Besuk Korban MOS, ini Harapan Feby Deru

Besuk Korban MOS, ini Harapan Feby Deru

Besuk Korban MOS, ini Harapan Feby Deru

Kasus kekerasan yang terjadi saat MOS (masa orientasi siswa) di SMA Taruna

Palembang dan telah menelan korban meninggal dunia beberapa waktu lalu, menarik perhatian Ketua TP PKK Sumsel, Febrita Lustia Herman Deru dan rombongan.
Demi melihat langsung salah seorang siswa yang diduga turut menjadi korban kekerasan, Wiko Jeryanda (14) yang masih kritis di RS Charitas, Feby didampingi Wakil Ketua TP PKK Sumsel, Fauziah Mawardi Yahya pun langsung membesuk korban usai menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Griya Agung, Rabu (17/6).

Masih mengenakan blouse jumputan berwarna coklat muda, Feby dan

rombongan tiba sekitar pukul 12.14 WIB di RS Charitas dan langsung menuju ruang ICU di lantai III tempat siswa Wiko dirawat. Saat tiba di ruangan ICU, Hj Feby Deru dan Hj Fauziah Mawardi tampak terdiam sesaat menyaksikan ibu korban, yang tengah menangis sambil memeluk dan menciumi putranya Wiko (14) yang terbaring tak berdaya.

Sesekali, dia tampak berbicara dengan ayah dan ibu korban yang masih tampak begitu shock dengan kondisi sang buah hati. Usai berbincang sesaat dengan kedua orang tua korban, dari luar ruangan ICU yang berdinding kaca, dia juga tampak berbicara serius dengan salah seorang dokter yang menangani korban.

Sekitar 15 menit di dalam ruangan ICU, Feby Deru dan Fauziah Mawardi terlihat

berpamitan. Sambil menyerahkan bantuan, ia terlihat memeluk ibu korban cukup lama. Sesekali dia berbisik sambil berupaya memberikan semangat pada ibu korban untuk tetap tabah menghadapi musibah tersebut.

“Sedih sekali ya melihatnya. Sampai gak bisa ngomong lagi saya. Sebagai seorang ibu saya mengerti betul apa yang dirasakan ibu korban dan keluarganya saat ini. Mohon doanya agar ada keajaiban untuk Wiko lekas sembuh,” ungkap Feby pelan.

Karena akibatnya yang sedemikian dahsyat itulah, ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Ia pun meminta Dinas terkait segera mengusut tuntas kasus ini, karena anak-anak yang menjadi korban ini adalah aset dan generasi bangsa.

Baca Juga :