. Mula-mula petakan di kerjakan dan di biarkan selama 2 – 3 hari, Kemudian segera di isi (Digenangi) dengan air pasang yang baru. Pupuk organik yang di berikan haruslah cukup, yang biasanya terdiri dari kombinasi antara urea atau Amonium sulfate (ZA) sebagai N (Nitrogen) dan Superfosfate (TSP) sebagai sumber P205 (fosfate) ditambah bekatul yang di gunakan untuk membuat air menjadi hijau warnanya, Yang sebahagian besarnya adalah (phytoplankton). Pada umumnya petani tambak memulai dengan dosis (6 gram N, 6 – 9 gram P205 dan 50 – 100 gram) bekatul untuk setiap m 3 air yang kemudian di naikkan dosisnya sampai didapatkan hasil yang di inginkan. Blooming phytoplankton akan terjadi dalam 48 Jam pada cuaca yang memungkinkan. Petakan siap diberi ikan apabila suatu obyek yang putih berada di dalam air hilang (Lenyap) dari pandangan pada kedalaman kurang lebih (30 cm).

5. Penebaran, Penanaman, (Stocking)

1. Persiapan petakan untuk aklimatisasi (ipukan) : Petakan untuk aklimatisasi (ipukan) sangat perlu di buat, Atau bila telah telah ada perlu di siapkan dengan baik. Pematangnya di plester atau dilapisi dengan tanah yang lunak dan sekalian menutup Bocoran-bocoran. Atap yang di perlukan biasanya dibuat dari kisi-kisi bambu (kere) untuk memberikan kesejukan kita dapat memanfaatkan cabang-cabang dari pohon Api-api yang baru di potong, Seperti, Daun kelapa, Daun nipah, diletakkan diatasnyasebagai atap (Dapat di gunakan daun nipah atau daun kelapa yang di buat khusus untuk atap. Dan ada juga yang di tancapkan pada keliling ipukan, Agar memberikan suasana yang sejuk (kesejukan). Dengan cara demikian ipukan tidak menerima sinar matahari lansung dan suhu menjadi rendah di dalamnya.

Untuk mengatasi adanya hujan turun, Atap perlu di lapisi atau di tutup dengan plastik (polyethelene sheet). APabila ipukan di buat dengan 1 atau dengan 2 pematang dari etakan sebagai Sisinya, Dan perlu adanya kanal (Saluran kecil) sepanjang berm untuk mengalirkan air hujan terutama dan pematang petakan agar masuk petakan besar dan tidak masuk ke ipukan. Semua pematang ipukan di tutupi dengan lembaran plasti. Terutama air hjan yang mengalir dari pematang petakan dan masuk kedalam ipukan dapat menyebabkan kematian nener yang di simpan di ipukan dalam keadaan padat. Pada saat yang singkat sebelum nener datang semua air di dalam ipukan di kuras keluar. Air tawar secukupnyadapat juga air sumur atau dari mata air yang lain disisikan pada ipukan pelan-pelan, Selanjutnya air pasang yang baru di lewatkan melalui saringan yang halus di tambahkan sampai kadar garam mencapai 15 – 20 ppt. Lalu air dibiarkan jernih, Sedimen dibiarkan mengendap dahulu dan semua Kotoran-kotoran yang mengambang di buang (Dapt juga diambili).

2. Penebaran Nener : Nener di bawa ketambak dengan kantong plastik dan di beri oksigen. Yang biasanya pada pengangkutan nener digunakan air yang kadar garamnya antara (15 – 20 ppt). Hal ini yang mengharuskan ipukan di isi air tawar agar kadar garam sesuai dengan air untuk pengangkutan nener, Pelepasan nener biasanya dilaksanakan pada pagi hari atau pada sore hari, Pada saat suhu udara relatif lebih dingin dan sejuk. Untuk mempermudah dalam aklimatisasi nener terhadap suhu air maka kantong plastik di biarkan mengambang di dalam ipukan untuk satu atau dua Jam lamanya sebelum di lepaskan. Kemudian di dalam petakan Penggelondongan diusahakan untuk kepadatan penebaran antara (40 – 50 ekor per m 2). Pelepasan nener secara lansung ke ipukan dapat juga di lakukan, Akan tetapi lebih aman jikalau hal tersebut tidak di lakukan. Pada mula nener bersama airnya dituangkan kedalam baskom plastik kemudian air dari ipukan ditambahkan ke baskom sedikit demi sedikit sampai kira-kira sama dengan kondisinya dengan air ipukan tersebut. Selain itu baskom secara Pelan-pelan di miringkan dan di biarkan nener tersebut berenang keluar.

Pada permukaan kolam nener akan Berenang-renang di permukaan air, Tetapi setelah teradap tasi dan merasa segar kembali dan mereka mulai makan Benthhic algae yang tipis di dasar. Untuk adaptasi nener sepenuhnya dalam dalam ipukan di perlukan waktu sekitar 12 Jam. Lalu nener yang kondisi lemah akan memerlukan waktu lebih lama untuk adaptasi dan Berenang-renang pada permukaan air dalam ipukan. Jika nener telah nampak aktif bergerak dan makan, Maka pematang ipukan dapat di potong sedikit dan sisipkan saringan dengan bahan yang halus di tempat tersebut.

Pematang yang di potong tersebut di pergunakan untuk memudahkan pertukaran air di dalam maupun di luar ipukan. Yang biasanya kadar air garam di luar ipukan lebih dari 40 ppt, Dan dalam sekitar 12 Jam sesudahnya. Kadar garam akan sama atau yang di dalam ipukan akan lebih rendah sedikit dari pada garam di petakan luar (Di luar ipukan). Apabila nener tampak mulai berkumpul di sekitar saringan menentang arus yang melewati saringan, Hal ini menunjukkan bahwa nener tersebut telah cukup aklimatisasi terhadap kondisi garam dari petakan untuk Nener. Dan saringan telah dapat diambil dan nener di biarkan lepas berenang keluar. Hal seperti ini di kerjakan pada pagi hari atau di sore hari ketika air di petakan bersuhu rendah.

Ipukan tidak di perlukan pada saat musim hujan apabila kadar garam di petakan telah menjadi rendah, Nener dapat di lepaskan lansung ke dalam air setelah cukup aklimatisasi di dalam baskom. Jika nener Payus (Elops sp) Belum terambil atau belum di seleksi, Nener hendaknya di lepaskan di dalam happa nylon dengan ukuran mata jaring (5 – 6 tiap cm) yang di pasang dalam petakan. Nener bandeng dapat lolos keluar sedang di dalam happa tertinggal payus serta nener bandeng yang agak besar sedikit ukuranya dari mata happa nylon.

3. Pengaturan Air : Pada umumnya selama 7 – 10 hari setelah pelepasan nener, Tidak di lakukan penggantian air. Selama itu nener tambah lebih menjadi besar dan perlu adanya saringan di pintu yang dapat menahan nener keluarakan tetapi dapat memasukkan air kedalam petakan. Penyegaran dapat di lakukan dengan mengalirkan air keluar kemudian di ganti dengan air pasang yang baru. Kemudian saringan perlu di cek setiap saat membuka pintu.

Penutupan harus di lakukan dengan berhati-hati, Terutama dalam pemasangan Papan-papan pintu. Petakan untuk nener mempunyai dasar yang lebih tinggi dan rata jika di bandingkan dengan Petakan-petakan yang lain. Oleh karena itu perlu adanya tindakan bila masih terjadi Bocoran-bocoran pada waktu memasukkan air di saat pasang terakhir.

Pilihan lain adalah perlu menyediakan pompa air untuk pasang yang rendah bila tidak mencapai petak peneneran. Nener tumbuh lebih cepat pada air yang berkadar garam yang agak rendah. Oleh karena itu pada musim kemarau di lakukan penyegaran dengan penggantian air. Penyegaran yang di lakukan pada pada musim hujan, Terutama untk menjaga dan memelihara klekap atau untuk memperbaiki kondisi air. Jika plankton merupakan makanan utama di perlukan kadar garam yang rendah dan sering ada hujan akan lebih baik dan bermanfaat.

4. Pakan : Pemberian makanan tambahan mengakibatkan bertambahnya input. Hal ini hanya di berikan atau dilaksanakan jika makanan alami habis dan tidak ada tempat yang layak atau yang siap untuk di pergunakan. Pengusaha gelondongan bandeng melaksanakan penimbunan dan penahanan gelondongan dengan memberikan makanan tambahan, Justru itu pengusaha tersebut berani menggunakan padat penebaran yang tinggi pada tambak. Nah berikut ini beberapa macam makanan tambahan yang sering di pergunakan.

1. Katul yang halus hasil sisa penggilingan padi yang baru berbentuk tepung atau di jadikan pellet.
2. Tepung gandum (Terigu) berbentuk tepung atau di jadikan pellet.
3. Bungkil jagung (Bungkil dari lembaga jagung) Bberbentuk tepung atau pellet.
4. Bungkil kacang tanah, Berbentuk tepung atau di jadikan pellet.
5. Bungkil kelapa berbentuk tepung atau dijadikan pellet.
6. Roti yang telah lama, Atau telah basi.
7. Kotoran ternak atau lebih baik kotoran ayam.

Penambahan makanan sebaiknya habis dimakan dalam jangka waktu 2 sampai 3 Jam. Jika tidak, maka air akan mengalami pencemaran. Setidak-tidaknya makanan di berikan 3 kali setiap hari atau cukup 2 kali saja (Pagi dan sore hari). Makanan dapat di berikan dengan cara di taburkan atau di tempelkan pada suatu tempat yang tertentu yang berada di dalam kolam, (Petakan). Kondisi gelondongan yang kurang baik (Kurus) Perlu di perbaiki sebagai persiapan untuk pemindahanya ke tambak yang lain, Gelondongan yang kurus mudah sekali mengalami tekanan. Sisiknya mudah lepas walaupun diperlukan biasa saja dan tempat yang tidak berisik akan mudah mengalami infeksi dari bakteri dan jamur.

6. Hambatan Pengelolaan 

Dalam usaha pengeloaan tambak sering dijumpai Hal-hal yang menghambat (Menghalangi) kelancaran usaha, Diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Kondisi Nener Yang Jelek Pada Saat Penebaran : Pedagang nener yang biasanya menampung dalam kondisi yang sangat padat sambil menunggu pembeli. Selama musim nener pedagang nener mengumpulkan hasil penangkapan setiap hari, kemudian di tampung dan di kumpulkan sampai cukup banyak jumlah untuk memenuhi pesanan dari pembeli yang pertama datang. sering juga terjadi bahwa nener tidak di beri makan untuk beberapa hari, Yang mengakibatkan lapar dan lemah menyebabkan kondisi nener menjadi lamban geraknya dan mudah mendapat tekanan (Stress) waktu dalam penghitungan, Apabila diangkut dalam kondisi yang berjejal dalam kantong plastik, Suhu tinggi, Terjadi pertukaran Zat-zat dalam tubuhnya, eksresi, tekanan oksigen dan jalanan yang kasar dapat menambah kelelahan nener tersebut. Banyak perlakuan di tambak dapat menambah makin lelah dan memberatkan situsi dan tidak tahan terhadap kondisi dalam petakan yang sedikit kurang baik.

2. Aklimatisasi Yang Kurang Cukup : Dalam melepaskan nener ke petak peneneran di perlukan waktu yang cukup untuk aklimatisasi, Sehingga nener dapat menyesuaikan diri terhadap keadaan atau kondisi lingkungan. Penggantian air secara mendadak dengan perbedaan kadar garam atau suhu yang besar dapat mengakibatkan yang kurang baik. Nener tidak cukup waktu untuk menyeduaikan diri atau beradaptasi terhadap kondisi lingkungan dan akhirnya menjadi lemah, Bahkan dapat menyebabkan Kematian.

3. Bocoran-bocoran : Sifat naluri yang senang menentang arus air menyebabkan nener mudah lolos melalui bocoran yang ada di pematang. Dan Pintu Saringan Dan Papan-papan penutup pintu yang tidak benar pemasanganya memungkinkan nener dan gelondongan kecil dapat lolos keluar, Hal tersebut memungkinkan pula masuknya Ikan-ikan yang buas yang masih kecil yang akhirny dapat memangsa nener dalam petakan tersebut.

4. Terjerat : Alga benang, Klekap yang lebar-lebar dan lepa dari dasar tambak, Kantong-kantong telur dari Cacing-cacing Polychaeta merupakan benda-benda yang dapat menyebabkan nener di tambak terjerat. Nener terjerat atau terbelit oleh alga benang atau terjebak dalam gelembung Telur-telur Polychaeta. Pada petakan yang dangkal, Selapis klekap yang lebar Tiba-tiba mengambang kepermukaan akibat terkumpulnya gelembung-gelembung oksigen dari hasil asimilasi komponen Tumbuh-tumbuhan dapat menyebabkan nener yang sedang makan atau yang berenang di atasnya ikut terangkat ke permukaan dan akhirnya akan mati karena terdampar dan tidak dapat kembali ke Air.

5. Keracunan : Oleh karena petakan untuk nener pada umumnya berukuran kecil, maka mudah mengalami kontaminasi Unsur-unsur yang beracun yang bersama air atau dari sumber yang lain. Kematian secara Besar-besaran Terkadang terjadi tambak yang mengalami air dari sungai yang mengalirkan Sisa-sisa dari pabrik atau sampah industri yang di buang. Hal tersebut jugasering terjadi pada daerah yang dekat dengan daerah pertanian. Terutama daerahsawah yang sering memberi pestisida untuk pemberantasan hama. Kadang-kadang pematang tambak sendiri dapat menjadi sumber material yang mempunyai daya racun yang tinggi. Telah banyak contoh kematian total yang terjadi pada peneneran setelah selesai hujan pertama yang sangat lebat setelah musim kemarau yang panjang.

Kasus demikian juga sering terjadi pada Tambak-tambak yang baru dibangun dari daerah Rawa-rawa yang banyak pohon bakaunya (mangrove). Pematang di buat dari Tanah-tanah yang terdiri dari banyak akar-akaran yang membusuk dan terkumpul bahan organik yang mengandung Unsur-unsur racun asam humus dan asam Sulfida (H2S) Di lereng diatas pematang tersebut di gambarkan sebagai hasil penguapan dari pematang yang banyak mengandung air atau kadar air yang tinggi. Senyawaan belerang dapat pula terbentuk dari pembusukkan akar yang tampak di pematang. Tetesan air hujan mencucinya dan membawanya masuk ke tambak karena terbatasnya areal di peneneran, Unsur yang di kehendaki tersebut segera menyebar sehingga menyebabkan nener maupun gelondongan banyak yang mati karena Keracunan.

6. Penanganan Yang Salah (Tidak Benar) : Pengeringan yang mendadak disebabkan penutupan pintu kurang sempurna adlah yang sering menyebabkan banyak nener dan gelondongan hilang atau mati, Saringan yang rusak yang robek atau kesalahan dalam pemasanganya adalah faktor penyebab hilangnya nener. Sifat masa bodoh tersebut (sifat masa bodoh penjaga) tidak dapat dianggap sepi begitu saja. Penjaga yang sangat letih (lelah) terkadang mudah sekali tertidur, Sedangkan periode pengeringan atau pengisian peneneran berlangsung pada malam hari di saat terjadinya surut rendah atau pasang yang tinggi, Karena tidur maka penjaga tidak mengontrol keadaan dengan teliti dan baik,Yang mengakibatkan lingkungan pematang terjadi kerusakan

7. Analisa Usaha Penggelondongan Bandeng : Dalam pemeliharaan nener bandeng untuk gelondongan di perlukan waktu pemeliharaan selama lebih 21 hari, Pada usia tersebut ukuran telah mencapai gelondongan yaitu panjang 2 – 3 cm dan berat Rata-rata 2 – 3 gram. Dengan kepadatan tebar 40 – 50 ekor/m 2 Rp. 50,-per ekor maka kelangsungan hidup nener untuk mencapai gelondongan adalah 75% – 90%. Harga jual per ekor untuk ukuran gelondongan tersebut adalah Rp. 100,- Usaha Penggelondongan tersebut dapat dilaksanakan di tambak luas 0,5 HA (4 Petakan). Dalam 1 tahun di perhitungkan dapat memelihara bandeng tersebut sebanyak 6 periode, Selanjutnya pada tebar 200.000 ekor dengan SR 80%. Hal inilah yang dapat memberikan harapan dikembang usahakan sebagai salah satu komoditas dalam agribisnis.

Sumber: https://www.semuaikan.com/