Agama

Asy’ariyyah (Bahasan Lengkap)

Asy’ariyyah (Bahasan Lengkap)

Asy’ariyyah (Bahasan Lengkap)

Asy’ariyyah

Asy’ariyyah didirikan oleh Abu Al-Hasan bin Ismail Al-Asy’ari. Ia dibesarkan dan dididik sebagai seorang mu’tazilah sampai mencapai usia lanjut. Ia telah membela mu’tazilah sebaik-sebaiknya, tetapi kemudian aliran ini ditinggalkannya, bahkan dianggapnya sebagai lawan. Ia merasa tidak puas terhadap konsepsi aliran mu’tazilah yang semakin terlihat kelemahan-kelemahannya. Ia sangat mengkhawatirkan jika Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi akan menjadi korban faham-faham aliran Mu’tazilah yang menurut pendapatnya tidak dapat dibenarkan karena didasarkan atas pemujaan kekuatan akal pikiran dan juga dikhawatirkan akan menjadi korban sikap ahli hadits anthropomorphist (Al-Hasywiyyah) yang hanya memegangi lahir nash-nash agama dengan meninggalkan jiwanya dan hampir menyeret Islam ke lembah kebekuan yang tidak dapat dibenarkan. Melihat keadaan demikian, maka Al-Asy’ari mengambil jalan tengah antara aliran rasionalis dan tekstualis yakni antara mu’tazilah dan Al-Hasywiyyah dan ternyata jalan tengah tersebut dapat diterima oleh mayoritas kaum muslimin. Dalam mengemukakan dalil dan alasan, aliran Asy’ariyyah memakai dalil aqli dan naqli secara bersama-sama. Sesudah ia mempercayai isi Qur’an dan hadits, ia mencari alasan-alasan dari akal pikiran untuk memperkuatnya. Sebagai orang yang pernah menganut paham mu’tazilah, Al-Asy’ari tidak dapat menjauhkan diri dari pemikiran akal dan argumentasi pikiran. Dalam kitabnya yang berjudul Istihsan Al Khawadhi fi Ilmil Kalam, ia menentang keras orang yang berkeberatan membela agama dengan Ilmu Kalam dan argumentasi pikiran.Sebaliknya ia juga mengingkari orang yang berlebih-lebihan menghargai akal pikiran yaitu aliran Mu’tazilah.

Pokok kepercayaan dan ajaran Asy’ariyyah (Ahlussunnah)

1. Tuhan bisa dilihat dengan mata kepala di akhirat
2. Sifat-sifat tuhan adalah dari Dzat Tuhan, bukan dari lain dzat
3. Qur’an bersifat Qadim sebagai kalamullah, sedang Qur’an yang berupa huruf dan suara adalah baru.
4. Ciptaan Tuhan tidak karena tujuan atau kepentingan makhluk
5. Tuhan menghendaki kebaikan dan keburukan
6. Tuhan tidak berkewajiban membuat yang baik dan terbaik, mengutus rasul, dan memberi pahala kepada orang yang taat dan menjatuhkan sikasa kepada orang yang maksiyat
7. Tuhan boleh memberi beban diatas kesanggupan manusia
8. Kebaikan dan keburukan tidak dapat diketahui akal semata
9. Tuhan menciptakan pekerjaan manusia
10. Ada syafa’at pada hari kiamat
11. utusanNya Nabi Muhammad diperkuat dengan mukjizat-mukjizat
12. kebangkitan di akhirat, pengumpulan manusia di padang mahsyar, pertanyaan munkar dan nakir di kubur, siksa kubur, timbangan amal perbuatan manusia, shirathal mustaqim, kesemuanya adalah benar
13. semua sahabat Nabi adil dan baik.
14. Sepuluh sahabat yang dijanjikan Nabi masuk surga pasti terjadi
15. Ijma’ adalah suatu kebenaran yang harus diterima
16. Orang Islam yang mengerjakan dosa besar akan masuk neraka sampai selesaimenjalankan sikasa. Dan akhirnya akan masuk surga.
Ajaran Asy’ariyyah berasal dari isi Qur’an dan hadits yang kemudian mereka percayai sepenuhnya, dengan menjadikannya dasar, disamping menggunakan akal pikiran, dimana tugasnya tidak lebih sebagai penguat nash-nash tersebut.

Tokoh-tokoh aliran Asy’ariyyah

1. Al-Baqillani
2. Ibnu Faurak
3. Ibnu Ishak Al-Isfaraini
4. Abdul Kahir Al-Baghdadi
5. Imam Al-Haramain Al-Juwaini
6. Abdul Mudzaffar Al-Isfaraini
7. Al-Ghazali
8. Ibnu Tumar
9. As-Syihristani
10. Ar-Razi
11. Al-Iji
12. As-Sanusi

Baca Juga: