Pendidikan

Agama Budha

Agama Budha

Konsep  tentang  kejadian  bumi  dan  manusia  menurut Buddha Dhamma agak unik.   Di alam semesta ini bukan  hanya ada bumi ini. Telah banyak bumi yang muncul dan hancur (kiamat). Manusia yang muncul pertama kali di  bumi  kita  ini tidak seorang, tetapi banyak, dan mereka muncul bukan kerana kemahuan satu makhluk tertentu. Di dalam Agama Sutta, Digha  Nikaya,  Sutta  Pitaka, Tipitaka, dapat dibaca bahawa bumi kita ini semuanya terdiri dari air dan gelap gelita. Makhluk-makhlukpun tidak dibedakan lelaki atau perempuan. Namun, mereka  memiliki tubuh yang bercahaya dan hidup melayang-layang di angkasa. Setelah waktu  lama sekali, tanah dengan sarinya muncul  dari dalam air dan rasanya seperti madu tawon mumi. Makhluk-makhluk yang serakah (tamak) mulai mencicipi tanah itu, dan tergiur akan sari tersebut. Makhluk-makhluk yang lain juga mengikuti. Akibat  kelakuannya itu, maka cahaya tubuh mereka lenyap, dan tampaklah matahari, bulan, bintang. Setelah  masa  yang  lama sekali, tubuh mereka memadat dan bentuknya ada yang indah dan ada yang buruk sesuai dengan takaran mereka makan sari tanah. Mereka yang indah memandang rendah kepada orang yang bentuk tubuhnya jelek. Lama kelamaan  sari  tanah pun lenyap dan muncullah tumbuhan dari tanah. Sementara mereka sombong dan bongkak, tumbuhan ini lenyap dan muncul tumbuhan menjalar, dan demikian seterusnya setelah tumbuhan menjalar lenyap, muncullah tanaman padi. Setelah waktu yang lama  sesuai dengan takaran mereka makan, maka tubuh mereka lebih memadat dan perbedaan bentuknya tampak lebih jelas. Dari kaca mata agama budha,lebih menjelaskan tentang proses kejadian langit dan bumi serta proses kejadian manusia.

  1. Agama Kristianai

Kejadian manusia (Adam) menurut Pentateuch (Torah) Dalam Kitab Genesis,  didapati manusia bukan  ciptaan Tuhan yang pertama. Jika dirujuk teliti di dalam Kitab Genesis, didapati manusia bukan ciptaan Tuhan yang pertama. Secara umum, proses  kejadian makhluk sebagaimana yang diuraikan dalam Kitab Genesis merangkumi enam hari.

Hari pertama Tuhan mencipta siang dan malam. Hari kedua tuhan mencipta air. Hari ketiga Tuhan mencipta tumbuhan. Hari keempat Tuhan mencipta makhluk-makhluk di daratan dan juga di lautan. Hari kelima Tuhan mencipta bintang di angkasa. Pada hari  keenam, Tuhan mencipta manusia sebagaimana yang diungkapkan di dalam Genesis (1:26): “The God said, “Let Us make humankind in our image, according to our  likeness  and let them have dominion over the fish of the sea and over the birds of  the air and over the cattle and over all the wild animals of  the earth and over every creeping things that creeps upon earth”. Sedangkan pendapat dari agama kristiani, lebih menekankan pada penciptaan manusia.[11]

 

sumber

https://etrading.co.id/clash-for-dawn-apk/