Teknologi

AppsFlyer: Penipuan Mobile di Asia Tenggara Meningkat

AppsFlyer: Penipuan Mobile di Asia Tenggara Meningkat

AppsFlyer Penipuan Mobile di Asia Tenggara Meningkat

APPSFlyer mengumumkan laporan pertama terkait Ad Fraud atau penipuan iklan di wilayah Asia Pasifik. Pada laporan ini, AppsFlyer menganalisis sebanyak 2,5 miliar instansi yang terdiri dari 8.000 aplikasi di kategori keuangan, e-commerce, travel, utilitas, hiburan, dan game.

Pada laporan tersebut, pemasar di wilayah Asia Pasifik disebut dibiarkan

tanpa perlindungan dan berpotensi untuk mengalami kerugian sebesar USD650 juta (Rp9,1 triliun). Sementara itu, wilayah Asia Tenggara teridentifikasi sebagai target utama penipu.

“Asia Tenggara adalah target yang menarik bagi penipu, dengan para marketer di kawasan ini memanfaatkan kondisi mobile-first dan pertumbuhan sifat digital populasi di wilayah tersebut untuk mendorong prioritas marketing,” ujar Marketing Director AppsFlyer Asia Pasifik Beverly Chen.

Wilayah Asia Tenggara memiliki risiko kerugian sebesar USD260 juta

(Rp3,6 triliun), merupakan yang tertinggi di wilayah Asia Pasifik. Di posisi selanjutnya, wilayah dengan target utama kedua dengan risiko tertinggi adalah India, dengan risiko sebesar USD186 juta (Rp2,6 triliun).

Selain itu, laporan ini juga menyebut bahwa konsumsi internet mobile di wilayah Asia Pasifik diperkirakan melampaui konsumsi televisi. Di wilayah ini, konsumen diprediksi menghabiskan waktu menggunakan internet mobile selama rata-rata 800 jam pada tahun 2019.

Konsumsi internet tinggi yang digunakan untuk melakukan pembayaran

elektronik serta jumlah pengguna yang besar disebut laporan AppsFlyer sebagai alasan wilayah Asia Tenggara sebagai target penipuan iklan utama.

Laporan ini turut menyebut bahwa penipuan instalasi aplikasi semakin besar di wilayah Asia Pasifik. Tingkat rata-rata penipuan di wilayah ini lebih tinggi 60 persen jika dibandingkan dengan tingkat rata-rata dunia.

 

Baca Juga :