Batuan dan Tanah Lingkungan Raja Ampat

Batuan dan Tanah Lingkungan Raja Ampat

Batuan dan Tanah Lingkungan Raja Ampat
Batuan dan Tanah Lingkungan Raja Ampat

Batuan

Pengelompokkan batuan didasarkan atas survey tinjau (2006) dan disebandingkan dengan peneliti terdahulu yaitu Rusmana (1989), Amri (1990) dan Supriatna (1995). Berdasarkan studi aini penyeban dari batuan di pulau-pulau Raja AMpat dibagi menjadi:

1) P. Kofiau, Batanta, Salawati dan sekitarnya, dimana pada pulau-pulau tersebut tersusun atas endapan Aluvium dan litoral, endapan danau. Kelompok batugamping Waigeo, Kais, Klamogun, Sagawin, Dayang, Koor dan Faumai. Batuan gunungapi Dore dan Batanta. Batuan konglomerat Sele dan Asbakin. Batuan ultramafik Sesar Sorong. Breksi Yefman. Formasi Klasaman, Klasafet, Arefi. Batupasir Formasi Sirga. Serpih Formasi Saranami, Waiyar, Tamrau dan Kemum. Ofiolit Gag. ArokosaKelompok Aifam. Granit Melariurna.

2) P. Waigeo dan sekitarnya, pada beberapa pulau di sana tersusun atas batuan alluvium. Konglomerat Aneka Bahan dan Formasi Lamlam. Batugamping Waigeo, Puri dan Terumbu. Arkosa Formasi Yeben. Batulanau Rumai dan Tanjnng Bomas. Batuan gunungapi. Batuan Ultarmik.

3) P. Misool dan sekitarnya, pada pulau ini tersusun atas batuan alluvium litoral. Betugamping Atkari, Openta, Zaag, Facet, Demu, Bogal. Anggota Batunapal Lios. Batupasir Daram. Batulanau Formasi Fafanlap. Formasi Serpih Keskain, Serpih Lilinta dan Yefbi. Batu Malihan Ligu.

Air Tanah

Air tanah adalahh air yang terdapat di bawah permukaan tanah. Berdasarkan keberadaannya air tanah di Kepulauan Raja Ampat dapat dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu air tanah bebas, tertekan dan mata air.

1) Air tanah bebas

Dapat dilihat pada sumur-sumur penduduk. Muka air tanah berkisar antara 0,5 hingga 2m di bawah muka tanah setempat. Ketebalan kolom air sekitar 0,5 hingga 1m. kualitas baik, berwarna bening dan terasa tawar. Air tanah bebas terdapat di beberapa daerah seperti Saonek, Waisai, Yensawai, Arefi di Pulau Batanta dan Waigana, Atkari, Tomolol dan Lilinta di Pulau Misool.

2) Air tanah tertekan

Hingga saat ini masih belum dapat diketahui secara pasti bagaimana karakteristik air tanah tertekan ini. Dan masih belum diketahui pula data sekunder sehingga kita perlu adanya penelitian khusus tentang potensi air tanah.

3) Mata Air

Adalah air tanah yang keluar ke permukaan tanah karena akuifer terpotong oleh topografi. Mata air ini ditemukan pada batas antara pelapukan tanah dengan batuan dasar. Beberapa mata air terdapat di Kabare, Warsamdin di Pulau Waigeo dan Kaliam di Pulau Salawati.

Baca Juga: