Asosiasi Guru Bahasa Gelar Lomba Kritik Sastra Puisi Esai

Asosiasi Guru Bahasa Gelar Lomba Kritik Sastra Puisi Esai

Asosiasi Guru Bahasa Gelar Lomba Kritik Sastra Puisi Esai
Asosiasi Guru Bahasa Gelar Lomba Kritik Sastra Puisi Esai

Asosiasi Guru Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia (AGBSI) menggelar lomba kritik

sastra puisi esai untuk menggairahkan pemahaman sastra para guru dan mengajak masyarakat memahami isu sosial melalui sastra.

Kegiatan itu dilatarbelakangi adanya gonjang-ganjing dunia sastra lima tahun terakhir akibat pro dan kontra kelahiran puisi esai, dan semakin banyaknya penulis senior mengangkat isu sosial melalui puisi esai, serta semakin populernya puisi esai ke tingkat negara-negara ASEAN.

Asosiasi dari himpunan guru yang mengajar bahasa dan sastra di sejumlah sekolah SLTA

dan SLTP di seluruh Indonesia ini menggelar kegiatan itu untuk semua guru bahasa dan guru sastra di semua tingkatan, baik SLTA dan SLTP. Lomba tersebut berhadiah total Rp 57 juta dan akan ditutup pada 20 Juni 2019.

Buku yang dikritik sengaja dipilih karya pelopor puisi esai yakni Denny JA. Selama ini Denny JA dikenal sebagai konsultan politik yang kerap mendapat penghargaan dari dalam dan luar negeri. Ternyata, Denny JA juga seorang inovator dan penulis puisi esai yang produktif.

Empat karya sastra Denny JA menjadi topik lomba untuk dikritik. Pertama berjudul A

tas Nama Cinta. Puisi esai ini berkisah soal aneka diskriminasi dalam sejarah Indonesia.

Kedua, buku berjudul Kutunggu Kau di Setiap Kamisan. Buku ini tentang aksi kamisan di seberang Istana Merdeka yang mencari keluarga hilang.

Ketiga, Jiwa yang Berzikir. Buku ini soal pencarian identitas dengan konteks 30 Juz Al-Quran. Keempat, Roti untuk Hati. Buku ini merupakan kumpulan renungan filsafat hidup.

Berdasarkan catatan, karya Denny JA sudah dibahas oleh pakar mancanegara. Kritikus beberapa negara pernah secara khusus mendiskusikannya dalam seminar di Malaysia beberapa waktu lalu. Seminar atas karya Denny JA di Malaysia itu sudah pula diterbitkan menjadi buku.

Beberapa karya puisi esai Denny JA telah difilmkan untuk film pendek pendidikan oleh sutradara Hanung Brahmantyo.

“Saya menyambut baik lomba ini. Saatnya puisi esai juga menjadi kajian kritik sastra. Sejak lima tahun terakhir, sudah terbit hampir seratus buku puisi esai yang ditulis ratusan penulis dari Aceh hingga Papua, bahkan mancanegara,” ujar Denny JA.

 

Sumber :

https://silviayohana.student.telkomuniversity.ac.id/sejarah-dharmasraya/